Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : njcom community service journal

Inisiasi Koperasi untuk Optimalisasi Potensi Ekonomi Lokal di Wilayah Perdesaan: Studi Kasus Kelompok Masyarakat Dawagung, Desa Mangunreja Tengku Ahmad Riza; Mochamad Teguh Kurniawan; Cindy Muhdiantini
NJCOM: Community Service Journal Vol. 1 No. 2 (2025): July
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15803857

Abstract

Pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan penting untuk mengurangi kesenjangan sosial. Di Indonesia, UMKM berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya. Namun, daerah pedesaan seperti Kampung Kaum Selatan, Desa Mangunreja, masih menghadapi tantangan ekonomi. Untuk mengoptimalkan potensi lokal, pendampingan dan pembentukan koperasi menjadi strategi efektif. Koperasi dapat memberdayakan UMKM melalui kepemilikan kolektif dan pengambilan keputusan demokratis. Kelompok Masyarakat Dawagung (KMD) memiliki potensi besar seperti produksi pupuk cair dari kotoran walet, pelatihan kemasan gula semut, desain produk kaligrafi, dan budidaya lele gentong. Solusi yang ditawarkan adalah pendampingan dalam mendirikan koperasi agar masyarakat dapat mengakses dukungan pengembangan ekonomi lokal. Program pengabdian masyarakat dari Fakultas Rekayasa Industri bertujuan memberikan dukungan menyeluruh bagi KMD untuk membentuk dan mengelola koperasi sebagai langkah strategis menuju kesejahteraan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Desa Mangunreja
Program Rancang Bangun Website Desa Salawu - Margalaksana sebagai Media Informasi, Layanan, Sosailisasi, dan Promosi Produk Unggulan Desa Richard Sembiring; Luthfi Ramadhani Sembiring; Tengku Ahmad Riza Sembiring; Cindy Muhdiantin Sembiring; Rd Rohmat Saedudin
NJCOM: Community Service Journal Vol. 2 No. 1 (2026): January
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18434656

Abstract

Desa Margalaksana merupakan salah satu Desa yang berada di wilayah Kecamatan Salawu. Secara astrionomi Desa Margalaksana Kecamatan Salawu terletak antara pada ketinggian + 600 M di atas permukaan laut dan rata-rata curah hujan mencapai 1.000 MM / Tahun. Luas wilayah Desa Margalaksana Kecamatan Salawu mencapai 274 Ha. Adapun batas-batas wilayah sebagai berikut :  Sebelah Utara : Desa Serang, Sebelah Timur : Desa Salebu,  dan Desa Sukaluyu (Kecamatan Mangunreja),   Sebelah Barat: Desa Salawu, Sebelah Selatan : Desa Sukarasa. Secara Umum penggunaan lahan di Desa Margalaksana sebagian besar dimanfaatkan untuk lahan pertanian tanaman pangan / sawah yaitu + 228 Ha. Selain potensi pertanian, Desa Margalaksana memiliki lahan kosong seluas 8 Ha yang sudah ada lapanagan sepakbola modern terbuka di tengah-tengahnya. Skarang ini lahan sekitarnya akan diperuntukan untuk membangun area hijau terbuka, eco-farming, jogging track, area green playground, dll untuk mewujudkan desa wisata. Permasalahannya adalah, untuk mempromosikan dan mengenalkan area pariwisata di desa tersebut masih bersifat konvensional dan terbatas dari mulut ke mulut. Diperlukan adanya media untuk sosialisasi dan promosi keberaadaan area tersebut lengkap dengan sarana prasarana yang nantinya akan ada dan dibangun, sehingga Desa Margalaksana menjadi lebih dikenal dan terinformasikan dengan baik ke wilayah sekitar.
Digitalisasi Manajemen Aset Desa Citeureup: Implementasi Aplikasi untuk Pengelolaan Aset yang Transparan dan Efisien Tengku Ahmad Riza; Mega Fitri Yani
NJCOM: Community Service Journal Vol. 2 No. 1 (2026): January
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18434497

