Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

TRADISI BERBURU BABI (Studi Modal Sosial Dalam Tradisi Ngaro Di Kampung Penosan Kecamatan Blangjerango Kabupaten Gayo Lues) Rahayu, Sari; Fauzi, Fauzi; Ketaren, Amiruddin; Husen, M.; Alwi, Alwi
Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Vol. 9 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsds.v9i1.5210

Abstract

This study examines the "Swine Hunting Tradition (Study of Social Capital in the Ngaro Tradition in Penosan Village, Blangjerango District, Gayo Lues Regency). The main objective in this study is social capital in the ngaro tradition (hog hunting) to maintain community farming businesses, and the obstacles faced in the ngaro tradition. This study uses qualitative methods using data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the ngaro tradition (hog hunting) can maintain community farming businesses and raise expectations from individuals or other communities for members of the pig hunt, as well as the obstacles encountered in the form of steep locations and the arrival of addresses after the handler nutung kemenyan after finishing hunting. Likewise with their community. feel very helped by the activity of hunting pigs so that the community's agricultural business can be protected from the biggest pests in damaging crops, namely pig pests.The belief that exists in the tradition of hunting pigs is that the community believes that members of the pig hunt can eradicate pig pests in their gardens. can in this hunt, namely if hunting members do not hunt then they will be ostracized in the community Network (1) members of pig hunters are connected with the surrounding community who do gardening apart from the Penosan village community, besides that kinship / sibling relationships appear outside the hunting arena and p ara hunting members are also connected with dog owners or dog provider toke in Southeast Aceh.Penelitian ini mengkaji tentang Tradisi Berburu Babi (Studi Tentang Modal Sosial Dalam Tradisi Ngaro di Kampung Penosan Kecamatan Blangjerango Kabupaten Gayo Lues). Objektif utama dalam penelitian ini yaitu modal sosial pada tradisi ngaro (berburu babi) untuk menjaga usaha pertanian masyarakat, dan kendala yang dihadapi dalam tradisi ngaro. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi ngaro (berburu babi dapat menjaga usaha pertanian masyarakat dan muncul pengharapan dari individu atau komunitas lain kepada angota berburu babi, serta kendala yang dihadapi berupa lokasi terjal dan datangnya alamat setelah pawang nutung kemenyan setelah selesai berburu Begitu juga dengan masyarakat mereka merasa sangat terbantu dengan adanya aktivitas buru babi sehingga usaha pertanian masyarakat dapat terjaga dari hama paling besar dalam merusak tanaman yaitu hama babi. Kepercayaan yang ada dalam tradisi berburu babi yaitu masyarakat percaya bahwa anggota berburu babi dapat memberantas hama babi di kebun mereka. Norma yang di dapat dalam berburu ini yaitu apabila anggota berburu tidak melakukan perburuan maka mereka akan dikucilkan di masyarakat. Jaringan (1) anggota pemburu babi terhubung dengan masyarakat sekitar yang berkebun selain masyarakat kampung penosan, selain itu muncul hubungan kekerabatan/ saudara diluar arena perburuan dan para anggota berburu juga terhubung dengan pemilik anjing atau toke penyedia anjing di Aceh Tenggara. 
PENGARUH PENGGUNAAN METODE JARIMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PERKALIAN SISWA DI KELAS III SD NEGERI 1 BATU ITAM Sahara, Evi; Monawati, Monawati; husen, M.
Elementary Education Research Vol 6, No 2 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v6i2.21281

