Gozin Najah Rusyada
Universitas Bumigora

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI MOTIF BATIK KEMBANG DANGAR KHAS KABUPATEN LOMBOK UTARA Gozin Najah Rusyada; Christofer Satria; Irfan Hidayat
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 12, No 1 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i1.44225

Abstract

The Kembang Dangar batik motif is a batik motif from north lombok and has high historical value. this motif was inspired by the shape of the dangar tree, an ancient tree with a rich cultural history in north lombok. this motif is relatively new, so there are still many people who do not know about it. it was influenced by the community's lack of reading material or literature about the historical and philosophical values of the kembang dangar batik motif. this study is aimed to describe kembang dangar batik motif, such as: 1) the history or background of the creation of kembang dangar batik motif; 2) the design of kembang dangar batik motif; and 3) the application of kembang dangar batik motif. the method used in this study is the descriptive-qualitative method. the data collection techniques used interviews, observation, and documentation. the techniques of data analysis used reduction, presentation, and conclusion. The research shows that 1) the kembang dangar batik motif has been developed by raden prawangsa jayaningrat as a form of concern for the traditional artwork from north lombok; it was inspired by the shape of dangar trees. 2) in general, the design of the kembang dangar batik motif was classified into some structural elements, main decoration, and filler decoration. 3) the application of the kembang dangar batik motif is limited, only for bongot or sapuk. sapuq or bongot is a local headband from lombok; it is usually used when there is a traditional ceremony or other regional traditional events.Keywords: kembang dangar, batik, motif. AbstrakMotif batik Kembang Dangar merupakan motif batik khas Kabupaten Lombok Utara yang memiliki nilai sejarah tinggi. Pembuatan motif tersebut terinspirasi dari wujud pohon dangar, yakni pohon purba yang sarat dengan sejarah kebudayaan kabupaten lombok utara. motif batik kembang dangar tergolong baru sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang motif tersebut. hal tersebut dipengaruhi pula kurangnya bahan bacaan ataupun literatur bagi masyarakat terkait nilai historis dan filosofis motif batik kembang dangar. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motif batik kembang dangar meliputi; (1) sejarah atau latar belakang penciptaan motif batik Kembang dangar, (2) bentuk motif batik kembang dangar dan (3) pengaplikasian motif batik kembang dangar. metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni, reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Motif kembang dangar dikembangkan oleh raden prawangsa jayaningrat sebagai bentuk kepedulian terhadap karya seni tradisional lombok utara, pembuatannya terinspirasi dari wujud pohon dangar. (2) Secara umum, bentuk motif kembang dangar terdiri dari beberapa elemen penyusun struktur, yakni ragam hias utama dan ragam hias pengisi (3) Pengaplikasiannya motif kembang dangar untuk sementara hanya sebatas pada bongot atau sapuk. Sapuq atau bongot merupakan ikat kepala khas Lombok yang biasa digunakan pada saat upacara adat atau acara tradisional daerah lainnya.Kata Kunci: kembang dangar, batik, motif. Authors:Gozin Najah Rusyada : Universitas BumigoraChristofer Satria : Universitas BumigoraIrfan Hidayat : Universitas Bumigora References:Helmi, P. (2022). Kerajinan Anyaman Pandan Daerah Paninggahan. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 11(2), 621–627. https://doi.org/10.24114/GR.V11I2.39830.Miranti, A., Lilik, Winarni, R., & Surya, A. (2021). Representasi Pendidikan Karakter Berbassis Kearifan Lokal dalam Motif Batik Wahyu Ngawiyatan sebagai Muatan Pendidikan Senirupa di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(2), 546–560. https://doi.org/10.31004/BASICEDU.V5I2.763.Rohisa, D., & Haryana, W. (2022). Desain Motif Batik Cimahi Sebagai Wujud Identitas Budaya Dalam Kacamata Antropologi. Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik Dan Wacana Seni Budaya Rupa, 14(1), 1–13. https://doi.org/10.33153/brikolase.v13i1.3644.Sila, I. N., & Budhyani, I. D. A. M. (2013). Kajian Estetika Ragam Hias Tenun Songket  Jinengdalem, Buleleng. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(1), 2303–2898. https://doi.org/10.23887/JISH-UNDIKSHA.V2I1.1311.Soeprayogi, H., Studi Pendidikan Seni Rupa Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Sen Universitas Negeri Medan Jl Willem Iskandar Pasar Medan Estate, P. V, Sei Tuan, P., & Deli Serdang, K. (2020). Eksperimen Motif Bentuk Flora Dengan Media Sabun Menggunakan Teknik Ukir. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 9(2), 475–483. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/gorga/article/view/22244.Valenta, N. S., & Adriani. (2022). Studi Tentang Batik Batam (Studi Kasus di Indra Batik Batam di Kota Batam). Gorga : Jurnal Seni Rupa, 11(01), 89–106. https://doi.org/https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.29696.Jayaningrat, R. P. (2022), “Sejarah Pembuatan Motif Batik Kembang Dangar”. Hasil Wawancara Pribadi: 20 September 2022, Tanjung.
Peningkatan Keterampilan Berkomunikasi Melalui Cerita Interaktif Kelas Kelompok B1 di Taman Kanak-Kanak Cempaka Harum Ni Putu Sinta Dewi; Istin Fitriana Aziza; Muhammad Fathoni; Baiq Lare Gingit Sekar Wangi; Gozin Najah Rusyada; Widani Darma Isasih
Jurnal Zentrum Mengabdi Vol. 1 No. 2 (2024): Zentrum Mengabdi, November 2024
Publisher : Zentrum Multi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69657/53jzg114

Abstract

Communication skills are basic skills that need to be developed from an early age to support children's social, emotional, and intellectual development. The implementation of community service aims to improve the communication skills of early childhood through an interactive story program in group B1 of Cempaka Harum Kindergarten. The community service program uses a collaborative participatory approach that involves teachers and the community service team in every stage of its implementation. Activities are carried out in four main stages: planning, implementation, evaluation, and reflection, using supporting media such as teaching aids, picture story books, and simple animations to increase the appeal of the story. The results of the community service show a significant increase in children's listening skills, speaking courage, and active participation during the activity. Children become better able to understand stories, express opinions, and interact in discussions. The teacher acts as a facilitator who encourages active participation of children and provides emotional support to children who are shy or lack confidence.