Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

REORIENTASI KURIKULUM PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM (KPI) FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH IAIN SURAKARTA Adnani, Kamila; Hudaya, Ahmad; Fahmi, Muhammad
Kodifikasia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Kodifikasia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas dinamika pengembangan kurikulum program studiKomunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin dan DakwahIAIN Surakarta dan struktur kurikulum program studi Komunikasi danPenyiaran Islam (KPI) sesuai dengan kompetensi lulusannya.Dari duapermasalahn ini dapat disimpulkan bahwa dinamika pengembangankurikulum di prodi KPI FUD IAIN Surakarta berdasarkan3 ranah yaituranah proses, ranah factor dan ranah dampak. Pada ranah proses dibagipada 3 periode yaitu 1). Periode awal (early period), 2) periode menengah,(medium period)), 3)Periode dewasa ini (contemporary period). PadaRanah Faktor dilatarbelakangi oleh faktor-faktor sebagai berikut: 1).Faktor internal dan 2). Faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dosenmaupun karyawan, tata dan budaya organisasi di STAIN Surakarta,input mahasiswa, alumni (output), dan sebagainya. Sedangkanfaktoreksternal adalah faktor pasar tenaga kerja, tuntutan masyarakat, isu-isudan trendlokal, nasional maupun internasional dan sebagainya. FaktorDampak Pengembangan kurikulum akan menimbulkanbeberapa dampakdiantaranyaadalah: 1). Dampak Material 2). Dampak Profesional dan,3) Dampak Sosial Kultural. Struktur Kurikulum di prodi Komunikasi danPenyiaran Islam (KPI) IAIN Surakarta dalam menghadapi kompetensilulusannya pada kebutuhanpangsa pasar mengalami perubahanperubahanmulai tahun 1998/1999, 1999/2000, 2002/2003, 2007/2008,2009/2010, 2011/2012.
REORIENTASI KURIKULUM PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM (KPI) FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH IAIN SURAKARTA Adnani,dkk, Kamila
Kodifikasia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.312 KB) | DOI: 10.21154/kodifikasia.v6i1.768

Abstract

Tulisan ini membahas dinamika pengembangan kurikulum program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta dan struktur kurikulum program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) sesuai dengan kompetensi lulusan nya. Dari dua permasalahn  ini  dapat  disimpulkan  bahwa  dinamika  pengembangan kurikulum di prodi KPI FUD IAIN Surakarta ber dasarkan 3 ranah yaitu ranah proses, ranah factor dan ranah dampak. Pada ranah proses dibagi pada 3 periode yaitu 1). Periode awal (early period), 2) periode menengah, (medium  period)),  3)Periode  dewasa  ini  (contemporary  period).  Pada Ranah  Faktor  dilatarbelakangi  oleh  faktor-faktor  sebagai  berikut:  1). Faktor internal dan 2). Faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dosen maupun  karyawan,  tata  dan  budaya  organisasi  di  STAIN  Surakarta, input  mahasiswa,  alumni  (output),  dan  sebagainya.  Sedang kan  faktor eksternal adalah faktor pasar tenaga kerja, tuntutan masyarakat, isu-isu dan  trendlokal,  nasional  maupun  internasional  dan  sebagainya.  Faktor Dampak Pengembangan kurikulum akan menimbul kan beberapa dampak di antaranya adalah: 1). Dampak Material 2). Dampak Profesional dan, 3) Dampak Sosial Kultural. Struktur Kurikulum di prodi Komunikasi dan Penyiaran  Islam  (KPI)  IAIN  Surakarta  dalam  menghadapi  kompetensi lulusannya  pada  ke butuhan  pangsa  pasar  mengalami  perubahanperubahan mulai tahun 1998/1999, 1999/2000, 2002/2003, 2007/2008, 2009/2010, 2011/2012.
RESISTENSI PEREMPUAN DAN IDEOLOGI PENGARANG TERHADAP TRADISI-TRADISI DI PESANTREN Adnani, Kamila; Udasmoro, Wening; Noviani, Ratna
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol 10 No 2 (2015)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.312 KB)

Abstract

Abstract: Gender issue in pesantren (or Islamic Boarding School) is a part of larger gender problem in Indonesia, either in education and in religion. The main indicator of this problem is vivid gap between males and females. This issue is actually not a new thing for there are a bunch of Indonesian novels serve it. Those novels touching pesantren in the theme usually put the women as a powerless, subordinated, inferior, marginalized person. However, the novel Perempuan Berkalung Sorban(PBS) tries to empower women. In the novel, the woman is portrayed as brilliant, brave, and also critical toward the pesantren hegemony such as: the power relation between santri (students) and kiai (teachers), the understanding on classical books (kitab kuning), social relation between men and women in pesantren ciircumstances, and many more. Kata Kunci: Resistensi, Ideologi, Perempuan, Pesantren
RESEPSI KOMODIFIKASI HALAL PADA IKLAN JILBAB ZOYA Lestari, Juri; Adnani, Kamila
Academic Journal of Da'wa and Communication Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ajdc.v1i1.2399

