Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN ABU LAYANG TERMODIFIKASI TERHADAP KARAKTERISTIK MEMBRAN ELEKTROLIT BERBAHAN DASAR KITOSAN Wulandari, Ari Vitri; Kusumastuti, Ella; Sulistyaningsih, Triastuti
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai sintesis membran sel bahan bakar berbahan kitosan dan abu layang batubara yang dimodifikasi dengan CTAB (Cetyl Trimethyl Ammonium Bromide) telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lamanya waktu pengadukan dan penambahan silika termodifikasi CTAB dalam sintesis membran. Metode yang digunakan adalah inversi fasa dengan variasi waktu pengadukan selama 2, 4, dan 8 jam dan variasi jumlah silika yaitu 0; 0,5; 1; 2; dan 5% b/b kitosan. Hasil penelitian menunjukkan waktu pengadukan optimum adalah 4 jam. Membran dengan performa terbaik adalah membran 5% dengan kuat tarik 19,3 N/mm2, Modulus Young 1092,5 N/m2, konduktivitas proton 1,4634 x 10-4 S/cm, permeabilitas metanol 9,0893 x 10-8 cm2/s dan selektivitas 1,6100 x 104 S s/cm3. Hasil uji FT-IR (Fourier Transform Infrared) menunjukkan bahwa hanya terjadi interaksi fisik antara kitosan dengan silika. Berdasarkan hasil analisis SEM (Scanning Electron Microscope) disimpulkan bahwa membran memiliki morfologi antarmuka cukup baik antara matriks kitosan dengan silika.
Effect of Silane Addition on Chitosan-Fly Ash/CTAB as Electrolyte Membran Isnaeni, Diana; Kusumastuti, Ella; Sulistyaningsih, Triastuti
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electrolyte membrane was composed of chitosan and fly ash wich was modified using cetyl trimetil ammonium bromide (CTAB and silane had been done successfully. This research aims to determine the best membrane based on mechanical properties, proton conductivity, methanol permeability, and membrane selectivity. The steps consist of silica preparation from fly ash, modification of silica surface with CTAB, silica coupling process with GPTMS, synthesis of membranes, and membrane characterization. The result showed the best membrane produced by membrane with 10% silane addition with tensile strength 23,10 Mpa, elongation at break 3,17%, modulus young 6,72 Mpa, proton conductivity 8,00 x 10-4 S/cm, methanol permeability 3,37 x 10-7 cm2/s, and membrane selectivity 2,12 x 103 S s/cm3. The Fourier Transform Infra Red (FT-IR) membrane analysis result showed that only occured physical interaction and Scanning Electron Microscopy (SEM) analysis showed the distribution of particle wa spread evently and there was not agglomeration.
Pemanfaatan Serat Daun Nanas Dalam Sintesis Geopolimer Berbasis Abu Layang Batubara Hisan, Aisyah Khoirotun; Kusumastuti, Ella; Mahatmanti, Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintesis geopolimer dengan penambahan serat daun nanas telah dilakukan. Sintesis dilakukan dengan mencampurkan abu layang, NaOH, dan Na2SiO3 pada rasio SiO2/Al2O3 5,29 mol, kemudian ditambahkan serat daun nanas dengan variasi 0-2,5% (b/b). Penambahan serat optimum terjadi pada 1,5% (b/b) dengan kuat tekan 41,91 MPa dan kuat tarik belah 16,28 MPa. Sampel uji geopolimer dengan penambahan serat 1,5% memiliki fasa amorf yang relatif lebih besar jika dibandingkan dengan sampel uji 0 dan 2,5% serat. Analisis gugus fungsi geopolimer dengan FT-IR (Fourier Transform Infrared) menunjukkan adanya gugus CH pada 2924,09 cm-1. Analisis morfologi menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy) menunjukkan bahwa morfologi terlihat lebih homogen dan terdapat partikel serat yang berada di antara matriks geopolimer.Geopolymer synthesis with the addition of pineapple leaf fibers have been done. Synthesis is done by mixing fly ash, NaOH, and Na2SiO3 at a ratio of SiO2/Al2O3 5.29 mol, then add pineapple leaf fibers with variations from 0 to 2.5% (w/w). The addition of optimum fiber occurred in 1.5% (w/w) with a compressive strength of 41.91 MPa and 16.28 MPa tensile strength sides. Geopolymer test samples with addition of 1.5% fibers have an amorphous phase is relatively large when compared to the test sample 0 and 2.5% fiber. Chemical bonds analysis of geopolymer by FT-IR (Fourier Transform Infrared) showed that bond CH at 2924.09 cm-1. Morphology analysis using SEM (Scanning Electron Microscopy) showed that the morphology looks more homogeneous and there is a fiber particles that are among the geopolymer matrix.
