Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Liquid Restriction for Patients With Chronic Kidney Disease to Prevent The Risk of Fluid Overload zahri darni; Maryani Eka Sasmita
J I K O (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi) Vol 5, No 1 (2021): JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)
Publisher : LPPM AKPER FATMAWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46749/jiko.v5i1.57

Abstract

Chronic Kidney Disease is an end stage kidney disease which is a progressive and irreversible impairment of kidney function in which the body's ability to fail to maintain metabolism. This disease is a complication of hypertension, diabetes mellitus, pyelonephritis and acute renal failure. This study aims to describe the implementation of fluid restriction interventions to address the risk of fluid volume overload. The method used is descriptive with a case study approach with a sample of two patients. Methods of data collection by interview, observation, physical examination and documentation study. The data obtained were analyzed descriptively to describe changes in blood pressure, pulse frequency, respiratory rate, temperature, body weight and edema. The results of the case study showed no edema, blood pressure in subject I from 158/78 mmHg to 135/89 mmHg, subject II from 141/80 mmHg to 128/78 mmHg, pulse rate, respiratory rate, temperature within normal limits and body weight both subjects there is no increase. This case study recommends that nurses maintain fluid restriction settings to address the risk of fluid volume overload in Chronic Kidney Disease patients. Key words: Chronic Kidney Disease, fluid restriction, risk of excess fluid volume.
Penerapan Pendidikan Kesehatan Perawatan TB Paru Ariyani Hidayati; Zahri Darni
J I K O (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi) Vol 2, No 2 (2018): JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)
Publisher : LPPM AKPER FATMAWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46749/jiko.v2i2.12

Abstract

Tuberkulosis Paru (TB paru) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, sejenis kuman batang aerobik dan tahan asam yang merupakan organisme patogen maupun saprofit. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan oleh perawat dalam upaya mengurangi insiden tuberkulosis paru adalah dengan melakukan penerapan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan adalah segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh seorang pendidik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan penerapan pendidikan kesehatan perawatan TB paru. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah dua orang pasien TB paru. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu format pengkajian keperawatan medikal bedah. Hasil penelitian setelah dilakukan pendidikan kesehatan perawatan TB Paru terhadap kedua pasien tersebut adalah pasien telah dapat menjelaskan kembali pengertian TB Paru, tanda gejala, akibat lanjut, perawatan dengan cara berhenti merokok, minum OAT sesuai jadwal, mengkonsumsi diet TKTP dan melaksanakan etika batuk serta kontrol sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan Pengukuran Tanda-Tanda Vital Pada Pasien Sirosis Hepatis Untuk Mencegah Hipertensi Portal Zahri Darni; Siti Rahmah
J I K O (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi) Vol 3, No 2 (2019): JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)
Publisher : LPPM AKPER FATMAWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46749/jiko.v3i2.29

Abstract

Sirosis hepatis adalah penyakit progresif kronis yang ditandai oleh inflamasi, fibrosis dan degenerasi sel-sel parenkim hati yang berlangsung terus-menerus yang akan mengakibatkan obstruksi sirkulasi portal hepatis dan gagal fungsi hepar. Hati menjadi rusak dan mengeras menyebabkan tekanan pada vena portal meningkat dan mengakibatkan terjadinya hipertensi portal sehingga timbul hemostatis vaskuler dan varises esofagus. Apabila tidak ditangani varises esofagus pecah sehingga terjadi perdarahan dan timbul hematemesis melena. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan oleh perawat adalah mengukur tanda-tanda vital. Tanda-tanda vital adalah cara yang cepat dan efisien untuk memantau kondisi pasien atau mengidentifikasi masalah dan mengevaluasi respon pasien terhadap intervensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan pengukuran tanda-tanda vital pada pasien sirosis hepatis untuk mencegah hipertensi portal di RSUP Fatmawati. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan studi kasus (dua kasus) dan menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian pada studi kasus ini adalah risiko injuri: perdarahan tidak terjadi yang menunjukkan pasien tidak mengalami hipertensi portal. Penelitian ini merekomendasikan agar perawat dapat melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital yang baik dan tepat sehingga hipertensi portal dapat dicegah.
Penggunaan Aromaterapi Lemon Untuk Mengurangi Nyeri Pada Pasien Post Operasi: Sebuah Studi Kasus Zahri Darni; Ririen Tyas Nur Khaliza
Buletin Kesehatan: Publikasi Ilmiah Bidang kesehatan Vol 4 No 2 (2020): Buletin Kesehatan: Publikasi Ilmiah Bidang Kesehatan
Publisher : AKPER Pasar Rebo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.008 KB) | DOI: 10.36971/keperawatan.v4i2.71

