Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Optimalisasi Self-efficacy dan Kemampuan Mahasiswa Keperawatan dalam Melaksanakan Bantuan Hidup Dasar melalui Refreshing Algoritma Cardio Pulmonary Resuscitation Rycco Darmareja; Triana Dewi Safariah; Iqbal Taufik Ismail
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8422

Abstract

ABSTRAK Kasus henti jantung tiba-tiba dinilai sebagai satu masalah kesehatan utama dengan prosentase 50% dari penyebab kematian akibat gangguan kardiovaskuler. Penanganan kegawatdaruratan perlu dilaksanakan dengan cepat, tepat, cermat dan akurat melalui bantuan hidup dasar. Kesiapan dan kepercayaan diri (Self-efficacy) berdampak pada kemampuan penolong untuk melaksanakan tindakan, yang berbanding lurus pada kesempatan pasien untuk dapat bertahan hidup. Pemberian pelatihan bantuan hidup dasar secara berkala dinilai sebagai salah satu strategi meningkatkan perfoma individu dalam melaksanakan pertolongan. Tujuan umum kegiatan ini adalah mengoptimalkan self-efficacy mahasiswa keperawatan dalam melaksanakan bantuan hidup dasar melalui kegiatan refreshing algoritma CPR. Program berhasil dilaksanakan pada 50 orang mahasiswa program studi diploma III keperawatan melalui metode hybrid dengan pendekatan perception participant have, problem based learning, demonstration dan re-demonstration. Hasil kegiatan diperoleh bahwa terdapat peningkatan kemampuan partisipan dalam mempraktikan algoritma bantuan hidup dasar terupdate dengan baik, yang secara nyata juga berespon positif pada self-efficacy/ kepercayaan dirinya. Sehingga demikian, kegiatan refreshing algoritma CPR dapat dinilai sebagai langkah optimalisasi self-efficacy individu dalam melaksanakan bantuan hidup dasar. Diharapkan dengan kegiatan ini, mahasiswa senantiasa terus melakukan peningkatan wawasan dan kapasitas diri untuk melaksanakan tindakan bantuan hidup dasar secara nyata dengan rasio keberhasilan tindakan yang tinggi. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Mahasiswa Keperawatan, Resusitasi Jantung Paru, Self-efficacy.  ABSTRACT Cases of sudden cardiac arrest are considered one of the main health problems with a percentage of 50% of the causes of death due to cardiovascular disorders. Emergency treatment needs to be carried out quickly, precisely, carefully, and accurately through basic life support. Readiness and self-efficacy have an impact on the individual’s ability to carry out the action, which is directly proportional to the patient’s chance of survival. Providing basic life support training regularly is considered one of the strategies to improve individual performance in carrying out assistance. The purpose of this event is to optimize the self-efficacy of nursing students in carrying out basic life support through refreshing algorithms. The program was successfully implemented for 50 students of the diploma III study program in nursing through the hybrid learning method with the perception participant have approach, problem-based learning, demonstration, and re-demonstration. The results showed that there was an increase in the participant’s ability to practice well-updated basic life support algorithms, which also had a positive response to self-efficacy.  Thus, the CPR algorithm refreshing activity can be assessed as a step in optimizing individual self-efficacy in carrying out basic life support. It is hoped that with this event, students will continue to improve their knowledge and capacity to carry out basic life support actions in real terms with a high success ratio.  Keywords: Basic Life Support, Student of Nursing, Cardio Pulmonary Resuscitation, Self-efficacy.
Edukasi Kesehatan Daring: Bersama Cegah Depresi dan Deteksi Dini Depresi Dengan Beck Depression Inventory Pada Mahasiswa Asep Edyana; Endah Sarwendah; Tantan Hadiansyah; Triana Dewi Safariah; Meidy Michelle Fitria Wawondatu; Nawal
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i2.3559

