Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ADAPTASI KRITIS CINDERELLA: PENDEKATAN NARATOLOGI GÉRARD GENETTE BAGI PENDIDIKAN LITERASI ANAK Meina Febriani; Sri Sumaryani; Diyamon Prasandha
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 Number 2 June 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v7i2.83202

Abstract

The Brothers Grimm's Cinderella is a world classic that contains gender bias and patriarchal ideology, which require critical examination. This study aimed to analyse the narrative structure of Cinderella through Gérard Genette's narratological theory and to formulate a critical adaptation model based on Jack Zipes' framework. The study employed a qualitative approach using Genette's narratological theoretical framework, consisting of five categories: order, duration, frequency, mood, and voice. The data analysis consisted of five stages: narrative mapping, structural analysis, ideological critique, critical adaptation, and pedagogical interpretation. The results suggest that the narrative features a progressive, linear plot and minimal temporal distortion, dynamic duration variation, diverse narrative frequencies, a didactic mood with dominant external focalization, and a heterodiegetic voice that emphasizes the moral and structural functions of the story. Comparatively, the Grimm's version presents passive characters, while the critical adaptation reconstructs active female agency, equal relationships, and the elimination of symbolic violence. The conclusion confirms that integrating the two approaches yields a transformative model for developing reading materials grounded in critical literacy and gender equality.
Desain Media Grafis Berbasis Stimulasi Gambar Bermuatan Budaya Daerah untuk Pembelajaran Menulis Teks di SMP Berdasarkan Kurikulum Merdeka Bambang Hartono; Meina Febriani; Diyamon Prasandha; Deby Luriawati Naryatmojo; Haryadi Haryadi; Yustinah Yustinah
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.10835

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan dan menguji kelayakan model media grafis berstimulasi gambar bermuatan kebudayaan daerah untuk pembelajaran menulis teks pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP berdasarkan Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan metode research and development (R&D) dengan mengadaptasi lima dari sepuluh langkah Borg dan Gall, meliputi studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan prototipe, validasi, dan revisi produk.  Penelitian dilaksanakan di dua SMP di Kota Semarang dengan subjek penelitian terdiri atas guru Bahasa Indonesia, murid SMP, dan ahli media pembelajaran. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, dokumentasi, dan penilaian ahli, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa media pembelajaran menulis yang digunakan guru masih didominasi penyajian teks dan belum mampu memvisualisasikan tahapan menulis secara sistematis. Berdasarkan analisis kebutuhan, dikembangkan media grafis berbentuk bagan alir berbasis stimulasi gambar yang mengintegrasikan kebudayaan daerah. Model dikembangkan berdasarkan prinsip kesederhanaan, kelengkapan, efektivitas, daya tarik, motivasi, variasi, pembimbingan, dan integrasi. Hasil validasi ahli serta tanggapan guru dan murid menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan, penerimaan, dan kebermanfaatan yang tinggi dalam mendukung pembelajaran menulis teks. Media ini berpotensi menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran menulis sekaligus melestarikan budaya daerah.
KECERDASAN BUATAN SEBAGAI MITRA REFLEKTIF: PEMBERDAYAAN GURU DALAM PEDAGOGI DEEP LEARNING Muhamad Burhanudin; Qurrota Ayu Neina; Diyamon Prasandha
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.13390

