Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : REKA RACANA

Pavement Condition Index (PCI) Runway Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta (Hal. 1-13) Widianto, Barkah Wahyu
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.428 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.1

Abstract

ABSTRAKSalah satu metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi perkerasan landas pacu (runway) bandara yaitu dengan penilaian  (Pavement Condition Index). Nilai  memiliki 3 parameter, yaitu tipe kerusakan, tingkat keparahan kerusakan, dan jumlah atau kerapatan kerusakan. Dalam penelitian ini Penilaian  dilakukan di runway (perkerasan lentur) Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dengan luas 3000 m x 45 m.  ini dianalisis dengan menggunakan metode ASTM D 5340-12 (Standard Test Method For Airport Pavement Condition Index Surveys) dengan sampel 10% dari semua total luas sampel. Dari hasil penelitian didapat bahwa terdapat 3 nilai  yang berbeda yang menunjukan adanya penurunan kondisi perkerasan, yaitu  kondisi eksisting (sebelum perbaikan) adalah 69 (Fair/Sedang),  kondisi “do something” (setelah dilakukan perbaikan) adalah 65 (Fair/Sedang), dan  kondisi “do nothing” (jika tidak dilakukan perbaikan dan terjadi/bertambah kerusakan alur pada jalur roda pesawat) adalah 59 (Fair/Sedang). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penurunan  runway jika dilakukan perbaikan memiliki nilai lebih kecil daripada jika runway tidak dilakukan perbaikan.Kata kunci: , ASTM D5340-12, perkerasan lentur ABSTRACTOne of method that is used to determine the condition of airport runway pavement is the parameter of  (Pavement Condition Index) value.  Value have three valuation parameters, they are the type of damage, the severity of the damage, and the number or density of damage. In this study, the valuation of  have been conducted at runway (flexible pavement) Halim Perdanakusuma Airport in Jakarta with an area of 3000 m x 45 m.  had been analyzed by using ASTM D 5340-12 methods (Standard Test Method For Airport Pavement Condition Index Surveys) with 10% sample from total area of  sample. From the result study, there are three grades in different  that showed a decrease in pavement conditions, they are  in existing condition (before repair) is 69 (Fair/Medium),  in “do something” condition (after repair) is 65 (Fair/Medium), and  in “do nothing" condition (if it is not carried out to repair and there is increasing damage of the groove on aircraft wheel track) is 59 (Fair/Medium). These results showed thatthe decreasing of  runway will be happened if the repairedhave a smaller value than if the runway is not carried out to repair.Keywords: , ASTM D5340-12, flexible pavement
Tingkat Pelayanan Check-In Counter Lion Air Di Bandara Internasional Husein Sastranegara Kota Bandung Menggunakan Metode Antrian (Hal. 131-140) Erlangga, Angga; Widianto, Barkah Wahyu
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 1: Maret 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.462 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i1.131

Abstract

ABSTRAK Maskapai Lion Air di Bandara Internasional Husein Sastranegara mempunyai 6 unit fasilitas check-in counter yang berfungsi untuk pelayanan tiket pesawat terkait dengan keberangkatan. Ketidaksesuaian antara waktu pelayanan dan waktu kedatangan mengakibatkan adanya antrian penumpang. Pada penelitian ini, metode antrian dapat digunakan untuk mengurangi waktu tunggu bagi penumpang di antrian berdasarkan PM No 49 2012. Hasil perhitungan memperlihatkan waktu menunggu penumpang dalam antrian untuk kota Denpasar dan Surabaya lebih besar dari 20 menit dan waktu pelayanan penumpang untuk kota Denpasar dan Surabaya lebih besar dari 2 menit 30 detik. Pada kondisi eksisting terdapat 3 unit fasilitas check-in counter untuk kota tujuan Denpasar dan Surabaya sementara berdasarkan hasil perhitungan KEP/77/VI/2005 jumlah kebutuhan check-in counter Lion Air untuk kota tujuan Denpasar dan Surabaya adalah 8 unit fasilitas dan berdasarkan hasil perhitungan FIFO adalah sebanyak 4 unit fasilitas. dan Surabaya, sementara berdasarkan hasil perhitunganKata Kunci : Waktu menunggu penumpang, waktu pelayanan, PM No 49 2012,   SKEP/77/VI/2005, FIFO.ABSTRACTLion Air airline in Husein Sastranegara International Airport has 6 check-in counters facilities that manage the tickets associated with the departure. Incompability between service time and waiting time for the arrival has caused queue. In the study, queuing method can be used to minimize time the existing queue based on PM No 49 2012. The calculation result shows the waiting time of the passengers in queues for Denpasar and Surabaya is more than 20 minutes and the service time of the passengers for Denpasar and Surabaya is more than 2 minutes 30 seconds. In the existing condition, there are 3 units of the check- in counter facility for destination city of Denpasar and Surabaya, while based on the calculation SKEP / 77 / VI / 2005 total demand for check- in counters Lion Air for destination city of Denpasar and Surabaya is 8 units of facilities and based on the results FIFO calculation is 4 units facility.Keywords : Waiting time of the passengers, Service time of the passengers, PM No 49 2012, SKEP/77/VI/2005, FIFO.
Kajian Kepekaan Aspal terhadap Temperatur pada Aspal dengan Pemanfaatan Subtitusi Getah Karet Alam Barkah Wahyu Widianto; Mochammad Isa Faisal
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 7, No 3: November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v7i3.179

