Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PKM WORKSHOP PEMBUATAN ARTIKEL ILMIAH PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR Muhamad Rohadi; Achmad Maulana; Noredyo Molyaningrum; Muhamad Abdurrochim; Hesti Hasanah; Rina Indarti
COVIT (Community Service of Health) Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v2i2.12372

Abstract

Scientific writing is writing that is made based on the results of research both from the results of field research and research from the results of library studies which are required for every student who is studying at higher education levels starting from D3 which is referred to as the final project, S1 which is referred to as thesis, S2 is called a thesis and for the S3 level it is called a dissertation. The final results of a research are expected to be able to contribute ideas and innovations in accordance with the field of science being researched/studied. Besides that, research results should not only stop being kept in the library at tertiary institutions, but must be disseminated to the general public as well as a form of effort to enrich one's repertoire/insight in society for a field study as well as a form of science and technology development in that field. The results of PkM activities in outline include the following components: 1. Achievement of training objectives. 2. The ability of participants in mastering the material. 3. The success of the target number of training participants. The target objective of the training in planning is that participants are able to compile scientific research proposals, at a minimum, ideas, titles and research backgrounds. Keywords: Scientific papers
Analisis Efektivitas Metode Communicative Language Teaching (CLT) dalam Pembelajaran Bahasa Inggris: Literature Review Noredyo Molyaningrum
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40395

Abstract

Kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris merupakan salah satu kompetensi penting yang dibutuhkan pada era globalisasi. Namun, dalam praktiknya, banyak peserta didik masih mengalami kesulitan menggunakan Bahasa Inggris secara aktif meskipun telah mempelajari tata bahasa dan kosakata dalam jangka waktu yang lama. Salah satu pendekatan yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah Communicative Language Teaching (CLT), yaitu pendekatan pembelajaran yang menempatkan komunikasi sebagai tujuan utama dalam proses belajar bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan CLT dalam pembelajaran Bahasa Inggris, mengidentifikasi manfaat yang diperoleh peserta didik, serta mengkaji berbagai tantangan yang muncul dalam implementasinya. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2022–2026. Proses analisis dilakukan melalui identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis terhadap temuan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan CLT memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi komunikatif, keterampilan berbicara, kepercayaan diri, motivasi belajar, serta partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Selain itu, aktivitas komunikatif seperti diskusi, role play, simulasi, dan kerja kelompok terbukti mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan bermakna. Meskipun demikian, implementasi CLT masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan kompetensi guru, jumlah peserta didik yang besar, keterbatasan waktu pembelajaran, serta budaya belajar yang masih berorientasi pada guru. Oleh karena itu, diperlukan dukungan institusional dan pengembangan kompetensi guru agar penerapan CLT dapat berjalan secara optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa CLT merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing.
PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM TERHADAP BIAYA SATUAN PENDIDIKAN PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR Enny Kartini; Tri Widyasari; Noredyo Molyaningrum
CENDIKIA Vol 5 No 2 (2022): CENDEKIA
Publisher : IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65708/cendekia.v5i2.231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menetapan tingkat efisiensi biaya penyenggaraan pendidikan pada program studi pendidikan ekonomi IKIP PGRI Kalimantan Timur dimana analisis perhitungan biaya satuan dengan menggunakan Activity Based Costing System. Hasil perhitungan biaya satuan menunjukkan jumlah yang lebih besar apabila dibandingkan dengan jumlah biaya yang selama ini dibayarkan oleh mahasiswa program studi pendidikan ekonomi sehingga penetapan biaya satuan yang selama ini digunakan dianggap belum mencapai nilai yang efisien karena masih ada sebagian biaya yang ditanggung oleh IKIP PGRI Kalimantan Timur.
Pelatihan Pengelolaan Manajemen Event Pertandingan Olahraga Untuk Pengurus dan Anggota Koni Kutai Barat Muhamad Rohadi; Rahmat Rahmat; Andi Temmassonge; Noredyo Molyaningrum
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/933stb83

Abstract

Keberhasilan penyelenggaraan pertandingan cabang olahraga, kurang menampakan menjadi sebuah event yang dapat merangsang dan menarik peran serta masyarakat secara luas maupun masyarakat olahraga khususnya, terlebih kalangan dunia usaha. Baik keterlibatannya secara langsung sebagai sponsor, maupun menjadi bagian dari penonton yang menyemarakan jalannya pertandingan/perlombaan. Layaknya sebagai sebuah produk yang siap untuk dipasarkan, olahraga sebenarnya sudah dapat mengaplikasikan prinsip The Event Triangle (Schaaf, 2015:45) di mana keterkaitan antara event dan para pesertanya dengan penonton serta pihak sponsors menjadi satu kesatuan yang saling mendukung dan memberikan keuntungan bersama. Karena pada dasarnya event membutuhkan sponsor untuk mensubsidi sektor keuangan/pembiayaan dan publikasi kegiatan, sementara sponsor membutuhkan event untuk mempromosikan produk-produknya. Sedangkan para peserta/atlet dengan segala penampilannya (baca : prestasi) mengharapkan kompensasi untuk pengorbanan waktu mereka selama berlatih dan bertanding sehingga menjadi sumber penghidupan. KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) adalah organisasi olahraga resmi sesuai dengan UU No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. KONI mewadahi olahraga prestasi dan fungsional keberadaannya di tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota. KONI Kabupaten Kutai Barat memiliki anggota 64 Cabang Olahraga Prestasi dan 4 Cabang Olahraga Fungsional. Sumber dana diperoleh dari dana hibah pemerintah Kabupaten Kutai Barat yang diperuntukan untuk membiayai kegiatan rutin dan bantuan bagi anggota. Karena keterbatasan sumber pendanaan olahraga maka sering kali kegiatan keolahragaan tidak dapat berjalan secara optimal. Karena itu perlu dicari solusi mencari dana lain. Solusi dana yang dapat digali adalah melalui kegiatan event pertandingan olahraga yang dapat dibiayai oleh sponsor maupun peroleh dari tiket penonton. Mengikuti konsep marketing mix (Parkhouse, 2015:157), memasarkan event olahraga sebagai sebuah produk harus didahului dengan proses perencanaan strategis.Solusi yang ditawarkan pengusul membuat rencana pelatihan pengelolaan system manajemen olahraga pertandingan yang bermutu bagi pengurus dan anggota KONI Kabupaten Kutai Barat. Luaran yang dihasilkan berupa pedoman penyusunan system manajemen pertandingan olahraga, publikasi di media masa, serta publikasi pada jurnal nasional.