Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Keefektifan Pendekatan Matematika Realistik untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Lilis Arini; Dewi Purnama Sari
EduMatSains : Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains Vol 7 No 2 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/edumatsains.v7i2.4553

Abstract

The purpose of this research is to find out whether students' motivation to learn mathematics can be increased by using a realistic mathematics approach. With a total of 26 students, this research was conducted during an odd semester of the 2022/2023 academic year. This research uses a qualitative descriptive research type. In trial I, the average score of the questionnaire on students' motivation to learn mathematics was 73.51 percent. In trial II, the average score of the questionnaire on students' motivation to learn mathematics increased to 84.61%. Students' motivation to learn mathematics with a realistic approach increased by 9.83 percent based on the results of trial I and trial II. Thus, it can be concluded that the realistic mathematical approach is effective in increasing students' motivation towards learning mathematics.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA SISWA KELAS IV MIS AL-IMAN KLUMPANG KEBUN Doni Irawan Saragih; Dewi Purnama Sari; Harnita Susanti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 3 No 03 (2023): Vol. 3 No. 3 Edisi Agustus 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v3i03.1678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan penyelesaian soal cerita matematika yang dilakukan oleh siswa kelas IV Mis Al-Iman Klumpang Kebun. Dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan penyelesaian soal cerita matematika pada siswa kelas IV Mis Al-Iman Klumpang Kebun. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa Kelas IV Mis Al-Iman Klumpang Kebun. Sedangkan obyeknya adalah kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi KPK dan FPB siswa Kelas IV Mis Al-Iman Klumpang Kebun. Data yang dikumpulkan selama penelitian dianalisis menggunakan model Miles and Huberman. Hasil dalam penelitian ini yaitu Kesalahan penyelesaian soal cerita matematika yang dilakukan oleh siswa kelas IV Mis Al-Iman Klumpang Kebun berupa kesalahan konsep, kesalahan prosedural dan kesalahan teknik dalam mengerjakan soal cerita materi FPB dan KPK. Faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan penyelesaian soal cerita matematika pada siswa kelas IV Mis Al-Iman Klumpang Kebun yaitu siswa kurang teliti dalam menyelesaikan soal cerita, tidak membaca ulang hasil jawaban yang sudah dikerjakan dan tidak membaca serta memahami dengan jelas maksud dan pertanyaan soal, selain itu juga kurangnya kepercayaan diri siswa dala menyelesaikan soal cerita yang diberikan oleh guru. Hal ini menyebabkan siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerika tentang materi KPK dan FPB yang diberikan oleh guru.
PENGEMBANGAN KREATIFITAS MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN EKONOMI DAN MENDUKUNG PERCEPATAN EKONOMI DIGITAL Dewi Purnama Sari; Hadi Widodo; Ani Supriyani; Aulia Aisyah SK; Firza Fadillah Siddiq; Floren Sabet Simamora; Hekdiana Padang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40301

Abstract

Pengabdian Masyarakat (PkM) berjalan dengan lancar dan baik serta diikuti dengan semangat oleh peserta yang terdiri dari ibu-ibu perwiritan. Berjalannya kegiatan ini karena adanya Kerjasama dengan pihak kepala desa Klumpang Kebun yang memberikan izin Lokasi, tempat dan aula untuk dipergunakan dalam kegiatan ini. Kegiatan ini berupa pelatihan pembuatan sabun cuci piring dengan tujuan untuk mengembangkan kreatifitas Masyarakat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan mendukung percepatan Ekonomi digital. Peserta juga dilatih menerapkan akses digital melalui social media berupa WhatsAap (WA), Facebook (Fb ) Serta Instagram. Media digital ini menjadi alat pemasaran dan promosi yang dilatihkan ke peserta agar dapat memasarkan hasil kreatifitasnya terutama sabun cuci piring yang dibuatkan jika ingin memasarkan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ini dapat membantu kemandirian ekonomi masing- masing rumah tangga, namun jangka panjangnya memunculkan ide pemasaran usaha sebagai bagian ekonomi kreatif di desa Klumpang Kebun, manfaat lain untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dari hasil kreatifitas Masyarakat dan memiliki nilai jual.
EFFECTIVENESS OF INFORMATION SERVICES WITH A CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING APPROACH TO IMPROVE INDEPENDENCE IN LEARNING Tumiyem Tumiyem; Azizah Yusra Amaliyah Harahap; Indah Syasmita; Dewi Purnama Sari; Ibnu Hajar Nasution; Latifah Annisa; Mori Dianto
JURNAL EDUSCIENCE Vol 13, No 3 (2026): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Malaysia, Saudi Arabia, and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v13i3.9174