Abstract

Usia mahasiswa termasuk dalam fase emerging adulthood yang berpotensi tinggi untuk mengalami ketidakstabilan psikologis akibat banyaknya perubahan di masa transisi. Tahun-tahun kuliah merupakan periode usia puncak timbulnya depresi, khususnya pada episode pertama. Dampak depresi bisa bertahan lama atau berulang dan bisa sangat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi dan menjalani kehidupan yang bermanfaat. Depresi merupakan salah satu faktor tertinggi terhadap ide bunuh diri dan kejadian bunuh diri pada mahasiswa. Gangguan depresi pada mahasiswa berbeda dengan populasi umum karena gangguan depresi ini mungkin lebih sering muncul pertama kali, sedangkan pada orang dewasa pada kelompok usia yang lebih tua, gangguan depresi berulang lebih sering terjadi. Pengkajian depresi pada mahasiswa secara sensitif dan upaya mengurangi depresi dapat mengurangi risiko bunuh diri. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan pengkajian awal (deteksi dini) pada mahasiswa terkait Depresi dan melakukan pendidikan kesehatan jiwa terkait mengenal depresi, pencegahan depresi dan bagaimana mencari bantuan. Metode pelaksanaan akan dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting. Edukasi daring akan diawali oleh pre test dan post test untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi daring. Setelah itu, peserta akan diberikan link google form Beck Depression Inventory-II untuk deteksi dini terkait depresi. Hal ini diharapkan mampu mencegah munculnya depresi yang menjadi faktor resiko dari bunuh diri. Selain itu, peserta dapat mengetahui kondisi kesehatan jiwa mereka dan segera mencari bantuan jika diperlukan.
Edukasi Kesehatan Daring: Bersama Cegah Depresi dan Deteksi Dini Depresi Dengan Beck Depression Inventory Pada Mahasiswa Edyana, Asep; Endah Sarwendah; Tantan Hadiansyah; Triana Dewi Safariah; Meidy Michelle Fitria Wawondatu; Nawal
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i2.3710

Abstract

Usia mahasiswa termasuk dalam fase emerging adulthood yang berpotensi tinggi untuk mengalami ketidakstabilan psikologis akibat banyaknya perubahan di masa transisi. Tahun-tahun kuliah merupakan periode usia puncak timbulnya depresi, khususnya pada episode pertama. Dampak depresi bisa bertahan lama atau berulang dan bisa sangat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi dan menjalani kehidupan yang bermanfaat. Depresi merupakan salah satu faktor tertinggi terhadap ide bunuh diri dan kejadian bunuh diri pada mahasiswa. Gangguan depresi pada mahasiswa berbeda dengan populasi umum karena gangguan depresi ini mungkin lebih sering muncul pertama kali, sedangkan pada orang dewasa pada kelompok usia yang lebih tua, gangguan depresi berulang lebih sering terjadi. Pengkajian depresi pada mahasiswa secara sensitif dan upaya mengurangi depresi dapat mengurangi risiko bunuh diri. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan pengkajian awal (deteksi dini) pada mahasiswa terkait Depresi dan melakukan pendidikan kesehatan jiwa terkait mengenal depresi, pencegahan depresi dan bagaimana mencari bantuan. Metode pelaksanaan akan dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting. Edukasi daring akan diawali oleh pre test dan post test untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi daring. Setelah itu, peserta akan diberikan link google form Beck Depression Inventory-II untuk deteksi dini terkait depresi. Hal ini diharapkan mampu mencegah munculnya depresi yang menjadi faktor resiko dari bunuh diri. Selain itu, peserta dapat mengetahui kondisi kesehatan jiwa mereka dan segera mencari bantuan jika diperlukan.
PENERAPAN TERAPI BERMAIN PLASTISIN PADA AN. R (6 TAHUN) DENGAN DENGUE HAEMORAGIC FEVER AKIBAT HOSPITALISASI TERHADAP KECEMASAN SEDANG DI RUANG MELATI RS TK. II DUSTIRA CIMAHI Nawal; Dewi Safariah, Triana
Jurnal Kesehatan An-Nuur Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan An-Nuur
Publisher : Yayasan Putra Sukamanah Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71023/jukes.v1i2.11

