Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PELATIHAN INSTALASI PLTS SKALA RUMAH TANGGA UNTUK PEMANFAATAN CLEAN ENERGY PADA JEMAAT GEREJA GMIM EXODUS WATUTUMOU II KEC. KALAWAT I MINAHASA UTARA PROV. SULAWESI UTARA Dodie, Stanley Bernadus; Simanjuntak, Christopel H.; Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, i Gede Para; Weno, Leony Ariesta
Universal Raharja Community (URNITY Journal) Vol. 3 No. 1 (2023): URNITY (Universal Raharja Community)
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11411.345 KB) | DOI: 10.33050/urnity.v3i1.2495

Abstract

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa penggunaan energi terbarukan memiliki keunggulan dalam berbagai hal. Di Indonesia ada berbagai langkah kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk mendukung pemanfaatan Energi Terbarukan. Salah satu pemanfaatannya adalah dengan membangun PLTS skala rumah tangga yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang memilih untuk memanfaatkan kesempatan ini. Jemaat gereja dituntut untuk menopang setiap program yang baik dari pemerintah . Sebagai wujud tindakan dukungan kebijakan pemerintah, Jemaat Gereja perlu mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang benar dalam menyokong program ini. Gereja GMIM Exodus watutumou II berkomitmen untuk membina warganya untuk mendukung setiap program pemerintah bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan Program Penerapan IPTEK pada Masyarakat (PIM), tim pengusul kegiatan telah melakukan pelatihan instalasi PLTS skala rumah tangga untuk pemanfaatan Clean Energy pada Jemaat Gereja GMIM Exodus watutumou II. Kegiatan ini dibuat dalam bentuk Workshop sehingga transfer informasi dan kompetensinya dapat dilaksanakan dengan lebih efektif. Alat yang digunakan adalah luaran penelitian yang pernah dilakukan di program studi sarjana terapan teknik listrik. Luarannya yaitu peserta mendapat pengetahuan dan keterampilan yang benar dalam menginstal sistem PLTS skala rumah tangga.
WORKSHOP INSTALASI PLTS OFF GRID SYSTEM DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL INNOVATION PADA WARGA KELURAHAN MERAS, MANADO Rumokoy, Stieven Netanel; Atmaja, i Gede Para; Dodie, Stanley Bernadus; Simanjuntak, Christopel H.; Wenno, Leony Ariesta; Mansauda, Karlah Lifie R.
Universal Raharja Community (URNITY Journal) Vol. 4 No. 1 (2024): URNITY (Universal Raharja Community)
Publisher : UNIVERSITAS RAHARJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/urnity.v4i1.2835

Abstract

Pemerintah terus mendorong masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan Energi bersih. Contoh dari penggunaan energi bersih adalah dengan menggunakan energi matahari menjadi energi listrik. Penggunaan energi matahari menjadi energi listrik dapat dengan menggunakan panel surya dengan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan sistem off grid. Kelurahan Meras berlokasi diarea kota Manado yang secara potensi memiliki paparan energi surya yang baik. Selain itu terdapat fasilitas umum seperti Gedung gereja, Kantor kelurahan, Halte dan fasilitas lainnya yang membutuhkan energi listrik. Fasilitas-fasilitas ini berpotensi besar untuk menggunakan sistem PLTS dalam pemanfaatan energi listrik. Tantangannya adalah, masyarakat kelurahan Meras belum begitu familiar dengan sistem PLTS yang menggunakan Panel Surya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan energi surya melalui instalasi PLTS dengan sistem off grid. Workshop akan menggunakan Alat Praktek PLTS sebagai sarana pelatihan bagi masyarakat. Melalui alat ini, pengetahuan akan pemanfaatan energi surya dapat berkembang. Daya minat pemanfaatan energi bersih diprediksi akan tumbuh Ketika ada keuntungan secara finansial juga dalam manajemen penggunaan energi. Kegiatan pelatihan akan berupa workshop instalasi PLTS dan dintegrasikan dengan analisis keekonomian dalam pemanfaatan energi bersih.
Middleware Development for Heterogeneous Databases on Multi-Architecture Systems Small Medium Enterprise Christopel H. Simanjuntak; Musfiah Musfiah; Muhammad Bahit; Cristovani W. Lohonauman; Stenly B. Dodie; Khamla Nonalinsavath
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 25 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v25i1.5545

