Ambo Tang
Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Konsep Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Perspektif Kitab Ta'lim Muta'allim Dalam Pembentukan Karakter Chaerul Umma; Muhammad Muzakki; Ambo Tang
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i1.3735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam membentuk karakter peserat didik ditinjau dari perspektif kitab Ta’lim Muta’allim karya Syaikh Az-Zarnuji. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena degradasi moral dikalangan generasi muda yang mengindikasikan perlunya penguatan pendidikan karakter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila seperti religiusitas, kemandirian, gotong royong, berpikir kritis, kreatif, dan berkebhinekaan global dangat relevan dengan nilai-nilai karakter yang diajarkan dalam kitab Ta’lim Muta’allim. Nilai-nilai seperti ikhlas, sabar, disiplin, hormat kepada guru, dan tanggung jawab dalam kitab tersebut mendukung tujuan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam membentuk karkater peserta didik yang berakhlak mulia dan berintegrasi tinggi. dengan demikian, integrasi nilai-nilai kitab Ta’lim Muta’allim kedalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat memperkuat efektivitas pendidikan karakter pada peserta didik.
Peran Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an Terhadap Peningkatan Membaca dan Menulis Bahasa Arab Siswa Kelas V Di MI Muhammadiyah 1 Kabupaten Sorong Diah Dwi Safitri; Ambo Tang; Zulkifli zulkifli
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i1.3764

Abstract

Bahasa Arab merupakan bahasa inti dalam ajaran Islam, namun banyak siswa sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam membaca dan menulisnya. Salah satu pendekatan yang diyakini efektif untuk mengatasinya adalah pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an, karena mengajarkan huruf hijaiyah, tajwid, dan keterampilan menyalin teks Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pembelajaran baca tulis Al-Qur’an dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis bahasa Arab siswa kelas V di MI Muhammadiyah 1 Kabupaten Sorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus, serta teknik analisis data dari Robert K. Yin, yaitu penjodohan pola, pembuatan penjelasan, dan analisis deret waktu. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran baca tulis Al-Qur’an membentuk dasar fonetik, mengenalkan struktur kalimat Arab, serta memperkuat kemampuan membaca dan menulis siswa. Selain itu, pembelajaran ini sesuai dengan perkembangan kognitif anak usia dasar dan meningkatkan motivasi belajar mereka. Kesimpulannya, pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an secara signifikan berperan dalam peningkatan kemampuan membaca dan menulis bahasa Arab siswa.
Strategi Madrasah Aliyah Muhammadiyah Aimas Dalam Menanggulangi Kenakalan Peserta Didik Hijrah Nur Alim; Arif Pramana Aji; Ambo Tang
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i1.3998

Abstract

Kenakalan peserta didik merupakan salah satu masalah signifikan yang dapat menghambat proses pendidikan dan perkembangan karakter peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif antara pihak sekolah dan orang tua/wali peserta didik untuk mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tenaga pendidik/kependidikan, peserta didik, orang tua/wali peserta didik, serta observasi langsung terhadap kegiatan sekolah. Minimnya dukungan dan keterlibatan orang tua/wali peserta didik dalam kegiatan sekolah berdampak pada rendahnya efektivitas upaya penanggulangan kenakalan di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Aimas. Selain itu, ditemukan bahwa kurangnya sinergi antara tenaga pendidik/kependidikan dalam mengedukasi peserta didik juga menjadi faktor penghambat. Implementasi program pendidikan karakter seperti mengaji, dan kegiatan ekstrakurikuler Hizbul Wathon masih belum optimal dalam membentuk karakter positif peserta didik. Untuk menanggulangi kenakalan peserta didik secara efektif, diperlukan peningkatan sinergi antara pihak sekolah dan orang tua/wali peserta didik, penguatan peran serta tenaga pendidik/kependidikan dalam pendidikan karakter, serta optimalisasi program-program yang sudah ada. Dengan demikian, diharapkan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Aimas dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pertumbuhan holistik peserta didik yang mencakup pada segi akademik dan karakter, dalam rangka menanggulangi fenomena kenakalan yang terjadi.
Implementasi Metode Iqra’ dalam Pembelajaran Al-Qur’an Santri Rumah Tilawah Qur’an Kanzunnajah Kota Sorong Papua Barat Daya Ardi Setiawan; Zulkifli; Ambo Tang
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.3777

