Daswati Daswati
Prodi Kebidanan, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

FAKTOR RISIKO TERJADINYA PREEKLAMPSIA DI RSUD SYEKH YUSUF GOWA Suriani Tahir; Ny. Daswati
Voice of Midwifery Vol 7 No 09 (2017)
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeclampsia and eclampsia are a collection of symptoms that occur in pregnant women, maternity and in the puerperium consisting of triad proteinuri, hypertension, and edema, sometimes accompanied by convulsions to coma. The mother showed no signs of previous vascular or hypertensive disorders The aim of this research is to know the correlation between risk factor to preeclampsia event.The type of research used is descriptive analytic research with cross sectional study approach. This research was conducted in RSUD Syekh Yusuf Gowa Year 2014-2015, research time June 2016 until May 2017, sample in this research is all pregnant women who have preeclampsia and recorded in status of mother in medical record Syech Yusuf Gowa Hospital Year 2014-2015. Sampling technique is simple random sampling and analysis used is univariate and bivariate analysis.Conclusion: There is no significant relationship between maternal age and DM disease with risk of preeclampsia. There is a significant relationship between gravidity, gestational age, type of preeclampsia pregnancy. Keywords :  Preeclampsia, Hypertension, Pregnant Mother
Analisis Pelaksanaan Program Antenatal Terpadu pada Masa Pandemi COVID-19 di Puskesmas Tamamaung Kota Makassar Nurdiana Nurdiana; Daswati Daswati; Mutia Rahmawati
Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Mei 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkt.v13i1.216

Abstract

Integrated antenatal care is a comprehensive and quality antenatal service provided to all pregnant women. The purpose of the study was to determine the implementation of the integrated antenatal program during the COVID-19 pandemic at the Tamamaung Health Center in Makassar City. Qualitative research method with four primary informants with purposive sampling technique and 11 triangulation informants. Data collection used in-depth interview guidelines, observation sheets, and documentation. The results of the study concluded that the input aspect of Human Resources was sufficient and by the standards of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. The facilities are adequate, but the building infrastructure requires room expansion because it is still small. Funding is available from BOK and BPJS. Policies and SOPs, as well as aspects of the process, are by the Integrated AntenatalGuidelines of the Indonesian Ministry of Health and Practical Instructions for Maternal and Newborn Health Services during the COVID 19 Pandemic. The output aspect has increased by sloping COVID-19 cases with K1 75% and K4 70%. It is hoped that the increase in integrated antenatal services so that the monitoring of pregnant women during the COVID-19 pandemic can run well.
Luaran persalinan yang terkonfirmasi covid-19 di RSUD Labuang Baji Makassar Daswati Daswati; Endri Nisa
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v6i1.216

Abstract

Latar Belakang: Ibu hamil terkonfirmasi Covid-19 pada tahun 2021 sebanyak 1,6%, bayi lahir mati 1,4%, kematian neonatalal 1,0%, prematuritas 33,7%. Kelompok ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir merupakan sasaran rentan terhadap infeksi Covid-19 dan risiko meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi baru lahir. Tujuan penelitian: untuk mengetahui luaran persalinan ibu terkonfirmasi Covid-19. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian deskriftif. Populasi penelitian adalah ibu bersalin bayi baru lahir pada ibu terkonfirmasi Covid-19 dan pasien dalam pemantauan (PDP) sejak bulan Juli 2020 sampai bulan April 2021 sejumlah 111. Teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling dan diperoleh sampel sejumlah 84 sampel. Sedangkan luaran bayi baru lahir diperoleh 88 karena terdapat 4 orang ibu yang melahirkan dengan gemelli. Analisis dilakukan secara univariat. Hasil: persalinan pervaginam sebanyak 7 orang (8,34%), sectio sesarea 77 orang (91,66%), kehamilan berakhir umur kehamilan 37 minggu 8 orang (9,52%), 37-42 minggu 74 orang (88,10%) dan 42 minggu sebanyak 2 orang (2,38%). Sebanyak 4 orang neonatal lahir dengan gemelly sehingga neonatal sebanyak 88 orang dan hasil pemeriksaan swab antigen dinyatakan negative (100%), lahir dengan BB 4000gr 1 orang (1,14%), BB 2500-4000gr 72 orang (81,82%), BB 1000gr-2500gr sebanyak 15 orang (17,04%), terdapat 44 bayi (50%) mengalami asfiksia, kematian neonatal sebanyak 7 orang (8%). Kesimpulan: tidak terdapat kematian ibu yang terkonfirmasi Covid-19 dan PDP dalam proses persalinan serta terdapat kematian neonatal sebanyak 7 orang.
DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT DAN SADANIS Nurdiana Nurdiana; Daswati Daswati; Nurlina Nurlina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12835

