Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisa Potensi Pemanfaatan Air Untuk Pembangkit Listrik Pada Kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat Kabupaten Pesisir Selatan Rauf, Rosnita; Azman, Azmil; Anshar, Chairul Nazalul
Jurnal Teknik Elektro Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/JTE.2020.3133904

Abstract

Pengembangan energi alternatif mutlak diperlukan agar terciptanya konservasi energi yang memanfaatkan energi terbarukan dan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan energi fosil. Oleh karena itu perlu dilakukan survey potensi sungai khususnya di Desa Lubuk Gadang merupakan salah satu desa terpencil yang belum teraliri listrik PLN, terletak pada kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) guna memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Penelitian ini bertujuan adanya studi kelayakan potensi air sungai yang diukur agar menghasilkan Pembangkit Tenaga Listrik baik skala mikro ataupun minihidro. Desa Lubuk Gadang Nagari Kambang Kecamatan Lengayang berada di Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, dengan koordinat pada sekitar 1° 23.51"  - 1° 45.54"  LS / 100° 40.38" - 101° 50 " BT. Hasil kajian menunjukan bahwa pada lokasi kajian layak dibangun pembangkit tenaga listrik tenaga air, dengan debit yang digunakan sebesar 2 m3/dtk, beda tinggi (head) 10 meter, sehingga dapat dibangkitkan energi sebesar 160 kVA dan untuk memenuhi kebutuhan listrik 155 rumah, dapat diberikan kapasitas terpasang masing-masing 900 VA.
HUBUNGAN DISIPLIN DAN INTERAKSI SISWA – SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PEKERJAAN MEKANIK DAN KESELAMATAN KERJA (PMKK) Chairul Nazalul Anshar
Jurnal Pendidikan Teknologi Kejuruan Vol 1 No 4 (2018): Regular Issue
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.978 KB) | DOI: 10.24036/jptk.v1i4.2623

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi rendahnya hasil belajar yang dicapai siswa dalam mata pelajaran Pekerjaan Mekanik dan Keselamatan Kerja (PMKK), dimana terdapatnya 39 orang dari 60 orang yang mendapatkan nilai di bawah kriteria ketuntasan minimal 7,00. Penelitian ini tergolong penelitian korelasional dimana suatu penelitian yang dirancang untuk menentukan tingkat hubungan variabel-variabel yang berbeda dalam suatu populasi pada mata pelajaran PMKK. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes hasil belajar dan angket. Hasil analisa data menunjukkan: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara disiplin dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PMKK sebesar 0,59 (2) terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi siswa-siswa dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PMKK sebesar 0,31 dan (3) terdapat hubungan yang signifikan antara disiplin dan interaksi siswa-siswa secara bersama-sama dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PMKK sebesar 0,61. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Disiplin dan Interaksi Siswa – Siswa terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran PMKK.
Analisa Keandalan Sistem Distribusi 20 kV Dengan Metode Section Technique Di PT. PLN (Persero) ULP Muara Labuh Solok Selatan Sumatera Barat Fahrurrozi, A; Anshar, C N; Ridal, Y
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v5i2.1122

Abstract

Indeks keandalan diperoleh dengan menggunakan metode section technique yang dalam perhitungannya membagi suatu topologi jaringan menjadi beberapa bagian agar lebih mudah dalam pengerjaannya. Hasil perhitungan nilai indeks keandalan penyulang Pinang Awan, dari hasil perhitungan diperoleh nilai indeks keandalan seksi 1 SAIDI= 0,308 (jam/tahun), SAIFI= 0,1908 (kali/tahun), CAIDI= 12,29 (jam/tahun), CAIFI= 4,72 (kali/tahun), ASAI= 4,88% dan ASUI= 0,10% sedangkan untuk seksi 2 SAIDI= 0,0814 (jam/tahun), SAIFI= 0,1766 (kali/tahun), CAIDI= 7,01 (jam/tahun), CAIFI= 2,73 (kali/tahun), ASAI= 2,96% dan ASUI= 0,03% kemudian seksi 3 SAIDI = 2,9729 (jam/tahun), SAIFI = 1,1959 (kali/tahun), CAIDI= 27 (jam/tahun), CAIFI= 16,95 (kali/tahun), ASAI= 10,82% dan ASUI= 1,17%. Sedangkan untuk seksi 4 SAIDI= 0,2532 (jam/tahun), SAIFI= 0,3303 (kali/tahun), dan CAIDI= 3,67 (jam/tahun), CAIFI= 20,40 (kali/tahun), ASAI= 3,90% dan ASUI= 0,09%. Sedangkan untuk nilai indeks keandalan total penyulang Pinang Awan dengan metode section technique diperoleh nilai SAIDI= 3,61 (jam/pelanggan/tahun), SAIFI= 1,89 (kali/pelanggan/tahun), dan nilai CAIDI= 49,98 (jam/gangguan), sedangkan dengan SPLN 59 tahun 1985 diperoleh SAIDI= 21,09 (jam/pelanggan/tahun), SAIFI=3,21 (kali/pelanggan/tahun). Berdasarkan hasil perhitungan penyulang Pinang Awan masuk dalam kategori andal karena nilainya berada di bawah standar SPLN 59 tahun 1985.
Analisa Kelayakan Tahanan Pembumian Menara Transmisi SUTT 150 KV Dari GI Indarung Ke GI Pauh Limo Padang Alfa, E H; Anshar, C N; Ridal, Y
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v5i2.1134