Abstract

Metode pembelajaran sangat berpengaruh dalam hal menyampaikan materi pelajaran. Metode Jarimatika merupakan metode yang digunakan dalam menyampaikan materi pelajaran operasi hitung perkalian bilangan cacah. Metode Jarimatika merupakan suatu cara yang dapat mempermudah siswa dalam melakukan operasi hitung dengan media jari-jari tangan. Penggunaan metode jarimatika memberikan kesempatan mencoba dan melakukan kepada siswa, gerakan jari-jari yang dilakukan saat melakukan operasi hitung dapat menarik minat siswa dalam belajar. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode Jarimatika terhadap kemampuan perkalian siswa di kelas III SD Negeri 1 Batu Itam. Adapun hipotesis penelitian ini adalah terdapat pegaruh penggunaan metode Jarimatika terhadap kemampuan perkalian siswa di kelas III SD Negeri 1 Batu Itam. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan bentuk one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian diambil dengan teknik sampling sensus dimana seluruh anggota populasi yang dijadikan sampel yaitu selurus siswa kelas III SD Negeri 1 Batu Orang yang berjumlah 12 orang. Pengumpulan data menggunakan cara tes dengan 10 butir soal isian dan dilakukan dua kali (pretest dan posttest). Analisis data dilakukan dengan statistik Uji t yaitu uji pihak kanan. Berdasarkan hasil pengolahan data pada taraf signifikan 0,05 dan dk = 12 1 diperoleh = 31,55 dan = 1,80 maka . Dengan demikian artinya tolak H0 dan H1 diteriman. Sehingga, hipotesis dalam penelitian ini diterima dan ditarik kesimpulan bahwa metode Jarimatika berpengaruh terhadap kemampuan perkalian siswa di kelas III SD Negeri 1 Batu Itam.
KENDALA GURU DALAM PENERAPAN KARAKTER DISIPLIN BELAJAR DI SD NEGERI 53 BANDA ACEH Indra, Nyak; Sulaiman, Sulaiman; Husen, M.
Elementary Education Research Vol 6, No 2 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v6i2.21652

Abstract

Kendala merupakan suatu halangan, rintangan, atau faktor yang membatasi dan menghalangi tercapainya tujuan tertentu. Karakter merupakan watak, sikap, perilaku yang menjadi ciri khusus dari setiap individu yang dapat membedakan suatu individu dengan individu yang lain. Disiplinibelajarimerupakaniserangkainisikap, yang menunjukkani ketaatanidani kepatuhan untukiibelajar. Penelitian ini mengangkat masalah kendala guru dalam penerapan karakter disiplin belajar di SD Negeri 53 Banda Aceh. Adapun tujuani dari penelitiani ini adalah untuk mengetahuii kendala gurui dalam penerapan karakter disiplin belajari di SD Negerii 53 Banda Aceh. Penelitian ini mengginakan pendekatann kualitatifi jenisipenelitianideskriptifi. Subjekidalami penelitiani iniiadalahi6 gurui kelasidi SD Negerii53 BandaiAceh. Tekniki analisisiidataidilakukanidenganitigaicaraiyaituireduksiidata,idisplay,daniconclusion drawing. Berdasarkan hasilipenelitianidi SD Negeri 53 Banda Aceh, bahwa 6 guru kelas masih mengalami kendalaidalami menerapkan karakteridisiplinn belajar. kendala tersebut dapat dilihat dari masih terbatasnya penggunaan waktu guru dalam menerapkan karakter, adanya faktor usia dari guru, dan tidak adanya dukungan dari orang tua peserta didikdalam menerapkan karakter disiplin belajar. Kendala guru juga berasal dari peserta didik seperti belum berkembangnya budaya disiplin belajar dalam diri peserta didik, masih kurangnya kesadaran dari peserta didik untuk berdisiplin diri, kurangnyaiminat danimotivasiidari pesertaididikiuntuk disiplinidalamibelajar, dan karena adanya faktor dari latar belakang keluarga peserta didik. Dari permasalahan diatas diharapkan guru untuk lebih meningkatkan lagi upaya dalamimenerapkanikarakteridisiplinibelajari kepadaipesertaiididik, dengan memperhatikan kesiapan yang matang sebelum menerapkan karakter disiplin belajar. Serta guru harus dapat memaksimalkaniwaktui pembelajaranidengani alokasiiwaktuiyang telah tersediaiagaripenerapan dari karakter disiplin dapat tercapai
PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MOTIVATOR TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU DI SD NEGERI 16 BANDA ACEH Rizky, Aremi; nurhaidah., nurhaidah; Husen, M.
Elementary Education Research Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v6i4.21323