Abstract

ABSTRAKAspal merupakan material pengikat perkerasan lentur yang sangat peka terhadap temperatur. Salah satu cara mengurangi sifat kepekaan tersebut adalah melakukan modifikasi aspal dengan subtitusi getah karet alam sebagai pemanfaatan sumber daya alam. Hal ini didukung dengan peningkatan penghasilan rata-rata karet alam di Indonesia tahun 2015-2020 adalah 1,5%; dimana penghasilan karet terbesar 28,77% di Provinsi Sumsel. Penelitian ini bermaksud menganalisis tingkat kepekaan aspal terhadap temperatur dengan nilai indeks penetrasi (IP) aspal dengan nilai penetrasi 60/70 disubtitusi pada persentase tanpa getah dari karet alam; subsitusi 2,5%; subsitusi 5%; dan subsitusi 7,5%. Hasil penelitian menghasilkan bahwa nilai IP semakin meningkat dengan ditambahnya Persentase karet alam; yaitu -0,347 untuk 0%; -0,179 untuk 2,5%; 0,419 untuk 5%;, dan 0,557 untuk 7,5%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan bertambahnya persentase karet sehingga aspal bertambah keras dan kurang peka terhadap temperatur karena kandungan getah karet alam yang non bitumen. Hal ini dapat diindikasi bahwa dengan bertambahnya Persentase karet maka aspal semakin tahan terhadap deformasi tetapi rentan terhadap retak.Kata kunci: indeks penetrasi, getah karet alam, aspal ABSTRACTAsphalt is a flexible pavement binder which is very sensitive to temperature. One way to reduce this sensitivity is to modify asphalt by substituting natural rubber latex for the use of natural resources. This is supported by an increase in natural rubber production in Indonesia by an average of 1.5% in 2015-2020, where the largest rubber production is 28.77% in South Sumatra Province. This study aims to assess the sensitivity level of bitumen to temperature with the penetration index (IP) value of 60/70 pen asphalt substituted with natural rubber latex levels of without subtitution, 2,5% subtitution, 5% subtitution, and 7,5% subtitution. The test results showed that the IP value increased with the addition of natural rubber content, namely -0.347 for 0%, -0.179 for 2.5%, 0.419 for 5%, and 0.557 for 7.5%. This shows that with increasing rubber content, the asphalt is getting harder and not sensitive to temperature because of the non-bituminous natural rubber latex. It can be indicated that asphalt is increasingly resistant to deformation but susceptible to cracking.Keywords: penetration index, natural rubber latex, asphalt
Pavement Condition Index (PCI) Runway Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Barkah Wahyu Widianto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.1

