Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Narrative Literature Review: Pengaturan Fleksibilitas Kerja sebagai Faktor yang mempengaruhi Motivasi Pekerja Generasi Milenial dan Generasi Z memilih Jenis Pekerjaan Sampingan di Era Tahun 2020-2024 Ni Luh Putu Sariani; Ni Wayan Ari Sudiartini; I Gusti Ayu WIrati Adriati; Ni Nengah Rupadi Kertiriasih
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 5: Juli 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i5.3884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan fleksibilitas kerja sebagai faktor yang mempengaruhi motivasi pekerja generasi Milenial dan generasi Z memilih jenis pekerjaan Sampingan di Era Tahun 2020-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan fleksibilitas kerja merupakan faktor penting yang mempengaruhi motivasi pekerja generasi milenial dan generasi Z dalam memilih jenis pekerjaan sampingan di era tahun 2020-2024. Bagi generasi milenial, pengaturan fleksibilitas kerja memungkinkan mereka untuk menyeimbangkan pekerjaan dengan gaya hidup mereka. Sedangkan bagi generasi Z, pengaturan fleksibilitas kerja memberikan mereka kebebasan dan peluang untuk terus berkembang.
OPTIMALISASI PENGINPUTAN ABSENSI UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN PEGAWAI DI WEBSITE UNIT PENGADAAN BARANG DAN JASA Fenisa Latifatul Wahyuni; Ni Luh Putu Sariani
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i1.4005

Abstract

Pusat pemerintah Kabupaten Badung, khususnya di unit kerja pengadaan barang dan jasa, tidak terlepas dari masalah dalam menghadapi pengelolaan pegawai. Sebagai unit kerja dalam pemerintahan, kinerja pegawai di unit ini sangat penting untuk memastikan bahwa fungsi dan tugas instansi dapat dijalankan dengan optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode gabungan pendekatan observasi, wawancara dan evaluasi yang dilakukan sebagai alat untuk menilai kefektifan dalam upaya optimalisasi dari judul yang diangkat. Dengan optimalisasi yang dilakukan, sistem absensi menjadi lebih efisien dan otomatis, memungkinkan pegawai untuk fokus pada tugas-tugas inti mereka tanpa terganggu oleh proses absensi yang memakan waktu. Oleh karena itu, optimalisasi penginputan absensi tidak hanya meningkatkan efisiensi administrasi, tetapi juga mendukung implementasi kebijakan disiplin secara konsisten di seluruh organisasi.
Edukasi lingkungan melalui pengelolaan sampah organik di SD Negeri 26 Pemecutan I Kadek Andre Setiawan Giri; Ni Luh Putu Sariani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.38660

Abstract

Abstrak Permasalahan sampah organik di lingkungan sekolah semakin menonjol seiring meningkatnya aktivitas institusional dan domestik di kawasan perkotaan. Rendahnya pemahaman siswa tentang pengelolaan sampah organik menjadi hambatan dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Pendidikan lingkungan sejak jenjang sekolah dasar dinilai strategis dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi lingkungan kepada siswa melalui pengelolaan sampah organik serta meningkatkan pemahaman dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah. Mitra kegiatan adalah SD Negeri No. 26 Pemecutan dengan melibatkan 33 siswa sebagai peserta utama, didampingi oleh guru dan mahasiswa. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi dan edukasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan siswa antusias mengikuti sosialisasi, aktif dalam sesi tanya jawab, serta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan sampah organik. Secara kuantitatif, rata-rata pemahaman siswa meningkat dari 2,00 pada pre-test menjadi 3,94 pada post-test untuk aspek pemahaman pengelolaan sampah organik, dari 1,97 menjadi 4,18 pada aspek pemanfaatan sampah organik, dan dari 2,03 menjadi 4,09 pada aspek keterlibatan siswa. Kata kunci: edukasi lingkungan; sampah organik; sekolah dasar; pengelolaan sampah; siswa. Abstract The problem of organic waste in the school environment is increasingly prominent along with the growing institutional and domestic activities in urban areas. Students' low understanding of organic waste management has become an obstacle in creating a clean and healthy school environment. Environmental education at the elementary school level is considered strategic in shaping environmentally conscious character from an early age. This community service activity aims to provide environmental education to students through organic waste management and to improve students' understanding and concern for the school environment. The activity partner was SD Negeri No. 26 Pemecutan, involving 33 students as main participants, accompanied by teachers and university students. The implementation method included socialization and education, and evaluation through pre-test and post-test. The results showed that students were enthusiastic in participating in socialization, active in question and answer sessions, and improved understanding of organic waste management. Quantitatively, the average student score increased from 2.00 on the pre-test to 3.94 on the post-test for the aspect of organic waste management understanding, from 1.97 to 4.18 for the aspect of organic waste utilization, and from 2.03 to 4.09 for the aspect of student involvement. Keywords: environmental education; organic waste; elementary school; waste management; students.