Abstract

Post surgery is the third phase of surgery which begins with moving the patient from the operating room to the postoperative unit and ends with the patients discharge. Problems experienced after surgery patients include pain. Pain action can be overcome with pharmacological and non pharmacological actions. One of the non-pharmacological actions to deal with pain is the respiratory distraction technique, namely lemon aromatherapy. The purpose of this study was to obtain an overview of the implementation of lemon aromatherapy to reduce pain in postoperative patients. The method used is descriptive with a case study approach with data collection methods by interview, observation, physical examination and documentation study, The data collection instrument used a medical surgical nursing assessment format and lemon aromatherapy instrument. The data obtained were analyzed descriptively to describe changes in pain scale, facial expressions, pain intensity, blood pressure, and pulse frequency. The results showed a decrease in pain in both cases. Case I decreased pain scale from 6 to 3, pain intensity became mild, facial expression relaxed, blood pressure 122/80 mmHg, and pulse rate 86 x/minute. Case II, there was a decrease in the pain scale from 5 to 2, the pain intensity become mild, the facial expression looked relaxed, the blood pressure was 130/80 mmHg, and the pulse rate was 88x/minute. The conclusion of this study is that lemon aromatherapy can reduce pain in postoperative patients
The Honey for The Treatment of Diabetic Foot: A Literature Review Hinin Wasilah; Lisnawati Nur Farida; Zahri Darni
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v9i1.448

Abstract

Background: Honey known as wound healer, but the use of honey for diabetes population is lack. Scientific studies needed to provide enough evidence to justify the benefits of honey for the treatment of diabetic foot ulcers. Aims: To identify the benefit of honey as healing diabetic foot ulcer. Methods: The author was used PICO question as the first step of this study, then the second step was searching the articles from several databases. The inclusion and exclusion criterias were using only honey as a diabetic foot treatment on human, randomized control trial study or quasy experimental study, published less than 10 years ago (2009 – 2019), available in English and provide full text. Meanwhile, for the exclusion criteria were literature review, systematic review or meta-analysis study, using honey as a treatment to animal such as rat and rabbit, combine honey with another treatment. By using PRISMA guideline, researchers were systematically review several articles from 4 databases. Results: After conducted search strategy by using Boolean search strategy, 4 articles were included. The articles used different types of honey and the population ranged from 8 to 63 peoples. According to the results, majority of study showed honey is effective as wound healer and safe Conclusion:  Honey wound dressing is an option for managing diabetic foot Recommendation: As a nurse, we can offer the honey as an effective treatment or intervention tools for targeted patients or populations
The Implementation of Health Education about Diabetic Foot Care among Patiens with Diabetes Mellitus to Improve Patients Knowledge: A Literature Review Zahri Darni; Shynta Amelia Agustin
J I K O (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi) Vol 7, No 1 (2023): JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)
Publisher : LPPM AKPER FATMAWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46749/jiko.v7i1.113

