Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisa dan Realisasi Sumber Energi Terbarukan Pikohidro Wilayah Posko TNKS Rosnita Rauf; Merry Thressia; Budiman Budiman
Dinamika Lingkungan Indonesia Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/dli.10.1.p.12-18

Abstract

TNKS has a very important role in forest management, from sustainability to the utilization of forest products for the surrounding communities that use TNKS land for coffee and cocoa plantations. So that forest sustainability can be maintained and can actually provide sustainable benefits to the community around the forest. The TNKS Center provides coffee grinding machines, which can be used by the coffee plantation community. To drive the coffee grinder, a generator is used, where the fuel is carried directly by the coffee planters. To provide sustainable benefits, river water is used as alternative energy to create a pico-hydro power plant, as a driving force for coffee grinding machines, because the TNKS post is only used by the forest police from morning to evening, so there is no need for lighting at night. Therefore, it is necessary to conduct a site survey to determine the location of the weir, channel, and turbine housing. Likewise, data collection of water discharge and different heights of falling water from the tranquilizer tank to the turbine house. From the results of the survey and calculations obtained a capacity of 6 KW, using a crossflow turbine with a head of 12 meters and a discharge of 100 liters/sec. The Bangun Rejo TNKS Command Post is a camping ground location that supports the construction of PLTPh which needs to be realized immediately. With the existence of this pico-hydro power plant, the community of coffee planters, no longer needs to buy fuel and no longer use generators, but pico-hydro electricity at the TNKS post.  
Analisa Pemasangan Panjang dan Jarak Elektroda Batang Pada Sistem Pentanahan Sari, C P; Budiman; Ridal, Y
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v5i2.1123

Abstract

Pentanahan adalah sistem pengamanan jaringan tenaga listrik yang mengamankan manusia dari sengatan listrik serta mencegah kerusakan pada perangkat listrik dari arus abnormal dengan cara mengalirkan arus gangguan ke tanah. Dari ketiga jenis tanah yang berbeda, pada kondisi tanah liat yang berlokasi di Tanjung Aur Kota Padang pada kedalaman 1 m didapatkan nilai tahanan pentanahan (R sebesar 68,9 Ohm dengan nilai tahanan jenis tanahnya ( sebesar 94,47 Ohm/m. Untuk hasil perhitungan s << Lx pada jarak 0,5 m= 42,75 Ohm. Untuk hasil s >> Lx pada jarak 2 m= 37,45 Ohm. Sedangkan pada kedalaman 1,5 m diperoleh tahanan pentanahan (R sebesar 53,6 Ohm. dengan nilai tahanan jenis tanah ( sebesar 101,18 Ohm/m. Untuk hasil perhitungan s << Lx jarak 1 m = 31,8 Ohm. Untuk hasil s >> Lx jarak 2 m= 29,57 Ohm. Pada kondisi tanah pasir basah di Lubuk Minturun Kota Padang pada kedalaman 1 m didapatkan nilai tahanan pentanahan (R sebesar 159,5 dengan tahanan jenis tanah (= 218,70 Ohm. Untuk hasil perhitungan s << Lx pada jarak 0,5 m= 99,18 Ohm. Untuk hasil s >> Lx pada jarak 2 m= 87 Ohm. Sedangkan untuk kedalaman 1,5m diperoleh nilai tahanan pentanahan (R= 127,1 Ohm. dengan tahanan jenis tanah (= 239,93 Ohm/M. Untuk s << Lx jarak 1 m= 76,2 Ohm. s >> Lx jarak 2 m= 70,78 Ohm Pada kondisi air garam lokasi di Muaro Panjalinan Kota Padang didapatkan nilai tahanan pentanahan (R kedalaman 1 m= 8,57 Ohm. dengan tahanan jenis tanah (=11,74Ohm/M. Untuk hasil perhitungan s << Lx jarak 0,5= 5,13 Ohm. , Untuk hasil s >> Lx pada jarak 2m= 4,45 Ohm. Pada kedalaman 1,5 m diperoleh nilai tahanan pentanahan (R= 2,90 Ohm dengan tahanan jenis tanah (= 5,47 Ohm . untuk s<< Lx pada jarak 1 m=1,2 Ohm , untuk s >> Lx jarak 2 m= 1,16 Ohm.
Analisa Susut Tegangan dan Rugi- Rugi Daya Pada SUTM 20 kV Pada Unit PT. PLN (Persero) ULP Lubuk Sikaping Pasaman Sumatera Barat Nilhusna; Rauf, R; Budiman
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v5i2.1129

