Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Relationship of Work Motivation and Creativity with The Performance of Science Teacher Ade Sastrawijaya
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2023): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i1.2861

Abstract

This study describes the relationship between work motivation and work creativity of science teachers both individually and simultaneously with the performance of science teachers at Kejaksan Elementary School, Cirebon City. This study aims to determine the strength of the relationship between work motivation and creativity with the performance of science teachers both individually and collectively. The research method used was a survey method with respondents coming from science teachers and school principals. The number of samples is 40 subjects, using proportional random sampling. The analysis used is parametric statistics using correlation and simple regression, and multiple regression, at a significance level of 0.05. The results of the hypothesis test shows: 1) there is a positive and significant relationship between work motivation and the performance of science teachers, indicated by the correlation coefficient ry1 = 0.37 and the regression equation Y = 108.3 + 0.191 X1, 2) there is a positive and significant relationship between teacher creativity and science teacher performance, indicated by the correlation coefficient ry2 = 0.30 and the regression equation Y = 83.0 + 0.3852 X2, 3) there is a positive and significant relationship between work motivation and teacher work creativity together with Science teacher performance is shown through the correlation coefficient ry1.2 = 0.54 and the regression equation Y = 59.05 + 0.16 X1 + 0.4X2. Based on these findings, the performance of science teachers must be improved systematically by the teachers themselves, the leaders, and the institutions that handle them.
Penyusunan Kurikulum Operasional Pendidikan Kesetaraan Berbasis Kearifan Lokal pada PKBM Ade Sastrawijaya; Endang Pujiastuti; Lisyanti; Sadiah Maemuna; Sanudin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5575

Abstract

Abstrak Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai lembaga pendidikan kesetaraan yaitu paket A setara SD, Paket B setara SMP,dan Paket C setara SMA harus memiliki Kurikulum Operasional yang baik yaitu berlandaskan pada kebutuhan peserta didik dan kearifan lokal. Hal ini penting karena mengantisipasi adanya degradasi nilai-nilai kebangsaan atau kedaerahan seiring dengan adanya kemajuan arus informasi terkait budaya dari luar negeri. PKBM belum memiliki Kurikulum Operasional apalagi yang berbasis kearifan lokal. Hasil penelitian ini dapat menjadi pedoman pendidikan kesetaraan pada PKBM dalam penyelenggaraan pembelajarannya dan dapat dijadikan rujukan/pilot projek dalam penyelenggaraan pembelajaran di PKBM untuk skala nasional bila dalam penerapannya nanti terjadi peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil lulusan yang lebih baik. Tujuan penelitian yaitu tersusunnya kurikulum operasional pendidikan kesetaraan berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) dengan model 4D; (1) define,(2) design, (3) develop, (4) disseminate. Hasil penelitian ini yaitu kurikulum operasional berbasis kearifan lokal dapat diterapkan di pendidikan kesetaraan melalui kegiatan dalam proses pembelajaran, penguatan profil pelajar pancasila, pembiasaan pada budaya PKBM, dan kegiatan kecakapan hidup. Kata Kunci: Kurikulum Operasional, Kearifan Lokal, Pendidikan Kesetaraan Abstract The Community Learning Activity Center (CLAC) as an equal education institution, namely package A equivalent to elementary school, package B equivalent to junior high school, and package C equivalent to high school must have a good Operational Curriculum that is based on student needs and local wisdom. This is important because it anticipates the degradation of national or regional values in line with the progress of the flow of information related to culture from abroad. CLAC does not yet have an Operational Curriculum, let alone one based on local wisdom. The results of this research can serve as guidelines for equality education at CLAC in implementing learning and can be used as a reference/pilot project in implementing learning at CLAL on a national scale if in its implementation there will be an increase in the quality of learning and better graduate outcomes. The aim of the research is to compose an operational curriculum for equality education based on local wisdom. This research uses the research and development (R&D) method with a 4D model; (1) define, (2) design, (3) develop, (4) disseminate. The results of this research are that an operational curriculum based on local wisdom can be applied in equality education through activities in the learning process, strengthening the Pancasila student profile, familiarization with CLAC culture, and life skills activities. Keywords: Operational Curriculum, Local Wisdom, Equality Education
The Relationship between Learning Organizations and Professional Commitment with Innovation Sastrawijaya, Ade
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i1.4301