Abstract

Dengue Haemoragic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus transmitted through the bite of the Aedes aegepty mosquito. Dengue Haemoragic Fever can cause complications namely dengue shock syndrome and cause death especially in children. Preschoolers with DHF often experience anxiety due to hospitalization, one of the treatments is play therapy, then an intervention is prescribed plasticine play therapy. Plasticine play therapy is playing night candles that are soft and easy to shape as desired with a variety of colors of choice and can play on the bed and can reduce anxiety. The purpose of this case study was to identify the level of anxiety before and after plasticine play therapy in preschool children (3-6 years) with dengue haemoragic fever due to hospitalization of moderate anxiety. Plasticine focuses on reducing anxiety in children and helps increase children's creativity. The method used is an analytical descriptive method in the form of a case study with a nursing process approach. The results of this study showed that children experienced anxiety, tension and fear, nursing actions were carried out so that the nursing problem raised was anxiety. Plasticine play therapy was carried out on one child using the Facial Anxiety Scale (FAS) instrument with 3 days of plasticine play therapy from April 30-May 2, 2024 in a day 1 meeting for 10-15 minutes with the results of anxiety resolved on a scale of 2 (no anxiety). This study obtained data that there was a decrease in anxiety levels in An. R age 6 years from a score of 4 (moderate anxiety) to a score of 2 (no anxiety). Plasticine play therapy in preschoolers (3-6 years) due to hospitalization of anxiety can help in reducing anxiety.
LATIHAN MENELAN PADA PASIEN STROKE DENGAN GANGGUAN MENELAN DI RUANG KENANGA RUMAH SAKIT TK II DUSTIRA CIMAHI Dewi Safariah, Triana; Kusmawati, Dessi; Nur Salwa, Dita
Jurnal Kesehatan An-Nuur Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan An-Nuur
Publisher : Yayasan Putra Sukamanah Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71023/jukes.v2i1.18

Abstract

The prevalence of stroke at Dustira Hospital is 124 people. Stroke is a sudden neurological function deficit caused by a disturbance in cerebral blood circulation. One of its signs and symptoms is swallowing disorder. If swallowing exercises are not performed, complications such as aspiration pneumonia may occur. Swallowing exercises are a type of therapy designed to improve swallowing ability by focusing on strengthening muscles and enhancing the coordination of nerves and muscles involved in the swallowing process. This case study uses a descriptive method to illustrate nursing care for stroke patients experiencing swallowing disorders. The instruments used include the standard operating procedure for swallowing exercises and an observation sheet before and after the exercises. The assessment results showed that the patient had difficulty moving the tongue to the right, left, and upward, impaired swallowing reflexes, slurred speech, and frequent choking while eating or drinking, leading to the nursing diagnosis of swallowing disorder. Swallowing exercises were conducted three times a day for seven days, with each session lasting 30 minutes. The evaluation of this case showed that the swallowing disorder initially had a swallowing reflex score of 3 (moderate), which improved to 4 (fair improvement) after the intervention. It is concluded that swallowing exercises can improve the swallowing reflex in stroke patients with swallowing disorders. It is hoped that these exercises can be applied by hospitals, patients, and families independently.
Perilaku Masyarakat Terhadap Kesiapsiagaan Bencana Dadang Darmawan; Guling Setiawan; Triana Dewi Safariah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.30406

Abstract

Upaya kesiapsiagaan bencana merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk menghadapi bencana dan menanggulangi risiko bencana, ditambah lagi bencana sering terjadi tanpa peringatan, tak hanya itu dalam menghadapi ancaman bencana, kesiapsiagaan menjadi kunci penting untuk keselamatan. Kesiapsiagaan ini dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna.Salah satu yang dapat mempengaruhi kesiapsiagaan bencana adalah dengan adanya pengetahuan dan pengalaman bencana di masa lalu baik yang dialami secara langsung maupun secara tidak langsung. Pengalaman bencana yang pernah di alami pada masyarakat sebelumnya akan menjadi suatu pembelajaran agar masyarakat siap siaga dalam menghadapi bencana dimasa yang akan datang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pengalaman tentang kesiapsiagaan masyarakat di RW 7 hujung kidul Kelurahan Utama kecamatan Cimahi Selatan Tahun 2024. Metode penelitian: ini merupakan desain kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 93 responden dengan teknik Cluster Random Sampling. Analisa yang digunakan menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian berdasarkan uji chi-square didapatkan hasil penelitian untuk hubungan pengetahuan dengan pengalaman dengan nilai p value = 0,001 (p<a) maka dapat disimpulkan ada hubungan pengetahuan dengan pengalaman masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana. Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan pada masyarakat yang bekerja didaerah yang berdampak terhadap bencana gempa dapat menambah wawasan pengetahuan bagaimana upaya penanganan bencana dengan mengikuti seperti pelatihan mitigasi bencana gempa bumi.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Tentang Kesiapsiagaan Bencana Pada Kader Desa Mekarsari Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung Dadang Darmawan; Guling Setiawan; Triana Dewi Safariah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50658

