Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : journal of innovative and creativity

Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Sebagai Suplai Energi Listrik Pada Musholla Baitul ‘Ilmi Kota Padang Arjuna Pamungkas Chan; Rosnita Rauf; Budiman Budiman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4313

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the technical and economic feasibility of an on-grid Solar Photovoltaic (PV) system for the Baitul Ilmi Musalla in Padang City. The total electrical load of the musalla reaches 2,047 watts, with a daily energy requirement of 7,283 Wh. The system was designed using four monocrystalline solar panels, each with a capacity of 450 Wp, resulting in a total installed capacity of 1,800 Wp across an array area of approximately 7.86 $\text{m}^2$. The selected inverter has a capacity of 2,500 watts, which is appropriate for the power requirements and maintains a necessary safety margin. Power degradation due to module temperature increase ($\Delta T$) was estimated to be 11.05 watts. Based on simulation results, the system is capable of generating approximately 6.48 kWh of electricity per day, sufficient to support the musalla's daytime energy needs. The estimated total investment cost for the system is Rp16,850,000. Economic analysis results indicate that the system has a payback period of 3.79 years, equivalent to 3 years, 9 months, and 14 days. Thus, the implementation of an on-grid PV system in religious buildings like the musalla is deemed feasible and efficient for supporting the use of renewable energy. Keywords: On-grid PV, Solar Energy, Inverter, Monocrystalline Solar Panel ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan teknis dan ekonomis sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on-grid pada Mushalla Baitul Ilmi di Kota Padang. Beban listrik total mushalla mencapai 2.047 watt dengan kebutuhan energi harian sebesar 7.283 Wh. Sistem dirancang menggunakan empat panel surya monokristalin berkapasitas 450 Wp per unit, sehingga total kapasitas terpasang mencapai 1.800 Wp dengan luas array ±7,86 m². Inverter yang digunakan memiliki kapasitas 2.500 watt, sesuai dengan kebutuhan daya dan margin keamanan. Penurunan daya akibat kenaikan suhu modul (ΔT) diperkirakan mencapai 11,05 watt. Berdasarkan hasil simulasi, sistem mampu menghasilkan energi listrik sebesar ±6,48 kWh per hari, yang cukup untuk menopang kebutuhan siang hari. Estimasi total biaya investasi sebesar Rp16.850.000. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa sistem memiliki periode pengembalian investasi (payback period) selama 3,79 tahun atau setara dengan 3 tahun 9 bulan 14 hari. Dengan demikian, penerapan sistem PLTS on-grid pada bangunan ibadah seperti mushalla dinilai layak dan efisien dalam mendukung penggunaan energi terbarukan. Kata Kunci: PLTS on-grid, energi surya, inverter, panel surya monokristalin
Studi Analisa Tahanan Pembumian Pada Gardu Induk 150 KV Lubuk Alung Riski Febrian; Yani Ridal; Budiman Budiman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4539

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai tahanan pembumian, tegangan sentuh, dan tegangan langkah pada Gardu Induk 150 kV Lubuk Alung sesuai standar IEC 60479. Metode penelitian meliputi studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dan pengumpulan data teknis. Data dianalisis secara kuantitatif melalui perhitungan nilai tahanan pembumian dan tegangan berdasarkan berat badan 50 kg dan 70 kg serta waktu gangguan 0,1–3 detik. Hasil pengujian menunjukkan tahanan pembumian (Rg) sebesar 0,485 Ω dengan ρ = 71,44 Ω·m. Tegangan sentuh berkisar 2,82–5,25 V, sedangkan tegangan langkah 11,26–20,96 V, seluruhnya di bawah batas aman 30 V dan 25 V. Dengan demikian, sistem pembumian Gardu Induk Lubuk Alung dinyatakan aman dan memenuhi standar IEC 60479..
Studi Analisis Koordinasi Recloser Dengan Fuse Cut Out Sebagai Pengaman Terhadap Gangguan Arus Lebih Pada Penyulang ULP PLN Lubuk Alung Asdiwar Puspita Yodi; Yani Ridal; Budiman Budiman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4545

Abstract

Dalam jaringan distribusi 20 kV sering terjadi gangguang, salah satunya adalah gangguan arus hubung singkat. Perhitungan dilakukan terhadap gangguan satu fasa, dua fasa, dan tiga fasa pada titik 25%, 50%, dan 75% dari panjang saluran distribusi, serta gangguan pada trafo distribusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa koordinasi antara recloser dan FCO sudah berjalan dengan baik. Pada titik gangguan Pada titik gangguan 25% di 0,4 kms, memiliki gangguan 1 fasa 11.060,34 A dengan, 2 fasa 24.673,07 A, 3 fasa 52.486,36 A, dengan waktu trip recloser 0,1 milidetik, titik gangguan 50% di 0,8 kms, memiliki gangguan 1 fasa 5530,17 A, dengan. 2 fasa 12.336,53 A, 3 fasa 24.568,08 A, , dengan waktu trip recloser 0,03 milidetik, dan titik gangguan 75% di 1,2 kms, memiliki gangguan 1 fasa 3686,78 A dengan. 2 fasa 8224,35 A, 3 fasa 16.495,71 A, dengan waktu trip recloser 0,01 milidetik Pada gangguan trafo distribusi, hanya memiliki gangguan 1 fasa 0,4402 A, dengan nilai arus gangguan sebesar itu dan FCO rating 3 A, maka FCO bekerja lebih cepat, Penyetelan Arus Pickup dan TMS Memenuhi Standar SPLN Penyetelan arus pickup recloser dengan delay time 1,2 detik, 0,3 detik, dan 0,1 detik serta nilai TMS telah disesuaikan dengan standar SPLN 64-1:1992. Penyesuaian ini memastikan bahwa recloser tidak trip sebelum FCO saat terjadi gangguan downstream, sehingga koordinasi proteksi tetap terjaga.