Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemberian Edukasi Penyakit Kronis yang Dapat Dicegah Melalui Tekanan Darah dan Gula Darah Parawansa, Dirgah Agum; Serli, Serli; Dahniar, Dahniar; Jamaluddin, Indra Prastiwi; Ramadhanty, Andi Fitrah
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 10 (2025): Agustus
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/by2wtv88

Abstract

Penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus merupakan penyebab utama kematian di Indonesia dan memiliki prevalensi yang terus meningkat, termasuk di wilayah Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, merupakan salah satu wilayah menunjukkan kecenderungan meningkatnya kasus penyakit kronis, yaitu kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pengendalian tekanan darah dan gula darah sebagai upaya preventif terhadap penyakit kronis. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah serta diskusi interaktif dan edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat, pengendalian stres, konsumsi makanan bergizi, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan penyakit kronis dan memperkuat upaya promotive dan preventif di tingkat kelurahan.
Edukasi Donor Darah: Mewujudkan Masyarakat Sadar Pentingnya Donor Darah Bagi Layanan Kesehatan Nur, A Arviani Desianti; Dahniar, Dahniar; Jamaluddin, Indra Prastiwi; Masri, Aurika Nur Aisyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i1.126

Abstract

Donor darah merupakan kegiatan sosial yang tidak hanya bermanfaat bagi penerima tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan pendonor. Namun, rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah menjadi tantangan utama dalam mencukupi kebutuhan darah nasional. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Kelurahan Laikang, Kota Makassar, terhadap manfaat serta pentingnya donor darah. Metode yang digunakan adalah edukasi langsung kepada masyarakat melalui penyuluhan interaktif yang dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2025 di Kantor Kelurahan Laikang. Sebanyak 56 peserta dari masyarakat sekitar hadir dan mengikuti kegiatan ini. Materi edukasi meliputi manfaat donor darah bagi kesehatan, persyaratan menjadi pendonor, serta proses pelaksanaan donor darah. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi D-III Teknologi Bank Darah sebagai narasumber. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusiasme tinggi dari peserta, yang tercermin dalam partisipasi aktif selama penyuluhan berlangsung. Edukasi yang diberikan berkontribusi dalam membentuk pemahaman baru, memperbaiki sikap terhadap donor darah, serta memotivasi masyarakat untuk menjadi pendonor. Selain manfaat kesehatan seperti menurunkan kekentalan darah dan risiko penyakit jantung, informasi yang akurat juga membantu mengurangi ketakutan dan mitos yang selama ini menjadi hambatan. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini terbukti efektif sebagai strategi promosi kesehatan dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap donor darah, serta sebagai langkah nyata dalam mendukung ketersediaan darah yang aman dan mencukupi di masyarakat.
Gambaran Ketersediaan Stok Komponen Darah Thrombocyte Concentrate di UDD PMI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2024 Jannah, Andi Miftahul; Nur, A Arviani Desianti; Dahniar, Dahniar
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i5.613

Abstract

Ketersediaan stok komponen darah sangat penting dalam pelayanan transfusi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan ketersediaan stok komponen darah thrombocyte concentrate di UDD PMI Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh data stok komponen darah TC yang lulus produk. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling dari data yang tersedia. Pengumpulan data dilakukan melalui data sekunder yang diperoleh dari bagian kantor pendataan UDD PMI, mencakup produksi, stok, permintaan, dan pemberian TC. Data dianalisis menggunakan uji univariat. Hasil penelitian menunjukkan total produksi TC mencapai 17.997 kantong, dengan bulan Maret sebagai bulan tertinggi. Stok TC yang lulus produk mencapai 17.594 kantong, sementara permintaan total mencapai 19.007 kantong, dengan puncak permintaan pada bulan Desember. Total pemberian TC selama tahun 2024 adalah 15.429 kantong. Kesimpulannya, terdapat ketidakseimbangan antara permintaan dan persediaan TC, yang dapat memengaruhi pelayanan transfusi darah. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah meningkatkan sosialisasi donor darah untuk memenuhi kebutuhan stok.
Gambaran Kejadian IMLTD pada Pendonor Darah di UPT Transfusi Darah Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2024 Hardiyanti Julia Rahmat; Dahniar Dahniar; A. Arviani Desianti Nur
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i4.874

Abstract

A donor is someone who gives blood or blood components so that they can be used by others. Blood transfusion is a blood or blood components distribution activity from donors to patients with special considerations. Blood transfusion carry the risk of transmitting infection that can endanger the recipient patients. Transfusion-transmitted infections are pathogens that can weakenbthe immune system. These infections can include HIV, HBsAg, HCV, and Syphilis. Pre-transfusion screening is necessary to minimize the risk of infection spread. Pre-transfusion screening tests that can be performed include chemiluminescent immunoassay (CHLIA) and nucleic acid testing (NAT). These tests can detect the presence and quantify the titer of antigens in the serum and blood of potential donors. Screening for transfusion-transmitted infections is a blood safety measure aimed at minimizing the risk of infection transmission to blood recipients, healthcare workers, and the environment, conducted prior to the blood transfusion process. The high incidence of Transfusion-Transmitted Infections in donor blood units underscores the importance of accurate and precise screening. Testing must have high sensitivity and specificity to prevent false-negative results due to low analyte levels.
Gambaran Golongan Darah Sistem ABO dan Rhesus Siswa SMA dalam Kegiatan EXPO 2024 A. Arviani Desianti Nur; Sitti Rahbiah Akram; Ririn Feriana Basri; Dahniar Dahniar; Dirgah Agum Parawansa
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v5i2.99

Abstract

Blood is classified into four main types: A, B, AB, and O. Besides the ABO system, the Rhesus (Rh) system is also important to identify. Knowing one's blood type is essential, especially for safe and effective blood transfusions. Blood typing ensures compatibility between donors and recipients.This study was conducted at the Sandeq Ballroom, Claro Hotel Makassar, during the Sulawesi Education Techno (EXPO) 2024, held from January 23–25, 2024. The participants were high school students attending the event. A total of 258 students voluntarily participated in blood and Rh typing using a convenience sampling method. Results showed that blood type O was the most dominant, followed by types B, A, and the least common was type AB. This distribution is consistent with the general blood type distribution in Indonesia, where blood type O is the most prevalent. This data can serve as a reference for planning future blood donation drives and increasing awareness about the importance of knowing one's blood type, especially among young people
Faktor Yang Mempengaruhi Minat Siswa Untuk Menjadi Pendonor Darah Pemula Dahniar, Dahniar; Nur, A Arviani Desianti; Hidayat, Muh Riyan; Syamri, Hilya Tushaleha
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 4 (2026): Februari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/wmv7n251

Abstract

Minat donor adalah ketertarikan seseorang untuk mendonorkan darahnya. Tujuan dari kegiatan pkm ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat siswa untuk menjadi pendonor darah pemula. Fokus kajian meliputi tingkat pengetahuan, sikap, motivasi, dukungan lingkungan, serta pengaruh edukasi kesehatan terhadap keputusan siswa dalam berpartisipasi sebagai pendonor darah. Metode yang digunakan dalam pemberian edukasi adalah metode ceramah dengan sasaran 50 siswa SMAN 12 Makassar. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan kemudian dilanjutkan pemeberian edukasi dan diskusi, serta pemeriksaan golongan darah. Pemberian edukasi memberikan pemahaman kepada siswa bahwa donor darah sangat penting dan memiliki banyak manfaat, selain itu juga diberikan edukasi terkait syarat-syarat untuk menjadi pendonor darah. Hasil edukasin menunjukkan bahwa minat siswa untuk menjadi pendonor darah pemula dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang baik, sikap positif, motivasi altruistik, serta dukungan dari sekolah dan lingkungan sosial. Edukasi dan sosialisasi donor darah secara berkelanjutan berperan penting dalam meningkatkan minat dan partisipasi siswa sebagai pendonor darah pemula.