Ramlah H.A Gani
Universitas Terbuka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENULISAN PUISI BAGI SISWA SMP/MTs KECAMATAN SURALAGA Ramlah H.A Gani; Nurdin Nurdin; Titin Ernawati; Pujilestari Pujilestari
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 3 No. 1 (2023): Batara Wisnu | Januari - April 2023
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v3i1.167

Abstract

This Community Service Program aims to provide training and guidance in the field of literary writing for students of SMP IT Pancor Kopong, MTs NW Dames, and MTs NW Getap, Suralaga District from April to July 2022. This activity is an effort to foster students' literacy skills, especially poetry writing skills. In addition, this activity is also a way to bring schools and students closer to literary works. In its implementation, this PkM is carried out by providing training and mentoring on an ongoing basis. The training was conducted for three days to students. Training is carried out in two ways, namely in-class (inside the class) and out-class (outside the class). In-class training is conducted to provide students with the same understanding of writing literary works, while out-class training is carried out to hone students' sensitivity, critical thinking, and intuition to capture every problem that exists around them to be used as material in writing literary works. Coaching is carried out by holding meetings for three days every week on an ongoing basis to provide stimulus and evaluate the work of participants/students. Here, work reviews, discussions, and improvements are carried out based on input from the supervisor. Each participant is required to write five literary works in this program. Based on the training and coaching conducted at the three schools, it had a positive impact on the development of poetry writing skills. 98% of students are able to write poetry well, this is evident from the results of the poems which are made based on the criteria, namely the beauty of typography, themes, variations, and content. This criterion already exists in the students' poetry results
Efektivitas Instrument Penilaian Afektif dalam Pembelajaran Menyimak Cerita Daerah Siswa MI NWDI Pancor Kopong Ramlah H.A Gani; Nunung Supratmi; Herman Wijaya; Khirjan Nahdi
Widya Accarya Vol. 14 No. 2 (2023): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.14.2.1466.172-184

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang efektivitas instrumen penilaian afektif dalam pembelajaran menyimak cerita di MI NWDI Pancor Kopong. Tujuan penelitian ini untuk mendeksripsikan keefektifan instrumen penilaian afektif yang digunakan oleh guru MI NWDI Pancor Kopong. Sumber data penelitian ini berupa lembar instrumen penilaian sikap yang dibuat oleh guru meliputi skala likert, lembar observasi aktivitas sikap siswa dalam menyimak cerita rakyat, lembar aspek pengamatan, dan instrument rubrik penilaian sikap sosial dan spritual. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, pengelompokan data, pengecekan data, deskripsi data, sintesis dan interpretasi dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa instrumen penilaian sikap yang digunakan oleh guru MI NWDI sangat efektif. dari instrumen skala likert kejujuran siswa menyimak cerita diperoleh 72%, lembar observasi minat belajar mapel bahasa indonesia sebanyak 60% , lembar aspek pengamatan perilaku siswa menyimak cerita 80%, dan instrument rubrik penilaian sikap sosial ebanyak 80%, dan sikap spritual sebnayak 92%. Berdasarkan hasil instrumen penialain sikap tersebut maka dapat diambil simpulan bahwa instrumen penilaian sikap tersebut sangat efektif digunakan oleh guru MI NWDI pancor kopong pada mapel bahasa indonesia. Penggunaan instrumen penilaian sikap ini tentu harus disesuaikan dengan konteks sekolah. Maka perlu bagi guru harus selektif dalam menggunakan istrumen penilaian afektif agar mendapatkan informasi yang valid sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan