Dadang Sukirman
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Trends of education and training teacher competency in information and communication technology Piksa Dewi Ekantiningsih; Dadang Sukirman
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol 10, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v10i1.52630

Abstract

Era industri 4.0 adalah masa dimana semua bidang pekerjaan melibatkan teknologi. Perubahan teknologi secara besar-besaran terjadi di era industri 4.0, tidak terkecuali dunia pendidikan. Dunia pendidikan harus mampu mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing di era industri 4.0. Pengembangan SDM khususnya pendidik adalah salah satu hal yang harus diperhatikan dalam era industri 4.0 dan pendidikan 4.0. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan kajian kepustakaan (library research) yang berusaha menggambarkan pentingnya pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi untuk meningkatkan kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di era industri 4.0. Pada penelitian ini penulis menggunakan beragam sumber tertulis seperti artikel, buku dan dokumen-dokumen yang relevan dengan kajian dalam penelitian ini. Studi ini mefokuskan pada implementasi pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi untuk meningkatkan kompetensi TIK guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi cukup efektif untuk meningkatkan kompetensi TIK pada guru dalam menghadapi era industri 4.0. 
The Use of Mobile Phones in Improving the Character of Children's Curiosity Effy Mulyasari; Mohammad Ali; Dadang Sukirman
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i2.78126

Abstract

Handphone menjadi perangkat elektronik yang digunakan oleh setiap orang sebagai alat komunikasi dan media yang mempengaruhi karakter anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan handphone dalam mengembangkan karakter rasa ingin tahu anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Bandung. Subjek penelitian ini yaitu orang tua yang memiliki anak usia sepuluh tahun. Metode yang digunakan antara lain studi Pustaka dan wawancara mendalam. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan handphone yang difasilitasi oleh orang tua dengan baik dapat mengembangkan karakter rasa ingin tahu anak. Anak dapat menggunakannya untuk bermain game, membeli sesuatu pada platform online yang tersedia di handphone, berkomunikasi dengan orang lain, terutama teman dan keluarga, senang mengembangkan program untuk menjual sesuatu, serta membuat toko online untuk menjual barang bekas. Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat kendala terutama dalam pengawasan jam menggunakan handphone. Oleh sebab itu, disarankan kepada orang tua untuk mengarahkan anak dalam penggunaan handphone secara tepat terutama dalam mengembangkan karakter rasa ingin tahu anak.
URGENSI PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM LAYANAN INFORMASI PUBLIK PADA MASA PANDEMI Dadang Sukirman; Hana Silvana
EDUTECH Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v22i1.53596

