Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR RISIKO LOW BACK PAIN PADA PEGAWAI LABORATORIUM KESEHATAN DAERAH Trie Vany Putri; Arie Wahyudi; Dianita Ekawati; Ali Harokan
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 1 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i1.1360

Abstract

Latar belakang: Gangguan otot rangka adalah penyakit kerja yang sering ditemukan, salah satunya yaitu nyeri lokal ataupun menjalar pada punggung bawah (low back pain/LBP). LBP dapat muncul karena pengaruh usia, jenis kelamin, masa kerja, indeks massa tubuh, dan faktor risiko ergonomi (postur janggal, posisi statis), sehingga akan berdampak pada kurangnya aktivitas kerja dan produktivitas. Dari hasil pemeriksaan kesehatan rutin pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2024, didapatkan 20% pegawai mengeluh nyeri punggung bawah. Tujuan: untuk menganalisis faktor risiko low back pain pada pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2025. Sampel penelitian ini berjumlah 40 responden dan diambil dengan menggunakan tehnik total sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuisioner yang diadopsi dari Dewi Yanti (2023), lembar Nordic Body Map (NBM) dan REBA. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya keluhan low back pain (42,5%) pada pegawai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Prabumulih tahun 2025. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (77,5%), dengan indeks massa tubuh tidak normal (57,5%), dan sebagian besar responden bekerja dengan postur janggal (52,5%). Saran: Lebih menjaga pola hidup sehat dengan meningkatkan aktivitas fisik serta institusi harus memperhatikan kekurangan sarana dan prasarana yang dapat berdampak pada postur kerja pegawai. Kata Kunci: LBP, ergonomi, Nordic Body Map, REBA
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Zulfalina Zulfalina; Ali Harokan; Dianita Ekawati
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1768

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit, yang dipengaruhi oleh lima dimensi kualitas pelayanan (SERVQUAL): keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti fisik (tangible). Laporan mutu keperawatan RSUD Palembang BARI semester I tahun 2025 menunjukkan kepatuhan perawat dalam pengisian lembar rencana pemulangan pasien masih di bawah target. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dan paling dominan memengaruhi kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Palembang BARI tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional di ruang rawat inap kelas 3 pada bulan Maret–April 2026. Sampel 95 responden dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil: Sebagian besar responden (68,4%) merasa puas. Analisis bivariat menunjukkan reliability (p=0,000), responsiveness (p=0,000), assurance (p=0,015), empathy (p=0,000), dan tangible (p=0,000) berhubungan bermakna dengan kepuasan pasien, sedangkan umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan tidak. Analisis multivariat menetapkan reliability (OR=0,261) dan tangible (OR=0,045) sebagai faktor yang berpengaruh, dengan tangible sebagai faktor paling dominan; model menjelaskan 55,0% variasi kepuasan pasien dengan ketepatan klasifikasi 83,2%. Saran: RSUD Palembang BARI disarankan memprioritaskan peningkatan kebersihan, kenyamanan, dan kelengkapan sarana-prasarana ruang rawat inap serta menjaga keandalan pelayanan sesuai standar operasional prosedur.
ANALISIS FAKTOR PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG PADA WANITA USIA SUBUR Rina Agnesia; Ali Harokan; Dianita Ekawati
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1779

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan MKJP di Indonesia masih rendah akibat keterbatasan pengetahuan, mitos efek samping, minimnya dukungan suami, dan mutu konseling yang belum optimal. Kondisi ini juga terjadi di UPTD Puskesmas Sukarami Palembang, di mana cakupan MKJP WUS hanya 10,8% (di bawah rata-rata kota 12–20%) meskipun fasilitas dan tenaga terlatih telah tersedia. Tujuan: Menganalisis penggunaan MKJP dan faktor-faktor yang berhubungan pada WUS di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukarami Kota Palembang Tahun 2026. Metode: Penelitian survei analitik observasional dengan desain cross-sectional di Puskesmas Sukarami Palembang bulan Maret sampai Mei 2026. Sampel 96 WUS peserta KB aktif dipilih secara purposive sampling kriteria inklusi WUS berusia 15–49 tahun, berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Sukarami, sedang menggunakan metode kontrasepsi, bersedia menandatangani informed consent. Data dikumpulkan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), serta multivariat (regresi logistik biner). Hasil: 21,9% responden menggunakan MKJP. Analisis bivariat berhubungan bermakna adalah pendidikan (p=0,048), paritas (p=0,003), pengetahuan (p=0,001), dukungan suami (p=0,013), dan mutu layanan KB (p<0,001), sedangkan pekerjaan (p=0,130) dan sikap (p=0,840) tidak berhubungan. Analisis multivariat menetapkan pengetahuan sebagai faktor paling dominan (aOR=7,31; 95% CI 1,67–32,08), diikuti dukungan suami, mutu layanan, dan pendidikan; model akhir menjelaskan 44,9% variasi penggunaan MKJP dengan ketepatan klasifikasi 84,4%. Saran: Bagi Puskesmas disarankan memperkuat edukasi dan konseling KB komprehensif oleh bidan Poli KIA-KB, meningkatkan mutu layanan sesuai enam elemen mutu, serta melibatkan suami dalam konseling KB pasangan.Kata Kunci: MKJP, Wanita Usia Subur, Pengetahuan, Dukungan Suami, Mutu Layanan