Abstract

Pentanahan pada tower transmisi saluran udara tegangan tinggi bertujuan untuk menjamin keamanan personil dari tegangan sentuh dan tegangan langkah pada tower, dan mengalirkan impuls petir ke bumi. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran secara keseluruhan, yaitu arde kaki tower belum dilepas atau masih dalam keadaan utuh. Pada tower nomor 188 nilai tahanan pentanahannya sebesar 8,29 ?. Berdasarkan SPLN T5.012: 2020 nilai tahanan pentanahan yaitu dibawah 3 ?, dilakukan upaya untuk menurunkan nilai tahanan pentanahannya, dengan menambah panjang elektroda batang () dan menambah jumlah elektroda batang. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan dengan menambah panjang elektroda batang sepanjang 11 meter () untuk 1 elektroda batang dapat menurunkan nilai tahanan pentanahan sebesar 5,55 ?, lalu dihubungkan paralel maka didapatkan hasil nilai tahanan pentanahan sebesar 2,77 ?. Menambah jumlah elektroda batang yang ditanam juga dapat menurunkan nilai tahanan pentanahan, dengan menambah sebanyak 4 elektroda batang sehingga menjadi 6 batang, lalu dihubungkan paralel dapat menurunkan nilai tahanan sebesar 2,76 ?.
Analisa Sistem Penangkal Petir Pada Gedung Polda Sumatera Barat Viona, F; Anshar, C N; Ridal, Y
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v6i1.1144

Abstract

Gedung Polda Sumatera Barat merupakan salah satu gedung bertingkat tinggi diwilayah Kota Padang. Gedung dengan ketinggian 22,35 meter ini merupakan pusat operasional pelayanan sentra keamanan, ketertiban, komunikasi dan informasi di lingkungan Kepolisian Daerah Sumatera Barat. Oleh karena itu diperlukan keamanan dan kenyamanan dari berbagai gangguan salah satunya gangguan alam yaitu sambaran petir. Untuk menghindari bahaya sambaran petir maka diperlukan sistem penangkal petir, untuk itu telah dipasang penangkal petir tipe KURN R 150 dengan tinggi tiang sepanjang 7 meter. Untuk memeriksa keefektifan sistem penangkal petir yang telah terpasang tersebut maka perlu di lakukan analisa keperluan dan perkiraan bahaya gedung terhadap sambaran petir meurut standart PUIPP dan sesuai indeks kriterianya Polda Sumbar termasuk gedung bertingkat dengan spesifikasi perkiraan bahaya R lebih dari 14 = 15 sehingga merupakan gedung yang sangat memerlukan proteksi sistem penangkal petir karena berada di daerah dataran rendah dengan jumlah hari guruh yang cukup tinggi yaitu 240 hari guruh pertahun selama bulan Januari hingga bulan Desember 2023 dengan arus puncak petir 86,6810 kA. Dengan menggunakan rumus tegangan sentuh, tegangan langkah, sudut perlindungan proteksi dapat dihitung dan ditentukan jarak radius proteksi dari penangkal petir yang digunakan dan dapat diukur kemampuan tingkat proteksi apakah telah memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa penangkal petir tipe KURN R150 yang dipasang diatas gedung Polda Sumatera Barat sudah cukup mampu melindungi keseluruhan kawasan area sekitar gedung.
Analisis Sistem Proteksi Generator Menggunakan Over Current Relay Di PLTA Singkarak Yolanda, A; Anshar, C N; Ridal, Y
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v6i1.1148

