Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENYULUHAN PROSES DONOR DARAH DAN PENTINGNYA DONOR DARAH SEBAGAI EDUKASI PRA-DONASI PADA MASYARAKAT PATTITANGNGANG, KECAMATAN MAPPAKASUNGGU, KABUPATEN TAKALAR : Indonesia Ririn Feriana Basri; Rahmita Rahmita
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v3i3.481

Abstract

Donor darah adalah proses pengambilan darah secara sukarela untuk keperluan transfusi darah. Sebelum donor darah, pendonor akan melewati tahap seleksi donor bertujuan untuk melindungi kesehatan donor dengan memastikan bahwa donasi tersebut tidak berbahaya bagi kesehatannya, dan melindungi dari resiko penyakit menular atau efek merugikan lainnya. Perlunya edukasi pra-donasi agar calon pendonor mengetahui serangkaian proses donor darah, penting pula untuk memberikan edukasi kepada masyarakat akan manfaat kesehatan dari donor darah dengan harapan adanya kesadaran untuk melakukan donor darah sukarela menjadi dasar dilakukannya PKM ini. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Pattitangngang Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar, sasaran kegiatan adalah warga Kelurahan Pattitangngang. Diikuti sebanyak 29 warga yang turut serta pada penyuluhan pentingnya donor darah dan proses donor darah. Kegiatan tersebut telah memberikan edukasi kepada warga terkait proses yang berlangsung pada donor darah, penyuluhan ini merupakan edukasi pra-donasi sehingga warga memiliki pemahaman mengenai proses donor dan pentingnya donor darah.
Edukasi Pra Donasi : HIV Sebagai Parameter Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah Basri, Ririn Feriana; Akram, Sitti Rahbiah; Astuti, Astuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 12 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i12.121

Abstract

Tindakan seleksi donor merupakan upaya perlindungan terhadap pendonor dan penerima darah. Pada proses seleksi petugas perlu memberikan informasi pra donasi kepada semua calon pendonor, menjelaskan proses penyumbangan darah, risiko yang berhubungan dengan infeksi menular lewat transfusi darah dan tanggung jawab pendonor untuk memberitahukan setiap risiko yang mungkin dimiliki secara jujur dan benar. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat di Kelurahan Laikang Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar adalah pemberian edukasi pra donasi terkait salah satu parameter infeksi menular lewat transfuse darah yaitu HIV (Human Immunodeficiency Virusi). Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar, dimana sasarannya adalah warga disekitar kelurahan, dengan jumlah warga yang hadir 56 orang. Proses pelaksanaan kegiatan setelah acara pembukaan, maka langsung dilanjutkan dengan kegiatan pemberian edukasi pra donasi terkait HIV sebagai parameter infeksi menular lewat transfusi darah. Materi edukasi disampaikan secara langsung kepada peserta menggunakan media banner yang menampilkan informasi-informasi penting terkait seleksi donor, salah satunya adalah parameter infeksi menular lewat transfusi darah.
Edukasi Sifilis Sebagai Parameter Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) Akram, Sitti Rahbiah; Basri, Ririn Feriana; Astuti, Astuti
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 9 (2025): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/tw12ta58

Abstract

Sifilis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit menular yang dapat ditularkan melalui transfusi darah. Pemberian edukasi sifilis sebagai parameter infeksi menular lewat transfusi darah kepada masyarakat  bertujuan meningkatkan pemahaman penyakit sifilis dan keamanan dalam donor darah. metode yang digunakan dalam pemberian edukasi yaitu metode ceramah dengan sasaran 56 orang masyarakat Keluarahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.  Kegiatan ini diawali dengan pembukaan kemudian dilanjutkan pemeberian edukasi dan diskusi, serta pemeriksaan kesehatan seperti tekanan darah, gula darah dan pengecekan golongan darah. Pemberian edukasi memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sifilis merupakan penyakit yang berbahaya dan menular. Selain itu, dalam  tarnsfusi darah memiliki resiko penularan penyakit seperti sifilis, namun dalam pelayanan transfusi darah dilakukan proses uji saring infeksi menular transfusi darah (IMLTD) sehingga darah yang reaktif sifilis tidak boleh ditransfusikan.
Gambaran Hasil Pemeriksaan Sifilis Pada Pendonor Darah Di UDD PMI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2024 Apriyanti, Apriyanti; Basri, Ririn Feriana; Akram, Sitti Rahbiah
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i5.610

Abstract

Sifilis merupakan salah satu infeksi menular seksual yang berpotensi menular melalui transfusi darah. Pemeriksaan sifilis menjadi bagian penting dari proses skrining darah untuk menjamin keamanan darah sebelum ditransfusikan kepada resipien. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran hasil pemeriksaan sifilis pada pendonor darah di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan data sekunder yang diperoleh dari Humas UDD PMI. Data yang dikumpulkan berasal dari hasil pemeriksaan metode CHLIA terdapat 21.917 pendonor darah selama periode Januari–Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 73 pendonor darah (0,33%) yang reaktif sifilis. Distribusi terbanyak terjadi pada bulan Maret sebanyak 9 pendonor (12,3%) dan yang paling sedikit pada bulan Februari dan April, masing-masing sebanyak 3 pendonor (4,1%). Berdasarkan jenis kelamin, kasus terbanyak ditemukan pada laki-laki sebanyak 62 orang (84,9%) dan perempuan 11 orang (15,1%). Sedangkan berdasarkan kelompok usia, penderita sifilis paling banyak berada pada rentang usia 20–50 tahun yaitu 61 orang (83,6%). Hasil ini menunjukkan perlunya peningkatan skrining sifilis secara konsisten serta edukasi terkait pencegahan infeksi menular seksual pada kelompok usia produktif, khususnya pendonor laki-laki.
Edukasi Pra-Donasi : Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah di Lingkungan Kunjung Mae, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar Feriana Basri, Ririn; Rahbiah Akram, Sitti
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transfusi darah adalah suatu kegiatan penyaluran darah yang bertujuan untuk penyembuhan penyakit, pemulihan kesehatan hingga menyelamatkan pasien yang kekurangan darah. Darah yang akan di transfusikan kepada pasien harus melalui pengecekan keamanan terlebih dahulu. Darah sebelum di transfusikan harus terbebas dari infeksi yang dapat ditularkan. Penyakit yang dapat ditularkan melalui transfusi darah disebut Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD), diantaranya HIV, Hepatitis B, Hepatitis C dan Sifilis. Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Lingkungan Kunjung Mae Kelurahan Takalar Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar. Sasaran kegiatan ini adalah warga Lingkungan Kunjung Mae, diikuti sebanyak 30 warga. Kegiatan tersebut telah memberikan edukasi kepada warga terkait proses yang berlangsung pada donor darah, penyuluhan ini merupakan edukasi pra-donasi sehingga warga memiliki pemahaman mengenai infeksi menular lewat transfusi darah.
Edukasi Metode Uji Saring dalam Pemeriksaan Darah pada Masyarakat di Lingkungan Kunjung Mae Kabupaten Takalar Akram, Sitti Rahbiah; Basri, Ririn Feriana
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan transfusi darah merupakan salah satu tindakan yang beresiko sehingga dalam pelayanan darah dilakukan metode uji saring untuk menghasilkan darah yang aman. Uji saring Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD) dilakukan untuk menghindari risiko penularan infeksi dari donor kepada pasien. Uji saring darah terhadap infeksi paling sedikit wajib ditujukan untuk deteksi HIV, Hepatitis B, Hepatitis C dan Sifilis. Deteksi IMLTD dapat dilakukan terhadap antibodi dan atau antigen seperti metode rapid test, Enzyme Immuno Assay (EIA), Chemiluminescence Immuno Assay dan terhadap materi genetik virus seperti metoda Nucleic Acid Amplification Test (NAT). Penyuluhan ini dilakukan dengan metode ceramah yang dihadiri sebanyak 30 orang serta dilakukan pemeriksaan kesehatan berupa gula darah, tekanan darah dan golongan darah di lingkungan Kunjung Mae, Kelurahan Takalar, Kecematan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Berdasarkan hasil dari kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang metode uji saring dalam pemeriksaan darah sebagai salah satu prosedur untuk menghasil produk darah yang aman bagi penerima donor
Donor Darah Sukarela di Lingkup Kampus Politeknik Kesehatan Megarezky Makassar Feriana Basri, Ririn; Sitti Rahbiah Akram
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v1i2.1809

Abstract

Donor darah merupakan proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela. Darah ini kemudian akan diolah sehingga menghasilkan produk darah yang aman untuk ditransfusikan. Mendonorkan darah secara rutin akan membantu tubuh meningkatkan produksi sel-sel darah baru serta membantu orang yang membutuhkan darah. Kegiatan donor darah sangat penting dilakukan karena kebutuhan darah yang sangat tinggi sedangkan ketersediaan darah masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu donor darah sukarela dilakukan bersama Unit Donor Darah PMI Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan ini bertempat di kampus Politeknik Kesehatan Megarezky dengan 47 partisipan. Berdasarkan hasil kegian donor darah ini disimpulkan bahwa tidak semua partisipan lolos dalam seleksi donor darah. Partisipan yang berhasil donor darah sebanyak 29 orang, batal donor 15 orang darah dan gagal donor darah 3 orang.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Calon Pendonor dengan Minat Donor Darah Pada Mahasiswa Achmad Mulyaone; Sitti Rahbiah Akram; Ririn Feriana Basri
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v5i2.108

Abstract

Blood donation is an essential humanitarian act that contributes to the healthcare system by ensuring the availability of safe blood for patients in need. However, the participation rate of university students in blood donation remains low, even though they are in the productive age group. This study aimed to determine the relationship between knowledge level and interest in blood donation among students in Makassar. A cross-sectional analytic method was used with a total of 100 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a structured and validated questionnaire, then analyzed using the Chi-square test. The findings showed that 41% of respondents had a high level of knowledge, 26% moderate, and 33% low. Meanwhile, blood donation interest levels were 7% high, 78% moderate, and 15% low. The statistical test revealed a significant relationship between knowledge level and blood donation interest (p=0.026). Higher knowledge levels tend to influence student interest, although other factors such as fear, information access, and social support also contribute. It is concluded that education and outreach programs are needed to increase awareness and build a strong culture of voluntary blood donation among students
Gambaran Golongan Darah Sistem ABO dan Rhesus Siswa SMA dalam Kegiatan EXPO 2024 A. Arviani Desianti Nur; Sitti Rahbiah Akram; Ririn Feriana Basri; Dahniar Dahniar; Dirgah Agum Parawansa
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v5i2.99

Abstract

Blood is classified into four main types: A, B, AB, and O. Besides the ABO system, the Rhesus (Rh) system is also important to identify. Knowing one's blood type is essential, especially for safe and effective blood transfusions. Blood typing ensures compatibility between donors and recipients.This study was conducted at the Sandeq Ballroom, Claro Hotel Makassar, during the Sulawesi Education Techno (EXPO) 2024, held from January 23–25, 2024. The participants were high school students attending the event. A total of 258 students voluntarily participated in blood and Rh typing using a convenience sampling method. Results showed that blood type O was the most dominant, followed by types B, A, and the least common was type AB. This distribution is consistent with the general blood type distribution in Indonesia, where blood type O is the most prevalent. This data can serve as a reference for planning future blood donation drives and increasing awareness about the importance of knowing one's blood type, especially among young people