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that occurs due to metabolic disorders and is characterized by blood sugar levels that exceed normal limits. Complications of DM if not treated immediately can cause peripheral neurophaty, namely loss of sensation in the feet. Peripheral neuropathy prevention measures by performing foot care that can be provided through health education by nurses. The purpose of this literature review is to get an overview of the implementation of health education in an effort to increase knowledge of DM foot care in an empirical study of the last 10 years. The article search method uses for databases through Scient Direct, ProQuest, E-Resources National Library and Google Scholar (2011-2021) using Indonesian and English according to the inclusion criteria. Study design using cross sectional design and systematica/literature review. The results of a literature review of 7 articles consist of 3 articles of knowledge type and 4 articles of health education which stated that Ha or the alternative hypothesis was accepted. The conclusion from this literature review is that the implementation of health education about DM foot care can increase patient knowledge. It is recommended that nurses can maintain the implementation of health education to increase patient knowledge.  
CEGAH PENYAKIT GOUT ARTHRITIS MELALUI DETEKSI DINI Ani Nuraeni; Zahri Darni; Hemma Siti Rahayu; DWS Suarse Dewi; Nelwetis Nelwetis; Ngasirotun Ngasirotun; Danisa Zumawaddah Warahmah Syukri; Ramalah Tabah Anugrah; Slingga Anjely Vrisilia; Delina Septianing Tyas; Kristina Ratu Yosinda
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.196 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4666

Abstract

Gout arthritis merupakan peradangan sendi akibat peningkatan kadar asam urat dalam tubuh dan mengendap membentuk kristal asam urat. Faktor risiko penyebab gout arthritis adalah riwayat keturunan, mengonsumsi makanan tinggi purin, alkohol, merokok, kurang aktivitas fisik dan obesitas. Skrining gout arthritis sangat penting untuk mendeteksi kadar asam urat sehingga dapat mencegah penyakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada warga RT 02 RW 03 Kelurahan Pondok Labu yang berjumlah 56 orang dengan tujuan mendeteksi kadar asam urat dan faktor risiko penyebab penyakit gout arthritis. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 19 November 2022 bertempat di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatmawati dengan kegiatan berupa wawancara, pemeriksaan kesehatan dan konseling. Hasil kegiatan didapatkan sebagian besar peserta memiliki risiko yang rendah terkena gout arthritis karena tidak sering mengonsumsi makanan tinggi purin sebanyak 46 orang (82,1%), melakukan aktivitas fisik sebanyak 47 orang (83,9%), tidak merokok sebanyak 48 orang (83,9%), tidak memiliki riwayat keturunan sebanyak 46 orang (82,1%) namun hampir setengahnya memiliki risiko gout dari kelebihan berat badan sebanyak 24 orang (42,9%). Hasil pemeriksaan kadar asam urat menunjukkan kadar asam urat tinggi sebanyak 24 orang (42,9%). Kegiatan ini meningkatkan kesadaran warga pentingnya melakukan skrining kesehatan untuk mendeteksi penyakit.
PENINGKATAN PENGETAHUAN LANSIA MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DENGAN GERAKAN CERDIK DAN PATUH Ani Nuraeni; Zahri Darni
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7454

Abstract

Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun. Semakin bertambah usia maka semakin banyak mengalami masalah kesehatan seperti hipertensi, stroke, diabetes melitus, dan gangguan sendi. Hasil studi pendahuluan diperoleh data warga yang menderita penyakit tidak menular terbanyak yang berobat ke Puskemas Kelurahan Pondok Labu adalah hipertensi, diabetes melitus, stroke, asma dan penyakit jantung. Tingginya prevalensi penyakit ini disebabkan karena masih banyak masyarakat yang belum melakukan modifikasi perilaku sehingga diperlukan pendidikan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada lansia kelompok FKLU sejumlah 23 orang yang bertempat di RPTRA Pola Idaman RW 01 Kelurahan Pondok Labu pada tanggal 7 Juni 2023. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pengendalian penyakit tidak menular melalui Upaya CERDIK dan PATUH. Hasil kegiatan didapatkan sebagian besar lansia menderita penyakit tidak menular diabetes melitus, hipertensi dan gout, hasil pemeriksaan kesehatan menujukkan tekanan darah dan gula darah terkontrol serta terjadi peningkatan pengetahuan dimana sebelum diberikan intervensi, pengetahuan kategori baik hanya 39,1% dan setelah diberikan intervensi menjadi 73,9%. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan lansia sehingga dapat menerapkan perilaku CERDIK dan PATUH namun perlu ditindaklanjuti dengan pemberdayaan keluarga.
CEGAH PENYAKIT GOUT ARTHRITIS MELALUI DETEKSI DINI Ani Nuraeni; Zahri Darni; Hemma Siti Rahayu; DWS Suarse Dewi; Nelwetis Nelwetis; Ngasirotun Ngasirotun; Danisa Zumawaddah Warahmah Syukri; Ramalah Tabah Anugrah; Slingga Anjely Vrisilia; Delina Septianing Tyas; Kristina Ratu Yosinda
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4666

