Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGUATAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP SANTRI DI PONPES AL HIDAYAT LASEM PASCA PENETAPAN LASEM SEBAGAI KAMPUNG TOLERANSI Moh Sholihuddin
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2023): AT-TAZAKKI: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v7i1.14716

Abstract

Abstark Kota lasem sejak dahulu sudah terkenal sebagai kota multi etnis diama tidak hanya suku jawa namun etnis china dan arab sudah banyak menghuni kota tersebut. Kota lasem sendiri sudah dikenal sebagai kota yang penuh dengan toleransi agama dimana dikota tersbeut tidak hanya multi etnis namun juga banyak agama dan dapat hidup berdampingan dengan baik. kota lasem juga banyak terdapat pondok pesntren. Pondok pesantren yang ada menjadi penopang utama dalam mencetak santri yang berkepribadian washatiyah. Dimana melalui pendidikan pondok pesantren diharapkan dapat memberikan pemahaman islam yang moderat. dengan adanya kegiatan ini diharapkan yang pertama adalah pemahaman santri Ponpes Al Hidayat terhadap paham radikalisme dan pentingnya konsep islam moderat. Yang kedua, peran santri dalam mewujudkan kota Lasem sebagai kampung toleransi. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatakan deskriptif dengan beberapa tahapan. Tahap yang pertama adalah tahap persiapan dan observasi awal. Dan tahap kedua melakukan FGD dengan mengahdirkan dua pemateri utama dengan berfokus pada penguatan moderasi beragama dan pemahaman dan penguatan kebangsaan. Dan hasil dari kegiatan tersebut di peroleh  yang pertama. Pemahaman para santri terhadap moderasi beragama perlu untuk diberikan pembelajaran atau pemahaman yang terstruktur. Yang kedua, pemahamaman akan konsep moderasi beragama akan semakin tumbuh manakala para santri diajak langsung berinteraksi dengan lingkungan yang multi keyakinan dan suku. 
PENGUATAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP SANTRI DI PONPES AL HIDAYAT LASEM PASCA PENETAPAN LASEM SEBAGAI KAMPUNG TOLERANSI Moh Sholihuddin
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2023): AT-TAZAKKI: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v7i1.14716

Abstract

Abstark Kota lasem sejak dahulu sudah terkenal sebagai kota multi etnis diama tidak hanya suku jawa namun etnis china dan arab sudah banyak menghuni kota tersebut. Kota lasem sendiri sudah dikenal sebagai kota yang penuh dengan toleransi agama dimana dikota tersbeut tidak hanya multi etnis namun juga banyak agama dan dapat hidup berdampingan dengan baik. kota lasem juga banyak terdapat pondok pesntren. Pondok pesantren yang ada menjadi penopang utama dalam mencetak santri yang berkepribadian washatiyah. Dimana melalui pendidikan pondok pesantren diharapkan dapat memberikan pemahaman islam yang moderat. dengan adanya kegiatan ini diharapkan yang pertama adalah pemahaman santri Ponpes Al Hidayat terhadap paham radikalisme dan pentingnya konsep islam moderat. Yang kedua, peran santri dalam mewujudkan kota Lasem sebagai kampung toleransi. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatakan deskriptif dengan beberapa tahapan. Tahap yang pertama adalah tahap persiapan dan observasi awal. Dan tahap kedua melakukan FGD dengan mengahdirkan dua pemateri utama dengan berfokus pada penguatan moderasi beragama dan pemahaman dan penguatan kebangsaan. Dan hasil dari kegiatan tersebut di peroleh  yang pertama. Pemahaman para santri terhadap moderasi beragama perlu untuk diberikan pembelajaran atau pemahaman yang terstruktur. Yang kedua, pemahamaman akan konsep moderasi beragama akan semakin tumbuh manakala para santri diajak langsung berinteraksi dengan lingkungan yang multi keyakinan dan suku. 
INTERNALIZATION OF PRINCIPAL CURRICULUM MANAGEMENT IN PRIMARY SCHOOL AND MADRASAH IBTIDAIYAH Moh Sholihuddin
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 2 No 3 (2020)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.333 KB) | DOI: 10.47006/ijierm.v2i3.118