Abstract

Sistem proteksi merupakan susunan peralatan yang direncanakan untuk dapat mendeteksi atau mengukur adanya ketidak normalan pada peralatan, gangguan yang terjadi pada pusat pembangkit listrik dapat terjadi kapan saja, untuk itu diperlukan sistem proteksi atau sistem pengaman, yang berfungsi selain mengamankan peralatan pada pusat pembangkit juga untuk mencegah kerusakan peralatan lain dampak dari gangguan. Sistem proteksi generator di PLTA Singkarak dengan menggunakan Over Current Relay (OCR) serta menentukan settingan arus lebih dan relay dan juga menghitung arus nominal serta arus hubung singkat, dalam suatu generator 3 fasa di plta singkarak ada 4 unit masing-masing memiliki daya 52 MVA, teganga 10,5 kV, arus 2895 A, dan CT 300/5, kabel yang digunakan adalah XLPE/NAXS2Y/5x1x300, arus hubung singkat 1 fasa pada titik ganguan 50% adalah 638.880 A, 2 fasa 1.156.068 A, 3 fasa 2.349.429 A, 4,80 A setingan arus pada waktu operasi relay adalah 0,007 detik,dan TMS (Time Multiplier Setting) untuk satu fasa adalah 0,39 detik , untuk 2 fasa adalah 0,36 detik, dan untuk 3 fasa adalah 0,34 detik.
Studi Analisa Sistem Keandalan Jaringan Tegangan Menengah Pada Feeder 2 Lima Kaum di PT PLN (Persero) ULP Batusangkar Saputra, A; Rauf, R; Anshar, C N
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v6i1.1219

Abstract

Di PT. PLN (Persero) ULP Batusangkar feeder 2 Lima Kaum merupakan feeder yang sering terjadi gangguan JTM pada tahun 2024 yaitu 9 kali. Dalam penelitian ini dibahas pengaruh pemeliharaan preventif bagi mutu dan keandalan pada feeder 2 Lima Kaum di PT. PLN (Persero) ULP Batusangkar guna penekanan angka gangguan JTM, SAIDI, SAIFI, CAIDI dan CAIFI pada tahun sebelumnya yaitu tahun 2023. Pemeliharaan preventif yang dilakukan antara lain inspeksi jaringan dan tindak lanjut dari hasil inspeksi. Gangguan Feeder 2 Lima Kaum pada tahun 2023 terjadi sebanyak 48 kali dalam rentang waktu 1 tahun dan pada tahun 2024 terjadi sebanyak 9 kali dalam rentang waktu dari bulan Januari sampai dengan bulan April 2024. Sedangkan secara keseluruhan feeder pada tahun 2023 terjadi gangguan sebanyak 148 kali dalam rentang waktu 1 tahun dan 35 kali gangguan pada tahun 2024 dalam rentang waktu dari bulan Januari sampai dengan bulan April 2024. Gangguan tersebut disebabkan oleh faktor eksternal yaitu gangguan alam atau bencana alam. Indeks keandalan Seluruh feeder pada tahun 2023 sebagai berikut ; SAIDI 2,58 SAIFI 25,68 CAIDI 1,33 CAIFI 198,54 dan pada tahun 2024 SAIDI 3,64 SAIFI 5,76 CAIDI 3,20 CAIFI 57,97. Sedangkan pada feeder 2 lima kaum pada tahun 2023 adalah ; SAIDI 0,27 SAIFI 13,17 CAIDI 0,21 CAIFI 690,95 dan pada tahun 2024 SAIDI 1,17 SAIFI 2,45 CAIDI 0,58 CAIFI 24,63. Dari nilai tersebut dapat dilihat bahwa pemeliharaan preventif sangat berpengaruh terhadap keandalan sistem distribusi.
Studi Analisa Arus Gangguan Hubung Singkat Berdasarkan Lokasi Titik Gangguan Pada Saluran Udara Tegangan Menengah 20 kV Anshar, Chairul Nazalul; Budiman, Budiman
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Teknik, Komputer, Agroteknologi dan Sains (Marostek)
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.878 KB) | DOI: 10.56248/marostek.v1i1.25

