Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Strategi Branding dan Pemanfaatan Platform Digital untuk Meningkatkan Jangkauan Pasar dan Nilai Jual Produk Olahan UMKM Pesisir Panimbang, Pandeglang Darmawan, Candra; Amalia, Afrida Dika; Munandar, Arif; Tulizza, Dike Rina; Rahmadhani, Sanyyah Putri; Sunarsi, Denok
SocServe: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 4 (2025): SocServe: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sapta Arga Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM pesisir Mekarsari melalui pelatihan strategi branding dan pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar. Metode pelaksanaan meliputi observasi, pelatihan tatap muka, diskusi interaktif, dan simulasi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman branding, penggunaan media sosial, serta kesiapan UMKM untuk menerapkan strategi pemasaran digital. Program ini berkontribusi pada peningkatan literasi digital UMKM pesisir dan memberikan dasar bagi pengembangan usaha yang lebih berdaya saing.
Pengaruh Variasi Komposisi Serbuk Kulit Jagung, Kuningan, dan Aluminium terhadap Kekerasan dan Ketangguhan Komposit Kampas Rem Non-Asbes Tjahjanti, Prantasi Harmi; Widodo, Edi; Mauliana, Metatia Intan; Darmawan, Candra
Jurnal Mesin Nusantara Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v8i2.25242

Abstract

Kampas rem non-asbes diperlukan sebagai alternatif yang aman dan ramah lingkungan untuk menggantikan kampas rem berbahan asbes. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi komposisi serbuk kulit jagung, serbuk kuningan, dan serbuk aluminium terhadap kekerasan dan ketangguhan komposit kampas rem. Tiga variasi komposisi disiapkan dengan perubahan fraksi serat kulit jagung sebesar 50%, 40%, dan 30%, sementara fraksi logam ditingkatkan secara proporsional. Pengujian meliputi uji kekerasan Shore D dan uji impak Charpy. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kandungan logam meningkatkan kekerasan komposit dari 62 menjadi 78 Shore D, sedangkan penurunan kandungan kulit jagung menurunkan energi impak dari 12,57 J menjadi 6,98 J. Komposisi 50% kulit jagung, 25% kuningan, dan 25% aluminium memberikan keseimbangan paling optimal antara kekerasan dan ketangguhan. Komposit ini dinilai potensial sebagai material kampas rem non-asbes yang aman dan memiliki performa mekanik memadai.
Decolonizing Malay-Islamic Epistemology: Revitalizing the Intellectual Tradition in the Nusantara through a Philosophy of Science Perspective Darmawan, Candra
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2024): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v9i2.7056

Abstract

The Malay-Islamic scholarly tradition once served as a crucial foundation for the development of knowledge in the Nusantara through the harmonious integration of revelation, reason, and lived experience. However, colonialism has constructed a hierarchy of knowledge that positions Western epistemology as the center of rationality, while reducing the Malay-Islamic intellectual heritage to non-scientific local knowledge. This article aims to dismantle the structures of coloniality of knowledge that continue to be reproduced through modern education systems in the Malay–Islamic world and to offer the Transformative Islam framework as a more emancipatory epistemic alternative. Employing an interpretive textual analysis grounded in decolonial theory and the Islamic philosophy of science, this study traces epistemic subordination in the history of education, revitalizes the Malay–Islamic intellectual genealogy, and formulates a postcolonial pedagogical praxis to build the scientific autonomy of Malay Muslims. The findings show that colonial epistemological models have produced a disconnection from manuscripts, language, and the core values of adab, tawḥīd, and ḥikmah within Malay-Islamic epistemology. These findings are translated into a postcolonial pedagogical praxis with direct implications for contemporary education, including curriculum redesign, integrative teaching approaches that bridge religious and scientific knowledge, and community-engaged research to strengthen scientific agency. The article argues that such educational transformation is essential for restoring epistemic sovereignty and revitalizing Malay Islam as a knowledge civilization in the modern era.