Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Neo Societal

KEWAJIBAN ZAKAT DALAM ISLAM SEBAGAI BENTUK PELAYANAN SOSIAL KEPADA ORANG-ORANG FAQIR DAN MISKIN Rety Reka Merlins
Jurnal Neo Societal Vol. 9 No. 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kewajiban zakat dalam islam sebagai bentuk pelayanan sosial kepada orang-orang yang berhak menerima. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan studi literatur yang terdapat dalam beberapa literatur terkait yang relevan dengan tulisan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat merupakan kewajiban bagi umat islam untuk memberikan pelayanan sosial kepada orang-orang berhak menerima, diantaranya orang fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharim, fiisabilillah, ibnu sabil. Kesimpulan penelitian ini bahwa kewajiban zakat dalam islam memberikan kesempatan kepada orang islam yang mampu untuk memberikan pelayanan sosialnya kepada orang-orang yang tidak mampu.
Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual Dalam Lingkup Pendidikan Tinggi Universitas Halu Oleo Amin Tunda; Rety Reka Merlins; Munawir Makmur
Jurnal Neo Societal Vol. 10 No. 1 (2025): Edisi Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v10i1.80

Abstract

The purpose of this study is to find out the efforts to prevent and overcome sexual violence within the scope of higher education at Halu Oleo University, Kendari. Several cases of sexual violence that have occurred within the scope of the Halu Oleo University campus are the reason for conducting this research. Many studies on sexual violence have been carried out, but efforts to prevent and overcome it within the university have never been carried out. This is the basis for why this study was conducted. The research method is carried out with a qualitative approach to dig up information in depth or in-depth interviews with deliberately determined informants who know and understand very well what the object of the research is. The results of the study show that efforts to prevent and overcome sexual violence within the scope of higher education at Halu Oleo University are by forming a task force for the prevention and handling of sexual violence or the Halu Oleo University PPKS Task Force, Kendari. After the task force was formed, the task force sought to conduct socialization and learning activities to introduce an understanding of the types and forms of sexual violence to students, staff, and education staff. The implication of this study is to provide information and knowledge to the public about sexual violence and how to prevent and deal with it.
Komodifikasi Spiritualitas: Tinjauan Marxis atas Praktik Ekonomi dalam Ibadah Haji Rety Reka Merlins; Hasyim Abdillah; Rosdiana; Muammar Akbar Al Qhuraissy; Sitti Harnia
Jurnal Neo Societal Vol. 11 No. 1 (2026): Edisi Januari 2026
Publisher : Universitas Halu Oleo (UHO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jns.v11i1.137

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik komodifikasi dalam penyelenggaraan ibadah haji melalui perspektif teori Marx. Komodifikasi terjadi, ketika aktivitas ibadah yang tidak bersifat materi direduksi menjadi barang dagang yang bernilai tukar dalam struktur ekonomi kapitalis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian literatur terhadap teori Marx, studi ekonomi keagamaan, dan praktik industry haji kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji membentuk rantai nilai ekonomi kompleks yang melibatkan negara, biro travel, dan perusahaan internasional. Proses komodifikasi ini, tanpa disadari membuat jamaah mengalami alienasi, komoditas ritual menjadi fetisisme, dan akses terhadap ruang sakral terstratifikasi menurut kelas sosial. Kesimpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa komodifikasi spiritualitas tidak hanya mengubah makna ibadah, tetapi juga melahirkan ketimpangan sosial dalam praktek beragama.