Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Aspek Psikososial pada Anak dengan Kanker Kurnia Wijayanti; Indra Tri Astuti
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 3 (2023): Jurnal Keperawatan: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i3.769

Abstract

Kanker pada anak merupakan diagnosis bagi seluruh keluarga terutama orang tua. Proses pengobatan kanker memerlukan waktu yang panjang dan menimbulkan berbagai efek samping, seperti kepenatan akan waktu pengobatan yang panjang, rontoknya rambut, hingga mengalami penipisan atau kebotakan. Dampak lain yang terjadi selain pada perubahan secara fisik, juga pada kondisi psikologi dan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosaial dan dukungan psikologis keluarga terhadap aspek psikososial anak yang terdiagnosis kanker Metode. Penelitian ini adalah desktipsi korelasi dengan jumlah 35 responden. Intrumen dukungan sosial dan dukungan psikologi keluarga berupa kuesioner, untuk aspek psikososial menggunakan Pediatric Symptom Checklist (PSCL), yang merupakan kuesioner baku yang telah tervalidasi untuk mendeteksi masalah psikososial pada anak. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dan dukungan psikologis keluarga dalam aspek psikososial anak yang terdiagnosis kanker dengan uji chi square with continuity correction dengan taraf signifikan 5% (0,05) diperoleh  bahwa masing-masing nilai p value = 0,000 yang berarti ρ value < 0,05.  Bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dan dukungan psikologis keluarga dalam aspek psikososial anak yang terdiagnosis kanker Pengembangan layanan family center care atau hospice care untuk orang tua dengan anak untuk menunjang proses perawatan anak.
HUBUNGAN MANAJEMEN NUTRISI DENGAN KEJADIAN STUNTING USIA 24-59 BULAN DI KELURAHAN BANDARHARJO KOTA SEMARANG Widya Yuliana Sari; Indra Tri Astuti; Nopi Nur Khasanah
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 1, No 1 (2022): September
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.844 KB)

Abstract

Manajemen nutrisimerupakan prosedur yang dibutuhkan untuk mendukung keberhasilanmenyusui. Bahkan, terutama dari kehamilan segera setelah melahirkan dan pada periode menyusui berikutnya. Manajemen nutrisi meliputi pemberian ASI eksklusif, cara penyiapan makanan, jumlah makanan, jenis makanan, frekuensi pemberian ASI, dan kecepatan respon terhadap pemberian gizi. Kejadian stunting adalah indikator kekurangan gizi kronis akibat asupan yang tidak cukup dalam waktu lama, buruknya kualitas makanan, peningkatan morbiditas dan pertumbuhan. Umumnya masalah pertumbuhan linier pada balita seringkali diabaikan karena masih dianggap normal selama berat badan anak berada dalamkisaran normal, Balita yang menderita stunting disebabkan karena kurang asupan nutrisi dan pola nutrisi yang tidak baik. Faktor genetik atau keturunan bukan penyebab utama balita terkena stunting.
HUBUNGAN ANTARA STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK BALITA USIA 24-59 BULAN DI KELURAHAN BANDARHARJO KABUPATEN SEMARANG Vita Dwi Febriyanti; Indra Tri Astuti; Nopi Nur Khasanah
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 1, No 1 (2022): September
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.916 KB)

Abstract

Anak stunting adalah anak yang mengalami kegagalan petumbuhan dan mempengaruhi perkembangan sosial emosional dan kecerdasan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara stunting dengan perkembangan sosial emosional anak balita usia 24-59 bulan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain korelasi. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi pada 300 responden dengan teknik consecutive sampling. Dan data diolah menggunakan uji statistik Somer’d. Dari 300 responden didapatkan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak (52,0%), dengan umur rata-rata 37-48 bulan (36,7%). Pendidikan orang tua paling banyak SMA sebanyak (72,0%), orang tua bekerja sebanyak (82,0%), dengan pendapatan >Rp2.810.025 sebanyak (83,0%). Anak tidak mengalami penyakit dengan waktu yang lama sebanyak (100%), anak tidak mengalami gangguan mental sebanyak (100%), sedangkan keluarga responden yang tidak mengalami gangguan mental sebanyak (100%). Dalam penelitian ini pada perkembangan sosial emosional dengan kategori tidak teramati sebanyak (34,3%), kategori tahap awal sebanyak (26,3%), kategori berkembang sebanyak (30,0%), kategori konsisten sebanyak (9,3%). Sedangkan stunting dengan kategori sangat pendek sebanyak (19,0%), kategori pendek sebanyak (10,7%), kategori normal sebanyak (70,3%). Adanya hubungan antara stunting dengan perkembangan sosial emosional pada anak balita usia 24-59 bulan di Kelurahan Bandarharjo Semarang dengan nilai p value 0,027.
GAMBARAN PERAN ORANG TUA DALAM STIMULASI BALITA STUNTTING USIA 24-59 BULAN DI KELURAHAN BANDARHARJO KOTA SEMARANG Yustika Rizki; Indra Tri Astuti; Nopi Nur Khasanah
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 1, No 1 (2022): September
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.168 KB)

Abstract

Stunting adalah masalah status gizi yang masih terjadi di Indonesia.Stunting dapat memberikan dampak bagi kelangsungan hidup anak.Pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki orang tua sangat berpengaruhterhadap pemberian stimulasi, dengan pendidikan dan pengetahuan orangtua dapat mengarahkan stimulasi anak agar perkembangan anak denganstunting lebih optimal Tujuan penelitian ini adalah untuk MengetahuiGambaran peran orang tua dalam stimulasi balita stunting pada usia 24-59bulan. Penelitian ini adalah termasuk pada tipe penelitian deskriptif denganpendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tuabalita yang mengalami stunting di Kelurahan Bandarharjo Semarang yangberjumlah 86 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan totalsampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristikbalita stunting mendapatkan peran dalam kategori baik hanya pada 1balita, sedangkan pada balita yang mendapatkan peran dalam kategoricukup mendapatkan jumlah yang 52 (60,5%) balita. Pada demografi orangtua responden bekerja sebagai karyawan swasta, pendidikan dasar SMA,tingkat penhasilan <Rp. 2.000.000. Berdasarkan jenis kelamin palingbanyak balita stunting berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 48(55,8%) balita, sedangkan balita stunting yang berjenis kelamin laki-lakiberjumlah 38 (44,2%) balita. Simpulan dan saran dalam penelitian inididapatkan peran stimulasi orang tua pada balita stunting tergolong cukupdengan pekerjaan orang tua sebagai karyawan swasta dan dengan bayiberjenis kelamin perempuan. Diharapkan orang tua dapat memberikanperan stimulasi yang baik kepada balita khususnya pada balita yangmengalami kondisi stunting.