Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Digital Marketing Assistance for Kireina Products Through Creative Content-Based Promotional Video Production in Sambas Regency Milda Surgani Firdania; Narti Prihartini; Maya Marselia; Fathushahib Fathushahib
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i1.3201

Abstract

Salah satu produk olahan minuman herbal yang berasal dari Kabupaten Sambas adalah Kireina yang sudah dipasarkan sejak tahun 2020. Latar belakang usaha ini adalah pada saat munculnya virus corona 19 (COVID-19) di Indonesia, sehingga pemilik usaha Kireina menggunakan bahan-bahan alami yang mempunyai manfaat atau fungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Media penyampaian informasi kepada pelanggan Kireina masih terbatas berdasarkan postingan di media sosial secara online berupa konten gambar dan video review sederhana oleh konsumen Kireina. Selain itu pemasaran produk Kireina juga melalui website e-commerce, yaitu tokosambas.com namun belum memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan penjualan maupun menambah jumlah konsumen, sehingga diperlukan suatu media untuk mempromosikan produk, yaitu berupa video promosi yang berbasis konten kreatif. Melalui rangkaian kegiatan yang meliputi koordinasi, pelatihan pembuatan konten video, pendampingan produksi, hingga publikasi video promosi, mitra memperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi konten digital secara kreatif. Kegiatan ini juga menghasilkan dua video promosi profesional dengan tema keluarga dan persahabatan yang dapat digunakan sebagai aset pemasaran jangka panjang bagi UMKM. Publikasi melalui media sosial turut memperluas jangkauan promosi produk Kireina serta memperkuat citra merek di ranah digital, serta memberikan dampak yang nyata dalam mendukung strategi pemasaran dan peningkatan daya saing UMKM Kireina di era digital.
Merancang dan Memproduksi Motion Graphic 10 Program Kerja TP PKK Provinsi Kalimantan Barat Dinda Amanda; Milda Surgani Firdania; U Heri Mulyanto; Noferianto Sitompul
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 6 (2025): Desember : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v3i6.1481

Abstract

Dinas Komunikasi dan Informatika khususnya Bidang Komunikasi Publik memiliki wewenang dalam mengelola akun media sosial instansi ataupun organisasi milik pemerintahan salah satunya milik TP PKK Kalimantan Barat, informasi yang disampaikan dalam bentuk video, infografis, flyer dan lain-lain. Media interaktif ini juga diperlukan untuk informasi mengenai 10  Program Pokok TP PKK yang sebelumnya hanya dalam bentuk infografis dan hanya tertulis di tugu PKK yang terletak di Jalan Veteran, Pontianak, Kalimantan Barat. Guna mendukung fasilitas informasi akun media sosial milik TP PKK Kalimantan Barat agar lebih berkembang dibuatlah video motion graphic dengan metode MDLC (Multimedia Development Life Cycle ), motion  graphic  ini  ditampilkan  menjadi lebih  menarik  perhatian  dan  dapat  menciptakan  visual yang   memiliki   karakter   yang  masyarakat. Berdasarkan hasil uji menggunakan Skala Likert, mendapatkan nilai 90% dari ahli materi, 92% dari ahli media, dan 96% dari masyarakat umum. Hasil ini menunjukan bahwa video motion graphic ini sangat layak untuk dipublikasikan. 
Merancang dan Memproduksi Motion Graphic Peran Disporapar dalam Meningkatkan Potensi Daerah melalui Ekonomi Kreatif Dwiki Prastiyo; Narti Prihartini; Milda Surgani Firdania; Noferianto Sitompul
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 6 (2025): Desember : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v3i6.1488

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara penyampaian informasi kepada masyarakat, terutama di era digital yang menuntut kecepatan dan efektivitas komunikasi. Namun, penyebaran informasi mengenai peran Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat dalam pengembangan ekonomi kreatif masih belum optimal. Rendahnya literasi digital dan terbatasnya media publikasi yang menarik menjadi hambatan dalam meningkatkan pemahaman publik terhadap program pemerintah. Sebagai solusi, penggunaan motion graphic dipilih sebagai media komunikasi visual yang interaktif dan edukatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Multimedia Development Life Cycle, metode ini bertujuan untuk menghasilkan produk dari multimedia. Metode penelitian Multimedia Development Life Cycle memiliki beberapa tahapan yang diantaranya, Konsep (concept), Rancangan (design), Pengumpulan Bahan (material collecting), Produksi (assembly), Pengujian (testing), dan Pengembangan (distribution). Berdasarkan hasil perhitungan skala likert kuisioner diatas, penilaian ahli materi memperlihatkan kelayakan sebesar 83%, dan dan penilaian kelayakan dari masyarakat umum sebesar 83,8%. Maka demikian, dapat diartikan motion graphic “Peran Disporapar Dalam Meningkatkan Potensi Daerah Melalui Ekonomi Kreatif” di katagorikan sangat layak di publikasi.
Merancang dan Memproduksi Motion Graphic Informatif Program Utama Bunda Paud Kalimantan Nathasya Meylista Giovanni; Milda Surgani Firdania; Uray Heri Mulyanto; Noferianto Sitompul
Pendekar : Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol. 3 No. 6 (2025): Desember : Jurnal Pendidikan Berkarakter
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/pendekar.v3i6.1506

Abstract

Diskominfo memiliki peran penting dalam penyebaran informasi. Sementara itu, Pokja Bunda PAUD hadir untuk memastikan akses dan kualitas layanan PAUD di seluruh Kalimantan Barat melalui berbagai program kerja. Selama ini, media sosial menjadi sarana utama dalam menyampaikan informasi Bunda PAUD Kalimantan Barat, termasuk melalui infografis dan video. Namun, cara penyampaian tersebut dirasa masih kurang maksimal, sehingga dibutuhkan media yang lebih jelas, menarik, dan mudah dipahami. Motion graphic dipilih karena mampu menyampaikan pesan secara visual dengan menggabungkan teks, ilustrasi, dan animasi, sehingga informasi yang cukup kompleks bisa dijelaskan secara singkat dan lebih enak dilihat. Pembuatan Motion Graphic Informatif Program Utama Bunda PAUD Kalimantan Barat ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode MDLC (Multimedia Development Life Cycle), mulai dari pengumpulan data, penyusunan konsep, pembuatan aset, hingga tahap pengujian. Berdasarkan hasil kuisioner, video Pembuatan Motion Graphic Informatif Program Utama Bunda PAUD Kalimantan Barat dinilai layak digunakan. Dua penguji ahli serta 20 responden masyarakat umum memberikan penilaian yang baik. Dari hasil tersebut, motion graphic yang dibuat dianggap layak dan mampu membantu menyampaikan informasi mengenai Program Utama Bunda PAUD Kalimantan Barat dengan lebih jelas dan menarik.