Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Pendekatan Six Sigma dalam Menurunkan Angka Kesalahan Medik Latifah; Rini Herdiani; Riswan; Devin Mahendika; Musiana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7235

Abstract

Kesalahan medik (medical error) merupakan salah satu isu krusial dalam mutu pelayanan kesehatan yang berdampak pada keselamatan pasien. Upaya peningkatan mutu layanan memerlukan pendekatan sistematis, salah satunya melalui metode Six Sigma yang menekankan pengendalian variasi proses dan perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan manajemen mutu pelayanan kesehatan dengan pendekatan Six Sigma dalam menurunkan angka kesalahan medik. Metode penelitian menggunakan desain literature review sistematis terhadap 25 artikel nasional dan internasional yang relevan (2015–2024). Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan Six Sigma pada proses pelayanan klinis, manajemen obat, serta dokumentasi medis mampu menurunkan tingkat kesalahan medik hingga 40–70% pada beberapa fasilitas kesehatan. Pendekatan Define, Measure, Analyze, Improve, and Control (DMAIC) terbukti efektif dalam mengidentifikasi akar masalah, mengurangi variasi prosedur, serta meningkatkan kepatuhan terhadap standar operasional. Disimpulkan bahwa Six Sigma berperan signifikan dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Saran bagi manajemen rumah sakit adalah mengintegrasikan Six Sigma ke dalam kebijakan mutu pelayanan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh tenaga kesehatan.
Balanced Nutrition Education and Early Detection of Chronic Energy Deficiency among Adolescents at Muhammadiyah 2 Junior High School, Ternate City Agustin Rahayu; Diah Merdekawati Surasno; Suryani Mansyur; Andiani; Tati Sumiati; Nani Supriyatni; Yusnita; Suryadi M. Ali; Sitti Nurhidayanti Ishak; Musiana; Monisa A. Hi. Djafar; Mayasari Soamole
BIOSAINSTEK Vol 8 No 2 (2026): Jurnal BIOSAINSTEK
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/biosainstek.v8i2.2796

Abstract

Adolescents are vulnerable to nutritional problems due to increased nutritional requirements during rapid growth and development. One of the common nutritional problems among adolescent girls is Chronic Energy Deficiency (CED), which may affect their future health and reproductive function. This community service activity aimed to improve students’ knowledge about balanced nutrition and conduct early detection of nutritional risk, particularly CED, among students of Muhammadiyah 2 Junior High School, Ternate City. The activity was conducted on November 8, 2025, involving 31 students from grades VII, VIII, and IX. The methods included balanced nutrition education through lectures and interactive discussions, followed by nutritional status screening using anthropometric measurements, including body weight, height, and Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) among female students. Knowledge improvement was assessed using pre-test and post-test questionnaires and analyzed using the paired t-test. The results showed an increase in the mean knowledge score from 7.10 before the intervention to 8.48 after the intervention, with a mean difference of 1.387 and a statistically significant difference (p = 0.002). Anthropometric assessment showed that the average MUAC among female students was 22.08 cm, with 5 students (38.5%) identified as being at risk of CED based on MUAC measurements. Conclusion, balanced nutrition education effectively improved students’ knowledge, and nutritional screening is important for early identification of nutritional risks. Routine nutritional monitoring in schools is recommended to support adolescent health and prevent future nutritional problems.