Abstract

Abstrak: Penyakit kanker pada perempuan terbanyak pertama payudara diikuti serviks. Kejadian kanker payudara sebanyak 42,1 per 100.000 penduduk sedangkan kanker leher rahim 23,4 kejadian per 100.000 penduduk, dimana 75%nya pernah berhubungan seksual. Penyakit kanker serviks dan payudara dapat dicegah dengan gaya hidup sehat dan 1/3 dari keseluruhan kasus tersebut dapat disembuhkan jika gejalanya diketahui lebih dini dengan melakukan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Acetat) /pap smear dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis). Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya kesadaran Pasangan Usia Subur (PUS) untuk memeriksakan diri dan terdeteksi secara dini kanker serviks dan payudara. Metode dilakukan berupa penyuluhan dan pemeriksaan IVA serta SADANIS. Mitra kegiatan ini adalah bidan penanggug jawab program IVA puksesmas Bajeng Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa sebanyak 3 orang. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini setelah kegiatan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan dimana sebelumnya didapatkan gambaran pengetahuan peserta hanya berada di kategori cukup (60%) dan kurang (40%) tetapi setelah diberikan penyuluhan meningkat yakni pengetahuan pada kategori baik (60%) dan cukup (20%), meskipun masih terdapat kategori kurang (20%). Peserta penyuluhan sejumlah 50 peserta dan yang bersedia melakukan pemeriksaan sebanyak 20 0rang. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini terlaksana dengan baik, sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Abstract: The incidence of breast cancer is 42.1 per 100,000 population, while cervical cancer is 23.4 per 100,000 population, of which 75% have had sexual intercourse. Cervical and breast cancer can be prevented with a healthy lifestyle and 1/3 of all cases can be cured if the symptoms are detected early by carrying out an IVA (Visual Acetic Acid Inspection)/pap smear and SADANIS (Clinical Breast Examination). The purpose of this community service activity is to increase awareness of Couples of Reproductive Age (PUS) to check themselves and detect cervical and breast cancer early. The method used is in the form of counseling and examination of IVA and SADANIS. The partners for this activity were the midwives in charge of the IVA program at the Bajeng Community Health Center, Bajeng District, Gowa Regency, and as many as 3 people. The results of this community service activity after the counseling activity increased knowledge where previously it was found that the participants' knowledge was only in the sufficient category (60%) and less (40%) but after being given counseling it increased, namely knowledge in the good category (60%) and sufficient (20 %), although there is still a less category (20%). There were 50 counseling participants and 20 people who were willing to carry out the examination. This shows that this activity is carried out well, according to the plan that has been set. 
PELATIHAN DAN PEMBERDAYAAN KADER AISYIYAH MELALUI UPAYA DETEKSI DINI STUNTING SECARA MANDIRI Nurdiana Nurdiana; Nurlina Nurlina; Daswati Daswati; Nurbiah Eka Susanty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13955