Abstract

ABSTRAKSalah satu metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi perkerasan landas pacu (runway) bandara yaitu dengan penilaian  (Pavement Condition Index). Nilai  memiliki 3 parameter, yaitu tipe kerusakan, tingkat keparahan kerusakan, dan jumlah atau kerapatan kerusakan. Dalam penelitian ini Penilaian  dilakukan di runway (perkerasan lentur) Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dengan luas 3000 m x 45 m.  ini dianalisis dengan menggunakan metode ASTM D 5340-12 (Standard Test Method For Airport Pavement Condition Index Surveys) dengan sampel 10% dari semua total luas sampel. Dari hasil penelitian didapat bahwa terdapat 3 nilai  yang berbeda yang menunjukan adanya penurunan kondisi perkerasan, yaitu  kondisi eksisting (sebelum perbaikan) adalah 69 (Fair/Sedang),  kondisi “do something” (setelah dilakukan perbaikan) adalah 65 (Fair/Sedang), dan  kondisi “do nothing” (jika tidak dilakukan perbaikan dan terjadi/bertambah kerusakan alur pada jalur roda pesawat) adalah 59 (Fair/Sedang). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penurunan  runway jika dilakukan perbaikan memiliki nilai lebih kecil daripada jika runway tidak dilakukan perbaikan.Kata kunci: , ASTM D5340-12, perkerasan lentur ABSTRACTOne of method that is used to determine the condition of airport runway pavement is the parameter of  (Pavement Condition Index) value.  Value have three valuation parameters, they are the type of damage, the severity of the damage, and the number or density of damage. In this study, the valuation of  have been conducted at runway (flexible pavement) Halim Perdanakusuma Airport in Jakarta with an area of 3000 m x 45 m.  had been analyzed by using ASTM D 5340-12 methods (Standard Test Method For Airport Pavement Condition Index Surveys) with 10% sample from total area of  sample. From the result study, there are three grades in different  that showed a decrease in pavement conditions, they are  in existing condition (before repair) is 69 (Fair/Medium),  in “do something” condition (after repair) is 65 (Fair/Medium), and  in “do nothing" condition (if it is not carried out to repair and there is increasing damage of the groove on aircraft wheel track) is 59 (Fair/Medium). These results showed thatthe decreasing of  runway will be happened if the repairedhave a smaller value than if the runway is not carried out to repair.Keywords: , ASTM D5340-12, flexible pavement
Perubahan Karakteristik Aspal Pen 60/70 dengan Substitusi Getah Karet Alam Pangkalan Balai, Sumatera Selatan Barkah Wahyu Widianto; Mochamad Isa Faishal
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 3: November 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i3.143

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan data Produksi Karet di Indonesia terdapat peningkatan rata-rata 1,5% pada tahun 2015-2020, dimana produksi karet terbesar adalah Provinsi Sumatera Selatan yaitu 28,77%. Dengan peningkatan dan upaya pemanfaatannya maka dilakukan penelitian substitusi getah karet ke aspal. Getah karet yang digunakan adalah berbentuk padat dan berasal dari Pangkalan Balai, Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik aspal pen 60/70 disubstitusi dengan kadar getah karet alam 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5%. Pengujian mengacu pada SE Menteri PUPR No 04/SE/M/2019. Hasil pengujian menunjukan nilai penetrasi, daktilitas, berat jenis, viskositas 135°C, kelarutan dalam TCE, TFOT, serta penetrasi dan daktilitas setelah kehilangan berat mengalami penurunan dengan ditambahnya kadar getah karet. Sedangkan nilai titik lembek, titik nyala, dan kehilangan berat mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa karakteristik aspal menjadi lebih keras dan diindikasi tahan terhadap deformasi tetapi rentan terhadap retak. Dari nilai pengujian disimpulkan bahwa kadar getah karet alam 5% memenuhi spesifikasi aspal modifikasi.Kata kunci: getah karet alam, aspal pen 60/70, aspal modifikasi ABSTRACTBased on Rubber Production data in Indonesia, there has been an average increasing of 1.5% for 2016-2020, where the largest production of rubber is South Sumatra Province, which is 28.77%. With the improvement and utilization efforts, research was carried out on mixing rubber sap into asphalt. The rubber sap that has been used is solid and comes from Pangkalan Balai, South Sumatra. This study aims to examine the characteristics of 60/70 pen asphalt substituted with natural rubber latex levels of 0%, 2.5%, 5%, and 7.5%. The test refers to SE Menteri PUPR No 04/SE/M/2019. The test results have shown the value of penetration, ductility, specific gravity, viscosity of 135° C, solubility in TCE, TFOT, penetration and ductility after weight loss has decreased with the addition of rubber sap content. Meanwhile, the values for softening point, flash point, and weight loss increased. This indicates that the characteristics of the asphalt become tougher and indicate that it is resistant to deformation but is prone to cracking. Judging from the test value, it can be concluded that the 5% natural rubber latex content meets the specifications of asphalt modification.Keywords: natural rubber, asphalt pen 60/70, asphalt modification
Tingkat Pelayanan Check-In Counter Lion Air Di Bandara Internasional Husein Sastranegara Kota Bandung Menggunakan Metode Antrian Angga Erlangga; Dwi Prasetyanto; Barkah Wahyu Widianto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 1: Maret 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i1.131