Abstract

Energi listrik merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting dalam seiring berkembangan zaman sekarang ini. Perkembangan ini harus di iringi dengan penyedian energi listrik yang merata kepada konsumen baik yang berada dikota maupun dipelosok daerah terpencil sekalipun, seperti konsumen di kabupaten pasaman Sumatera Barat. Penyaluran energi listrik oleh PT. PLN (Persero) ULP Lubuk Sikaping terdapat 22 feeder yang aktif, diantaranya feeder 1 Kota yang memiliki tegangan kirim yaitu 20,45 kV dengan panjang penyulang 3,376 kms dan terdapat 22 titik trafo dan 6 titik percabangan, menggunakan kawat penghantar AAAC 70 mm² dengan arus beban maksimum 68,19 Ampere. Maka dalam penyaluran energi listrik ke konsumen memiliki beberapa kerugian. Kerugian tersebut dapat berupa susut tegangan dan rugi-rugi daya. berdasarkan perhitungan feeder 1 Kota Susut tegangan yang paling besar terdapat pada titik trafo 100 kVA (2) yaitu 0,1 % dan yang terkecil terdapat pada titik trafo 200 kVA (13) yaitu 0,0009 %. Sehingga di dapatkan total rugi-rugi daya pada feeder 1 Kota yaitu 4.897,97 Watt. Dari 6 titik percabangan susut tegangan yang paling besar pada titik trafo 50 kVA (22) yaitu 0,24 % dan yang paling kecil adalah titik percabangan 1 yaitu 0,20%.
Analisa Utilisasi Generator Set Kapasitas 200 kVA di RSUD M. Natsir Kota Solok Putra, C A; Budiman; Ridal, Y
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v5i2.1142

Abstract

Terjadinya gangguan atau pemadaman listrik dari PT. PLN (Persero) dan penambahan ruang rawat dan alat kesehatan, serta sarana prasarana menjadikan genset sebagai tenaga cadangan energi listrik harus disiapkan dengan baik dapat menganalisa efisiensi genset di RSUD M. Natsir Kota Solok dalam pengoperasiannya bila terjadi gangguan atau pemadaman dari PT. PLN (Persero) dapat menyebabkan terjadinya masalah dalam melayani masyarakat. Dilakukan observasi dan pengambilan data yang diperlukan untuk menganalisa utilitas genset RSUD M. Natsir Kota Solok yang mempunyai kapasitas 200 kVA. Data beban terpasang pada RSUD M. Natsir Kota Solok didapat dari pengumpulan data secara visual. Data pemakaian beban harian adalah data aktual pengukuran beban yang terjadi tiap jam. Data ini didapat dari pengukuran yang dilakukan pada jam 09.00 WIB dan pada jam 13.00 WIB, karena pada jam ini pemakaian tertinggi atau beban puncak terjadi. Diketahui total beban tertinggi pada bulan Juli 2024 yaitu sebesar 97,4424 kW, total beban terpasang pada seluruh gedung sebesar 200 kVA. Untuk hasil hasil perhitungan Utilisasi genset didapat % dan utilisasi aktual genset sebesar 0,609015 %. Dengan besar faktor kebutuhan (Demand Factor) yang didapatkan adalah sebesar 0,629785. Untuk kapasitas daya yang digunakan sebesar 200 kVA. Konsumsi bahan bakar genset selama 1 jam dengan daya terpasang seluruh gedung 200 kVA adalah menghabiskan bahar bakar sebanyak 42 liter/jam. Dan bakar genset selama 1 jam pada pemakaian beban puncak harian adalah menghabiskan bahan bakar sebanyak 33,6 liter/jam.
Studi Analisa Arus Gangguan Hubung Singkat Berdasarkan Lokasi Titik Gangguan Pada Saluran Udara Tegangan Menengah 20 kV Anshar, Chairul Nazalul; Budiman, Budiman
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Teknik, Komputer, Agroteknologi dan Sains (Marostek)
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.878 KB) | DOI: 10.56248/marostek.v1i1.25