Abstract

The fisheries industry is highly complex, requiring information technology to support data recording, information management, and sales forecasting. At Kampunglawo, a sales information system has been developed to manage transactions and track shipments of fishery products. However, the sales forecasting systems were developed separately, with different architectures and underlying data structures, necessitating data duplication and restructuring and resulting in inefficiencies. The objective of this research is to develop an Application Programming Interface (API) that connects the two systems, enabling data sharing without redundancy. The methods used were literature review, system requirements analysis, design, implementation, functional and performance testing, and evaluation. The results of this research show that the developed API can synchronize data between the sales and forecasting systems with high efficiency. Testing showed that for 1, 10, and 50 synchronized data sets, the server response ratio was 1:1,057:1,869, with an increase in processing time of only 41.7% for the largest data volume. The conclusion of this research shows that using APIs can reduce processing time and eliminate the need for data restructuring, thereby increasing the efficiency of the company’sinformation system integration.
Produk Alat Praktek PLTS Atap, Perspektif: Kelayakan Produksi Stieven Netanel Rumokoy; Adriyan Warokka; i Gede Para Atmaja; Stanley Bernadus Dodie; Adelaida Joroh; Arief P. Kumaat
Jurnal Elektrik Vol. 3 No. 2 (2024): Vol.3 No.2 1 Desember 2024
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v3i2.1043

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap semakin menjadi fokus dalam upaya pemanfaatan sumber energi terbarukan. Dalam konteks pendidikan dan pelatihan untuk pemanfaatan energi terbarukan khususnya pada PLTS atap, ketersediaan alat praktek yang efektif sangat penting untuk membekali tenaga kerja dengan keterampilan instalasi dan pemeliharaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan produksi alat praktek PLTS atap yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran di bidang energi terbarukan. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur untuk mengidentifikasi tren dan kebutuhan teknologi dalam pendidikan dan pelatihan PLTS serta studi deskriptif melalui wawancara dengan ahli di bidang energi terbarukan dan beberapa pihak yang menjadi sasaran konsumen produk ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat ini memiliki kelayakan tinggi untuk diproduksi, dengan keunggulan pada aspek Kelayakan Hukum/Legalitas, Kelayakan Operasional, Kelayakan Jadwal/Waktu, Kelayakan Ekonomi. Alat ini juga dirancang dengan komponen yang mudah diperoleh dan dapat dibongkar pasang, sehingga fleksibel untuk penggunaan di dalam dan luar ruangan. Analisis menunjukkan bahwa alat ini dapat berfungsi sebagai sarana efektif dalam pembelajaran praktis PLTS, memberikan pengalaman mendekati kondisi nyata di lapangan, serta memiliki potensi menjadi produk unggulan yang dapat diterapkan melalui proses pembelajaran berbasis Teaching Factory (TeFa) institusi pendidikan teknik.
Konsep Pemanfaatan Teknologi IoT Berbasis ESP32 untuk Sakelar Cerdas pada Sistem PLTS Rakit Rumah Apung Leony Ariesta Wenno; Billy Josef Waworuntu; Stieven Netanel Rumokoy; Hosea Gian Kaunang; Stanley B. Dodie
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 2 (2025): Vol.4 No.2 1 Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i2.1171

