Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengendalian Risiko K3 Produksi Botol Oli Menggunakan Metode SWIFT (The Structured What-If AnalysisTechnique) Di PT. XYZ Ikhwan Salehudin; Apriyani; Denny Siregar
Journal of Engineering Environmental Energy and Science Vol 2 No 1 (2023): January 2023
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/joes.v2i1.1865

Abstract

Penelitian ini membahas tentang proses pembuatan botol oli pada PT.XYZ yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur, khususnya pada proses pembuatan botol oli, diantaranya bagian mesin moulding, granulating dan leaktesting. Masalah yang terjadi pada perusahaan ini adalah terdapat potensi kecelakaan kerja yang tinggi dan terjadi pada proses pembuatan botol oli serta belum adanya metode untuk pengendalian resiko K3 untuk menghilangkan atau mengurangi potensi kecelakaan kerja. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk meminimalisir potensi kecelakaan kerja serta memberikan usulan pengendalian resiko K3 yang benar dan aman pada bagian proses pembuatan botol oli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Structured what-if Analysis (SWIFT). Metode ini dimulai dengan mengidentifikasi potensi bahaya. Memberikan penilaian tingkat risiko. Hasil penelitian berdasarkan hasil penilaian risiko maka didapatkan hasil nilai 3 yaitu luka sobek saat membersihkan silinder dengan nilai RRN 16, luka melepuh saat membersihkan silinder dengan nilai RRN 12, dan terjepit mesin saat memastikan botol oli dengan nilai RRN 12. Penyebab kecelakaan kerja utama adalah dari perspektif manusia, mesin, dan lingkungan. Pencegahan dari jenis kecelakaan utama tersebut yaitu membuat pelatihan tentang K3 dan pembuatan perencanaan jadwal produksi, pembuatan standar jadwal pemeliharaan berkala, dan menyiapkan perlengkapan APD yang sesuai di setiap stasiun kerja proses produksi.
Analisis pengaruh keselamatan kesehatan kerja (K3) terhadap produktivitas kerja karyawan dengan metode uji regresi linear berganda di PT Hitachi Power System Indonesia Alloysius Vendhi Prasmoro; Isdaryanto Iskandar; Abdul Bashit; Apriyani; Ucu Agustini Srimulyani
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 4 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v4i2.124

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) karyawan merupakan faktor penentu keberhasilan perusahaan, baik yang bergerak dalam bidang produksi barang maupun jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif denganpendekatan survei. Jumlah sampel sebanyak 80 orang, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel acak sederhana. Pengujian instrumen menggunakan uji validitas dan ujireliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel keselamatan kerja (X1) dan kesehatan kerja (X2) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produktifitas kerja karyawan PT Hitachi Power System Indonesia dimana didapatkan nilai produktivitas Y adalah 0,772, untuk nilai koefisien kesehatan kerja (X1) sebesar 0,848 dan keselamatan kerja (X2) sebesar 0,823. Sehingga variabel independen tersebut mempunyai pengaruh positifterhadap produktivitas karyawan di PT Hitachi Power System Indonesia (Y), dimana setiap adanya kenaikan variabel independen, variabel dependen produktivitas karyawan (Y) akansemakin meningkat pula.
Otomatisasi Quality Control untuk Mengurangi Lost Time Produksi di PT ISA dengan Metode DMAIC Apriyani; Devy Juliani; Ainun Nadia; Roberta Heni Anggit Tanisri
Journal of Engineering Environtmental Energy and Science Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPMP Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/vy33zt28

Abstract

This study aims to reduce lost time in quality control at PT ISA, focusing on part SD-007, which had the highest lost time in 2024. The DMAIC method was applied to systematically improve the process. In the Define stage, long inspection time was identified as the main issue. The Measure stage involved a time study of three operators and 30 samples, showing an average manual inspection time of 740 seconds per part. The Analyze stage revealed that manual and digital measuring tools were time-consuming and prone to operator error. In the Improve stage, the inspection process was automated using a CMM machine with M-COSMOS software, reducing inspection time to 365 seconds per part. A paired sample t-test showed a significant difference before and after improvement (p < 0.05). In the Control stage, SOPs were revised and communicated to QC operators to ensure consistent implementation. The study concludes that inspection automation using DMAIC effectively reduces lost time and improves quality control efficiency at PT ISA.