Abstract

ABSTRAK Maskapai Lion Air di Bandara Internasional Husein Sastranegara mempunyai 6 unit fasilitas check-in counter yang berfungsi untuk pelayanan tiket pesawat terkait dengan keberangkatan. Ketidaksesuaian antara waktu pelayanan dan waktu kedatangan mengakibatkan adanya antrian penumpang. Pada penelitian ini, metode antrian dapat digunakan untuk mengurangi waktu tunggu bagi penumpang di antrian berdasarkan PM No 49 2012. Hasil perhitungan memperlihatkan waktu menunggu penumpang dalam antrian untuk kota Denpasar dan Surabaya lebih besar dari 20 menit dan waktu pelayanan penumpang untuk kota Denpasar dan Surabaya lebih besar dari 2 menit 30 detik. Pada kondisi eksisting terdapat 3 unit fasilitas check-in counter untuk kota tujuan Denpasar dan Surabaya sementara berdasarkan hasil perhitungan KEP/77/VI/2005 jumlah kebutuhan check-in counter Lion Air untuk kota tujuan Denpasar dan Surabaya adalah 8 unit fasilitas dan berdasarkan hasil perhitungan FIFO adalah sebanyak 4 unit fasilitas. dan Surabaya, sementara berdasarkan hasil perhitunganKata Kunci : Waktu menunggu penumpang, waktu pelayanan, PM No 49 2012,   SKEP/77/VI/2005, FIFO.ABSTRACTLion Air airline in Husein Sastranegara International Airport has 6 check-in counters facilities that manage the tickets associated with the departure. Incompability between service time and waiting time for the arrival has caused queue. In the study, queuing method can be used to minimize time the existing queue based on PM No 49 2012. The calculation result shows the waiting time of the passengers in queues for Denpasar and Surabaya is more than 20 minutes and the service time of the passengers for Denpasar and Surabaya is more than 2 minutes 30 seconds. In the existing condition, there are 3 units of the check- in counter facility for destination city of Denpasar and Surabaya, while based on the calculation SKEP / 77 / VI / 2005 total demand for check- in counters Lion Air for destination city of Denpasar and Surabaya is 8 units of facilities and based on the results FIFO calculation is 4 units facility.Keywords : Waiting time of the passengers, Service time of the passengers, PM No 49 2012, SKEP/77/VI/2005, FIFO.
Kondisi dan Penanganan Perkerasan Jalan Berdasarkan Metode SDI, RCI dan IRI dengan Menggunakan Aplikasi Roadlab Pro Barkah Wahyu Widianto; Elkhasnet Elkhasnet; Alvan Rifky
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 2: Juli 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i2.100

Abstract

ABSTRAKDalam mempertahankan umur layan perkerasan jalan, perlu dilakukan penilaian kondisi dan rekomendasi penanganannya. Peneitian ini dilakukan pada segmen jalan raya Kebun Raya sampai Pulau Sangkar, Kerinci, Jambi Sta 0+850 – 2+850. Segmen jalan ini adalah satu-satunya akses menuju pusat kota dan juga digunakan sebagai jalan alternatif menuju Kabupaten Merangin dan Objek Wisata Danau Kerinci. Saat ini kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan, hampir sepanjang jalan mengalami kerusakan akibat tidak ada penanganan pada segmen tersebut. Penelitian ini bertujuan meninjau dan mengevaluasi kondisi jalan beserta penanganannya dengan menggunakan metode SDI, metode RCI dan metode IRI pada aplikasi Roadlab Pro. Hasil penelitian pada ruas jalan Kebun Baru – Pulau Sangkar Sta 0+850 – 2+850 yaitu didapat nilai rata-rata SDI 183,75 dengan kondisi jalan rusak berat, pada metode RCI didapat niali rata-rata yaitu 3,45 dengan kondisi jalan rusak dan untuk metode IRI menggunakan aplikasi Roadlab Pro didapat nilai rata-rata yaitu 9,32 dengan kondisi jalan jelek. Rekomendasi penanganan kerusakan jalan berdasarkan ketiga metode tersebut adalah dengan melakukan rekonstruksi.Kata kunci: SDI, RCI, IRI, Roadlab Pro, kondisi jalan, pemeliharaan jalan ABSTRACTTo maintain service life of road pavements, it is necessary to assess condition and recommendation for handling it. This research was carried out on highway segment of the Botanical Garden to Pulau Sangkar, Kerinci, Jambi from STA 0 + 850 to 2 + 850. This road segment accessed to the city center and also used as an alternative road to Merangin Regency and Kerinci Lake Tourist Attractions. Currently, the condition of the road is very poor, almost all the way has been damaged due to no handling of the segment. This study aims to review and evaluate road conditions and their handling using using three methods such as SDI, RCI, and IRI with Roadlab Pro software. The study results on Kebun Baru – Pulau Sangkar Sta 0 +850 – 2 + 850 road section were obtained an average value of SDI 183.75 with severely damaged road conditions, in the RCI method an average ratio of 3.45 with damaged road conditions was obtained and for the IRI method using the Roadlab Pro software, an average value of 9.32 with poor road conditions was obtained. Recommendations for handling road damage based on these three methods are to carry out reconstruction.Keywords: SDI, RCI, IRI, Roadlab Pro, road condition, road maintenance
Model Penurunan Umur Layan terhadap Perubahan Nilai Parameter Desain Perkerasan Lentur dan Perkerasan Kaku Runway Bandar Udara Barkah Wahyu Widianto; Raden Christophorus Audiwahyu; Erlangga Maulana Basuki
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 9, No 2: Juli 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v9i2.80