Abstract

Penerapan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada rakit rumah apung menjadi solusi alternatif yang ramah lingkungan dan mandiri. Namun, sistem PLTS konvensional masih memiliki keterbatasan dalam hal efisiensi pengelolaan beban listrik dan monitoring penggunaan energi. Penelitian ini mengusulkan konsep pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) berbasis mikrokontroler ESP32 sebagai sakelar cerdas untuk mengotomatiskan pengendalian beban listrik pada sistem PLTS di rakit rumah apung. ESP32 digunakan untuk mengontrol nyala-mati perangkat listrik secara otomatis berdasarkan kondisi tertentu seperti kapasitas baterai, waktu operasional, dan intensitas cahaya matahari. Sistem ini juga memungkinkan pemantauan jarak jauh melalui jaringan Wi-Fi dan antarmuka berbasis android. Hasil rancangan konseptual menunjukkan bahwa integrasi ESP32 dalam sistem PLTS dapat meningkatkan efisiensi energi, mengurangi beban kerja pengguna, serta memperpanjang umur penyimpanan daya. Konsep ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan rumah apung mandiri energi berbasis teknologi cerdas.  
Produk Alat Pembuatan Serbuk Arang Tempurung Kelapa (Cocos nucifera) Sebagai Bahan Dasar Toiletries Herbal, Perspektif: Model Bisnis Stieven Netanel Rumokoy; Adriyan Warokka; Stanley B. Dodie; Precylia R. Rambing; Adelaida Joroh; Arief P. Kumaat
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 2 (2025): Vol.4 No.2 1 Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i2.1186

Abstract

Pemanfaatan tempurung kelapa (Cocos nucifera) sebagai bahan baku bernilai tambah memiliki potensi besar dalam mendukung ekonomi berkelanjutan, khususnya melalui produksi serbuk arang sebagai bahan dasar toiletries herbal. Ketersediaan bahan baku yang melimpah di daerah pesisir menjadi peluang strategis untuk mengembangkan produk lokal yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, memproduksi, dan mengkaji model bisnis dari alat produksi serbuk arang tempurung kelapa, dengan fokus pada aspek kelayakan teknis dan potensi komersialisasi. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan dan penerapan Business Model Canvas (BMC) untuk memetakan komponen utama bisnis, meliputi segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, hubungan pelanggan, sumber pendapatan, sumber daya utama, aktivitas kunci, kemitraan, dan struktur biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat produksi yang dikembangkan mampu menghasilkan serbuk arang dengan ukuran partikel yang sesuai untuk bahan baku toiletries herbal, memiliki desain ergonomis, dan mudah dioperasikan. Dari perspektif model bisnis, peluang pendapatan tidak hanya berasal dari penjualan unit alat, tetapi juga dari penjualan suku cadang, jasa pelatihan, dan kerja sama produksi. Analisis struktur biaya dan potensi pasar menunjukkan prospek usaha yang menjanjikan, terutama pada segmen industri toiletries dan pelaku UMKM berbasis produk alami.
Konsep Desain Sistem Hidroponik Vertikal Berbasis IoT Bertenaga Surya Stieven Netanel Rumokoy; Stanley B. Dodie; Adriyan Warokka; Karlah Lifie R. Mansauda
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4 No.1 1 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i1.1222

Abstract

Pertanian perkotaan menghadapi keterbatasan lahan dan tuntutan efisiensi sumber daya, sehingga mendorong pengembangan sistem hidroponik vertikal sebagai solusi pertanian modern. Integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan energi surya menjadi langkah strategis untuk meningkatkan otomatisasi, efisiensi, serta keberlanjutan sistem terkhusus pada area tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsep rancangan sistem hidroponik vertikal cerdas berbasis IoT bertenaga surya yang mampu memaksimalkan pertumbuhan tanaman dan memaksimalkan sistem pertanian modern. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur dan studi deskriptif. Studi literatur dilakukan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah terkait hidroponik, IoT, dan sistem energi surya, sedangkan studi deskriptif dilakukan melalui wawancara dengan para ahli untuk memvalidasi kebutuhan teknis dan desain sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan konsep hidroponik vertikal perlu mempertimbangkan struktur fisik, sistem sirkulasi air dan nutrisi, sensor dan sistem pemantauan lingkungan, unit kendali berbasis IoT, sistem tenaga surya dan perlengkapan pendukung lainnya. Integrasi panel surya memastikan suplai daya yang mandiri dan berkelanjutan. Sistem ini memungkinkan pemantauan jarak jauh dan pengambilan keputusan berbasis data, sehingga efektif diterapkan pada skala rumah tangga, komunitas urban farming, maupun fasilitas pendidikan guna mendukung pertanian cerdas dan ramah lingkungan
Konsep Desain Alat Penghasil Coco Coir Terintegrasi Pemisah Cocopeat dan Cocofiber Stieven Netanel Rumokoy; I Gede Para Atmaja; Christopel H. Simanjuntak; Leony A. Wenno; Stanley B. Dodie; Karlah Lifie R. Mansauda
Jurnal Elektrik Vol. 4 No. 1 (2025): Vol.4 No.1 1 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro - Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65485/elektrik.v4i1.1223