Abstract

Purpose – This study aims to analyze the effectiveness of information services using the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach in improving students' learning independence. The background of this study is the continued dominance of the lecture method in information services, which does not encourage student activity and independence. Therefore, a more contextual and participatory approach is needed.Methodology– This study uses a quasi-experimental framework featuring a non-equivalent control group pretest-posttest design. The research sample consisted of 56 students from grades XIA and XIB at SMK Negeri 1 Kutalimbaru, comprising 28 students in the experimental group and 28 in the control group. The instrument used was a Likert scale that had undergone Validation and reliability testing, with a significance value (Sig.) greater than 0.05. The research method involved a pretest, providing CTL-based information services to the experimental group, traditional services to the control group, and a posttest. The Wilcoxon test and t-test were used to analyze the data.Findings – The study found a difference in the increase in learning independence between the two groups. The experimental group obtained a higher average score (145.50) than the control group (137.21). The difference value after treatment was 8.29, indicating a moderate effect. This indicates that the CTL approach is more effective than conventional methods in increasing student learning independence.Contribution– This research provides practical guidance for guidance and counseling teachers on developing more innovative, interactive, and contextually relevant information services, enabling them to increase students' learning independence optimally
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran CORE Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMPN 3 Stabat Utami Rahmasari; Dewi Purnama Sari; Ainul Marhamah Hasibuan
ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/anargya.v8i2.15878

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji dampak penerapan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa di SMPN 3 Stabat dalam topik analisis data dan ukuran tendensi sentral. Penelitian ini melibatkan 64 siswa dari kelas VIII-1 dan VIII-2, yang dipilih melalui cluster random sampling, dengan menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Data dikumpulkan melalui skor pretest dan posttest kemampuan komunikasi matematis siswa, kemudian dianalisis menggunakan tes prasyarat dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS. Temuan penelitian menegaskan bahwa siswa di kelas eksperimen memperoleh skor posttest rata-rata yang lebih unggul dibandingkan dengan mereka di kelas kontrol, dan hasil Independent Sample T-Test menunjukkan Sig. < 0,05. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending) memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa di SMPN 3 Stabat.
Analisis Hambatan Literasi dan Numerasi Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika pada Materi Persamaan Linier Muhammad Davi Fatdilah; Dewi Purnama Sari
ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/anargya.v8i2.15906

Abstract

This research aims to (1) Find out what the literacy and numeracy barriers are for students in solving mathematical problems in linear equations material, (2) Find out what students' literacy and numeracy barriers are in solving mathematical problems in linear equations material. The subjects in this research were 31 students in Class VII-A of SMP Negeri 1 Wampu for the 2025/2026 academic year. Data collection in this research was through written tests and interviews. The data analysis technique used the method according to Milles & Huberman. The results of the study showed that students experienced obstacles in several aspects: (1) Mathematical Literacy. Students had difficulty interpreting word problems into mathematical models. They tended to memorize procedures without understanding the meaning behind them. (2) Procedural Numeracy. Some students experienced difficulties and frequently made errors in basic calculations such as multiplication, subtraction, and division. (3) Conceptual Understanding. Students faced difficulties in understanding basic concepts and solution procedures, such as elimination and substitution. Although some students were able to solve problems correctly, they still had difficulty explaining the thought processes and reasoning behind their answers. The main obstacles were in variable modeling, arithmetic accuracy, and algebraic procedures.