Abstract

Giving halal certification for many products is a guarantee that products is safe for consumption by a Muslim people. But media tend to using religion value to get a big commodity that profitable for company, or change the using value of religion to economic value. This research is a study about audience of television advertisement with the reception approach. This research is for knowing how are the Solo Hijabers community members meaning to Zoya Hijab advertisement. This research is using a qualitative method. Data analysis that using is Reception by Stuart Hall (encoding-decoding) with using three kind of analysis, dominant hegemonic position, negotiated position, and oppositional position. The result that researcher get is just showing two types, that is hegemonic dominant and negotiation. While the opposite position not happen to Hijabers Solo Community. In this research also found interesting something, although informant nothing have an attitude, meaning, and act the same way. They are still agree of hijab Zoya distribution in the market. Even they want to buy or using that hijab. Without they realize, they agree halal value to the Zoya hijab advertisement is a form of commodification.
REORIENTASI KURIKULUM PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM (KPI) FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH IAIN SURAKARTA Adnani,dkk, Kamila
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v6i1.768

Abstract

Tulisan ini membahas dinamika pengembangan kurikulum program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta dan struktur kurikulum program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) sesuai dengan kompetensi lulusan nya. Dari dua permasalahn  ini  dapat  disimpulkan  bahwa  dinamika  pengembangan kurikulum di prodi KPI FUD IAIN Surakarta ber dasarkan 3 ranah yaitu ranah proses, ranah factor dan ranah dampak. Pada ranah proses dibagi pada 3 periode yaitu 1). Periode awal (early period), 2) periode menengah, (medium  period)),  3)Periode  dewasa  ini  (contemporary  period).  Pada Ranah  Faktor  dilatarbelakangi  oleh  faktor-faktor  sebagai  berikut:  1). Faktor internal dan 2). Faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dosen maupun  karyawan,  tata  dan  budaya  organisasi  di  STAIN  Surakarta, input  mahasiswa,  alumni  (output),  dan  sebagainya.  Sedang kan  faktor eksternal adalah faktor pasar tenaga kerja, tuntutan masyarakat, isu-isu dan  trendlokal,  nasional  maupun  internasional  dan  sebagainya.  Faktor Dampak Pengembangan kurikulum akan menimbul kan beberapa dampak di antaranya adalah: 1). Dampak Material 2). Dampak Profesional dan, 3) Dampak Sosial Kultural. Struktur Kurikulum di prodi Komunikasi dan Penyiaran  Islam  (KPI)  IAIN  Surakarta  dalam  menghadapi  kompetensi lulusannya  pada  ke butuhan  pangsa  pasar  mengalami  perubahanperubahan mulai tahun 1998/1999, 1999/2000, 2002/2003, 2007/2008, 2009/2010, 2011/2012.
RESISTENSI PEREMPUAN TERHADAP TRADISI-TRADISI DI PESANTREN ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP NOVEL PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN Kamila Adnani; Wening Udasmoro; Ratna Noviani
Jurnal Kawistara Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.754 KB) | DOI: 10.22146/kawistara.15520

Abstract

Gender issue in a pesantren (Islamic Boarding House) is a part of larger gender issues in Indonesia,either in education or religion. The main indicator of gender issue in pesantren is a striking gap betweenmen and women. Themes related to this issue actually are not new for novels in Indonesia. Some novelsrelated to pesantren usually portray women as helplessness, subordinate, inferior, and marginalized.However, in Perempuan Berkalung Sorban (PBS) novel, the author tried to empower women throughhis writings. Women in PBS novel was portrayed as smart, brave, and critical towards pesantren’shegemony such as power relation between santri (students) and kiai (teachers), the understanding ofclassical books (Kitab Kuning), social relations between men and women in pesantren, and so forth
Kontruksi Pemikiran Keagamaan tentang Nilai-Nilai Nasionalisme Pada Penceramah di Masjid Agung Surakarta dan Sukoharjo Moh Abdul Kholiq Hasan; Kamila Adnani; Moh. Mahbub
Al-Ulum Vol. 18 No. 2 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1267.91 KB) | DOI: 10.30603/au.v18i2.660