Abstract

Abstrak: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 prevalensi stunting di Sulawesi Selatan sebesar 34,8%. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Aisyiyah Cabang Maccinibaji tentang deteksi dini stunting sehingga lebih memberi inspirasi masyarakat secara umum dan kader Aisyiyah secara khusus untuk mengoptimalkan derajat kesehatan anak melalui deteksi dini stunting secara mandiri. Metode yang dilakukan pemberian materi dan simulasi pengukuran dan menginterpretasikan data antropometri sesuai dengan buku KIA. Mitra kegiatan ini adalah kader Aisyiyah Cabang Maccini Baji Kabupaten Gowa sebanyak 41 orang. Hasil pengabdian masyarakat terjadi peningkatan pengetahuan peserta yakni untuk ketegori pengetahuan baik sebanyak 36 orang (88%), pengetahuan cukup sebanyak 5 orang (12%) dan tidak ada lagi peserta dengan kategori kurang (0%).Abstract: Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition, especially in the first 1,000 days of life (HPK). Based on the results of the 2017 Nutritional Status Monitoring (PSG), the prevalence of stunting in South Sulawesi was 34.8%. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge and skills of Aisyiyah cadres of the Maccinibaji Branch regarding early detection of stunting so that it will further inspire the community in general and Aisyiyah cadres, in particular, to optimize children's health status through independent early detection of stunting. The method used is to provide material and measurement simulation and interpretation of anthropometric data according to the MCH handbook. The partners for this activity were Aisyiyah cadres of the Maccini Baji Branch, Gowa Regency, totaling 41 people. The results of community service showed an increase in the participants' knowledge, namely for the category of good knowledge as many as 36 people (88%), sufficient knowledge as many as 5 people (12%) and there were no more participants with less category (0%). 
Upaya Preventif Diabetes Melitus Pada Anak Balita Melalui Gerakan Keluarga Sadar Gula Nurnaningsih Abdul; Siti Choirul Dwi Astuti; Herman Priyono Luawo; Sri Sujawaty; Daswati
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22581

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan konsumsi gula tambahan pada anak usia dini menjadi perhatian global karena berkaitan dengan risiko obesitas, gangguan metabolik, dan penyakit tidak menular seperti diabetes melitus tipe 2 (Diabetes mellitus). Kondisi serupa juga ditemukan di Desa Tabumela Kabupaten Gorontalo, yang ditandai dengan tingginya konsumsi makanan dan minuman tinggi gula pada anak balita serta rendahnya literasi gizi keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai risiko konsumsi gula berlebih, menurunkan kebiasaan konsumsi gula pada anak balita, serta memberdayakan ibu dan kader posyandu melalui Gerakan Keluarga Sadar Gula. Metode: Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan dengan ceramah interaktif, diskusi, wawancara, serta media leaflet dan video. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Oktober 2025 dengan melibatkan 32 ibu balita, kader posyandu, dan bidan koordinator puskesmas. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre test dan post test. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata meningkat dari 44,46 menjadi 70,24 (p < 0,05). Kesimpulan: Kegiatan ini efektif meningkatkan pemahaman ibu tentang diabetes melitus dan konsumsi gula berlebih serta memperkuat peran keluarga dalam pencegahan penyakit tidak menular usia dini berbasis keluarga di wilayah pedesaan.
Hubungan pengetahuan dukungan suami dan keterjangkauan pelayanan kesehatan dengan minat menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang Nurqalbi Sampara; Hasriani Hasriani; Juwita Juwita; Fatimah Fatimah; Daswati Daswati
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): August Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i6.1410

Abstract

Background: Long-term contraception (MKJP) is an effective, safe, and highly successful method of contraception, but its use in the community is still relatively low. Purpose: To determine the relationship between knowledge, spousal support, and accessibility of health services with mothers' interest in using MKJP. Method: This was an analytical study with a cross-sectional design. The population in this study consisted of all mothers of childbearing age who were LCP acceptors and non-acceptors in the working area of the Bangkala Community Health Center. The research sample was determined using proportional random sampling. The research instrument used a structured questionnaire. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test and multivariate analysis using multiple logistic regression. Results: There was a significant relationship between knowledge (p=0.002 < 0.05), husband's support (p= 0.047 < 0.05), and accessibility of health services (p= 0.031<0.05) with mothers' interest in using MKJP. The variable that had the most influence on interest was husband support, with the highest odds ratio (OR). Conclusion: This study concluded that increasing knowledge through appropriate education, strengthening husband support, and improving access to and affordability of health services can increase mothers' interest in using MKJP.