Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Edutech

MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MAHASISWA MELALUI MEDIA SOSIAL Hanoum, R Nadia
EDUTECH Vol 13, No 3 (2014): DINAMIKA PENDIDIKAN DAN LAYANAN PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i3.3093

Abstract

Abstract. Social media allow their users to share, collaborate, and making network more flexibly without having to be in the same place and time. The use of social media in learning gives students more opportunities to interact and exchange information with each other through various activities like discussion, peer correction, and peer evaluation. Viewing from social learning and social constructivism theories, using social media in learning will affect students’ behavior and learning outcomes. The learning outcomes explored in this paper is the cognitive domain of analyze, evaluate, and create aspects. These three aspects are considered as higher order thinking skills which should be mastered by college students as it is at university level that quality human resources are expected to be generated.Keywords: higher order thinking skills, social media, social learning theoryAbstrak. Media sosial memungkinkan para penggunanya untuk berbagi, berkolaborasi, dan berjejaring secara lebih fleksibel tanpa harus berada pada tempat dan waktu yang sama. Penggunaan media sosial dalam pembelajaran memberikan kesempatan yang lebih banyak kepada peserta didik untuk berinteraksi dan bertukar informasi dengan peserta didik lainnya melalui berbagai kegiatan seperti diskusi, mengoreksi informasi yang diberikan oleh teman atau kelompok lain atau memberikan penilaian terhadap kinerja atau penampilan teman sekelas. Jika dilihat dari teori belajar sosial dan teori konstruktivisme sosial, maka penggunaan media sosial dalam pembelajaran akan berdampak pada perilaku dan hasil belajar peserta didik. Hasil belajar yang dieksplor dalam artikel ini adalah domain kognitif aspek menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Ketiga aspek ini merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang harus dapat dikuasai oleh mahasiswa mengingat pada level pendidikan tinggi lah diharapkan akan dihasilkan SDM yang berkualitas.Kata Kunci: keterampilan berpikir tingkat tinggi, media sosial, teori belajar sosial
PENGGUNAAN E-MODUL UNTUK MENINGKATKAN SELF-REGULATED LEARNING DAN KEMAMPUAN ASPEK READING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Ellina Rienovita; R Nadia Hanoum
EDUTECH Vol 22, No 2 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v22i2.62714

Abstract

Education is an important aspect that needs to be improved to face the increasingly complex and challenging developments of the 21st century. The goal of Indonesia's national education in the 21st century is to develop high-quality human resources. One of the qualities that humans must possess is the ability of self-regulated learning. This ability can be developed through education, one of which is through English language learning, especially reading skills. To improve reading and self-regulated learning abilities, this research used e-module as a learning medium. The e-module was developed by the researcher while paying attention to the aspects of reading and self-regulated learning. This quasi-experimental study aimed to determine whether the use of e-module can improve reading and self-regulated learning abilities. The study population consisted of 339 students, while the sample was 68 students from experimental and control classes at SMPN 29 Bandung. Data collection was carried out using a multiple-choice test instrument with 22 items to analyze the reading aspect, and a questionnaire with 30 items to collect data on the self-regulated learning aspect. The results showed a significant improvement in reading and self-regulated learning abilities after using the e-module. Based on the results of this research, it can be concluded that the use of e-module can significantly improve reading and self-regulated learning abilities. Therefore, e-module can be an alternative learning medium that can be utilized by teachers or schools to improve reading and self-regulated learning abilities of students. A recommendation for future research is to expand the sample size and conduct research using different methods to ensure the effectiveness of the e-module as a learning medium.Pendidikan merupakan hal penting yang perlu ditingkatkan untuk menghadapi perkembangan abad 21 yang semakin kompleks dan menantang. Tujuan pendidikan nasional abad 21 Indonesia adalah untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu kualitas manusia yang harus dimiliki adalah kemampuan self-regulated learning. Kemampuan tersebut dapat dikembangkan melalui pendidikan, salah satunya adalah melalui pembelajaran bahasa Inggris, khususnya kemampuan reading. Untuk meningkatkan kemampuan reading dan self-regulated learning, penelitian ini menggunakan media pembelajaran e-modul. E-modul dikembangkan oleh peneliti sendiri dengan memperhatikan aspek reading dan self-regulated learning. Penelitian ini dilakukan melalui quasi eksperimen dengan tujuan untuk mengetahui apakah penggunaan e-modul dapat meningkatkan kemampuan reading dan self-regulated learning. Populasi penelitian ini terdiri dari 339, sedangkan sampelnya 68 siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol di SMPN 29 Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes berupa pilihan ganda dengan 22 butir soal untuk menganalisis aspek reading dan angket dengan 30 butir penyataan untuk mengumpulkan data tentang aspek self-regulated learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada kemampuan reading dan self-regulated learning setelah menggunakan e-modul. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-modul dapat meningkatkan kemampuan reading dan self-regulated learning secara signifikan. Oleh karena itu, e-modul dapat dijadikan alternatif media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh guru atau sekolah untuk meningkatkan kemampuan reading dan self-regulated learning bagi siswa. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah memperluas jumlah sampel dan melakukan penelitian dengan metode yang berbeda untuk memastikan efektivitas dari e-modul sebagai media pembelajaran.