INTERKALASI MONTMORILONIT DENGAN KITOSAN SERTA APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN METHYLENE BLUE Machiril, Dhonirul; Jumaeri, Jumaeri; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Montmorilonit terinterkalasi kitosan (MMT-Kts) disiapkan dengan menambahkan larutan kitosan ke dalam suspensi Na-montmorilonit (Na-MMT) selama 24 jam. Na-MMT dan MMT-Kts diuji menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD), Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FT-IR) dan Surface Area Analyzer (SAA). Interkalasi kitosan ke dalam antar lapis Na-MMT menyebabkan peningkatan basal spacing dari 8,92725 Å menjadi 9,64672 Å dan munculnya serapan baru pada bilangan gelombang 2931,73 dan 1561,1 cm-1. Interkalasi juga menyebabkan naiknya luas permukaan dan volume total pori. Efektivitas adsorpsi methylene blue (MB) menggunakan MMT-Kts telah diteliti pada kondisi pH larutan, waktu kontak, dan konsentrasi awal larutan MB yang berbeda dan dibandingkan dengan adsorpsi MB menggunakan Na-MMT. Hasil penelitian menunjukkan Na-MMT efektif digunakan untuk adsorpsi MB pada pH 4, waktu kontak 60 menit, dan konsentrasi awal larutan MB 1000 mg/L dengan efisiensi 62,43%. Sedangkan MMT-Kts efektif digunakan untuk adsorpsi MB pada pH 2, waktu kontak 90 menit, dan konsentrasi awal larutan MB 1000 mg/L dengan efisiensi 10,17%.
KOMPARASI BIOPLASTIK KULIT LABU KUNING-KITOSAN DENGAN PLASTICIZER DARI BERBAGAI VARIASI SUMBER GLISEROL Sofia, Aya; Prasetya, Agung Tri; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioplastik berbahan dasar pati dibuat untuk mengurangi limbah plastik. Penggunaan kulit labu kuning (Curcubita sp) sebagai sumber pati dapat mengurangi pencemaran limbah domestik. Kitosan mampu  meningkatkan sifat mekanik bioplastik dan gliserol hasil samping biodiesel sebagai  plasticizernya. Penelitian ini membandingkan sifat mekanik, gugus fungsi dengan Fourier Transform Infrared (FT-IR), daya serap air dan biodegradabilitas dari bioplastik dengan penambahan gliserol murni (15%) dan gliserol minyak jelantah (15, 30, dan 60% b/b pati). Komposisi terbaik pada bioplastik kulit labu kuning-kitosan-gliserol minyak jelantah 15% dengan kuat tarik 1,73 MPa, elongasi 11,14%, elastisitas 0,15 MPa, daya serap air sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), yakni 21,5% suhu 25  dan 69,09% pada suhu 100 , tetapi persen degradabilitasnya rendah (30,76% dalam 10 hari). Apabila dibandingkan dengan bioplastik-gliserol murni 15% sifat mekaniknya hampir sama (kuat tarik 1,95 MPa, elongasi 12,66%, dan elastisitas 0,18 MPa), tetapi bioplastik-gliserol murni daya serap airnya tinggi (383% pada suhu 25  dan 727,73% suhu 100 ), dan degradabilitasnya mendekati SNI (52,82% dalam 10 hari).
