Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

STUDI ANALISIS PEMAHAMAN JAMAAH TABLIGH DALAM PENGKAJIAN HADIS NABI DI KOTA PALU SULAWESI TENGAH Kamridah dan Suraya Attamimi
Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 3 No 02 (2021): Jurnal Al-Munir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-munir.v3i02.120

Abstract

This paper analyzes the use of the study of the hadith of the Prophet saw in each da'wah delivered. one of the cases is the activities of the Tabligh congregation in the mosque there is usually a study of hadith held after morning deliberation, meal break, charity infirady (personal) from 9 to 12 o'clock after that recite the Qur'an fadhilah, prayer fadhilah, dhikr fadhilah and alms tabligh, fadhilah ramadhan (in the month of Ramadhan) and fadhilah haji (in the month of dzulhijjah/month of hajj). This is a special study for researchers related to the hadiths used in his preaching. As well as its implementation in everyday life. In the search, the researcher of Jamaah Tabligh understood the hadith textually in accordance with what is contained in the hadith. So that sometimes it seems very textual and goes back to the time of the Prophet. For example the hadith of preserving the beard is understood not to shave the beard. The method used by researchers in analyzing the hadith is the method of takhrij Hadith which is reviewed from various books and tracked by each narrator.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR TAFSIR MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MAHASISWA FAKULTAS USHULUDDIN JURUSAN AQIDAH FILSAFAT IAIN PALU Kamridah Kamridah
ISTIQRA Vol. 3 No. 1 (2015): Januari-Juni 2015
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.359 KB)

Abstract

This paper discusses the results of research on the implementation of cooperative learning model type STAD can improve learning outcomes interpretation courses through STAD cooperative learning methods in the students of the Faculty of Islamic Theology, Aqidah Philosophy Department IAIN Palu. This research is a class action (Classroom Action Research) are conducted in two cycles. The research was conducted at Faculty of Islamic Theology, the study population are students majoring in Aqidah Philosophy consisting of one class. Subjects numbered 38 people composed of 15 students and 23 female students. As for the sampling using random sampling techniques. The research was conducted in the fourth semester of the school year 2013/2014. The results showed that the application of cooperative learning model type STAD can improve learning outcomes interpretation courses through STAD cooperative learning methods on the student. This can be seen from the observation of the students and faculties are in very good category. And the results of tests in the first cycle is completed classes which gained 76,3% and for the second cycle obtained grade completed at 92.0%. Moderate to student learning motivation Aqidah Philosophy Department of Islamic Theology Faculty, after using STAD cooperative learning methods are more motivated in the learning process, both in terms of students working on worksheets and discussion are very active. It can be seen from the observation activities of students in the second cycle 1 meeting obtained by the percentage of the average value of 81.8% lecturer activity with very good categories and for the second meeting of the percentage obtained by the average value of student activities amounted to 90.9% by category very good
Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Online Menggunakan Aplikasi Sevima pada Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UIN Datokarama Palu Kamridah Kamridah; Andi Muhammad Dakhlan
Jurnal Diskursus Islam Vol 11 No 1 (2023): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v11i1.36806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan pembelajaran berbasis online menggunakan aplikasi sevima pada jurusan ilmu perpustakaan dan informasi Islam UIN Datokarama Palu, sehingga dalam penelitian ini akan dikaji tentang metode pengelolaan pembelajaran online melalui aplikasi sevima yang diterapkan oleh jurusan ilmu perpustakaan dan informasi Islam dalam memahami materi dan juga menyelesaikan tugas-tugas mata kuliah pada Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Palu. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif, penelitian ini tidak terikat dengan waktu dan tempat penelitian karena bersifat online sehingga bisa dilakukan kapan dan dimana saja, namun penelitian ini hanya memerlukan waktu dari bulan November tahun 2021 hingga Juni 2022. Penelitian ini lebih memfokuskan pada pemahaman terhadap suatu objek, fenomena, dan kejadian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi sevima edlink tersebut merupakan LMS (Library Management System) dan juga aplikasi yang sangat membantu dalam proses pembelajaran akibat pandemic covid-19 dan saat ini menuju endemic serta kembali belajar offline yang dipadukan dengan metode online (hybrid) sehingga menjadi pembelajaran yang menarik dalam mendukung proses perkuliahan secara digitalisasi maupun secara tatap muka pada prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UIN Datokarama Palu. Fitur-fitur yang mendukung proses learning terutama pada jenjang perkuliahan saat ini mampu memfasilitasi penggunanya dan sangat menghemat biaya. Sevima edlink juga dapat diakses secara bebas dan gratis namun ada keterbatasan fitur. Diharapkan dengan menggunakan aplikasi Sevima Edlink versi pro ini juga menambah minat belajar mahasiswa serta dapat menunjang pembelajaran kedepannya.
HISTORICITY OF SANAD HADITH THEORY: An Epistemological Review Kamridah, Kamridah; Tangahu, Deybi Agustin
RIWAYAH Vol 9, No 1 (2023): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : ilmu hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v9i1.17465

Abstract

Sanad is the most important element in a Hadith. Without a sanad, the authenticity of the hadith can be doubted, whether the hadith is from the Prophet or not. In fact, historical records prove that in practice, the sanad system has existed since the time of the Prophet Muhammad. However, entering the modern era, studies and criticisms of the theory of sanad are ample. In fact, this theory tends to be considered not to be used as a benchmark in determining the authenticity of a hadith, because it is considered to still have weaknesses. Based on this background, this paper aims to analyze the theory of sanad in the epistemological aspect. Some of the issues to be discussed in this research are discourses related to the concept of sanad, methodology of sanad and the authenticity value of sanad. The author focuses on these three main points, because they are the essence of epistemological issues. Thus, this paper is expected to provide an overview regarding the nature of sanad, its concepts and methodologies which are benchmarks in determining the validity, authenticity and historicity of a hadith.[Sanad merupakan unsur terpenting dalam sebuah hadis. Tanpa adanya sanad, maka keabsahan hadis dapat diragukan, apakah hadis tersebut berasal dari Nabi atau bukan. Faktanya, catatan sejarah membuktikan bahwa dalam praktiknya, sistem sanad sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Namun memasuki era modern, kajian dan kritik terhadap teori sanad sudah banyak. Faktanya, teori ini cenderung dianggap tidak bisa dijadikan tolak ukur dalam menentukan keabsahan suatu hadis, karena dianggap masih memiliki kelemahan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tulisan ini bertujuan untuk menganalisis teori sanad dalam aspek epistemologis. Beberapa permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah wacana terkait konsep sanad, metodologi sanad dan nilai keaslian sanad. Penulis memusatkan perhatian pada ketiga pokok bahasan tersebut, karena merupakan inti permasalahan epistemologis. Dengan demikian, tulisan ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai hakikat sanad, konsep dan metodologinya yang menjadi tolok ukur dalam menentukan keabsahan, kesahihan, dan historisitas suatu hadis.]
PENDIDIKAN TANPA KEKERASAN: TELAAH PENDIDIKAN RAMAH ANAK DALAM KISAH LUQMAN AYAT 13-19 dan Afifah Ramdani, Kamridah Karmawati
Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Al-Munir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-munir.v6i1.55

Abstract

Violence against children still often occurs in educational institutions. In fact, the Koran provides guidance on the concept of child-friendly education, as in Luqman's story. This research aims to explore the concept of child-friendly education in Surah Luqman verses 13-19. Research library research method with a thematic and hermeneutic approach. The results show that Luqman's education includes: 1) gentle advice methods; 2) exemplary; 3) dialogue; 4) habituation to noble morals; and 5) telling stories. Implementation includes: speaking gently, giving an example, patiently educating, following the child's understanding, and not being a burden. In conclusion, the educational concept in Luqman's story is relevant to be applied to create child-friendly education in Indonesia.
KONTRIBUSI PEMIKIRAN BUYA HAMKA ETIKA KOMUNIKASI ANTAR UMAT BERAGAMA kamridah, kamridah
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Komunitas Dosen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-mishbah.Vol20.Iss1.390

Abstract

Buya Hamka is one of the Indonesian Muslim scholars and scholars who is known to be very moderate, inclusive, and prioritizes ethics and morality in interfaith communication. However, in reality, harmony and communication between religious communities in Indonesia are still often colored by various frictions and conflicts. This paper aims to explore Buya Hamka's thoughts related to the ethics of communication between religious communities to be used as a guide in caring for religious diversity and harmony in Indonesia. This research uses a qualitative method with an approach to interpretation and hermeneutics. The research data was obtained from the literature review of Buya Hamka's work and thoughts, tolerance between religious communities must be based on mutual respect, dialogue with the positive goal of finding common ground, prioritizing equality over differences, and prioritizing the spirit of universal human brotherhood. The relevance of Buya Hamka's thinking is very great to be implemented in the social life of contemporary existence in order to realize harmony and minimize conflicts in the name of religion. His ideas can be the foundation for efforts to prevent conflicts and social disharmony due to misunderstandings in communication between religious communities. Abstrak Buya Hamka adalah salah satu ulama dan cendikiawan muslim Indonesia yang dikenal sangat moderat, inklusif, dan mengedepankan etika serta moralitas dalam berkomunikasi lintas agama. Namun, pada kenyataannya, kerukunan dan komunikasi antar umat beragama di Indonesia masih sering diwarnai berbagai gesekan dan konflik. Tulisan ini bertujuan menggali pemikiran Buya Hamka terkait etika komunikasi antar umat beragama guna dijadikan panduan dalam merawat keberagamaan dan kerukunan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ilmu tafsir dan hermeneutika. Data penelitian diperoleh dari telaah Pustaka terhadap karya dan pemikiran Buya Hamka, toleransu antar umat beragama harus dilandasi dengan sikap saling menghormati, dialog dengan tujuan postif untuk menemukan titik temu, mengutamakan persamaan ketimbang perbedaan, serta mengedepankan semangat persaudaraan kemanusiaan universal. Relevansi pemikiran Buya Hamka sangat besar untuk diimplementasikan dalam kehidupan sosial keberagaan kontemporer guna mewujudkan kerukunan dan meminimalisir konflik atas nama agama. Gagasan beliau dapat menjadi pondasi bagi upaya-upaya pencegahan konflik dan disharmoni sosial akibat kesalapahaman komunikasi antar umat beragama
Intratekstualitas Al-Qur'an: Analisis Konsep Munasabah Al-Qur'an dalam Pandangan Said Hawwa Kamridah , Kamridah; Harun, Makmur; Hidayatullah, Istnan; Saude
Jurnal Diskursus Islam Vol 12 No 2 (2024): August
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v12i2.52192

Abstract

Pengetahuan sebagian mufassir terhadap urgensi ilmu munasabat al-Qur'an dewasa ini, masih tergolong rendah. Padahal ayat-ayat al-Qur'an merupakan satu kesatuan yang utuh. Ilmu munasabat sebagai salah satu perangkat ilmu tafsir akan sangat membantu dalam menyikapi ayat-ayat al-Qur'an. Munasabat al-Qur'an yang dimaksud di sini adalah korelasi berbagai ayat atau surah dengan ayat atau surah yang lain dalam al-Qur'an. Korelasi ini terjadi karena adanya hubungan atau persesuaian antara makna umum dan khusus, atau hubungan pertalian (talazun), seperti hubungan dengan sebab akibatnya, illat dan ma’lumnya atau antara dua hal yang sama maupun antara dua hal yang kontradiksi. Para ulama sering membicarakan tentang munasabat sehingga lahir beberapa konsep seperti al-thiwal, al-miin, dan al-mufashshal. Namun demikian tidak seorangpun dari mereka menurut Said Hawwa, yang membicarakan tentang munasabat secara sempurna dan mencakup. Di zaman Said Hawwa banyak muncul berbagai pertanyaan tentang hubungan antara berbagai ayat dan surah dalam al-Qur'an. Pertanyaan ini kemudian dicoba dielaborasi oleh Said Hawwa dalam kitabnya. Dan terbukti bahwa pembahasan tentang munasabat ini memunculkan uraian-uraian baru terhadap kajian-kajian yang sudah ada sebelumnya. Kitab al-asas fi tafsir tergolong sebagai kitab tafsir modern. Didalamnya ditemukan berbagai model-model munasabah seperti: a) munasabat kalimat dengan kalimat dalam satu ayat; b) munasaba ayat dengan ayat dalam satu surah; c). munasabah surah dengan surah yang lain dalam al-Qur'an. Sumbangan beliau dalam ilmu munasabat menunjukkan kemampuannya dalam melihat keseluruhan ayat-ayat al-Qur'an yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Uraian-uraian beliau sekaligus menepis anggapan bahwa berbagai ayat dalam al-Qur'an tidak memiliki relevansi dan keterkaitan baik dari segi makna maupun dari sehi bahasa. Said Hawwa dalam komentarnya menyatakan bahwa para ulama umumnya memahami al-Qur'an secara tekstual saja sehingga mereka tidak dapat memberikan pemahaman yang syamil (komprehensif) terhadap ayat-ayat yang tersebar diberbagai surah dalam al-Qur'an. Dua hal yang harus dicermati oleh para mufasir bahwa ketika mereka ingin mendekati (menafsirkan) al-Qur'an yaitu: pertama sebagai mufassir penafsiran dan penjelasan yang dilakukan harus dituangkan dalam bentuk kitab. Kedua, untuk mewujudkan tujuan tersebut maka mufassir harus memiliki usaha khusus (kreativitas) termaasuk kemampuannya dalam menelusuri ratusan halaman dari literatur-literatur tafsir yang sudah ada sebelumnya. Penulis dalam hal ini mencoba untuk menampakkan keunggulan-keunggulan al-Asas fi al-tafsir yang kaya dengan data-data historis yang banyak mengacu pada berbagai karya atau kitab tafsir yang membahas tentang munasabah yang ada sebelumnya, tetapi tetap memunculkan penafsiran-penaafsiran yang berbeda.
Peran Pustakawan dalam Mengembangkan Perpustakaan Keliling: (Studi Kasus di Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah) Putri, Saskia; Nurdin, Nurdin; Kamridah, Kamridah
Inkunabula: Journal of Library Science and Islamic Information Vol. 1 No. 1 (2022): March
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Universitas Islam Negerin Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.473 KB) | DOI: 10.24239/ikn.v1i1.917

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang peran pustakawan dalam mengembangkan perpustakaan keliling (studi kasus di perpustakaan daerah provinsi sulawesi tengah). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pustakawan terhadap pengembangan perpustakaan keliling dan untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang dihadapi oleh pustakawan dalam mengembangkan perpustakaan keliling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu kepala perpustakaan dan staf perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan mempunyai peran yang cukup singnifikan terhadap perkembangan Perpustakaan Keliling, baik dari pengajuan anggaran, pengadaan perlengkapan, pelayanan, dan promosi. Perpustakaan Keliling yang dimiliki oleh Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah belum dapat memberikan layanannya secara merata di sekolah maupun di daerah-daerah Provinsi Sulawesi Tengah, karena luasnya area wilayah Kota Sulawesi Tengah menjadi salah satu faktornya. Sedangkan kendala yang dialami oleh Pustakawan dalam mengembangkan Perpustakaan Keliling Daerah provinsi Sulawesi Tengah secara garis besar adalah kurangnya dana yang diberikan khusus untuk pengelolaan Perpustakaan Keliling, serta terhambatnya sistem birokrasi yang sangat ketat dalam mengelolah keuangan.
Tracing Educational Concepts in the Qur’an: A Semantic Meaning Approach to Holistic Learning Kamridah, Kamridah; Husnaeni , Maftuha; Deliany, Susy
Utamax : Journal of Ultimate Research and Trends in Education Vol. 7 No. 2 (2025): Utamax : Journal of Ultimate Research and Trends in Education (In-Press)
Publisher : LPPM Universitas Lancang Kuning. Pekanbaru. Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/ba279616

Abstract

In an era shaped by fragmented educational ideals and ethical uncertainty, the pursuit of integrative learning models has become increasingly critical. Although the Qur'an is widely regarded as a source of moral and intellectual guidance, its semantic construction of educational concepts remains largely unexplored within contemporary holistic education discourse. This study addresses that gap by applying Izutsu’s semantic analysis to examine how the Qur’an presents a comprehensive vision of education that integrates intellectual, spiritual, moral, and social dimensions. Employing a case study approach within an interpretive paradigm, the research systematically identifies and analyzes six key educational terms drawn from the Qur'anic text. These terms are tarbiyah (nurturing growth), ta’lim (teaching and imparting knowledge), ta’aruf (mutual recognition and understanding), tazkiyah (purification and self-enhancement), ta’dib (discipline and character refinement), and ta’alluq (connection and meaningful attachment). Through meticulous semantic tracing and cross-validation with classical exegetical sources, the study reveals how these terms form an interconnected conceptual network reflecting the Qur’an's holistic perspective on human development. The findings suggest that this educational framework emerged as a response to pre-Islamic social inequalities, the limited accessibility of knowledge, and the need for education to drive personal and societal transformation. By integrating Islamic educational philosophy with humanistic and posthumanistic theories, the study contributes a culturally grounded yet globally relevant model of education. Its implications extend to curriculum design, teacher preparation, and policy reform, affirming the Qur’anic vision of education as a transformative process that cultivates ethical, inclusive, and ecologically conscious individuals equipped for the complexities of modern life.
PERKEMBANGAN PEMIKIRAN ISLAM TEORI EMANASI MENURUT AL FARABI DAN IBNU SINA Karmawati, Karmawati; Santalia, Indo; Kamridah, Kamridah
Madika: Jurnal Politik dan Governance Vol. 4 No. 1 (2024): Madika: Jurnal Politik dan Governance
Publisher : Program Studi Pemikiran Politik Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/madika.v4i1.3018

Abstract

Pemikiran Al Farabi dan Ibnu Sina terhadap teori emanasi, membahas masalah tentang bagaimana teori emanasi menurut pandangan Al-Farabi dan Ibnu Sina. Teori emanasi merupakan teori yang membahas tentang permulaan penciptaan alam. Al Farabi dan Ibnu Sina merupakan tokoh filsafat Islam yang mencoba megembangkan teori emanasi yang diadopsi dari teori Plato dan Neo Paltonisme. Teori emanasi menurut al-Farabi bahwa hanya Tuhan saja yang ada dengan sendiri-Nya tanpa sebab dari luar diri-Nya, dari satu akal keluarlah satu akal pula dan satu planet beserta jiwanya, kemudian dari akal kesepuluh sesuai dengan dua seginya yaitu wajib al-wujud karena Tuhan maka keluarlah manusia beserta jiwanya dan dari segi dirinya yang merupakan wujudnya keluarlah unsur empat (api, air, tanah dan udara) dengan perantaraan benda-benda langit. Sedangkan Teori emanasi Ibnu Sina adalah dari ta’aqqul Tuhan terhadap dirinya memancarkan akal Pertama, dari akal Pertama memancar akal kedua dan langit pertama begitu selanjutnya sampai akal kesepuluh dan bumi. Dari akal kesepuluh inilah memancar kembali yang menghasilkan empat unsur yaitu: Api, air, tanah dan udara. Konsep wajib al wujud menjadi bukti adanya Tuhan dan mungkin al-wujud bi zatihi atau wajib al-wujud bi ghairihi adalah menjadi bukti adanya alam jagad raya.