Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS PERILAKU KOMUNIKASI ANAK-ANAK BROKEN HOME Chairunisa, Dinda; Singarimbun, Junedi
Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2024): Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jdkik.v2i2.9683

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah anak broken home berasal dari keluarga yang sudah tidak utuh akibat perceraian atau perpisahan dari kedua orang tuanya. Remaja yang berasal dari keluarga yang broken home tidak jarang yang mengalami berbagai hambatan atau masalah dalam hidupnya khususnya dalam menghadapi masa krisis dan tugas perkembangannya. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana Perilaku Komunikasi Anak-anak Broken Home Di Dusun IX Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Dan apa saja faktor-faktor yang menyebabkan Perilaku Komunikasi Anak-anak Broken Home Di Dusun IX Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan Di Dusun IX Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Informan dalam penelitian ini adalah seluruh Anak- anak Broken Home yang berumur 18-26 tahun. Teknik analisis data dengan Reduksi Data, Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah 1. Analisis Perilaku Komunikasi Anak-Anak Broken Home di Desa Bandar Khalipah yaitu Proses komunikasi yang terjadi pada keluarga broken home di lingkungan masyarakat Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang berlangsung kurang baik, Hal ini disebabkan karena tempat tinggal antara anggota keluarga yang broken home sudah berbeda.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku komunikasi anak broken home di Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan, yaitu terdapat beragam faktor yakni ada faktor suasana psikologis, faktor bahasa serta faktor citra diri. Tidak hanya citra diri, citra orang lain pun juga dapat mempengaruhi kemampuan orang dalam melakukan komunikasi.
Cultural Politics and Communication Strategies in Pesantren Adaptation to Modernity: A Case Study of Pesantren Tebuireng Arianto, Nanang; Nasution, Ridwan; Singarimbun, Junedi; Hasibuan, Susanti
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes how Pesantren Tebuireng adapts to the demands of modernity through cultural politics and communication strategies, two concepts that have not been fully explained in the context of traditional Islamic educational institutions. Despite numerous studies on pesantren and their role in Islamic education, a research gap remains in understanding how pesantren maintain their authority amidst globalization and changing state policies. To fill this gap, this study aims to explain how pesantren, specifically Pesantren Tebuireng, can survive and adapt to the times through cultural politics and communication strategies. Using a qualitative approach with a case study design, this study collected data through observation, interviews, and documentation, and analyzed it using triangulation techniques to ensure credibility. The theoretical framework used is cultural politics and communication strategies, which are operationalized by examining how pesantren maintain tradition while responding to external regulations and managing their image in society. The main findings indicate that Pesantren Tebuireng successfully maintains its religious identity through selective adaptation to modernity, utilizing cultural politics to maintain institutional autonomy, and implementing communication strategies to build public trust. This research contributes to the discourse on pesantren adaptation by emphasizing how communication strategies and cultural politics can serve as tools for maintaining identity and power in the face of modernity. These findings enrich existing debates on the relationship between tradition, power, and communication in the context of religious institutions and open up further research directions that deepen the interaction between pesantren and broader socio-political dynamics.
EKSISTENSI INFLUENCER TASYA FARASYA DALAM MEMBUAT KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK SKINCARE DI TIKTOK Maharani, Dinda; Singarimbun, Junedi
Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2026): Judika: Jurnal Diseminasi Kajian Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jdkik.v4i1.12823

Abstract

Komunikasi pemasaran adalah sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan apakah Eksistensi Tasya Farasya dalam meneguhkan keputuan pembelian produk Skincare di Tiktok. Metodologi yang dipakai dalam penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dengan memakai metode penelitian kualitatif yang mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara dengan mahasiswa Fisip Ilmu Komunikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Eksistensi Influencer Tasya Farasya dalam keputusan pembelian produk skincare di Tiktok dengan beragam kebutuhan dalam indikator influencer marketing yaitu AIDDA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Lokasi dalam penelitian ini adalah ProdiĀ  Ilmu Komunikasi FISIP UISU, dan subjek untuk penelitian adalah mahasiswa aktif di Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Semester 6-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan dunia digital seperti media tiktok, cara pemasaran pun ikut berubah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap konsumen terhadap iklan endorsement menjadi pendorong paling kuat untuk menimbulkan minat pembelian. Hal ini terjadi dikarenakan adanya fungsi iklan yang dibuat untuk membujuk agar dapat menggerakkan keinginan konsumen.