Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS BENTUK DAN TEKSTUAL MUSIK KRINOK PADA MASYARAKAT DESA RANTAU PANDAN KABUPATEN BUNGO Andri Reza Pahlawan; Mahdi Bahar; Ofa Yutri Kumala
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 1 No. 2 (2022): Prabung Seni | Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan (Desember 2022)
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.651 KB)

Abstract

Krinok merupakan kesenian tradisi tutur yang dinyanyikan menggunakan alat-alat musik tradisional yaitu piul, gendang melayu, kelintang kayu, dan gong. Adapun teks pada nyanyian tersebut berisi pesan nasehat, keluh kesah, dan ajaran kehidupan yang dinyanyikan secara spontan oleh pelantun Krinok. Pada penampilannya, musik Krinok dipadukan dengan sebuah tarian yang disebut tari Tauh. Musik Krinok dan tari Tauh menjadi satu-kesatuan dan menjadi identitas masyarakat Rantau Pandan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan bidang keilmuan musik, diantaranya menyangkut struktur musik dan tekstual yang ada pada Musik Krinok.
FROM EFFICIENCY TO EMPATHY: RECONSTRUCTING TECHNOLOGY MANAGEMENT THROUGH A HUMANITIES APPROACH IN THE DIGITAL WORK ENVIRONMENT Alfi Syukri; Darmansyah; Silvana Nurdiani; Arief Irvan; Shinta Oktavia; Ofa Yutri Kumala; Basyarul Aziz
Journal Informatic, Education and Management (JIEM) Vol 8 No 2 (2026): AUGUST
Publisher : STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jiem.v8i2.328

Abstract

This study examines the paradox of digital workplace transformation where efficiency-driven technologies often dehumanize workers. Using qualitative library research and content analysis, the study identifies a humanitarian crisis in automation marked by algorithmic pressure, cognitive alienation, and weak legal protection for digital workers. The findings emphasize the need to rehumanize virtual workspaces by integrating ethics, aesthetics, and algorithmic justice through digital empathy and human-centered design. The research proposes an empathetic technology management model that prioritizes human well-being alongside productivity, promotes empathy-based leadership, and strengthens humanistic digital literacy. The study concludes that shifting from efficiency to empathy requires structural, managerial, and regulatory changes, supported by technology audits, HR policy reform, leadership training, and multi-stakeholder collaboration to create a fair and humane digital work environment