Abstract

This research explains the relationship between learning organizations and professional commitment to innovation. The research method uses a correlational method with a quantitative approach. The population was 205 Package B tutors equivalent to junior high schools in Cirebon City with a sample of 127 people. The results of this research are: 1) there is a relationship between learning organizations and innovation, with a value of r = 0.47, R2 = 22.60%. 2) there is a relationship between professional commitment to innovation with a value of r = 0.41, R2 = 17.50%. 3) there is a simultaneous relationship between learning organizations and professional commitment to innovation, with a value of r = 0.48, R2 = 23.80%. The results obtained can provide an illustration that tutor innovation can be improved by increasing discipline, systems thinking, having personal expertise that can be shared with colleagues and supported by a high sense of obligation, being committed to the profession and having the awareness to continue to be in the organization by showing performance. the high one. The conclusion of this research is that there is a relationship between learning organizations and professional commitment, both partially and simultaneously, towards tutor innovation.
Pengembangan Media Audiovisual Canva Berbasis Kearifan Lokal Pada Program Keterampilan Perikanan Tangkap Pada PKBM Kota Cirebon Sastrawijaya, Ade; Pujiastuti, Endang; Firdaus, Arief; Lisyanti, Lisyanti; Ali, Angga; Suwanda, Suwanda
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v15i1.67309

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran audiovisual berbantuan Canva pada mata pelajaran keterampilan perikanan tangkap bagi peserta didik Paket C/SMA di PKBM Kota Cirebon dan layak digunakan. Program keterampilan perikanan tangkap merupakan salah satu program keterampilan yang harus diajarkan pada PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat) berdasarkan kurikulum merdeka. Penggunaan media pembelajaran yang tepat meningkatkan kreatif dan inovati dalam belajar perikanan tangkap. Sikap dan kepribadian yang diharapkan dapat memiliki komitmen dan keterampilan yang berguna bagi pekerjaan peserta didik di dunia kerja terutama di industri perikanan. Metode yang digunakan research and development. Teknik analisis terdiri dari 1) Tahapan analysis yang mengkaji kurikulum, kebutuhan belajar, dan pesrta didk dan media yang digunakan. 2) Tahap design yang menyusun rencana pengembangan media audiovisual berdasarkan elemen capain pembelajaran, kearifan lokal dan desain Canva yang tepat.3) Tahap development yang membuat produk, diberikan validasi oleh tim ahli media, materi serta kebudayaan. 4) Tahap Implementation dengan melakukan ujicoba produk, merevisi produk media audiovisual. 5) Tahap evaluation dengan melakukan uji lapangan untuk mengetahui efektivitas produk. Hasil penelitian berupa media audiovisual yag terdiri dari 5 (lima) media audiovisual yang terdiri dari setiap elemen dan produk tersebut dinyatakan layak digunakan di Paket C/SMA pada PKBM
Implementasi Nilai Pancasila Dalam Diplomasi Publik Melalui Festival Budaya Internasional Firdaus, Arief; Chandra, Martin Purnama; Sastrawijaya, Ade
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13560