Abstract

Abstract: Curriculum is a system of learning programs to achieve institutional goals in educational institutions. The purpose of this research is to find out the role of the principal in managing the educational curriculum effectively in the institution. In this study using a literature study method that relies on bibliographic sources from articles in recent journals and books related to the main content of the problem 1) The role of the principal in developing the curriculum include: a) Principal as an educator (Educator), b) Principal as Manager, c) Principal as Administrator, d) Principal as Supervisor, e) Principal as Leader (Leader), f) Principal as Innovator, g) Principal as Motivator. 2) The duties and responsibilities of the principal can be classified into two fields, namely: a) the duties of the principal in the field of administration, including: teaching management, staffing management, discipleship management, building and yard management, financial management, and management of school and community relations. b) the duties of the principal in the field of supervision. Supervision is basically a service provided by the principal to help teachers and employees to become more capable / skilled in carrying out their duties in accordance with the demands of the times
Bullying Di Sekolah: Upaya Pencegahannya Melalui Pendidikan Karakter KH. Ahmad Dahlan M Shufiadin; Akfi Yusria Rizqi; Moh Sholihuddin
Getpress Management Journals Vol 3 No 4 (2025): As-Salam: Journal Islamic Social Sciences and Humanities
Publisher : Yayasan Salam Cerdas Al-Fattah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the relevance of K.H. Ahmad Dahlan’s educational thought in developing character education as a strategy to prevent bullying in schools, both in direct physical interactions and within digital spaces that increasingly serve as arenas for symbolic violence. Employing a literature review with descriptive analysis, this research investigates primary sources on Dahlan’s ideas alongside contemporary studies on bullying phenomena, students’ psychosocial dynamics, and character-based pedagogical approaches. The findings indicate that Dahlan’s educational philosophy offers a comprehensive framework: the integration of religious knowledge and modern science strengthens students’ holistic worldview; moral cultivation serves as an ethical foundation that fosters moral sensitivity; teacher exemplarity plays a central role in shaping a humanistic school climate; and well-designed social engagement activities nurture empathy while reducing tendencies to demean others. Moreover, Dahlan’s emphasis on ethical media literacy becomes increasingly relevant in the digital era, where cyberbullying represents a form of violence that is difficult to detect yet has profound psychological impacts on students. Overall, this study affirms that the corpus of K.H. Ahmad Dahlan’s educational thought provides not only normative principles but also practical guidance that can be operationalized as a comprehensive preventive strategy to reduce bullying and to cultivate students’ character, empathy, and capacity to build dignified social relationships.
Applied Islamic Values in the Practice of Religious Moderation For Students of Islamic Boarding School Students in Lasem District Moh Sholihuddin; Nafiul Lubab; Jajang Abdul Hamid
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v8i1.654

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang praktik moderasi beragama yang dilakukan santri Pondok Pesantren di Kecamatan Lasem, kemudian menggali bagaimana penerapan nilai-nilai Islam terapan dalam praktik moderasi beragama tersebut serta faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat penerapan nilai-nilai Islam terapan dalam praktik moderasi beragama. Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, setting penelitian di pondok pesantren Kecamatan Lasem, dengan subjek penelitian santri, kyai, dan tokoh masyarakat Tionghoa dan objek penelitian adalah praktik moderasi beragama santri dan nilai-nilai Islam Terapan. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah praktik moderasi beragama santri dan analisis nilai Islam terapan adalah: (a) komitmen kebangsaan berupa praktik upacara bendera 17 Agustus sesuai nilai hubbul wathan (cinta tanah air), ruhul wathaniyyah (semangat patriotisme), ukhuwah (persatuan), (b) toleransi berupa kegiatan buka bersama bernilai Islam silaturrahmi, tasamuh (toleransi), hishshotussa’adah (berbagi kebahagian), ruhul amal al-jamaiy (semangat kebersamaan), quwwatul insijam (kekuatan kerukunan). (c) anti-kekerasan berupa kegiatan tegur sapa selaras dengan nilai nilai al-mahabbah (kasih sayang), as-salam wal amnu (kedamaian dan keamanan). (d) Akseptabilitas terhadap budaya lokal berupa praktik ro’an dan haul pesantren. Ro’an bernilai ta’awun (kerjasama), an-nadhafah (kebersihan) dan haul pesantren sesuai nilai ta’awun (kerjasama), al-mas’uliyah al-musytarikah (tanggungjawab bersama). Adapun daya dukung praktik moderasi beragama santri adalah pesantren di Lasem lebih inklusif dan ada waktu tertentu santri berinteraksi dengan masyarakat. Sedangkan daya hambatannya adalah masifnya pemberitaan di media sosial tentang radikalisme, adanya santri yang tidak menerima tradisi masyarakat, dan faktor keragaman pemahaman santri. Kata Kunci: Nilai-Nilai Islam Terapan, Praktik Moderasi Beragama, Santri. Abstract This study discusses the practice of religious moderation carried out by students of Islamic boarding schools in Lasem District, then explores how the application of applied Islamic values in the practice of religious moderation is carried out, as well as the factors that support and hinder the application of applied Islamic values in the practice of religious moderation. The researcher uses a descriptive qualitative research type, with the research setting in the Lasem District Islamic boarding schools, the research subjects being the students, clerics, and Chinese community leaders, and the research object being the religious moderation practices of the students and applied Islamic values. Data collection methods include interviews, observations, and documentation. Data analysis uses data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study are the students' religious moderation practices and the analysis of applied Islamic values are: (a) National commitment in the form of flag ceremony practice on August 17 in accordance with the values of hubbul wathan (love of homeland), ruhul wathaniyyah (patriotic spirit), ukhuwah (unity). (b) Tolerance in the form of breaking the fast together activities that reflect Islamic values of silaturrahmi (friendship), tasamuh (tolerance), hishshotussa’adah (sharing happiness), ruhul amal al-jamaiy (spirit of togetherness), quwwatul insijam (strength of harmony). (c) Anti-violence in the form of greeting activities in line with the values of al-mahabbah (love), as-salam wal amnu (peace and security). (d) Acceptability of local culture in the form of ro’an and pesantren haul practices. Ro’an embodies the values of ta’awun (cooperation), an-nadhafah (cleanliness), and the pesantren haul aligns with the values of ta’awun (cooperation) and al-mas’uliyah al-musytarikah (shared responsibility). The supporting factor of santri religious moderation practices is that pesantrens in Lasem are more inclusive and there are specific times when santri can interact with the community. Meanwhile, the inhibiting factors are the widespread reporting on social media about radicalism, santri who do not accept community traditions, and the diversity of santri understanding. Keywords: Applied Islamic Values, Religious Moderation Practices, Santri.