Abstract

The Covid 19 pandemic began to occur in early 2020 in Indonesia. This incident was the beginning of the imposition of activity restrictions and direct interaction to maintain distance and reduce activities outside the house. This led to adjustments so that activities could run as they should. Services provided face-to-face are subject to restrictions. One of the solutions to overcome this problem is online services based on information technology. One of them is to develop services by utilizing internet-based technology. The Integrated Service Unit at UPI is an institution that has duties and functions in service to users, both the academic community and the general public. In carrying out its duties, ULT UPI needs to develop and innovate so that it can satisfy users. In carrying out its main task, it needs to be supported by facilities or instruments that assist in the effort to provide excellent service to stakeholders. The purpose of this research is to determine the extent to which ULT services can provide excellent service for users by developing using information technology. The population of this study was 7000 users and using the Yamane formula obtained 380 respondents. The results showed that the description of the information services needed by the public through ULT services in a summary graph of the distribution of information services needed by the public through ULT services with a response value of Very Satisfied in the good category, Satisfied was in the very good category, the rest were in the moderate category. The results showed that the ULT service gave the highest user satisfaction in the satisfied category. Thus, ULT services have provided services that provide satisfaction to users in the good category. While the dissatisfaction response for ULT services is the lowest value.Pandemi Covid 19 mulai terjadi pada awal tahun 2020 di Indonesia. Peristiwa ini menjadi awal diberlakukannya pembatasan aktivitas dan interaksi langsung menjadi menjaga jarak dan mengurangi aktivitas keluar rumah. Hal ini menyebabkan penyesuaian agar aktivitas dapat berjalan sebagai mana mestinya. Pelayanan yang dilakukan melalui tatap muka dilakukan pembatasan. Salah satu solusi yang dilakukan dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah pelayanan online berbasis teknologi informasi. Salah satunya adalah dengan melakukan pengembangan layanan dengan memanfaatkan teknologi berbasis internet. Unit Layanan Terpadu di UPI merupakan lembaga yang mempunyai tugas dan fungsi dalam pelayanan kepada pengguna baik civitas akademika maupun masyarakat umum. Dalam melaksanakan tugas utamanya, perlu didukung dengan fasilitas atau instrumen yang membantu dalam upaya memberikan pelayanan prima kepada stakeholder. Tujuan Penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui sejauhmana layanan ULT dapat memberikan layanan prima bagi pengguna dengan pengembangan menggunakan teknologi informasi. Populasi penelitian ini sebanyak 7000 pengguna, dengan menggunakan rumus Yamane diperoleh 380 orang responden. Hasil penelitian diperoleh hasil bahwa didapatkan gambaran layanan Informasi yang dibutuhkan publik melalui layanan ULT dalam grafik ringkasan sebaran layanan Informasi yang dibutuhkan publik melalui layanan ULT dengan nilai respon Sangat Puas dalam kategori baik, Puas berada pada kategori sangat baik, sisanya adalah kategori cukup. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa layanan ULT memberikan kepuasan pada pengguna tertinggi terdapat pada kategori puas. Dengan demikian layanan ULT telah memberikan layanan yang memberikan kepuasan pada pengguna/user pada kategori baik. Sedangkan respon ketidakpuasan untuk layanan ULT berada dengan nilai terendah.
Student perceptions of the socialization and implementation Merdeka Belajar Kampus Merdeka program Tridelvy Sensony; Dadang Sukirman; Ahmad Fajar Fadlillah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 3 No. 2 (2024): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v3i2.74952

Abstract

This study analyzes the perceptions of students of the Universitas Pendidikan Indonesia about the implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka Program Policy, including their interests and expectations related to learning activities. The background of this study focuses on the importance of socialization programs in improving student understanding and participation. The method used in this research is a quantitative approach with a descriptive design involving 40 respondents who are active students and have finished the program for at least one semester. Data were collected using a closed questionnaire with 30 statements with a Likert scale and then analyzed using descriptive analysis. The findings revealed that students' perceptions of program socialization and independent study implementation were rated to be in the category of "positive". This means that most of the respondents agreed that through socialization they became informed about the existence of the program and joined the same. Additionally, interests in learning were categorized as "very positive". These findings emphasize the importance of effective socialization in educational programs and can be a reference for developing better MBKM programs in the future. It is expected that this research will contribute to an increase in the quality of education in Indonesia.   Abstrak Penelitian ini menganalisis persepsi mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia tentang implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, termasuk minat dan harapan mereka terkait dengan kegiatan pembelajaran. Latar belakang penelitian ini berfokus pada pentingnya program sosialisasi dalam meningkatkan pemahaman dan partisipasi mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif yang melibatkan 40 responden yang merupakan mahasiswa aktif dan telah menyelesaikan program minimal satu semester. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dengan 30 pernyataan dengan skala likert kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap sosialisasi program dan implementasi studi mandiri dinilai dalam kategori "positif". Artinya sebagian besar responden setuju bahwa melalui sosialisasi mereka menjadi tahu tentang keberadaan program dan mengikutinya. Selain itu, minat belajar dikategorikan "sangat positif". Temuan ini menekankan tentang pentingnya sosialisasi yang efektif dalam program pendidikan dan dapat menjadi acuan untuk mengembangkan program MBKM yang lebih baik di masa mendatang. Diharapkan penelitian ini akan memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Kata Kunci: kampus merdeka; minat belajar; persepsi mahasiswa
Fungsi manajemen kurikulum pendidikan anak usia dini (PAUD) Sri Mariam; Dadang Sukirman
Inovasi Kurikulum Vol. 18 No. 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.36457