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konstruksi pemikiran keagamaan tentang nilai-nilai nasionalisme dan wawasan nasionalisme yang terdapat pada para penceramah di masjid Agung Surakarta dan Sukoharjo. Hasil penelitian penunjukkan bahwa konstruksi pemikiran keagamaan para penceramah dapat dibagi dua tipe. Pertama, penceramah fundamentalis; pemikiran nasionalis yang selalu menjadikan teks-teks agama sebagai pijakan satu-satunya, terlalu idialistik dan normatif. Seperti penceramah HTI dan Salafi. Kedua, penceramah moderat; pemikiran nasionalis yang tidak menjadikan teks-teks agama sebagai pijakan satu-satunya tetapi juga melihat rialita dan maqâsid syarî’ah, fleksibel dan realistik. Seperti penceramah Tarbiyah-PKS dan NU. Sedang wawasan nasionalisme telah mencakup lima hal pokok nilai-nilai nasionalisme. Yaitu Pancasila, cinta tanah air dan NKRI, toleransi dan keragaman, demokrasi dan musyawarah, hormat bendera merah putih serta lagu kebangsaan. Secara umum para penceramah menerima dan mendukungnya. Kecuali terkait dengan demokrasi yang menurut penceramah HTI dan salafi bertentangan dengan Islam. HTI menerima konsep NKRI tetapi dibawah naungan khilafah.
RESISTENSI PEREMPUAN DAN IDEOLOGI PENGARANG TERHADAP TRADISI-TRADISI DI PESANTREN Kamila Adnani; Wening Udasmoro; Ratna Noviani
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol 10 No 2 (2015)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.312 KB)

Abstract

Abstract: Gender issue in pesantren (or Islamic Boarding School) is a part of larger gender problem in Indonesia, either in education and in religion. The main indicator of this problem is vivid gap between males and females. This issue is actually not a new thing for there are a bunch of Indonesian novels serve it. Those novels touching pesantren in the theme usually put the women as a powerless, subordinated, inferior, marginalized person. However, the novel Perempuan Berkalung Sorban(PBS) tries to empower women. In the novel, the woman is portrayed as brilliant, brave, and also critical toward the pesantren hegemony such as: the power relation between santri (students) and kiai (teachers), the understanding on classical books (kitab kuning), social relation between men and women in pesantren ciircumstances, and many more. Kata Kunci: Resistensi, Ideologi, Perempuan, Pesantren
The Role Equality of Nyai in the Development of Islamic Boarding School (Pesantren) : (Case Study of Al-Huda Islamic Boarding School, Doglo, Cepogo, Boyolali Regency) Moh. Mahbub; Kamila Adnani
BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/bg.v7i2.6265

Abstract

The hegemony of the Islamic boarding school (pesantren) has been related to the power of a Kiai. Nowadays, it has been changed by gender equality between Nyai and Kiai in Islamic boarding schools. A Kiai or Nyai can play a role inside or outside of the Islamic boarding school (pesantren). The role of the Kiai as a teacher, caretaker, and owner of the Islamic boarding school (pesantren) is quite dominant. In fact, it is found that a Nyai can also play a role in the development of education, economy, and relations in Islamic boarding schools (pesantren). This study applied a qualitative method with a phenomenological-constructionist approach. Data Collection Techniques were conducted by observation, interview, and documentation. The research results explained that the roles equality of Kiai and Nyai are obtained through a process of adaptation and the existence of space allowing the division of tasks between Kiai and Nyai as the efforts in developing Islamic boarding schools (pesantren).
Makna Life Goals dalam Film Rentang Kisah: Analisis Naratif Model Tzvetan Todorov Devi Putri Aji; Kamila Adnani
Academic Journal of Da'wa and Communication Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ajdc.v4i1.5427

Abstract

The Rentang Kisah film is adapted from a best-selling novel which outlines the life journey of a Gita Savitri Devi. The purpose of this study is to describe the meaning of Life Goals in the film of Rentang Kisah through the analysis of Tzvetan Todorov's model. In this study, two problems were found, namely: first, how is the storyline of the film of Rentang Kisah examined through Tzevetan Todorov's analytical knife; and second, how the meaning of life goals in the film of Rentang Kisah is described in Tzvetan Todorov's narrative analysis. This researcher found several data findings that the storyline of the film of Rentang Kisah is depicted through 3 narrative lines in terms of the analysis of Tzvetan Todorov's model. There are 7 meanings of life goals found in the film texts studied, which include 4 meanings of life goals in the middle plot, and 3 meanings of life goals in the final plot. However, there is no life goals meaning in the beginning plot of the film.