Abstract

Penelitian ini berjudul Efektivitas Penggunaan Metode Iqra’ dalam Pembelajaran Al-Qur’an Santri di Rumah Tilawah Qur’an Kanzunnajah. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya kemampuan membaca Al-Qur’an secara baik dan benar sejak dini, sebagai pondasi utama dalam membentuk pribadi Muslim yang Qur’ani. Metode Iqra’ merupakan salah satu metode yang digunakan secara luas dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an, karena memiliki pendekatan yang sistematis, bertahap, dan mudah dipahami terutama bagi anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif metode Iqra’ dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri di Rumah Tilawah Qur’an Kanzunnajah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala Rumah Tilawah Qur’an, pengajar, santri, dan orang tua santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Iqra’ efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri, terutama dalam hal penguasaan huruf hijaiyah, penerapan tajwid dasar, dan kelancaran membaca. Faktor pendukung keberhasilan metode ini meliputi kompetensi pengajar, ketersediaan media pembelajaran, dukungan orang tua, dan semangat santri. Adapun faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu belajar, motivasi santri yang berubah-ubah, serta kurangnya keterlibatan sebagian orang tua. Penelitian ini merekomendasikan agar lembaga lebih mengembangkan sistem evaluasi, memperluas pelatihan pengajar, dan melibatkan orang tua secara lebih aktif dalam proses pembelajaran Al-Qur’an
Implementasi Pendidikan Al-Islam dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Kelas VI SD Muhammadiyah Malawili Kabupaten Sorong Asyam Muis; Zulkifli; Ambo Tang
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.5909

Abstract

Pembentukan karakter religius pada jenjang pendidikan dasar merupakan investasi jangka panjang yang krusial bagi masa depan generasi muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan Al-Islam dalam membentuk karakter religius siswa kelas VI serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut di SD Muhammadiyah Malawili Kabupaten Sorong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, satu guru Al-Islam, dan enam siswa kelas VI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan tiga teknik Yin, yaitu pattern matching, explanation building, dan time-series analysis, dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Al-Islam berperan signifikan dalam membentuk karakter religius siswa melalui tiga dimensi utama: penguatan akidah melalui hafalan Al-Qur'an dan doa harian, pembiasaan ibadah melalui sholat zuhur berjamaah dan tadarus, serta pembentukan akhlak melalui keteladanan guru. Faktor pendukung meliputi kurikulum terintegrasi, keteladanan guru, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, pemanfaatan teknologi, dan dukungan keluarga. Faktor penghambat mencakup rendahnya motivasi intrinsik siswa, gangguan teman sebaya, lingkungan multireligius, paparan media sosial negatif, keterbatasan fasilitas, dan alokasi waktu yang terbatas. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan holistik yang memadukan kurikulum, keteladanan, dan pembiasaan merupakan strategi paling efektif dalam membentuk karakter religius siswa di sekolah dasar berbasis Islam.
Navigating the Digital Transformation of Islamic Education: Authority, Verification, and the Problem of Unsourced Religious Content Fathorrahman Fathorrahman; Mustopa Mustopa; Miki Suprianto; Ambo Tang; Carlos Lazaro Prawirosastro
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v8i2.588

Abstract

Digital platforms have become a primary route through which Indonesian students encounter religious knowledge, and teachers of Islamic education increasingly meet classroom questions whose answers students have already obtained from sources carrying no chain of transmission. This study examines how the digital transformation of Islamic education reconfigures the relationship between teacher, text, and learner, and asks what verification practice becomes possible when the volume of accessible religious content exceeds any teacher’s capacity to authenticate it. The study is a conceptual synthesis of peer-reviewed literature, policy documents, and institutional reports, selected purposively and analysed thematically across accessibility, content authenticity, pedagogical innovation, teacher role, ethics, and institutional readiness. The analysis finds that digitalisation expands access decisively but redistributes interpretive authority in ways existing teacher preparation does not address; that content generated by artificial intelligence intensifies rather than creates this problem, since fluency without sanad is already characteristic of much online religious material; and that blended learning models developed for school-age learners transfer poorly to the adult and para-professional audiences that dominate Islamic non-formal education without andragogical adjustment. The study argues that the practical task facing institutions is not the adoption of technology but the design of verification competence, and proposes three design principles: teaching provenance rather than conclusions, making the limits of teacher authority explicit, and building institutional review of digital content into curriculum governance rather than leaving it to individual discretion.
Teacher Readiness and Digital Competence for Islamic Education in the 21st Century: Challenges and Opportunities Moh. Solehuddin; Husnul Khotimah; Arif Pramana Aji; Saepudin Saepudin; Ambo Tang
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v8i2.589