Abstract

ABSTRAKPeran kepala sekolah sebagai motivator terhadap disiplin kerja guru di SD Negeri 16 Banda Aceh, kepala sekolah mampu menjalankan perannya dengan baik. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana peran kepala sekolah sebagai motivator terhadap disiplin kerja guru di SD Negeri 16 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai motivator terhadap disiplin kerja guru di SD Negeri 16 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan berupa pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, serta 6 orang guru SDN 16 Banda Aceh. Data diperoleh dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan data reduction, data display, serta conclusion drawing/verification.Hasil riset menampilan bahwa kepala sekolah sudah menjalankan perannya selaku motivator dengan bagus meliputi keahlian mengendalikan area kerja/fisik, seperti mengatur ruang kantor, ruang kelas, taman pustaka serta membuat lingkungan sekolah menjadi nyaman dan terstruktur, keahlian dalam menata suasana kerja/belajar, kepala sekolah sudah membentuk ikatan yang selaras sesama pegawai dan guru, memberikan reward terhadap guru yang berprestasi serta membuat keputusan untuk komunitas sekolah seperti memberi bimbingan terhadap guru yang melanggar peraturan sekolah dan mampu menjaga suasana ketenangan dan kenyamanan kerja. Disiplin kerja guru sudah bagus, mereka taat dan patuh terhadap peraturan kerja mampu bekerja dengan benar. Bisa disimpulkan bahwa kepala sekolah selaku motivator tentang disiplin kerja guru di SDN 16 Banda Aceh sudah menjalankan perannya dengan baik untuk mendukung guru dalam meningkatkan disiplin kerjanya.Kata kunci :kepala sekolah sebagai motivator, Disiplin kerja guru
Pengembangan Modul Manajemen Konseling untuk Mengatasi Kecemasan pada Anak Usia Sekolah Dasar Khaira, Rizka; Husen, M.; Rosita, Dara
Jurnal Suloh Vol 7, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v7i2.25514

Abstract

Gangguan kecemasan merupakan gangguan dimana siswa merasa khawatir dengan sesuatu yang dianggap mengancam dan dapat membahayakan dirinya. Penyebab kecemasan sederhana yang sering dirasakan siswa seperti ketidaksamaan peraturan di sekolah dan di rumah. Hal-hal sederhana ini merupakan bentuk kecemasan sederhana yang apabila tidak segera ditangani dan diberikan pengertian lebih lanjut, maka siswa akan mengalami gangguan kecemasan yang lebih serius. Penanganan gangguan kecemasan pada siswa dapat dilakukan dengan memberikan instrumen identifikasi yang dapat mengukur tingkat kecemasan yang sedang dirasakan oleh siswa. Salah satu instrumen yang dapat digunakan adalah modul manajemen kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran yaitu modul manajemen kecemasan pada anak usia sekolah dasar yang dapat digunakan oleh tenaga pendidik sebagai bahan ajar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan research and development (RD). Subjek dalam penelitian ini adalah ahli materi dan ahli media. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi untuk memperoleh penilaian validator atau para ahli. Validasi produk dilakukan kepada satu orang ahli media dan satu orang ahli materi yang menghasilkan kesimpulan dengan kategori layak dan dari aspek media menghasilkan kesimpulan dengan kategori layak. Modul ini selanjutnya dapat digunakan oleh guru BK atau pendidik lain di sekolah dasar untuk membantu siswa mengelola kecemasannya.
Harmonizing Diversity: Reviewing Multicultural Awareness and Political Policy Ketaren, Amiruddin; Ilham, Iromi; Rangkuty, Rakhmadsyah Putra; Husen, M.; Maliati, Nulwita
Malikussaleh Social and Political Reviews Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Master Program of Sociology, Universitas Malikussaleh,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/mspr.v4i2.10847

Abstract

A multicultural society is an intricate social construct with diverse components, including ethnicity, religion, and race, which engage in social interactions that mutually impact one another. Nevertheless, minority groups frequently find themselves in a precarious and subjugated state. The prevalence of majority dominance frequently leads to repressive actions, subsequently provoking resistance from minority factions and even escalating into violent conflicts. This article aims to seek novel strategies for governing pluralistic communities, emphasizing the significance of multicultural consciousness as the fundamental basis for formulating comprehensive and equitable policies. To effectively navigate the intricacies of ethnic interactions, it is essential to implement policies and activities that prioritize justice, autonomy, and shared accountability. To achieve a harmonious multicultural society, it is necessary to reorganize government institutions and create an atmosphere that values, appreciates, and incorporates multiple identities, hence promoting fairness and equality. This article suggests developing an enhanced framework for effectively managing social conflict and fostering harmony in a diverse society.