Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analysis of the Implementation of the Integrated Ethnoscience Project-Based Learning (PjBL) Model in NTT Ikat Weaving Dyeing for High School Chemistry Learning Visensia H. B. Hayon; Theresia Wariani; Yanti Rosinda Tinenti; Alfons Bunga Naen; Hironimus Tangi; Florentina Yasinta Sepe; Ana Maria Derosari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i1.13874

Abstract

This study aims to comprehensively analyze the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) Model integrated with ethnoscience in NTT Ikat Weaving dyeing in Chemistry learning at high schools, including its impact, critical challenges, and strategies for strengthening the competencies of teachers and students. This study uses a qualitative method with a descriptive analytical approach. The research subjects consisted of Chemistry teachers as model implementers and 11th-grade students involved in the learning project. The main research instruments used included observation sheets on the implementation of PjBL focusing on teacher performance, teacher questionnaires, student questionnaires, in-depth interviews with teachers, and in-depth interviews with students. The results show that the implementation of this model was very good (above 82%) in terms of PjBL syntax and ethnoscience integration, providing a significant positive impact in the form of increased motivation, student involvement, and teacher self-efficacy, as well as an increase in the understanding of contextual chemistry concepts. However, the implementation faced critical challenges, particularly in terms of logistical constraints and rigid curriculum time allocation, as well as weaknesses in teacher assessment instruments and criteria (Column 3 criteria were rated the lowest, x̄ = 3.27). For sustainability, a strategy to strengthen teacher competencies is needed through research collaboration with local artisans and institutional support in providing logistics and adjusting curriculum time allocation. Overall, integrated PjBL ethnoscience has proven to be effective and transformative, but its optimization is highly dependent on strong systemic support.
KEANEKARAGAMAN DAN POLA PENYEBARAN BIVALVIA DI ZONA INTERTIDAL PANTAI WUNOPITO KELURAHAN LEWOLEBA TIMUR KABUPATEN LEMBATA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI Patrisia Marfiana Dae Lolonrian; Getrudis Wilhelmina Nau; Florentina Yasinta Sepe
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11134

Abstract

Lokasi pantai Wunopito memiliki keanekaragaman bivalvia yang melimpah yakni sebagai sumber pangan dan komoditas ekonomi, yang diperdagangkan di Pasar TPI Lewoleba. Namun disisi lain, eksploitasi sumber daya untuk memenuhi kebutuhan manusia, serta aktivitas pembangunan infrastruktur, pariwisata, dan perikanan, memberikan tekanan pada zona intertidal pantai ini. Kondisi ini menyebabkan penurunan populasi biota laut termasuk bivalvia. Hingga saat ini jenis dan tingkat keanekaragaman bivalvia di pantai ini belum diketahui secara signifikan. Maka dari itu penting untuk dilakukan penelitian ini, dengan tujuan (1) untuk mengetahui jenis-jenis bivalvia, (2) mengetahui keanekagaman dan (3) mengetahui pola penyebaran bivalvia (4) serta mengetahui kelayakan video keanekaragaman bivalvia sebagai media pembelajaran.Jenis penelitian ini adalah Research and Development (RD). Dengan model yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, and Development). Tahapan penelitian dimulai dengan pengumpulan data mengenai jenis, tingkat keanekaragama dan pola penyebaran bivalvia. Data tersebut kemudian dikembangkan menjadi media pembelajaran dalam bentuk video. Kelayakan video dilihat berdasarkan hasil validasi oleh validator. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025, menggunakan metode line transek dimana spesimen dikumpulkan dalam 5 titik stasiun dengan substrat yang berbeda yaitu berpasir dan pasir berlumpur. Di setiap stasiun penelitian ditarik garis transek dan ditempatkan plot sebanyak 4 plot di setiap transek dengan ukuran 1X1 m2 yang berfungsi sebagai luasan daerah pengambilan sampel. Tahap analisis data diawali dengan melakukan identifikasi bivalvia dan dilanjutkan dengan menghitung indeks keanekaragaman jenis dan pola penyebaran bivalvia.Hasil penelitian yang di peroleh di zona initertidal Pantai Wunopito Kelurahan Lewoleba Timur adalah: (1) ditemukan 15 jenis bivalvia yaitu Anadara adamsi,  Atrina pectinata, Anadara crebricostata, Tapes sulcarius, Mactra stultorum, Gafrarium tumidum, Vasticardium subrogosum, Vasticardium flavum, Vasticardium pectiniforme, Tapes platyptycha, Protapes gallus, Dosinia lupinus, Modioula phaseolina, Modiolus philippinarum, dan  Atrina fragilis. (2) Indeks keanekaragaman bivalvia (H´) sebesar 2,553152 termasuk dalam kategori sedang. (3) Indeks pola penyebaran (id) bivalvia sebesar 1,620795 termasuk dalam kategori mengelompok. (4) Hasil validasi video oleh ahli media mendapatkan persentase sebesar 77,7%  dan hasil validasi ahli materi mendapatkan persentase sebesar 96,3 % maka rata-rata validasi video mdndapatkan persentase sebesar 87% terkategori sangat valid.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) ditemukan 15 jenis bivalvia di Pantai Wunopito, (2) tingkat keanekaragaman jenis bivalvia sebesar 2,553152 termasuk sedang, dan (3) pola penyebaran bivalvia sebesar 1,620795 termasuk dalam kategori mengelompok. (4) Video keanekaragaman dan pola penyeberan bivalvia di zona intertidal pantai Wunopito dinilai layak digunakan sebagai media pembelajaran biologi
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA DI SMA SANTO ARNOLDUS JANSSEN KUPANG Marselina Arnolda Anci Taek; Getrudis Wilhelmina Nau; Florentina Yasinta Sepe
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11133

Abstract

Hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran biologi di SMA St Arnoldus Janssen Kupang masih rendah, hal ini dikarenakan, pada saat proses pembelajaran berlangsung, tidak semua peserta didik aktif terlibat atau berpartisipasi aktif  dalam pembelajaran, hanya beberapa di antaranya yang berpartisipasi dari awal hingga akhir. Selain itu, kurangnya kreativitas guru, seperti dalam pemanfaatan media pembelajaran, juga mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Untuk meningkatkan interaksi dan hasil belajar peserta didik maka perlu diterapkan model  pembelajran yang lebih melibatkan peserta didik dalam pembelajran salah satunya model Discovery Learning dengan berbantuan  media alat peraga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model Discovery Learning berbantuan medi alat peraga terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI pada materi Sistem Pernapasan Pada Manusia di SMA Santo Arnoldus Jansen Kupang.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen. Desain penelitian yang digunakan Nonequivalent Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive sampling dimana populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI dan sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas yaitu kelas XI A sebagai kelas eksperimen menggunakan model Discovery Learning berbantuan media alat peraga dan kelas XI B sebagai kelas kontrol menggunakan model pembelajaran langsung. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial.Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik kelas eksperimen diperoleh nilai pretest 56,75 meningkat menjadi 83,75 setelah diberi posstest dan diperoleh nilai rata rata N-Gain sebesar 0,66 dengan kategori Tinggi.  Sedangkan pada kelas kontrol diperoleh nila  pretest 53 meningkat menjadi 69,25 setelah diberi posstest dan diperoleh nilai rata rata N-Gain sebesar 0,35 dengan kategori rendah. Jumlah peserta didik yang tuntas pada kelas eskperimen 85%  dan yang tidak tuntas berjumlah 15%, sedangkan pada kelas kontrol, jumlah peserta didik yang tuntas 40% dan yang tidak tuntas berjumlah 60%. Berdasarkan hasil uji anacova, menunjukkan bahwa nilai probabilitas (sig) 0,001 lebih kecil dari taraf signifikan yang digunakan yaitu 0,05.Kesimpulan dari penelitian ini adalah model Discovery Learning berbantuan media alat peraga berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI pada materi sistem pernapasan pada manusia di SMA St Arnoldus Jansen Kupang tahun ajaran 2024/2025.
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Peserta Didik SMP Pada Materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Adirya Triputri Keden; Florentina Y. Sepe; Aloysius Djalo; Hildegardis Missa
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.5876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain Pretest- Posttest Non-equaivalent Control Group Design dengan dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang diterapkan model PBL dan kelas kontrol yang diterapkan model Pembelajaran Langsung. Tes hasil belajar (pretest dan posttest) diberikan untuk mengukur kemampuan dan pemahaman peserta didik terhadap materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, termasuk uji normalitas, uji homogenitas, dan uji ANACOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil belajar peserta didik di kedua kelompok, namun peningkatan yang lebih besar terjadi pada kelas eksperimen yang menggunakan model PBL. Nilai N-Gain pada kelas eksperimen mencapai 0,70, yang masuk dalam kategori tinggi, sedangkan pada kelas kontrol hanya 0,53 dengan kategori sedang. Hasil uji ANACOVA menunjukkan bahwa model PBL berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar, dengan nilai Sig. sebesar 0,001. Kesimpulan dari penelitian inu adalah model PBL lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dibandingkan dengan model Pembelajaran Langsung, karena mampu mendorong keterlibatan kognitif dan pengembangan keterampilan berpikir kritis yang penting dalam pendidikan abad 21.