Sintesis dan Karakterisasi Geopolimer dengan Penambahan Serat Eceng Gondok dan Serbuk Aluminium Hakim, Yanuar; Kusumastuti, Ella; Jumaeri, Jumaeri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintesis dan karakterisasi geopolimer penambahan serat eceng gondok dan serbuk aluminium (Al) berbasis abu layang batubara telah dilakukan. Sintesis ini dilakukan dengan variasi penambahan serat eceng gondok dan serbuk Al. Serat eceng gondok dan serbuk Al yang digunakan bervariasi antara 0,5-3% (b/b) abu layang dan 0-0,5 g serbuk Al. Hasil penelitian menunjukan bahwa mol SiO2/Al2O3 optimum adalah 4,90 dengan penambahan serbuk Al sebesar 0,2 g dihasilkan kuat tekan 32,03 MPa, kuat tarik 22,91 MPa, densitas 15888,09 kg/m3 dan konduktivitas panas 0,1001 Watt/m˚K. Penambahan serat optimum pada 2,5% (b/b) abu layang dengan kuat tekan 27,57 MPa, kuat tarik 24,11 MPa, densitas 1590,26 kg/m3 dan konduktivitas panas 0,0999 Watt/m˚K. Analisa fasa mineral dengan XRD (X-Ray Diffraction) menunjukan bahwa kandungan mineral utama quartz. Analisis ikatan kimia dengan FT-IR (Fourier Transform Infrared) menunjukkan bahwa geopolimer terbentuk ditandai adanya pita vibrasi ulur asimetri Si-O-Si atau Si-O-Al pada 995,27 dan 1002,98 cm-1. Analisis morfologi partikel menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy) menunjukkan bahwa geopolimer yang tebentuk didominasi oleh matriks geopolimer, pori dan serat.   Kata kunci : Abu layang batubara, serbuk aluminium (Al), serat eceng gondok
IMMOBILISASI Fe3+ DAN Cr6+ PADA GEOPOLIMER BERBASIS ABU LAYANG-ABU SEKAM PADI Persada, Mega Bunga; Kusumastuti, Ella; Mahatmanti, F.Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Immobilization of Fe3+ and Cr6+ by using geopolymer based on fly ash (FA) and rice husk ash (RHA) and the effect on quality of geopolymer qualitatively have been investigated. Type C fly ash from Karang Kandri power plant in Cilacap and rice husk ash from burning briks in Klaten Central Java was used as the raw material. Rice husk ash was added from 0-7.5 g to produce geopolymer with optimum compressive strength, which composition used for geopolymer synthesis with addition of  Fe3+ and Cr6+ metal ions. Fe3+ and Cr6+ metal ions were added into geopolymer paste at the level of 20-100 mmol. The result showed that the addition of 3 g rice husk ash produce geopolymer with optimum compressive strength to 35.43 MPa. The addition of  60 mmol of Fe3+ and Cr6+ metal ions improve the compressive strength  to 37.22 MPa and 36.4 MPa. Further addition of metal ions reduce these value and the lowest compressive strength was observed on the additon of 100 mmol of  Fe3+ and Cr6+ namely 20.36 MPa and 20.74 MPa. Leaching test was conducted by using  AAS, leaching tests show that geopolymers can immobilize Fe3+ metal ions more effectively when compared to Cr6+ metal ions which is distributed throughout the geopolymer and is not chemically bound making it easier to leach out.
