Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Elementary Education Research

PENGARUH PENGGUNAAN METODE JARIMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PERKALIAN SISWA DI KELAS III SD NEGERI 1 BATU ITAM Sahara, Evi; Monawati, Monawati; husen, M.
Elementary Education Research Vol 6, No 2 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v6i2.21281

Abstract

Metode pembelajaran sangat berpengaruh dalam hal menyampaikan materi pelajaran. Metode Jarimatika merupakan metode yang digunakan dalam menyampaikan materi pelajaran operasi hitung perkalian bilangan cacah. Metode Jarimatika merupakan suatu cara yang dapat mempermudah siswa dalam melakukan operasi hitung dengan media jari-jari tangan. Penggunaan metode jarimatika memberikan kesempatan mencoba dan melakukan kepada siswa, gerakan jari-jari yang dilakukan saat melakukan operasi hitung dapat menarik minat siswa dalam belajar. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode Jarimatika terhadap kemampuan perkalian siswa di kelas III SD Negeri 1 Batu Itam. Adapun hipotesis penelitian ini adalah terdapat pegaruh penggunaan metode Jarimatika terhadap kemampuan perkalian siswa di kelas III SD Negeri 1 Batu Itam. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan bentuk one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian diambil dengan teknik sampling sensus dimana seluruh anggota populasi yang dijadikan sampel yaitu selurus siswa kelas III SD Negeri 1 Batu Orang yang berjumlah 12 orang. Pengumpulan data menggunakan cara tes dengan 10 butir soal isian dan dilakukan dua kali (pretest dan posttest). Analisis data dilakukan dengan statistik Uji t yaitu uji pihak kanan. Berdasarkan hasil pengolahan data pada taraf signifikan 0,05 dan dk = 12 1 diperoleh = 31,55 dan = 1,80 maka . Dengan demikian artinya tolak H0 dan H1 diteriman. Sehingga, hipotesis dalam penelitian ini diterima dan ditarik kesimpulan bahwa metode Jarimatika berpengaruh terhadap kemampuan perkalian siswa di kelas III SD Negeri 1 Batu Itam.
KENDALA GURU DALAM PENERAPAN KARAKTER DISIPLIN BELAJAR DI SD NEGERI 53 BANDA ACEH Indra, Nyak; Sulaiman, Sulaiman; Husen, M.
Elementary Education Research Vol 6, No 2 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v6i2.21652

Abstract

Kendala merupakan suatu halangan, rintangan, atau faktor yang membatasi dan menghalangi tercapainya tujuan tertentu. Karakter merupakan watak, sikap, perilaku yang menjadi ciri khusus dari setiap individu yang dapat membedakan suatu individu dengan individu yang lain. Disiplinibelajarimerupakaniserangkainisikap, yang menunjukkani ketaatanidani kepatuhan untukiibelajar. Penelitian ini mengangkat masalah kendala guru dalam penerapan karakter disiplin belajar di SD Negeri 53 Banda Aceh. Adapun tujuani dari penelitiani ini adalah untuk mengetahuii kendala gurui dalam penerapan karakter disiplin belajari di SD Negerii 53 Banda Aceh. Penelitian ini mengginakan pendekatann kualitatifi jenisipenelitianideskriptifi. Subjekidalami penelitiani iniiadalahi6 gurui kelasidi SD Negerii53 BandaiAceh. Tekniki analisisiidataidilakukanidenganitigaicaraiyaituireduksiidata,idisplay,daniconclusion drawing. Berdasarkan hasilipenelitianidi SD Negeri 53 Banda Aceh, bahwa 6 guru kelas masih mengalami kendalaidalami menerapkan karakteridisiplinn belajar. kendala tersebut dapat dilihat dari masih terbatasnya penggunaan waktu guru dalam menerapkan karakter, adanya faktor usia dari guru, dan tidak adanya dukungan dari orang tua peserta didikdalam menerapkan karakter disiplin belajar. Kendala guru juga berasal dari peserta didik seperti belum berkembangnya budaya disiplin belajar dalam diri peserta didik, masih kurangnya kesadaran dari peserta didik untuk berdisiplin diri, kurangnyaiminat danimotivasiidari pesertaididikiuntuk disiplinidalamibelajar, dan karena adanya faktor dari latar belakang keluarga peserta didik. Dari permasalahan diatas diharapkan guru untuk lebih meningkatkan lagi upaya dalamimenerapkanikarakteridisiplinibelajari kepadaipesertaiididik, dengan memperhatikan kesiapan yang matang sebelum menerapkan karakter disiplin belajar. Serta guru harus dapat memaksimalkaniwaktui pembelajaranidengani alokasiiwaktuiyang telah tersediaiagaripenerapan dari karakter disiplin dapat tercapai
PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MOTIVATOR TERHADAP DISIPLIN KERJA GURU DI SD NEGERI 16 BANDA ACEH Rizky, Aremi; nurhaidah., nurhaidah; Husen, M.
Elementary Education Research Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v6i4.21323

Abstract

ABSTRAKPeran kepala sekolah sebagai motivator terhadap disiplin kerja guru di SD Negeri 16 Banda Aceh, kepala sekolah mampu menjalankan perannya dengan baik. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana peran kepala sekolah sebagai motivator terhadap disiplin kerja guru di SD Negeri 16 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai motivator terhadap disiplin kerja guru di SD Negeri 16 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan berupa pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, serta 6 orang guru SDN 16 Banda Aceh. Data diperoleh dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan data reduction, data display, serta conclusion drawing/verification.Hasil riset menampilan bahwa kepala sekolah sudah menjalankan perannya selaku motivator dengan bagus meliputi keahlian mengendalikan area kerja/fisik, seperti mengatur ruang kantor, ruang kelas, taman pustaka serta membuat lingkungan sekolah menjadi nyaman dan terstruktur, keahlian dalam menata suasana kerja/belajar, kepala sekolah sudah membentuk ikatan yang selaras sesama pegawai dan guru, memberikan reward terhadap guru yang berprestasi serta membuat keputusan untuk komunitas sekolah seperti memberi bimbingan terhadap guru yang melanggar peraturan sekolah dan mampu menjaga suasana ketenangan dan kenyamanan kerja. Disiplin kerja guru sudah bagus, mereka taat dan patuh terhadap peraturan kerja mampu bekerja dengan benar. Bisa disimpulkan bahwa kepala sekolah selaku motivator tentang disiplin kerja guru di SDN 16 Banda Aceh sudah menjalankan perannya dengan baik untuk mendukung guru dalam meningkatkan disiplin kerjanya.Kata kunci :kepala sekolah sebagai motivator, Disiplin kerja guru