Abstract

ABSTRAKDalam desain jenis perkerasan di fasilitas Runway Bandar Udara dibedakan menjadi kaku dan lentur, memiliki karakteristik sistem distribusi tegangan sampai subgrade yang berbeda, terutama pada perubahan nilai parameter desain. Hal ini akan mempengaruhi penurunan umur layan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan hubungan penurunan umur layan terhadap perubahan nilai parameter desain yaitu peningkatan annual departure lalu lintas pesawat udara, penurunan nilai CBR subgarde, serta penurunan kondisi modulus PCC pada perkerasan kaku dan setiap layer pada perkerasan lentur. Metode yang digunakan adalah Layered Elastic Theory bersumber pada FAA AC 150/5320-6G dengan software FAARFIELD V 2.0.18. Pada perkerasan lentur, penurunan CBR Subgrade memiliki nilai perubahan umur layan yang paling besar di antara penurunan modulus dan kenaikan annual departure yaitu y = 19,395 e-0,092x. Sedangkan pada perkerasan kaku, penurunan modulus memiliki nilai perubahan umur layan yang paling besar di antara penurunan CBR subgrade dan kenaikan annual departure yaitu y = 21,445 e-0,132x. Berdasarkan perbandingan model umur layan tersebut, maka perubahan paramater CBR subgrade paling berpengaruh pada perkerasan lentur, sedangkan perubahan parameter modulus PCC pada perkerasan kaku.Kata kunci: umur layan, CBR subgrade, annual departure, mutu material ABSTRACTIn the design of the type of pavement at the airport runway facility, it is distinguished into rigid and flexible, having different characteristics of the stress distribution system to subgrade, especially in changes in design parameter values. This will affect the decrease in service life. This study aims to model the relationship between reduced service life and changes in design parameter values, such as increase in annual departure of aircraft traffic, a decrease in the CBR subgarde value, and a decrease in PCC modulus conditions on rigid pavements and each layer on flexible pavements. The method used is Layered Elastic Theory based on FAA AC 150/5320-6G with FAARFIELD V 2.0.18 software. On flexible pavement, the decrease in CBR Subgrade has the largest change in service life between the decrease in modulus and the increase in annual departure, namely y = 19.395 e-0.092x. Whereas on rigid pavements, the decrease in modulus has the greatest change in service life between the reduction in CBR subgrade and an increase in annual departure, namely y = 21.445 e-0.132x. Based on the comparison of the service life models, the changes in CBR subgrade parameters have the most effect on flexible pavements, while changes in the PCC modulus parameters on rigid pavements.Keywords: Numerical Integration, Dredging Volume
Analisis Tingkat Kebisingan Akibat Volume Lalulintas Purwanti, Oka; Widianto, Barkah Wahyu; Triana, Sofyan; Aji, Dilham Surya
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2: Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i2.114