Abstract

Gangguan hubung singkat merupakan gangguan yang paling sering terjadi pada sistem tenaga listrik yang menyebabkan arus yang mengalir lebih besar sehingga dapat merusak peralatan bila tidak dilengkapi dengan proteksi yang tepat. Penelitian ini membahas tentang arus hubung singkat tiga fasa, dua fasa, dan satu fasa ke tanah pada titk gangguan 1% sampai dengan 100% dari sumber GI Bungus pada feeder Teluk Sirih dengan panjang saluran 30,6 kms. Dari hasil perhitungan diperoleh arus gangguan yang paling besar yaitu arus gangguan hubung singkat tiga fasa sedangkan arus gangguan yang paling kecil yaitu gangguan satu fasa ke tanah. Jika gangguan semakin dekat dengan sumber maka gangguan semakin besar sedangkan jika gangguan jauh dari sumber gangguan akan semakin kecil. Dari hasil perhitungan gangguan tiga fasa maka di dapat arus gangguan pada titik gangguan 1% maka arus gangguan akan semakin besar 2.250 A jika gangguan semakin jauh dari sumber atau pada titik gangguan 100%, maka arus gangguan semakin kecil 400 A dibandingkan arus gangguan dua fasa maka arus gangguan dua fasa lebih kecil di banding arus gangguan tiga fasa maka di dapat arus gangguan pada titik gangguan 1% sebesar 1.948 A sedangkan pada titik gangguan 100% di dapat arus gangguan sebesar 346 A sedangkan arus gangguan satu fasa ke tanah merupakan arus gangguan yang paling kecil dibandingkan gangguan hubung singkat tiga fasa dan dua fasa. Dari hasil perhitungan didapatkan di dapat arus gangguan pada titik gangguan 1% sebesar 286 A sedangkan pada titik gangguan 100% di dapat arus gangguan sebesar 207 A. Dampak yang terjadi pada gangguan hubung singkat tersebut adalah terjadi arus lebih (over cureent), untuk mengurangi gangguan sebaiknya kawat A3C sebaiknya di ganti dengan kabel berisolasi yaitu kawat A3CS.
Studi Analisa Motor Induksi Tiga Fasa dengan Sumber Tegangan Satu Fasa: Analysis Study of a Three-Phase Induction Motor with a Single-Phase Voltage Source Arsel, Sandy Permana; Rauf, Rosnita; Budiman, Budiman
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 15 No. 02 (2025): Artikel Riset Edisi Oktober 2025
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v15i02.7045

Abstract

Three-phase induction motors are generally operated using a three-phase power source. To overcome problems in a three-phase power system, a single-phase power source can be used to drive a three-phase induction motor. Operating a three-phase induction motor with a single-phase power source can be done by creating a circuit similar to that of a single-phase capacitor induction motor. The primary coils are known as the (V-Y) and (W-Z) coils, while the secondary coils are called the (U-X) coils. The purpose of this study is to understand the working principle of a three-phase induction motor, to be able to analyze the experimental results of induction motors connected to a three-phase source or connected to a single-phase source, and to compare the operation of a three-phase induction motor with a three-phase source or with a single-phase source. The study employed a quantitative research method, utilizing observational and descriptive data collection techniques. The research methodology is systematic and directed, following the flowchart diagram. The description of the equivalent circuit is the same as the equivalent circuit of a single-phase capacitor-running induction motor. So the equation used in the analysis is the equation of a capacitor-running induction motor. In this study, a three-phase induction motor with a 220/380 ?/Y Voltage, 4.7/2.7 Amperes, 50 Hz, and 1000 watts is used, featuring a cos ? value of 0.76. From the results of research conducted on a three-phase induction motor with a single-phase source at a load condition of 180 watts. The torque value is 0.88 N · m, the input current is 2.90 A, the input power is 421.08 W, cos ? is 0.66, and the resulting efficiency is 37%.
Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Sebagai Suplai Energi Listrik Pada Musholla Baitul ‘Ilmi Kota Padang Arjuna Pamungkas Chan; Rosnita Rauf; Budiman Budiman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4313