Modifikasi Zeolit A dengan Surfaktan HDTMA dan Aplikasinya sebagai Adsorben Ion Nitrat Darojah, Lia Inarotut; Jumaeri, Jumaeri; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modifikasi zeolit A dengan surfaktan HDTMA (hexa decil trimetil ammonium) dan aplikasinya sebagai adsorben ion nitrat telah dipelajari. Zeolit A yang disintesis dari kaolin alam Bangka Belitung dimodifikasi dengan surfaktan HDTMA 0,1 M menjadi zeolit A termodifikasi surfaktan (ZAMS). ZAMS hasil modifikasi dikarakterisasi dengan FT-IR, XRD, dan SAA. Zeolit A dengan dan tanpa modifikasi surfaktan HDTMA diaplikasikan sebagai adsorben ion nitrat dengan melibatkan variabel waktu kontak dan konsentrasi awal nitrat. Hasil FTIR ZAMS menunjukkan kemiripan dengan ZAMS standar, ditunjukkan dengan munculnya serapan pada bilangan gelombang 2921,01 cm-1, 2852,44 cm-1, dan 1482,02 cm-1. Hasil XRD ZAMS mirip dengan zeolit A tanpa modifikasi dengan derajat kristalinitas sebesar 98,55% dan memiliki luas permukaan sebesar 146,389 m2/g. Adsorpsi nitrat optimum oleh zeolit A terjadi pada waktu kontak 60 menit dan ZAMS 90 menit dengan kapasitas adsorpsi masing-masing sebesar 4,3048 mg/g dan 4,5593 mg/g sedangkan kondisi optmum adsorpsi ion nitrat pada variasi konsentrasi awal dicapai pada 75 ppm dengan kapasitas adsorpsi zeolit A yakni 6,6815 mg/g dan ZAMS 6,995 mg/g.
Arang Ampas Tebu (Bagasse) Teraktivasi Asam Klorida sebagai Penurun Kadar Ion H2PO4- Nurbaeti, Lutfi; Prasetya, Agung Tri; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas tebu merupakan salah satu limbah pertanian yang memiliki kandungan 25% hemiselulosa dan 50% selulosa yang mampu digunakan sebagai adsorben. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas arang ampas tebu dan arang ampas tebu teraktivasi dalam menyerap ion fosfat pada kondisi optimum yang selanjutnya adsorben kualitas terbaik diaplikasikan dalam limbah laundry. Pembuatan arang ampas tebu dilakukan dengan proses karbonisasi dan dilanjutkan proses aktivasi dengan HCl 5 M. Penentuan kondisi optimum yang dilakukan meliputi variasi pH larutan fosfat, variasi waktu kontak adsorpsi dan variasi berat adsorben arang aktif. Arang aktif ampas tebu yang dihasilkan memiliki kadar air sebesar 0,89%, kadar abu sebesar 5,69%, kadar zat mudah menguap sebesar 7,85%, kadar karbon sebesar 86,04% dan kadar iod sebesar 2903,38 mg/g serta luas permukaan yang ditentukan dengan metode BET diperoleh sebesar 59,119 m2/g. Optimasi pH diperoleh pada pH 5 dengan daya serap fosfat 0,9572 mg/g, optimasi waktu kontak diperoleh pada waktu 25 menit dengan daya serap fosfat 0,4029 mg/g dan optimasi berat adsorben diperoleh pada berat 1,5 g dengan daya serap ion fosfat sebesar 16,43%.  Pada limbah laundry, adsorben arang aktif ampas tebu mampu mengadsorpsi ion fosfat dengan daya serapnya sebesar 22,82%.
Preparasi Nanopartikel Mg/Al Hidrotalsit-Magnetit secara Kopresipitasi serta Aplikasinya sebagai Adsorben Ion Cr(VI) Umayah, Isponi; Sulistyaningsih, Triastuti; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuangan limbah ion logam industri yang tidak diolah dengan cara yang benar telah mengakibatkan pencemaran lingkungan perairan. Pengolahan limbah logam berat dapat dilakukan dengan metode adsorpsi. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mensintesis nanopartikel Mg/Al hidrotalsit-magnetit dengan metode kopresipitasi dan mengaplikasikannya sebagai adsorben ion logam Cr(VI), mengetahui kondisi pH optimum adsorpsi. Tahap awal yaitu sintesis nanopartikel Mg/Al hidrotalsit-magnetit secara kopresipitasi, diikuti karakerisasi dengan FT-IR dan XRD. Tahap akhir yaitu proses adsorpsi. Analisis kandungan ion Cr(VI) yang teradsorp dilakukan dengan metode AAS. Nanopartikel Mg/Al hidrotalsit-magnetit berhasil disintesis dengan metode kopresipitasi, dengan ukuran kristal rata-rata 18,98 nm. Kondisi optimum adsorpsi tercapai pada pH 4 dengan kapasitas adsorpsi sebesar 40,72 mg/g.