Abstract

Pendidikan PAUD ialah pembelajaran berupa bimbingan serta pengetahuan dasar sesuai dengan tingkatanพัฒ perkembangannya. Dalam proses pembelajarannya dibutuhkan fungsi manajemen kurikulum yang dilaksanakan secara khusus. PAUD yang mengelola anak didik dengan penuh perkembangan dan pertumbuhan yang mereka laluinya, dibutuhkan lembaga pendidikan yang memiliki manajemen kurikulum yang disusun dengan penuh pertimbangan serta memperhatikan masa tumbuh dan berkembang anak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji fungsi manajemen kurikulum yang dilaksanakan di TK. Penelitian ini berangkat dari suatu kasus dalam manajemen kurikulum yakni kurangnya kualifikasi pendidik yang profesional, ketersediaan sarana prasarana, kepala sekolah yang tidak kompeten dalam merumuskan kurikulum, dan lain sebagainya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Pengumpulan data berbentuk wawancara serta observasi dan literatur semacam buku, jurnal dari sumber terpercaya. Dalam perencanaan kurikulum, Kepala Sekolah dan tenaga kependidikan menyusun tujuan serta kegiatan yang akan dilaksanakan. Muatan pembelajaran meliputi nilai agama dan moral, kalimat pujian, sifat Tuhan dan ciptaan-ciptaan-Nya, membiasakan pengenalan benda-benda baru, lingkungan baru dan pembiasaan bertanya, pengenalan anggota tubuh, kebersihan dan makanan bergizi, menyapa guru, berani mengemukakan pendapat. Kegiatan pembelajaran berupa pembelajaran di kelas dan lingkungan. Pengawasan dan evaluasi dilakukan pada proses melaksanakan kurikulum baik ranah sekolah maupun tingkat kelas, sarana prasarana, dan evaluasi hasil belajar peserta didik. Dari hasil yang didapatkan, peneliti berharap manajemen kurikulum Taman Kanak-Kanak di Indonesia yang berperan sebagai lembaga pendidikan formal bagi anak-anak usia dini yang masih dalam masa perkembangan, penting untuk mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah dan tenaga kependidikan.  
Pemanfaatan model computer supported collaborative learning Anissa Indri Ayuningtias A.S.; Dinn Wahyudin; Dadang Sukirman
Inovasi Kurikulum Vol. 19 No. 1 (2022): Inovasi Kurikulum, February 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i1.42668

Abstract

Model pembelajaran computer support collaborative learning (CSCL) merupakan sebuah metode pembelajaran yang dinilai dapat lebih memaksimalkan motivasi pembelajaran di perguruan tinggi. Akan tetapi, pada model pembelajaran CSCL masih diperlukan adanya inovasi agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat lebih efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pemanfaatan dan efektivitas dari penggunaan model pembelajaran CSCL di perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan pengumpulan data sekunder yakni metode kepustakaan. Penelitian ini akan menjelaskan secara singkat mengenai penerapan model pembelajaran CSCL di perguruan tinggi termasuk di dalamnya dibahas tentang model pembelajaran, model pembelajaran kolaboratif, definisi dan manfaat model pembelajaran CSCL dan pengaruhnya terhadap hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran computer supported collaborative learning dianggap lebih memiliki efek bagi mahasiswa jika dibandingkan dengan model konvensional karena dapat menciptakan suasana kelas yang lebih aktif. Mahasiswa juga dapat melakukan lebih banyak kolaborasi dengan mahasiswa lainnya sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif.
The effectiveness socialization of the Kurikulum Merdeka independently change in high schools Siak District Wenny Fitria; Dadang Sukirman
Inovasi Kurikulum Vol. 20 No. 1 (2023): Inovasi Kurikulum, February 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i1.53644

Abstract

Pada tahun ajaran 2022/2023 Kemendikbudristek memberi kesempatan kepada sekolah yang bukan Sekolah Penggerak untuk menerapkan Kurikulum Merdeka secara mandiri. Dukungan utama yang diberikan pemerintah kepada sekolah yang menerapkan IKM jalur mandiri adalah dengan menyediakan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Di PMM tersedia semua informasi tentang Kurikulum Merdeka yang bisa diakses oleh guru dan sekolah. Sosialisasi mengenai Kurikulum Merdeka tidak lagi diberikan melalui diklat-diklat dan pelatihan berjenjang, melainkan guru dan sekolah belajar mandiri dengan mengakses platform tersebut. Walaupun PMM merupakan terobosan baru di dunia pendidikan Indonesia, tetapi penerapan dan penggunaannya di lapangan, masih menuai pro dan kontra. Masih banyak guru-guru di Indonesia yang belum mengetahui program pemerintah mengenai PMM ini. Dengan menggunakan metode kualitatif, penulis ingin mengetahui bagaimana efektivitas sosialisasi Kurikulum Merdeka melalui PMM di sekolah-sekolah di Kabupaten Siak yang menerapkan Kurikulum Merdeka melalui jalur mandiri berubah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PMM di sekolah-sekolah tersebut belum maksimal, masih banyak guru yang tidak mengetahui keberadaan PMM tersebut, guru-guru lebih memilih sosialisasi dilakukan secara tatap muka dengan narasumber yang mempunyai kapabilitas di bidangnya.
Teacher competence development in Kurikulum Merdeka implementation: A literature study Endang Purwati; Dadang Sukirman
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.62277

Abstract

The Kurikulum Merdeka is an innovation in the world of education that requires teachers to play an active role in developing their competencies. This article aims to analyze the concept and model of teacher competency development, factors influencing teacher competency development, and effective strategies or methods for developing teacher competency in implementing the Kurikulum Merdeka. This article uses a qualitative descriptive research method by collecting literature from various sources that discuss teacher competence development. These factors influence teacher competence development and effective strategies or methods for developing teacher competence in implementing the Kurikulum Merdeka. Several significant findings from this literature review include that teachers have a strategic role in developing all aspects of human personality and abilities. Effective strategies and methods for developing teacher competency are also written, including training and development, collaboration and sharing, and the use of technology in learning. From these findings, it can be concluded that developing teacher competence in implementing the Kurikulum Merdeka requires understanding the concepts and types of teacher competence. These factors influence teacher competence development and effective strategies or methods for developing teacher competence. Hopefully, this article can provide insight and recommendations for educational practitioners in developing teacher competency in the Kurikulum Merdeka era.   Abstrak Kurikulum Merdeka Belajar merupakan inovasi dalam dunia pendidikan yang menuntut peran aktif guru dalam mengembangkan kompetensi mereka. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan model pengembangan kompetensi guru, faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kompetensi guru, serta strategi atau metode yang efektif untuk mengembangkan kompetensi guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan berbagai literatur dari berbagai sumber yang membahas tentang pengembangan kompetensi guru, faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kompetensi guru, dan strategi atau metode yang efektif untuk mengembangkan kompetensi guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Beberapa temuan penting dari kajian literatur ini antara lain guru memiliki peran strategis dalam mengembangkan seluruh aspek kepribadian dan kemampuan manusia. Selain itu dituliskan juga strategi dan metode yang efektif untuk mengembangkan kompetensi guru antara lain pelatihan dan pengembangan, kolaborasi dan sharing, serta penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Dari temuan-temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengembangan kompetensi guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan pemahaman tentang konsep dan jenis-jenis kompetensi guru, faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kompetensi guru, serta strategi atau metode yang efektif untuk mengembangkan kompetensi guru. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan rekomendasi bagi para praktisi pendidikan dalam mengembangkan kompetensi guru dalam era Kurikulum Merdeka. Kata Kunci: Implementasi kurikulum; kompetensi digital; kompetensi guru; Kurikulum Merdeka
Curriculum design to improve adolescent social-emotional skills Rika Yustikarini; Dadang Sukirman
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.63495

