Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KEGEL EXERCISE TERHADAP TINGKAT RUPTUR PERINEUM PADA IBU BERSALIN PRIMIPARA Nor Asiyah; Irawati Irawati; Dyan Maya Nurwulan
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1675

Abstract

Abstrak Persalinan beresiko mengalami komplikasi baik terhadap ibu maupun janin. Komplikasi persalinan yang sering dialami ibu bersalin yaitu laserasi perineum. Perineum yang kaku dapat menghambat persalinan kala dua dan menyebabkan kerusakan-kerusakan jalan lahir yang luas. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah ruptur perineum yaitu dengan tindakan Kegel exercise. Kegel exercise salah satu senam untuk menguatkan otot dasar panggul menjelang persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegel exercise terhadap tingkat ruptur perineum pada ibu bersalin primipara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kegel exercise terhadap tingkat ruptur perineum pada ibu bersalin primipara. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen (Eksperimen semu). menggunakan rancangan Quasy Experiment Design, post-test with only control group dengan sampel penelitian adalah ibu bersalin yang memenuhi kriteria tertentu. Responden sebanyak 36, Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi SOP Kegel Exercise dan penilaian tingkat rupture perineum. analisis data dilakukan dengan uji Mann Whitney. Berdasarkan hasil uji statistik untuk pengaruh Kegel Exercise terhadap tingkat ruptur perineum pada ibu bersalin primipara diperoleh yaitu senam kegel 18 responden (50%) dan tidak senam kegal 18 responden (50%). Tingkat rupture perineum paling banyak derajat 1 dan derajat 2 masing-masing sebanyak 13 responden (36.1%).  nilai p value 0,0001 (p0,05). Ada pengaruh Kegel Exercise terhadap tingkat rupture perineum  pada ibu bersalin primipara.
PENGARUH SEDUHAN JAHE TERHADAP HIPEREMESIS GRAVIDARUM Zulaikhah Zulaikhah; Irawati Irawati; Islami Islami
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.2902

Abstract

Kehamilan adalah proses alami yang dialami oleh setiap wanita, dan seringkali disertai dengan berbagai keluhan. Salah satu keluhan awal yang paling umum, yang dikenal sebagai tanda presumtif kehamilan, adalah mual dan muntah. Untuk mengatasi keluhan ini, pendekatan non-farmakologis dapat dilakukan, salah satunya melalui pengobatan tradisional seperti konsumsi wedang jahe. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh seduhan jahe terhadap hiperemesis gravidarum pada ibu hamil. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan one group pretest- posttest design. Besar sampel sebanyak 35 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner PUQE 24. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Dari 35 responden yang diteliti ada 30 (85,7 %) menunjukkan hiperemesis gravidarum dengan frekuensi sedang sebanyak sebelum minum seduhan jahe. Setelah menyeduh jahe, responden paling banyak mengalami hiperemesis gravidarum dengan frekuensi ringan sebanyak 17 (48,6 %) responden. Uji statistic Wilcoxon sebesar p value 0,000 0,05. ada pengaruh seduhan jahe terhadap hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di RS PKU Muhammadiyah Mayong Jepara
EFEKTIFITAS PEMBERIAN TEKNIK GENGGAM JARI DAN RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT SANTOSA BANDUNG KOPO TAHUN 2026 Sri Roso Sari; Irawati Irawati; Noor Azizah
Nusantara Hasana Journal Vol. 6 No. 3 (2026): Nusantara Hasana Journal, August 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v6i3.2332

Abstract

Pain is one of the complications commonly experienced by mothers after cesarean section (SC). Pain management includes pharmacological therapy using analgesic drugs and non-pharmacological therapy through deep breathing relaxation and finger-hold techniques. This study used a Quasi-Experimental design with a two-group with control approach involving an intervention group and a control group. The population consisted of 477 post-cesarean section mothers, with a sample of 84 respondents divided equally into the intervention and control groups (42 each), selected using accidental sampling. Before treatment, the control group was dominated by severe pain (25 respondents; 59.52%) and moderate pain (17 respondents; 40.48%), while the intervention group was dominated by severe pain (27 respondents; 64.29%) and moderate pain (15 respondents; 35.71%). After the finger-hold and deep breathing relaxation techniques were given, the intervention group’s pain decreased to moderate (26 respondents; 61.91%), mild (15 respondents; 35.71%), with only 1 respondent (2.38%) still experiencing severe pain. The control group after standard therapy only reached moderate pain in 23 respondents (54.77%), with 19 respondents (45.23%) still experiencing severe pain. The Mann-Whitney U test showed Z=-7.935 and p=0.000 (p<0.05).The combination of finger-hold and deep breathing relaxation techniques is effective in reducing pain levels in post-cesarean section mothers at Santosa Hospital Bandung Kopo in 2026, compared with standard care without non-pharmacological intervention