Abstract

Gout arthritis merupakan peradangan sendi akibat peningkatan kadar asam urat dalam tubuh dan mengendap membentuk kristal asam urat. Faktor risiko penyebab gout arthritis adalah riwayat keturunan, mengonsumsi makanan tinggi purin, alkohol, merokok, kurang aktivitas fisik dan obesitas. Skrining gout arthritis sangat penting untuk mendeteksi kadar asam urat sehingga dapat mencegah penyakit. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada warga RT 02 RW 03 Kelurahan Pondok Labu yang berjumlah 56 orang dengan tujuan mendeteksi kadar asam urat dan faktor risiko penyebab penyakit gout arthritis. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 19 November 2022 bertempat di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatmawati dengan kegiatan berupa wawancara, pemeriksaan kesehatan dan konseling. Hasil kegiatan didapatkan sebagian besar peserta memiliki risiko yang rendah terkena gout arthritis karena tidak sering mengonsumsi makanan tinggi purin sebanyak 46 orang (82,1%), melakukan aktivitas fisik sebanyak 47 orang (83,9%), tidak merokok sebanyak 48 orang (83,9%), tidak memiliki riwayat keturunan sebanyak 46 orang (82,1%) namun hampir setengahnya memiliki risiko gout dari kelebihan berat badan sebanyak 24 orang (42,9%). Hasil pemeriksaan kadar asam urat menunjukkan kadar asam urat tinggi sebanyak 24 orang (42,9%). Kegiatan ini meningkatkan kesadaran warga pentingnya melakukan skrining kesehatan untuk mendeteksi penyakit.
PENINGKATAN PENGETAHUAN LANSIA MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DENGAN GERAKAN CERDIK DAN PATUH Ani Nuraeni; Zahri Darni
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7454

Abstract

Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun. Semakin bertambah usia maka semakin banyak mengalami masalah kesehatan seperti hipertensi, stroke, diabetes melitus, dan gangguan sendi. Hasil studi pendahuluan diperoleh data warga yang menderita penyakit tidak menular terbanyak yang berobat ke Puskemas Kelurahan Pondok Labu adalah hipertensi, diabetes melitus, stroke, asma dan penyakit jantung. Tingginya prevalensi penyakit ini disebabkan karena masih banyak masyarakat yang belum melakukan modifikasi perilaku sehingga diperlukan pendidikan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada lansia kelompok FKLU sejumlah 23 orang yang bertempat di RPTRA Pola Idaman RW 01 Kelurahan Pondok Labu pada tanggal 7 Juni 2023. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pengendalian penyakit tidak menular melalui Upaya CERDIK dan PATUH. Hasil kegiatan didapatkan sebagian besar lansia menderita penyakit tidak menular diabetes melitus, hipertensi dan gout, hasil pemeriksaan kesehatan menujukkan tekanan darah dan gula darah terkontrol serta terjadi peningkatan pengetahuan dimana sebelum diberikan intervensi, pengetahuan kategori baik hanya 39,1% dan setelah diberikan intervensi menjadi 73,9%. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan lansia sehingga dapat menerapkan perilaku CERDIK dan PATUH namun perlu ditindaklanjuti dengan pemberdayaan keluarga.