Abstract

The rapid advancement of technology has transformed the educational landscape, requiring teachers not only to master subject content but also to integrate digital resources effectively in their teaching practices. Islamic Religious Education (IRE) teachers face a double demand: they must become digitally competent while preserving the moral and spiritual mission of their subject. This study aims to examine the readiness and digital competence of IRE teachers in utilizing digital tools and to identify the challenges and opportunities that shape their practice. The study employed a qualitative descriptive design. Participants were IRE teachers at primary and secondary schools selected through purposive sampling until data saturation was reached. Data were collected using a semi-structured interview guide, a classroom observation sheet, and a document analysis checklist, and were analysed thematically following Braun and Clarke, with credibility ensured through triangulation, member checking, and peer debriefing. The findings show that teacher readiness is dynamic and shaped by personal confidence, generational differences, and institutional culture; digital competence is uneven, being strong in communication tools but weak in learning management systems and digital assessment; effective integration occurs when technology complements, rather than replaces, the teacher–student relationship (ta'dib); and the main barriers are infrastructure, uneven digital literacy, and the difficulty of curating authentic online Islamic content. This study contributes a value-integrated reading of TPACK and DigCompEdu for IRE that positions ethical-spiritual discernment as a core dimension of digital competence, and it offers a basis for designing continuous and differentiated professional development for IRE teachers.
The Implementation of Role Playing in Improving Students’ Speaking Skill in Class VI Indonesian Learning at Elementary School of Muhammadiyah 1 Sorong Reni - Krisnawati; Muhamad Sofian Hadi; Ambo Tang
Jurnal Kependidikan Media Vol. 14 No. 3 (2025): JURNAL KEPENDIDIKAN MEDIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/0xkrbw36

Abstract

This research aims to determine the application, effectiveness, and supporting and inhibiting factors of using the role playing method in improving students' speaking skills in Indonesian language learning in class VI at Muhammadiyah 1 Elementary School, Sorong City. The method used is a descriptive qualitative approach with a focus on in-depth understanding of the learning process. Data was obtained through observation, interviews and documentation. The research results show that the application of the role playing method is carried out through systematic stages: introduction, core activities (distribution of scenarios and roles, acting, discussion, evaluation), and closing (conclusion and reflection). This method has proven to be effective in improving students' speaking skills, which can be seen from increasing speaking fluency, vocabulary diversity, and active participation in learning. The learning atmosphere becomes more enjoyable and encourages students to dare to communicate. Factors supporting the success of this method include teacher creativity and student enthusiasm, while the main challenge is the teacher's readiness to design and guide the implementation of role playing optimally. Thus, the role playing method can be used as an innovative and effective alternative Indonesian language learning strategy.
Implementation of Al-Islam Kemuhammadiyahan Character Education through the Merdeka Curriculum in Class VI of Muhammadiyah 1 Elementary School, Sorong City Tarmizi - Tahang; Misriandi; Ambo Tang
Jurnal Kependidikan Media Vol. 14 No. 3 (2025): JURNAL KEPENDIDIKAN MEDIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/8fh9bh72

Abstract

Forming the character of students from an early age is an important foundation in creating a generation with dignity and value. This research aims to describe the implementation of character education based on Islamic and Muhammadiyah values through the Merdeka Curriculum approach at Muhammadiyah Elementary Schools 1 and 2, Sorong City. The research uses a descriptive qualitative method with a literature study and field observation approach. The results show that the integration of character values through ISMUBA subjects and extracurricular activities such as Duha Prayer, Tahfidz Qur'an, and Hizbul Wathan Scouting has a positive impact on changes in student behavior, such as increasing discipline, responsibility, and awareness of worship. Supporting factors in implementing character education include the availability of facilities, teacher involvement, and the flexibility of the Independent Curriculum. However, obstacles such as limited resources, teachers' understanding of the curriculum, and the negative influence of the digital environment are still challenges that need to be overcome. Overall, character education integrated with Islamic values has proven to be effective in shaping students' positive behavior, as long as it is supported by synergy between school, family and community.