Abstract

Bencana alam merupakan suatu peristiwa kerusakan lingkungan yang melebihi kapasitas masyarakat untuk menghadapinya, sehingga dapat menimbulkan ancaman terhadap keselamatan jiwa serta kerugian pada kesejahteraan fisik, mental dan sosial (Braitberg, 2022; Stralen dkk., 2021). Suatu peristiwa dikatakan sebagai bencana ketika suatu ancaman atau bahaya menimbulkan kerentanan pada individu maupun komunitas. Bahaya yang ditimbulkan bencana tergantung dari karakteristik bencana tersebut, tingkat kerentanan populasi, serta kemampuan penanggulangan terhadap bencana (Braitberg, 2022). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap kader di Desa Mekarsari Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode penelitian cross sectional. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Mekarsari Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung yang dilaksanakan pada 42 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan total responden sebanya 42 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang di bagikan secara online, terdapat dua kuesioner yaitu kuesioner mengenai pengetahuan dan sikap tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi. Kuesioner pengetahuan berjumlah 30 butir pertanyaan dengan skala guttman, kuesioner sikap berisi 10 pernyataan dengan skala likert 1-5. Analisis data menggunakan uji univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan dan sikap kader dan uji bivariat untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada rentang usia 19-44 tahun sebanyak 31 responden (73,8%), sedang lainnya berada pada rentang usia 45-59 tahun sebanyak 11 responden (26,2%), didapatkan juga hasil bahwa pengetahuan kader di Desa Mekarwangi berada pada rentang baik dan cukup. Pada kategori baik terdapat 22 responden (52,4%), dan kategori cukup sebanyak 20 responden (47,6%) dan sebanyak 21 responden (50%) menunjukkan sikap positif dan 21 responden (50%). Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan kader dengan sikap kesiapsiagaan bencana, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,618 menandakan adanya hubungan yang kuat dan bersifat positif. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat pengetahuan kader, semakin positif juga sikap kader terhadap kesiapsiagaan bencana gempa bumi. Penelitian ini menunjukkan bahwa kader memiliki peranan penting dalam membangun kesiapsiagaan bencana di tingkat masyarakat
PENERAPAN TEKNIK POSTURAL DRAINAGE DAN BATUK EFEKTIF PADA PASIEN PPOK DENGAN MASALAH BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG KENANGA RUMAH SAKIT TK II DUSTIRA CIMAHI Dewi Safariah, Triana; Yunianti, Yuli; Fakhrurozi
Jurnal Kesehatan An-Nuur Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan An-Nuur
Publisher : Yayasan Putra Sukamanah Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71023/jukes.v3i1.47

Abstract

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a progressive lung disease characterized by persistent airflow limitation and chronic respiratory symptoms such as dyspnea and excessive sputum production. Ineffective airway clearance is one of the most common nursing problems in COPD patients due to mucus retention. Postural drainage and effective coughing techniques are non- pharmacological interventions aimed at facilitating sputum removal and improving ventilation. This descriptive case study aimed to describe nursing care through the implementation of postural drainage and effective coughing techniques in a COPD patient with ineffective airway clearance at Kenanga Ward, TK II Dustira Hospital Cimahi. The intervention was carried out twice daily for three consecutive days, with a duration of 20 minutes per session. The evaluation results showed improvement in airway clearance, characterized by decreased adventitious breath sounds (rhonchi and wheezing), reduced respiratory rate, and easier sputum expectoration. It can be concluded that postural drainage and effective coughing techniques can improve airway clearance in COPD patients. These interventions are expected to be applied independently by nurses and families to prevent respiratory complications.