Abstract

Pancasila, sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia, mengandung nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hubungan internasional. Festival budaya internasional menjadi salah satu sarana efektif untuk memperkenalkan dan mempromosikan nilai-nilai Pancasila ke kancah global. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa festival budaya internasional yang diadakan oleh pemerintah Indonesia dan komunitas diaspora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila, seperti persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, tercermin dalam berbagai kegiatan festival, mulai dari penampilan seni dan budaya, pameran kerajinan tangan, hingga dialog antar budaya. Selain itu, festival budaya internasional ini tidak hanya memperkuat identitas nasional Indonesia di mata dunia, tetapi juga mempererat hubungan diplomatik dengan negara-negara lain. Partisipasi aktif masyarakat Indonesia dan respon positif dari komunitas internasional menunjukkan bahwa festival ini berhasil menjadi media diplomasi publik yang efektif. Dengan demikian, implementasi nilai-nilai Pancasila melalui festival budaya internasional dapat berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan citra positif Indonesia di dunia internasional. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah terus mendukung dan mengembangkan festival budaya internasional sebagai strategi diplomasi publik yang berkelanjutan. Pancasila, sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia, mengandung nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hubungan internasional. Festival budaya internasional menjadi salah satu sarana efektif untuk memperkenalkan dan mempromosikan nilai-nilai Pancasila ke kancah global. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada beberapa festival budaya internasional yang diadakan oleh pemerintah Indonesia dan komunitas diaspora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila, seperti persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, tercermin dalam berbagai kegiatan festival, mulai dari penampilan seni dan budaya, pameran kerajinan tangan, hingga dialog antar budaya. Selain itu, festival budaya internasional ini tidak hanya memperkuat identitas nasional Indonesia di mata dunia, tetapi juga mempererat hubungan diplomatik dengan negara-negara lain. Partisipasi aktif masyarakat Indonesia dan respon positif dari komunitas internasional menunjukkan bahwa festival ini berhasil menjadi media diplomasi publik yang efektif. Dengan demikian, implementasi nilai-nilai Pancasila melalui festival budaya internasional dapat berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan citra positif Indonesia di dunia internasional. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah terus mendukung dan mengembangkan festival budaya internasional sebagai strategi diplomasi publik yang berkelanjutan.
Pengembangan Model Manajemen Pembelajaran Digital untuk Meningkatkan Kompetensi Digital Guru Sekolah Dasar Sastrawijaya, Ade; Situmorang, Cici; Guna, M Febrian Adi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7527

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru sekolah dasar memiliki kompetensi digital yang memadai untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Manajemen Pembelajaran Digital yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kompetensi digital guru sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan tahapan: analisis kebutuhan, perancangan model, pengembangan produk, validasi ahli, uji coba implementasi, evaluasi, dan revisi model. Instrumen penelitian meliputi kuesioner kompetensi digital guru, lembar validasi ahli, dan instrumen observasi. Subjek penelitian berjumlah 90 guru sekolah dasar dari berbagai satuan pendidikan. Model dikembangkan berdasarkan kerangka DigCompEdu dan terdiri atas lima domain utama: literasi informasi dan data, pedagogi digital, asesmen digital, kolaborasi dan komunikasi digital, serta etika-keamanan digital. Hasil uji validitas ahli menunjukkan model sangat layak digunakan (S-CVI/Ave = 0.97), sedangkan reliabilitas instrumen kompetensi digital berada pada kategori sangat tinggi (Cronbach Alpha = 0.89). Implementasi model melalui pelatihan berbasis blended learning menghasilkan peningkatan signifikan pada kompetensi digital guru yang terlihat dari perbedaan skor pre-test dan post-test. Evaluasi kualitatif menunjukkan bahwa guru merasa model ini praktis, relevan, dan mudah diterapkan dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, model manajemen pembelajaran digital yang dikembangkan terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi digital guru sekolah dasar dan potensial untuk diimplementasikan secara lebih luas di sekolah-sekolah. Model ini memberikan kontribusi penting dalam mendukung percepatan transformasi digital pendidikan dasar di Indonesia.
PENGARUH MEDIA FLASH CARD TERHADAP MINAT BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA SEKOLAH DASAR PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Riesmayawati, Nabila; Ade Sastrawijaya; Tria Aditia Nugraha
PERISKOP : Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): PERISKOP: Jurnal Sains dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Pendidikan dan Bahasa Invada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58660/1kf27934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media flash card terhadap minat belajar dan keaktifan siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain true experimental. Pretest-Posttest Control Group Design adalah bentuk desain eksperimen yang digunakan pada penelitian. Penelitian dilakukan terhadap kelas V di SDN 1 Megugede yang berlokasi di Jalan Desa Megugede, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat dengan populasi berjumlah 80 siswa dan sampel untuk uji coba 20 siswa, dan 60 siswa lainnya akan dijadikan sebagai sampel dalam penelitian. Di mana terdapat dua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan media flash card sementara kelompok kontrol dengan menggunakan metode konvensional. Instrumen pengumpulan data berupa angket untuk mengukur minat belajar dan keaktifan siswa, serta observasi dan wawancara untuk mendukung hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penggunaan media flash card terbukti efektif meningkatkan minat belajar siswa, (2) Penggunaan media flash card terbukti efektif meningkatkan keaktifan siswa, (3) Media flash card terbukti cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dengan demikian, media flash card dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, karena siswa menjadi lebih antusias, merespon, serta terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran.