Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Stunting Prediction Model in Parepare City Henni Kumaladewi Hengky; Ayu Dwi Putri Rusman
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 4 No. 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Agustus 2022
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v4i2.273

Abstract

One of the big problems regarding nutrition in Indonesia is stunting. A condition known as stunting occurs when a person is shorter than other people. Stunting is caused by a number of things, including malnutrition, a lack of mothers' knowledge about nutrition, a lack of access to health services, a lack of nutritious food, and a lack of clean water and sanitation. The aim of this research was to predict model the incidence of stunting based on the risk factors for children. The cross-sectional design and observational analytical study method were utilized in this research. In the City of Parepare, there are 97 samples of children under the age of five. Interviews, questionnaires, and a length board were used to collect the data. The incidence of stunting was influenced by socioeconomic status (p-value=0,008) and immunization status (p-value=0,032), according to the Chi-square test. According to the results of the multivariate analysis, the most significant determinant of the prevalence of stunting in Parepare City was socioeconomic status.
RISIKO GANGGUAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA KULI PANGGUL DI PELABUHAN NUSANTARA KOTA PAREPARE Rinaldi Hitman; Henni Kumaladewi Hengky; Fitriani Umar Umar; Haniarti Haniarti
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 23, No 1 (2023): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulolipu.v23i1.2942

Abstract

Gangguan musculoskeletal disorders adalah cedera atau nyeri dan gangguan yang mempengaruhi gerakan tubuh manusia atau sistem musculoskeletal. Gangguan ini merupakan hal umum yang terjadi pada berbagai jenis pekerjaan, salah satunya kuli panggul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap gangguan MSDs pada pekerja kuli panggul di pelabuhan Nusantara. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional study. Sampel adalah kuli panggul di Pelabuhan Nusantara Kota Parepare. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling sebanyak 86 orang. Analisis bivariate menggunakan uji fisher exact test melihat lower limit dan upper limit. Hasil peneitian menunjukkan bahwa usia ( p = 0.000, OR= 0.042 , CI 95% = 0.014-0.128 ), masa kerja ( p = 0.004 , OR= 6.000 , CI 95% = 1.831-19.660 ) berpengaruh terhadap gangguan MSDs sedangkan durasi kerja ( p = 0.771 , OR= 1.154 CI 95% = 0.359-3.712 ) dan IMT ( p = 0.754 , OR= 0.736 CI 95% = 0226-2.395) tidak berpengaruh terhadap gangguan MSDs. Disarankan bagi pekerja kuli panggul yang berusia ≥30 tahun dan memiliki masa kerja ≥4 tahun agar mengurangi beban kerja dan sering melakukan peregangan sebelum dan sesudah bekerja sehingga dapat meminimalisir terjadinya gangguan musculoskeletal disorders.Kata Kunci : Musculoskeletal disorders, Usia, Durasi Kerja, Masa Kerja, IMT
Karakteristik Penderita Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Rsud Andi Makkasau Kota Parepare Imelda Imelda; Henni Kumaladewi Hengky; Herlina Muin
Jurnal Kesehatan Nusantara (JKN) Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Nusantara (JKN)
Publisher : Media Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic renal failure (Chronic Kidney Disease) is a spectrum of different pathophysiological processes associated with impaired renal function and a progressive decrease in the Glomerular Filtration Rate (GFR). The term chronic renal failure (CKD) applies to the process of significant continuous and irreversible reduction in the number of nephrons and usually in stages 3-5. In this study, there were six characteristics of CKD patients undergoing hemodialysis at Andi Makkasau Hospital, Parepare City in terms of age, history of diabetes mellitus, hypertension, blood urea levels, blood creatinine levels, and hemoglobin levels.The results showed that the characteristics of patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis at the Andi Makkasau Hospital, Parepare City who experienced a high risk in terms of age were 67.2%, hypertension 55.6%, history of diabetes mellitus 47.8%, blood urea 77 ,6%, blood creatinine levels 74,6% and hemoglobin levels 68,7. It is recommended for patients with chronic kidney failure to monitor their health conditions and by reducing their intake of high-protein foods such as milk, eggs, and nuts, so that serum urea and creatinine levels can be controlled
Hubungan Quality Of Life Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Usia Produktif : Studi Cross-Sectional Menggunakan WHOQOL-BREF: The Relationship Between Quality of Life and the Incidence of Hypertension Among the Working-Age Population: A Cross-Sectional Study Using the WHOQOL-BREF Ina Sutrisno; Haniarti Haniarti; Henni Kumaladewi Hengky; Dirman Sudarman
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1621

Abstract

apabila tekanan darah sistolik mencapai ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg berdasarkan hasil pengukuran pada kesempatan yang berbeda. Desain Penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, yaitu studi epidemiologi yang menilai hubungan antara paparan dan penyakit pada waktu yang sama dalam suatu populasi Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat usia produktif di wilayah kerja UPT Puskesmas Rappang, baik yang mengalami hipertensi maupun yang tidak mengalami hipertensi. Berdasarkan data UPT Puskesmas Rappang, jumlah masyarakat usia produktif yang mengalami hipertensi sebanyak 1.177 orang, sedangkan masyarakat usia produktif yang tidak mengalami hipertensi digunakan sebagai kelompok pembanding. Pemilihan sampel dilakukan sesuai dengan kriteria penelitian dan teknik pengambilan sampel yang telah ditetapkan untuk memperoleh responden yang dapat mewakili populasi penelitian sebanyak 89 orang. Tujuan mengetahui hubungan antara variabel independen (quality of life) dan variabel dependen (kejadian hipertensi) yang diukur secara bersamaan. Pendekatan ini dipilih karena praktis, cepat, dan sesuai untuk menggambarkan kondisi kualitas hidup dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di UPT Puskesmas Rappang. Kesimpulan: Secara keseluruhan, kualitas hidup pada domain fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia produktif. Semakin baik kualitas hidup seseorang, semakin besar peluang untuk menjaga tekanan darah tetap terkendali.