Abstract

Pemanfaatan sabut kelapa sebagai produk yang memiliki nilai jual lebih masih terbatas. Sabut kelapa mengandung komponen bernilai tinggi, yaitu serat (cocofiber) dan serbuk (cocopeat), yang berpotensi digunakan dalam industri, hortikultura, dan produk bernilai tambah lainnya. Namun, pengolahan sabut kelapa secara konvensional masih manual, terpisah, dan kurang efisien, sehingga produktivitas rendah dan kualitas produk tidak seragam. Penelitian ini bertujuan merancang konsep alat penghasil coco coir terintegrasi yang mampu memisahkan cocopeat dan cocofiber secara otomatis untuk mendukung UMKM. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dan studi deskriptif. Studi literatur fokus pada karakteristik sabut kelapa, teknik pengolahan, dan analisis desain alat yang ada. Studi deskriptif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan ahli, teknisi, dan pelaku UMKM untuk memvalidasi kebutuhan pengguna, aspek ergonomi, keamanan, serta potensi ekonomi alat. Hasil rancangan konsep alat terdiri dari dua komponen utama: tabung pencacah dan kerucut pemisah. Tabung pencacah menghancurkan sabut kelapa menjadi coco coir, sedangkan kerucut pemisah memisahkan campuran menjadi cocopeat dan cocofiber. Sistem ini meningkatkan efisiensi proses, kualitas produk seragam, serta mendukung pemanfaatan limbah sabut kelapa secara ekonomis dan ramah lingkungan.
Building Sustainable Cyber Security Through a Quality Management System (QMS) Stanley Bernadus Dodie; Ayu Anastasya Ussu; Miracle Chrein Mamangkey; Eklesia Majesty Felia Kondoj; Clay Genaro Yeheskiel Gonta
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 8 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i8.3489

Abstract

The rapid development of digital technologies has increased organizational dependence on information systems while simultaneously creating increasingly complex cybersecurity threats. Cyberattacks, data breaches, ransomware, and information security vulnerabilities have become significant challenges that threaten operational continuity, stakeholder trust, and organizational sustainability. Therefore, organizations require a systematic approach that not only focuses on technical protection but also supports continual improvement and effective governance. This study aims to examine the role of a Quality Management System (QMS) in building sustainable cybersecurity by integrating quality management principles with information security management frameworks, particularly ISO 9001 and ISO/IEC 27001. This research employs a qualitative approach through a literature review and organizational case analysis. Data were collected from academic publications, international standards, industry reports, and documented cases related to QMS implementation and cybersecurity governance. The findings indicate that QMS contributes significantly to cybersecurity sustainability through risk-based thinking, standardized security processes, continual improvement mechanisms, effective documentation, and enhanced organizational accountability. The integration of the Plan-Do-Check-Act (PDCA) cycle enables organizations to transition from reactive cybersecurity practices to proactive and adaptive security governance. Furthermore, QMS implementation improves regulatory compliance, strengthens organizational security culture, and supports organizational resilience in responding to evolving cyber threats. This study concludes that QMS is not merely a quality management framework but also a strategic approach to developing sustainable cybersecurity capabilities. The integration of QMS with cybersecurity standards provides organizations with a comprehensive foundation for achieving long-term information security, operational reliability, and digital resilience.