Abstract

ABSTRAKKebisingan merupakan salah faktor yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Salah satu sumber kebisingan berasal dari suara kendaraan bermotor. Lokasi pengamatan berada di sebuah rumah sakit yang memiliki baku tingkat kebisingan sebesar 55 dB. Hasil pengamatan menunjukkan tingkat kebisingan pada siang hari (06.00-22.00) telah melebihi batu tingkat kebisingan semenasa pada malam hari (22.00-06.00) tingkat kebisingan masih berada di bawah baku tingkat kebisingan. Model tingkat kebisingan menggunakan valume lalulintas total dan volume lalulintas terklasifikasi sebagai variabel yang berpengaruh. Hasilnya menunjukkan nilai R2 bervariasi antara 57,99% sampai 92,68% (menggunakan volume lalulintas total) dan 60,74% sampai 94,50% (menggunakan volume lalulintas terklasifikasi). Prediksi tingkat kebisingan menghasilkan nilai kebisingan pada siang hari menunjukkan nilai yang melampaui baku tingkat kebisingan sedangkan pada malam hari, sampai tahun 2030 tingkat kebisingan masih dibawah baku tingkat kebisingan.Kata kunci: tingkat kebisingan, volume lalulintas ABSTRACTNoise is a factor that can cause various diseases. One source of noise comes from the sound of motorized vehicles. The observation location is in a hospital which has a standard noise level of 55 dB. Observation results show that the noise level during the day (06.00-22.00) has exceeded the noise level while at night (22.00-06.00) the noise level is still below the standard noise level. The noise level model uses total traffic volume and classified traffic volume as influential variables. The results show that the R2 value varies between 57.99% to 92.68% (using total traffic volume) and 60.74% to 94.50% (using classified traffic volume). The noise level prediction produces noise values during the day that show values that exceed the standard noise level, while at night, until 2030 the noise level will still be below the standard noise levelKeywords: noise level, traffic  
Penentuan Modulus Resilien Berdasarkan Indirect Tensile Strength (ITS) pada Campuran AC-WC Menggunakan Aspal PG-76 dengan Gradasi KP 14 Tahun 2021 Widianto, Barkah Wahyu; Purwanti, Oka; Triana, Sofyan; Fauziah, Nurul
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2: Juli 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i2.117

Abstract

ABSTRAKPenggunaan aspal PG-76 sengan gradasi KP 14 Tahun 2021 pada campuran AC-WC bertujuan meningkatkan ketahanan terhadap deformasi dan retak. Pengujian Indirect Tensile Strength (ITS) dilakukan untuk menentukan modulus elastisitas campuran berdasarkan tegangan dan regangan. Metode melibatkan pembuatan benda uji Marshall, pengujian volumetrik, serta ITS pada dua kondisi: terkondisi dan tidak terkondisi. Kadar aspal optimum ditentukan sebesar 6%. Hasil menunjukkan nilai ITS pada benda uji terkondisi sebesar 935 kPa (0,94 MPa); sedangkan pada benda uji tidak terkondisi sebesar 1.119 kPa (1,12 MPa). Nilai Tensile Strength Ratio (TSR) mencapai 84%, memenuhi standar KP 14 Tahun 2021. Modulus resilien pada benda uji terkondisi sebesar 733 MPa dan 1.050 MPa pada benda uji tidak terkondisi. Hasil modulus resilien tersebut memiliki potensi penerapan yang baik dalam konstruksi lapisan permukaan fasilitas sisi udara bandara.Kata kunci: modulus resilien, aspal PG-76, kuat tarik tidak langsung, KP 14 Tahun 2021 ABSTRACTThe application of PG-76 asphalt with KP 14 Year 2021 gradation in AC-WC mixtures aims to enhance resistance against deformation and cracking. The Indirect Tensile Strength (ITS) test was conducted to determine the elastic modulus based on stress-strain response. The methodology included Marshall specimen preparation, volumetric testing, and ITS evaluation under conditioned and unconditioned states. The Optimum Asphalt Content (OAC) was determined as 6%. Results showed an ITS value of 935 kPa (0.94 MPa) for conditioned specimens and 1119 kPa (1.12 MPa) for unconditioned specimens. The calculated Tensile Strength Ratio (TSR) reached 84%, meeting KP 14 Year 2021 requirements. Resilient modulus values were found to be 733 MPa for conditioned specimens and 1050 MPa for unconditioned specimens. The result of resilience modulus exhibits strong potential for application in surface layer construction at airside airport facilities.Keywords: resilient modulus, PG-76 asphalt, indirect tensile strength, KP 14 Year 2021