Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SIGMA TEKNIKA

PENILAIAN BEBAN FISIK PADA PROSES ASSEMBLY MANUAL MENGGUNAKAN METODE FISIOLOGIS Purbasari, Annisa; Purnomo, Akhiri Joko
SIGMA TEKNIKA Vol 2, No 1 (2019): Sigma Teknika Vol.2 No.1 Juni 2019
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.204 KB) | DOI: 10.33373/sigma.v2i1.1957

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang penyediaan alat-alat perminyakan di Batam. Proses assembly adalah salah satu proses produksi di PT. XYZ yang masih melibatkan kinerja secara manual. Karakteristik proses kerja assembly secara manual yaitu fleksibilitas gerakan tubuh dengan tingkatan beban kerja fisik yang beragam dan masih mengandalkan kemampuan pekerja yang memerlukan energi fisik manusia. Penilaian tingkat beban kerja fisik pekerja belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kategori beban kerja fisik pekerja pada proses assembly manual dengan pendekatan fisiologi. Metode yang digunakan adalah faktor fisiologis pekerja berupa pengukuran denyut nadi kerja dan saat istirahat serta menghitung cadangan denyut nadi (%HRR), beban kardiovaskuler (% CVL) dan konsumsi energi (KE). Hasil penelitian menunjukkan nilai beban kerja fisik menurut rerata denyut nadi kerja sebesar 116,59 denyut/ menit yang menunjukkan kategori kerja sedang (moderate), rerata denyut nadi istirahat pekerja sebesar 69,40 denyut/menit yang menunjukkan kategori kerja ringan, nilai beban kerja fisik menurut rerata %HR Reverse dan %CVL sebesar 39,34 Kkal/menit yang menunjukkan kategori mungkin diperlukan perbaikan kerja dan nilai rerata konsumsi energi (KE) sebesar 3,06 Kkal/menit yang menunjukkan kategori kerja ringan.
EVALUASI POSTUR KERJA DI STASIUN KERJA CRIMPING SPLICE PT. XXX DENGAN METODE QUICK EXPOSURE CHECK Purbasari, Annisa; Alex, Mr.; H. Siboro, Benedikta Anna
SIGMA TEKNIKA Vol 3, No 1 (2020): SIGMA TEKNIKA, VOL 3 NO.1, JUNI 2020
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigma.v3i1.2508

Abstract

Work posture at the crimping splice work station at line lamp 1 PT. XXX shows that there is dominant work done in static work positions, repetitive and monotonous work. The work posture that occurs during the process shows the work position of the operator sitting forward for a long time for 1 working day (8 hours) using a work chair without a backrest. This research aims to analyze and evaluate of operators work posture error on the production process in electronic manufacturing industry. Subject data retrieval for 15 operators. This work station consists of 15 processes that are all done in a sitting position. The work risk assessment uses the Quick Exposure Check (QEC) method. The results showed in the process of 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11 at the crimping splice work station, posture of workers who are likely to have a very high working risk felt pain on the back part. The whole process at the crimping splice work station shows the work posture of workers who have a very high work risk feel pain in the neck. The exposure level value in this study shows that all processes in the crimping splice work station are in the range of 59.88% -71.60% so that each process in the crimping splice work station is categorized to be done change as soon as possible.    
PENERAPAN METODE STUDI WAKTU DAN GERAK PADA PROSES PACKING DI PT. ABC Purbasari, Annisa; Sumarya, Edi; Mardhiyah, Radhiyatan
SIGMA TEKNIKA Vol 6, No 2 (2023): SIGMATEKNIKA, VOL. 6, N0. 2, November 2023
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v6i2.5633

Abstract

Kontribusi pertumbuhan industri manufaktur tidak terlepas dari adanya peranan pekerja dalam pengelolaannya. Untuk mendapatkaan hasil ukuran kerja manusia yang terbaik, maka dibutuhkan pengukuran waktu kerja. PT. ABC belum mengetahui secara pasti berapa waktu standar dan tingkat produktivitas pada proses packing, sehingga perlu melakukan pengukuran waktu kerja. Metode studi waktu dan gerak telah digunakan untuk mengukur waktu kerja, yaitu menilai waktu standar dan produktivitas pekerja diberbagi sektor industri. Untuk menentukan waktu standar, diawali dengan menghitung waktu siklus dan waktu normal serta mempertimbangkan tingkat penyesuaian dan kelonggaran. Berdasarkan hasil pengolahan data dan pembahasan diperoleh bahwa waktu standar sebelum perbaikan sebesar 42,56 detik, sedangkan setelah perbaikan melalui koreksi gerak dan waktu, jumlah waktu standarnya menurun menjadi 40,79 detik. Untuk menghitung produktivitas pekerja berdasarkan hasil perbandingan jumlah output produk yang dihasilkan dengan jumlah pekerja. Hasil perhitungan produktivitas pekerja pada proses packing setelah koreksi perbaikan sebesar 96,59%, hal ini menunjukkan bahwa produktivitas pekerja dapat dikategorikan baik dan terjadi peningkatan produktivitas pekerja sebesar 3,5%.
PENERAPAN STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) UNTUK MENGIDENTIFIKASI CACAT PRODUK COFFEE MAKER TIPE XX Purbasari, Annisa; Yoga Pratama, Indra
SIGMA TEKNIKA VOL 7, NO 1 (2024): SIGMATEKNIKA, VOL. 7, N0. 1, JUNI 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v7i1.6226

Abstract

Untuk mendapatkan keunggulan daya saing global, suatu industri dituntut untuk meningkatkan kualitas produknya. Ketika kualitas yang dimiliki suatu produk rendah, maka akan berdampak pada jumlah produk cacat yang tinggi. Kondisi ini perlu didukung dengan menerapkan pengendalian kualitas, sehingga dapat menghasilkan produk yang mempunyai daya saing tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi cacat dominan yang paling banyak terjadi, mengetahui penyebab cacat dan menyediakan rekomendasi perbaikan untuk mengurangi jumlah cacat pada produk coffee maker tipe XX di PT. ABC dengan metode Statistical Process Control. Penelitian ini mengamati penerapan SPC di PT. ABC. Hasil analisis menggunakan metode SPC menunjukkan bahwa cacat pada produk coffee maker tipe XX yang paling sering terjadi yaitu low pressure yang disebabkan oleh faktor manusia, mesin, lingkungan, proses, dan material. Rekomendasi perbaikan yang dilakukan untuk mengurangi cacat produk adalah menyediakan alat bantu JIG. Alat SPC bermanfaat dalam upaya perbaikan kualitas secara keseluruhan dan mencapai sistem manajemen mutu.