Abstract

Gangguan hubung singkat merupakan gangguan yang paling sering terjadi pada sistem tenaga listrik yang menyebabkan arus yang mengalir lebih besar sehingga dapat merusak peralatan bila tidak dilengkapi dengan proteksi yang tepat. Penelitian ini membahas tentang arus hubung singkat tiga fasa, dua fasa, dan satu fasa ke tanah pada titk gangguan 1% sampai dengan 100% dari sumber GI Bungus pada feeder Teluk Sirih dengan panjang saluran 30,6 kms. Dari hasil perhitungan diperoleh arus gangguan yang paling besar yaitu arus gangguan hubung singkat tiga fasa sedangkan arus gangguan yang paling kecil yaitu gangguan satu fasa ke tanah. Jika gangguan semakin dekat dengan sumber maka gangguan semakin besar sedangkan jika gangguan jauh dari sumber gangguan akan semakin kecil. Dari hasil perhitungan gangguan tiga fasa maka di dapat arus gangguan pada titik gangguan 1% maka arus gangguan akan semakin besar 2.250 A jika gangguan semakin jauh dari sumber atau pada titik gangguan 100%, maka arus gangguan semakin kecil 400 A dibandingkan arus gangguan dua fasa maka arus gangguan dua fasa lebih kecil di banding arus gangguan tiga fasa maka di dapat arus gangguan pada titik gangguan 1% sebesar 1.948 A sedangkan pada titik gangguan 100% di dapat arus gangguan sebesar 346 A sedangkan arus gangguan satu fasa ke tanah merupakan arus gangguan yang paling kecil dibandingkan gangguan hubung singkat tiga fasa dan dua fasa. Dari hasil perhitungan didapatkan di dapat arus gangguan pada titik gangguan 1% sebesar 286 A sedangkan pada titik gangguan 100% di dapat arus gangguan sebesar 207 A. Dampak yang terjadi pada gangguan hubung singkat tersebut adalah terjadi arus lebih (over cureent), untuk mengurangi gangguan sebaiknya kawat A3C sebaiknya di ganti dengan kabel berisolasi yaitu kawat A3CS.
Studi Analisa Perkiraan Umur Transformator Distribusi 20 KV Akibat Pembebanan Anshar, Chairul Nazalul
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Teknik, Komputer, Agroteknologi dan Sains (Marostek)
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.86 KB) | DOI: 10.56248/marostek.v1i2.26

Abstract

Susut umur transformator dipengaruhi oleh isolasi belitan transformator dan minyak transformator. Salah satu kerusakan atau kegagalan isolasi dari minyak tranformator diakibatkan dari perubahan suhu atau suhu sekitar pada transformator daya terendam minyak tersebut. Pada tugas akhir ini meneliti pengaruh pembebanan tranformator distribusi terhadap susut umur, pengaruh suhu lingkungan terhadap susut umur transformator, dan menganalisi susut umur transformator distribusi di feeder bandara PT. PLN (Persero) Rayon Tabing dengan mengacu pada pada standar IEC 354 tahun 1972. Susut umur transformator daya pada pembebanan 155,01 sebesar 1,53 p.u/hari, pada pembebanan 158,42 sebesar 1,97 p.u/hari, sedangkan pada pembebanan 175,77 sebesar 9,92 p.u/hari. Disimpulkan bahwa susut umur yang didapatkan di atas hanya berasal dari pengaruh penurunan kemampuan isolasi akibat pemanasan dari pembebanan dan suhu sekitar belum memperhitungkan dari pengaruh lain, seperti pengaruh penurunan isolasi akibat ketidak- seimbangan beban menghasilkan panas yang dapat mengakibatkan penambahan laju penyusutan umur.
Study of Backup Power System Analysis (Emergency Generator) for Electricity Dision at West Sumatra Shipping Polytechnic Tutur Winasis, Raden Roro Anggun; Ridal, Yani; Anshar, Chairul Nazalul
Dinasti International Journal of Digital Business Management Vol. 6 No. 5 (2025): Dinasti International Journal of Digital Business Management (August - Septembe
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijdbm.v6i5.5200

Abstract

This study aims to analyze the performance of the backup power system (emergency generator) at the West Sumatra Maritime Polytechnic. The reliability of the electricity supply is very important to support the continuity of educational activities and institutional operations. A backup power system is needed to anticipate power outages that can hamper these activities. This study was conducted using the method of literature study, field observation, interviews, documentation, and analysis of technical data obtained. That generator 1 received a load of 172.76 kVA (138.21 kW) and generator 2 of 294.62 kVA (235.70 kW), with a larger load distribution on Generator 2. The demand factor was 35.37% (generator 1) and 58.92% (generator 2), respectively, while the load factor was 0.35368 and 0.58924. These values indicate that the actual load has not reached the maximum capacity of the generator, so there is still a power reserve available. The utilization rate of generator 1 is 28.29% and generator 2 is 47.14%, which means both are still operating within safe limits, even though generator 2 is utilized more. During 5 hours of operation, fuel consumption is 225 liters and 255 liters, respectively, proportional to the size of the load carried. Voltage drops are still within the tolerance limit (?5%), namely 2.53 Volts on generator 1 and 2.40 Volts on generator 2. Power losses in the 360 mm² NYFGbY cable are also relatively small, namely 4.164 kW and 3.76 kW, which indicates the efficiency of the electrical system installation. Thus, the existing backup power system is still reliable and efficient, although further evaluation is needed for load distribution and performance optimization.