Abstract

Strawberry generation, internet addiction disorder, consumerism, identity diffusion, and promiscuity are phenomena that affect adolescents today. One of the triggers of these things is the maturity of the amygdala first as the center of emotion control compared to the prefrontal cortex as the logical mind controller. Efforts are needed so that adolescents are not trapped in acts of delinquency or juvenile crime. Adult guidance in training social-emotional skills can be one of the efforts. Social-emotional skills are a process to hone the competence to recognize self-identity, recognize and manage emotions, be responsible in making decisions, be assertive, and apply effectively to various social demands. The curriculum design in this study was developed by adapting backward design with the stages of setting goals in the form of competencies expected to be attached to students, then determining activities or evidence to test the achievement of goals, and lastly, designing learning experiences. This research uses literature studies to find the theoretical basis of the phenomena that occur and design solutions to these phenomena. Social-emotional skills have a high level of urgency to be implemented because they can prevent delinquency and crime in adolescents and improve student academic achievement.   Abstrak Generasi strawberry, gangguan kecanduan internet, konsumerisme, difusi identitas, dan pergaulan bebas adalah fenomena yang terjadi di remaja saat ini. Salah satu pemicu dari hal-hal tersebut adalah matangnya amigdala terlebih dahulu sebagai pusat pengendali emosi dibandingkan korteks prefrontal sebagai pengendali pikiran logis. Diperlukan upaya agar remaja tidak terjebak dalam tindakan kenakalan atau kejahatan remaja. Bimbingan orang dewasa dalam melatih keterampilan sosial-emosional dapat menjadi salah satu upaya. Keterampilan sosial-emosional merupakan suatu proses untuk mengasah kompetensi mengenali identitas diri, mengenali dan mengelola emosi, bertanggung jawab dalam mengambil keputusan, bersikap asertif, dan berlaku efektif terhadap berbagai tuntutan sosial. Desain kurikulum dalam penelitian ini dikembangkan dengan mengadaptasi backward design dengan tahapan menetapkan tujuan berupa kompetensi yang diharapkan melekat pada diri siswa, kemudian menentukan kegiatan atau bukti untuk menguji ketercapaian tujuan, dan yang terakhir adalah mendesain pengalaman belajar. Penelitian ini menggunakan studi literatur untuk mencari landasan teori dari fenomena yang terjadi dan merancang solusi untuk fenomena tersebut. Keterampilan sosial emosional memiliki tingkat urgensi yang tinggi untuk diimplementasikan karena tidak hanya dapat mencegah kenakalan dan kriminalitas pada remaja, tetapi juga dapat meningkatkan prestasi akademik siswa. Kata Kunci: Desain backward; desain kurikulum; keterampilan sosial emosional
Diversified curriculum design based on the potential of the archipelago area Kasman Kasman; Rudi Susilana; Dadang Sukirman
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.64149

Abstract

Through the diversity curriculum, local education units are expected to adjust, expand, and deepen competence through learning adapted to local and school potential, and the talents and interests of learners. However, in doing so, the diversification curriculum has not been implemented properly. Based on field studies conducted, it was found that there were some teachers who did not understand the diversification curriculum and students who did not recognize the potential of the archipelago area in several aspects. The study aimed to design a diversified curriculum based on the potential islands in south Sulawesi. The method used in the study was design and development for the findings that researchers have successfully obtained of a diversified curriculum design product based on the potential archipelago area. The design of the diversification curriculum is designed to consider two things: the framework for diversifying the design of the curriculum refers to the 2013 curriculum framework, the national education goals and national standards of education and the local content curriculum plans follow the micro curriculum steps. The study suggested local government support and a need for curriculum developers that could facilitate schools in diversified curriculum development.    Abstrak Melalui kurikulum diversifikasi diharapkan bahwa satuan pendidikan di daerah dapat menyesuaikan, memperluas, dan memperdalam kompetensi melalui pembelajaran yang disesuaikan dengan potensi daerah dan sekolah, serta bakat dan minat peserta didik. Namun dalam pelaksanaannya, kurikulum diversifikasi belum dijalankan sebagaimana mestinya. Berdasarkan studi lapangan yang dilakukan ditemukan bahwa terdapat sebagian guru yang belum memahami kurikulum diversifikasi, dan siswa yang tidak mengenal potensi daerah kepulauan pada beberapa aspek. Atas permasalahan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana mendesain kurikulum diversifikasi berdasarkan potensi daerah kepulauan di Sulawesi Selatan. Sekaligus merupakan upaya peneliti mengisi celah studi penelitian terdahulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa penelitian Design and Development (D&D). Adapun temuan yang berhasil diperoleh peneliti berupa produk desain kurikulum diversifikasi berdasarkan potensi daerah kepulauan. Desain kurikulum diversifikasi ini dirancang dengan mempertimbangkan dua hal yaitu kerangka pengembangan desain kurikulum diversifikasi mengacu pada kerangka kurikulum 2013, Tujuan Pendidikan Nasional (TPN) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan rancangan kurikulum mata pelajaran muatan lokal mengikuti langkah-langkah perancangan kurikulum mikro. Penelitian ini menyarankan adanya dukungan pemerintah daerah dan diperlukan tenaga pengembang kurikulum (TPK) yang dapat memfasilitasi sekolah dalam pengembangan kurikulum diversifikasi. Kata Kunci: Desain kurikulum; kurikulum diversifikasi; potensi daerah kepulauan