Abstract

Desa Citeureup di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, menghadapi tantangan dalam pengelolaan aset desa yang masih bergantung pada sistem pencatatan manual menggunakan Microsoft Excel. Sistem ini memiliki berbagai keterbatasan dalam hal transparansi, akurasi data, dan aksesibilitas informasi bagi masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pengembangan sistem manajemen aset berbasis website yang mudah diakses, aman, dan terstruktur. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari survei kebutuhan, pengembangan sistem, pelatihan, hingga implementasi dan evaluasi. Website yang dikembangkan mencakup fitur pencatatan aset real-time, pelacakan kondisi, dan pelaporan otomatis. Pelatihan dan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dan partisipasi masyarakat. Hasil evaluasi awal menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi pengelolaan aset desa. Keberhasilan program ini menegaskan pentingnya digitalisasi tata kelola desa yang berbasis konteks lokal dan dukungan aktif pemerintah desa.
Program Rancang Bangun Website Desa Salawu - Margalaksana sebagai Media Informasi, Layanan, Sosailisasi, dan Promosi Produk Unggulan Desa Richard Sembiring; Luthfi Ramadhani Sembiring; Tengku Ahmad Riza Sembiring; Cindy Muhdiantin Sembiring; Rd Rohmat Saedudin
NJCOM: Community Service Journal Vol. 2 No. 1 (2026): January
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18434656

Abstract

Desa Margalaksana merupakan salah satu Desa yang berada di wilayah Kecamatan Salawu. Secara astrionomi Desa Margalaksana Kecamatan Salawu terletak antara pada ketinggian + 600 M di atas permukaan laut dan rata-rata curah hujan mencapai 1.000 MM / Tahun. Luas wilayah Desa Margalaksana Kecamatan Salawu mencapai 274 Ha. Adapun batas-batas wilayah sebagai berikut :  Sebelah Utara : Desa Serang, Sebelah Timur : Desa Salebu,  dan Desa Sukaluyu (Kecamatan Mangunreja),   Sebelah Barat: Desa Salawu, Sebelah Selatan : Desa Sukarasa. Secara Umum penggunaan lahan di Desa Margalaksana sebagian besar dimanfaatkan untuk lahan pertanian tanaman pangan / sawah yaitu + 228 Ha. Selain potensi pertanian, Desa Margalaksana memiliki lahan kosong seluas 8 Ha yang sudah ada lapanagan sepakbola modern terbuka di tengah-tengahnya. Skarang ini lahan sekitarnya akan diperuntukan untuk membangun area hijau terbuka, eco-farming, jogging track, area green playground, dll untuk mewujudkan desa wisata. Permasalahannya adalah, untuk mempromosikan dan mengenalkan area pariwisata di desa tersebut masih bersifat konvensional dan terbatas dari mulut ke mulut. Diperlukan adanya media untuk sosialisasi dan promosi keberaadaan area tersebut lengkap dengan sarana prasarana yang nantinya akan ada dan dibangun, sehingga Desa Margalaksana menjadi lebih dikenal dan terinformasikan dengan baik ke wilayah sekitar.
Digitalisasi Manajemen Aset Desa Citeureup: Implementasi Aplikasi untuk Pengelolaan Aset yang Transparan dan Efisien Tengku Ahmad Riza; Mega Fitri Yani
NJCOM: Community Service Journal Vol. 2 No. 1 (2026): January
Publisher : RAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18434497

Abstract

Desa Citeureup di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, menghadapi tantangan dalam pengelolaan aset desa yang masih bergantung pada sistem pencatatan manual menggunakan Microsoft Excel. Sistem ini memiliki berbagai keterbatasan dalam hal transparansi, akurasi data, dan aksesibilitas informasi bagi masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pengembangan sistem manajemen aset berbasis website yang mudah diakses, aman, dan terstruktur. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari survei kebutuhan, pengembangan sistem, pelatihan, hingga implementasi dan evaluasi. Website yang dikembangkan mencakup fitur pencatatan aset real-time, pelacakan kondisi, dan pelaporan otomatis. Pelatihan dan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dan partisipasi masyarakat. Hasil evaluasi awal menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi pengelolaan aset desa. Keberhasilan program ini menegaskan pentingnya digitalisasi tata kelola desa yang berbasis konteks lokal dan dukungan aktif pemerintah desa.