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the technical and economic feasibility of an on-grid Solar Photovoltaic (PV) system for the Baitul Ilmi Musalla in Padang City. The total electrical load of the musalla reaches 2,047 watts, with a daily energy requirement of 7,283 Wh. The system was designed using four monocrystalline solar panels, each with a capacity of 450 Wp, resulting in a total installed capacity of 1,800 Wp across an array area of approximately 7.86 $\text{m}^2$. The selected inverter has a capacity of 2,500 watts, which is appropriate for the power requirements and maintains a necessary safety margin. Power degradation due to module temperature increase ($\Delta T$) was estimated to be 11.05 watts. Based on simulation results, the system is capable of generating approximately 6.48 kWh of electricity per day, sufficient to support the musalla's daytime energy needs. The estimated total investment cost for the system is Rp16,850,000. Economic analysis results indicate that the system has a payback period of 3.79 years, equivalent to 3 years, 9 months, and 14 days. Thus, the implementation of an on-grid PV system in religious buildings like the musalla is deemed feasible and efficient for supporting the use of renewable energy. Keywords: On-grid PV, Solar Energy, Inverter, Monocrystalline Solar Panel ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan teknis dan ekonomis sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on-grid pada Mushalla Baitul Ilmi di Kota Padang. Beban listrik total mushalla mencapai 2.047 watt dengan kebutuhan energi harian sebesar 7.283 Wh. Sistem dirancang menggunakan empat panel surya monokristalin berkapasitas 450 Wp per unit, sehingga total kapasitas terpasang mencapai 1.800 Wp dengan luas array ±7,86 m². Inverter yang digunakan memiliki kapasitas 2.500 watt, sesuai dengan kebutuhan daya dan margin keamanan. Penurunan daya akibat kenaikan suhu modul (ΔT) diperkirakan mencapai 11,05 watt. Berdasarkan hasil simulasi, sistem mampu menghasilkan energi listrik sebesar ±6,48 kWh per hari, yang cukup untuk menopang kebutuhan siang hari. Estimasi total biaya investasi sebesar Rp16.850.000. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa sistem memiliki periode pengembalian investasi (payback period) selama 3,79 tahun atau setara dengan 3 tahun 9 bulan 14 hari. Dengan demikian, penerapan sistem PLTS on-grid pada bangunan ibadah seperti mushalla dinilai layak dan efisien dalam mendukung penggunaan energi terbarukan. Kata Kunci: PLTS on-grid, energi surya, inverter, panel surya monokristalin
Studi Analisa Tahanan Pembumian Pada Gardu Induk 150 KV Lubuk Alung Riski Febrian; Yani Ridal; Budiman Budiman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4539

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai tahanan pembumian, tegangan sentuh, dan tegangan langkah pada Gardu Induk 150 kV Lubuk Alung sesuai standar IEC 60479. Metode penelitian meliputi studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dan pengumpulan data teknis. Data dianalisis secara kuantitatif melalui perhitungan nilai tahanan pembumian dan tegangan berdasarkan berat badan 50 kg dan 70 kg serta waktu gangguan 0,1–3 detik. Hasil pengujian menunjukkan tahanan pembumian (Rg) sebesar 0,485 Ω dengan ρ = 71,44 Ω·m. Tegangan sentuh berkisar 2,82–5,25 V, sedangkan tegangan langkah 11,26–20,96 V, seluruhnya di bawah batas aman 30 V dan 25 V. Dengan demikian, sistem pembumian Gardu Induk Lubuk Alung dinyatakan aman dan memenuhi standar IEC 60479..
Studi Analisis Koordinasi Recloser Dengan Fuse Cut Out Sebagai Pengaman Terhadap Gangguan Arus Lebih Pada Penyulang ULP PLN Lubuk Alung Asdiwar Puspita Yodi; Yani Ridal; Budiman Budiman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4545

Abstract

Dalam jaringan distribusi 20 kV sering terjadi gangguang, salah satunya adalah gangguan arus hubung singkat. Perhitungan dilakukan terhadap gangguan satu fasa, dua fasa, dan tiga fasa pada titik 25%, 50%, dan 75% dari panjang saluran distribusi, serta gangguan pada trafo distribusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa koordinasi antara recloser dan FCO sudah berjalan dengan baik. Pada titik gangguan Pada titik gangguan 25% di 0,4 kms, memiliki gangguan 1 fasa 11.060,34 A dengan, 2 fasa 24.673,07 A, 3 fasa 52.486,36 A, dengan waktu trip recloser 0,1 milidetik, titik gangguan 50% di 0,8 kms, memiliki gangguan 1 fasa 5530,17 A, dengan. 2 fasa 12.336,53 A, 3 fasa 24.568,08 A, , dengan waktu trip recloser 0,03 milidetik, dan titik gangguan 75% di 1,2 kms, memiliki gangguan 1 fasa 3686,78 A dengan. 2 fasa 8224,35 A, 3 fasa 16.495,71 A, dengan waktu trip recloser 0,01 milidetik Pada gangguan trafo distribusi, hanya memiliki gangguan 1 fasa 0,4402 A, dengan nilai arus gangguan sebesar itu dan FCO rating 3 A, maka FCO bekerja lebih cepat, Penyetelan Arus Pickup dan TMS Memenuhi Standar SPLN Penyetelan arus pickup recloser dengan delay time 1,2 detik, 0,3 detik, dan 0,1 detik serta nilai TMS telah disesuaikan dengan standar SPLN 64-1:1992. Penyesuaian ini memastikan bahwa recloser tidak trip sebelum FCO saat terjadi gangguan downstream, sehingga koordinasi proteksi tetap terjaga.