Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

MASTERPLAN DESA KABBA SEBAGAI UPAYA PERCEPATAN PEMBANGUNAN DI ERA DIGITAL 4.0 M. Lottong Makkaraka Makkaraka; Amrullah Amir; Faris jumawan; Meldawati Artayani
Jurnal Aplikasi Teknik dan Sains Vol. 4 No. 2 (2023): JATS
Publisher : Universitas Fajar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kabba merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Minasate’ne Kabupaten Pangkaje’ne. Desa Kabba terdiri dari 2 (dua) dusun, 4 (empat) RK dan 17 (tujuh belas) RT dengan jumlah penduduk sebanyak 4.409 jiwa. Beberapa upaya pengembangan desa khususnya dikawasan Karst yang tidak terorganisir dengan baik kedepannya dapat mengakibatkan kerusakan ataupun perubahan ekosistem alam bahkan mampu menghilangkan peninggalan budaya dan warisan prasejarah di Desa Kabba. Guna pemetaan potensi lahan dan percepatan pembangunan pemerintah desa Kabba maka diperlukanlah penyusunan masterplan desa sebagai pemenuhan data geospasial yang kemudian dijadikan sebagai dasar acuan penyusunan rencana detai tata ruang desa. Tujuan penyusunan rencana tata ruang Desa Kabba adalah: (1) Menyiapkan pedoman pelaksanaan pembangunan fisik yang sesuai dengan potensi Desa berdasarkan kearifan lokal Desa Kabba, (2) Menjaga konsistensi pembangunan dan keselarasan perkembangan Desa Kabba, (3) Pedoman rencana tata ruang ini dibuat secara rinci untuk mengendalikan pemanfaatan ruang agar tidak menimbulkan konflik antar kegiatan. Ruang lingkup wilayah perencanaan dalam penyusunan rencana tata ruang Desa Kabba meliputi seluruh wilayah administrasi Desa Kabba Kecamatan Minasate’ne Kabupaten Pangkaje’ne. Metode yang digunakan dalam pengumpulan informasi dan data yang digunakan dalam survey adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) meliputi: Wawancara, dokumentasi, observasi (pengamatan) / survey lapangan, pengumpulan data sekunder dan focus group discussion (diskusi kelompok).
Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabba dengan Teknologi Penjernihan Air Kitosan Berbasis Limbah Kerang Hijau untuk Keberlanjutan Wisata Geopark Sinardi Sinardi; Faris Jumawan; Yanti Yanti
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19058

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Kabba, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dalam menerapkan teknologi penjernihan air sederhana berbasis kitosan dari limbah cangkang kerang hijau (Perna viridis). Latar belakang kegiatan ini adalah tingginya konduktivitas dan kadar padatan terlarut (TDS) pada sumber air pegunungan karst yang dimanfaatkan warga, sehingga tidak memenuhi baku mutu air bersih sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan, yaitu: (1) persiapan dan pemetaan lokasi, (2) sosialisasi pentingnya air bersih, (3) pelatihan pembuatan kitosan sederhana, (4) penerapan sistem kolam penjernihan berkapasitas 20 m³ dengan media filtrasi pasir, arang aktif, dan serpihan kerang, serta (5) evaluasi teknis dan sosial. Sebanyak 55 kepala keluarga dan 35 kader masyarakat terlibat aktif dalam kegiatan ini bersama 21 mahasiswa dan 3 dosen pembimbing Universitas Fajar. Hasil pengujian menunjukkan penurunan TDS sebesar 85% (2832 menjadi 420 ppm), konduktivitas 85% (5656 menjadi 840 µS/cm), dan kekeruhan 90% (8,5 menjadi 2,1 NTU). Selain menghasilkan air bersih layak konsumsi, program ini juga meningkatkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), membentuk Unit Pengelola Air Bersih Desa (UPABD), dan membuka peluang usaha mikro berbasis produksi kitosan. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat desa mampu menghadirkan solusi teknologi ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan wisata geopark berbasis air bersih.