Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

REDESIGN OF PURWOKERTO WAGE MARKET WITH BIOCLIMATIC ARCHITECTURE APPROACH Sulistiyo, Jafar Imam; Santoso, Eko Budi; Setiawan, Moch Fathoni; Wicaksono, Dimas
Canopy: Journal of Architecture Vol. 13 No. 2 (2024): Canopy Journal, December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/41bqtb69

Abstract

Purwokerto Wage Market is the main market that is the center of trade in the Purwokerto area. Circulation in the market is one of the problems that need to be overcome and also the lack of openings causes the temperature in the market to be quite high during the day. From the data obtained, the temperature in the city of Purwokerto ranges from 21.4°C – 29°C. In addition, waste management that is not optimal causes the atmosphere to be less comfortable for both traders and market visitors. The number of informal traders who occupy areas that are not specifically for selling is one of the problems that must be solved. To overcome these problems, it is necessary to plan and design the market with a bioclimatic architecture approach that pays attention to the condition of the building and the environment. The analysis was carried out which was divided into several approaches, namely, functional approach, contextual approach, structural approach, performance approach, and architectural approach. The design was then carried out thermal tests using thermometers and digital anemometers in the morning and afternoon with temperature results at 30°C – 30.8°C. From the results of data collection and data analysis, a design plan for the main market building was obtained that was in accordance with the needs of its users. From the results of the study, it can be concluded that the application of the bioclimatic concept to buildings and site areas is a hallway and on the façade of the building in the form of secondary skin, vertical garden, dynamic façade which protects the building from direct exposure to sunlight. Then the rainwater collector is placed in the central area and as a vew in the building itself. The design that has been designed can be a reference in the redesign of the Purwokerto Wage Market building in improving and overcoming existing problems.
BUDAYA VISUAL DALAM TRADISI SIKLUS KEHIDUPAN MASYARAKAT JAWA DI TULUNGAGUNG Fathoni Setiawan; Warih Handayaningrum
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 23, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.876 KB) | DOI: 10.24821/ars.v23i1.3560

Abstract

Masyarakat Jawa hari ini merupakan hasil perpaduan masyarakat indigenous dimasa lalu yang telah bertemu dengan berbagai kebudayaan dari belahan dunia lain yang dibawa oleh para penjelajah yang datang karena ketertarikan meraka baik akan produk material, maupun eksotisme kebudayaan. Salah satu hasil dari persilangan kebudayaan ini adalah berbagai budaya visual termasuk yang masih bertahan dan hidup hingga hari ini. Dalam penelitian ini penulis berupaya untuk mendeskripsikan berbagai budaya visual yang masih berlaku dan digunakan oleh masyarakat Jawa di Tulungagung. Masyarakat Tulungagung dinilai masih kental akan tradisi Jawanya, terbukti dengan masih lestarinya berbagai tradisi salah satunya yang berkaitan dengan siklus hidup. Melalui tulisan penelitian ini diharapkan akan di dapatkan pemahaman tentang budaya visual yang sering digunakan, di mana biasanya masyarakat mengambil sebuah kebudayaan secara ‘taken for granted’ tanpa mengetahui tentang budaya yang dijalankannya. Dengan dipahaminya budaya visual yang ada, maka kemungkinan untuk pengembangan dan pelestarian kebudayaan yang ada akan semakin terbuka peluangnya dan terjaga esensi dari kebudayaan itu sendiri. Untuk kedepannya ketika pemahaman tentang budaya visual tradisi mulai ditumbuhkan diharapkan hal tersebut dapat menjadi aset atau modal kreatif dalam mengembangkan budaya visual kebaruan tanpa meninggalkan esensi daripada budaya visual tradisi yang merupakan identitas bangsa.
Penguatan Identitas Produk Melalui Upaya Rebranding Bagi Pelaku UMKM Industri Makanan Dan Minuman Rumahan Di Desa Mirigambar Setiawan, Fathoni; Winarno, Winarno; Arif, Muchlis; Nawa Ruci, Wening Hesti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8106

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mirigambar melalui program pelatihan rebranding produk berbasis visual. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya kualitas identitas visual produk, keterbatasan pengetahuan mengenai fotografi produk, desain logo, serta kemasan yang menarik dan kompetitif. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi, penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung. Materi pelatihan meliputi pengenalan dasar branding, teknik fotografi produk sederhana menggunakan perangkat yang mudah dijangkau, perancangan logo, serta pembuatan desain label dan kemasan menggunakan aplikasi Canva. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan dosen Program Studi S1 Seni Rupa Murni Universitas Negeri Surabaya sebagai fasilitator dan pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menata visual produk, menghasilkan foto produk yang lebih representatif, serta menciptakan desain logo dan kemasan yang lebih menarik. Program ini memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri pelaku UMKM dalam memasarkan produk secara mandiri, baik secara offline maupun melalui media digital. Dengan demikian, kegiatan PkM ini berkontribusi dalam mendukung penguatan daya saing UMKM berbasis pengembangan visual dan industri kreatif lokal.
Candapinggala dan Pendidikan Karakter: Studi Reflektif-Kritis Atas Hilangnya Narasi Moral Berbasis Seni Pada Pendidikan Kontemporer Setiawan, Fathoni
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Maret-April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i2.8563

Abstract

Penelitian ini bertujuan merefleksikan secara kritis peran Tantri Kamandaka, khususnya melalui teks Candapinggala, sebagai media pendidikan karakter berbasis narasi simbolik pada masa klasik Hindu–Buddha, serta mempertanyakan kembali relevansinya dalam konteks pendidikan kontemporer yang mengalami reduksi narasi moral dan estetik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan orientasi reflektif-kritis melalui studi literatur terhadap teks, artefak visual relief candi, serta kajian pendidikan karakter modern. Analisis dilakukan secara deskriptif-interpretatif dengan pendekatan historis dan kultural untuk mengidentifikasi mekanisme narasi moral dan fungsinya dalam pembentukan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tantri Kamandaka bekerja melalui pengalaman simbolik dan naratif yang mendorong refleksi etis, bukan melalui instruksi normatif langsung. Pada masa klasik, narasi Tantri terintegrasi dalam ruang publik melalui relief candi, sehingga pendidikan karakter menyatu dengan pengalaman estetik masyarakat. Sebaliknya, pendidikan karakter kontemporer cenderung bersifat administratif dan verbalistik, sehingga berisiko kehilangan dimensi reflektif dan simboliknya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tantri Kamandaka memiliki relevansi konseptual sebagai model pedagogis berbasis seni yang dapat menginspirasi pembaruan pendekatan pendidikan karakter di Indonesia, termasuk melalui potensi alih-wahana ke media kontemporer tanpa menghilangkan kompleksitas narasi moralnya.