Abstract

The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI), particularly Generative AI, has transformed educational practices while simultaneously raising challenges in maintaining teachers' professional roles within deep learning pedagogy. Previous studies have predominantly framed AI as a tool to improve instructional efficiency. In contrast, comprehensive evidence of its role as a reflective partner in supporting teachers' pedagogical decision-making remains limited. This study aims to synthesize empirical evidence on the role of AI as a reflective partner in empowering teachers within deep learning pedagogy and to develop a conceptual model explaining the interrelationships among its pedagogical dimensions. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following the PRISMA 2020 guidelines. Literature was retrieved from Scopus, SpringerLink, and Google Scholar databases, complemented by backward snowballing. Of the 9,083 records initially identified, 21 studies met the inclusion criteria and were analyzed using thematic synthesis. The findings identified five interrelated dimensions of AI as a reflective partner: supporting instructional design, orchestrating learning processes, enhancing assessment practices, facilitating teachers' reflective practice, and promoting ethical and contextual AI integration. Based on these findings, this study proposes a Conceptual Model of AI as a Reflective Partner in Deep Learning Pedagogy, which positions AI as a facilitator of evidence-informed pedagogical decision-making rather than a replacement for teachers' professional judgment. The study contributes to the growing body of knowledge on AI in education by advancing the perspective of human–AI pedagogical partnership and offers practical implications for teacher professional development, educational policy, and the ethical implementation of AI to support meaningful, reflective, and learner-centered education. ABSTRAK Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya AI generatif, telah mendorong transformasi praktik pembelajaran sekaligus menghadirkan tantangan dalam mempertahankan peran profesional guru dalam implementasi pedagogi deep learning. Sebagian besar kajian terdahulu masih memosisikan AI sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi pembelajaran, sementara sintesis yang mengintegrasikan peran AI sebagai mitra reflektif secara utuh dalam seluruh siklus pedagogi deep learning, mulai dari perancangan, orkestrasi, asesmen, hingga refleksi profesional, serta merumuskannya ke dalam model konseptual yang komprehensif masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis bukti ilmiah mengenai peran AI sebagai mitra reflektif dalam pemberdayaan guru pada pedagogi deep learning serta mengembangkan model konseptual yang menjelaskan hubungan antardimensi peran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Scopus, SpringerLink, dan Google Scholar, serta dilengkapi dengan teknik snowballing. Dari 9.083 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 21 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis melalui sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan lima dimensi utama peran AI sebagai mitra reflektif, yaitu mendukung perancangan pembelajaran, mengorkestrasi proses pembelajaran, memperkuat asesmen pembelajaran, memfasilitasi refleksi profesional guru, serta mendukung integrasi AI yang etis dan kontekstual. Sintesis menghasilkan model konseptual AI sebagai mitra reflektif dalam pedagogi deep learning yang menempatkan AI sebagai pendukung pengambilan keputusan pedagogis berbasis bukti tanpa menggantikan peran profesional guru. Penelitian ini memperkaya kajian mengenai integrasi AI dalam pendidikan melalui perspektif human–AI pedagogical partnership serta memberikan implikasi bagi pengembangan kompetensi guru, kebijakan pendidikan, dan implementasi AI yang etis, reflektif, serta berpusat pada peserta didik.
PENILAIAN DIAGNOSTIK SEBAGAI FONDASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Qurrota Ayu Neina; Muhamad Burhanudin; Diyamon Prasandha; Rio Anugrah Rizkiansyah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i4.13127

Abstract

Diagnostic assessment plays a crucial role in differentiated instruction by providing information about students' characteristics to support pedagogical decision-making. However, previous studies have generally examined diagnostic assessment and differentiated instruction separately, leaving the relationship between the two insufficiently synthesized. This study aimed to examine the role of diagnostic assessment as the foundation of differentiated instruction through a Systematic Literature Review (SLR). The review followed the PRISMA 2020 guidelines by searching articles indexed in Scopus, Web of Science, ERIC, SpringerLink, DOAJ, Emerald Insight, and Google Scholar. Of the 273 records identified, 17 empirical studies met the inclusion criteria and were analyzed using thematic synthesis, while methodological quality was assessed using the Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT) 2018. The findings indicate that diagnostic assessment serves as the foundation of differentiated instruction by identifying students' learning readiness (88.2%), learning profiles (82.4%), and learning interests (76.5%) to inform the differentiation of content, process, and product. Although implementation remains constrained by teachers' competencies, time limitations, and institutional support, most studies reported improvements in student motivation, engagement, and learning quality. These findings confirm that diagnostic assessment functions as a pedagogical mechanism linking learner characteristics with adaptive, inclusive, and data-informed differentiated instruction. ABSTRAK Asesmen diagnostik berperan penting dalam pembelajaran berdiferensiasi karena menyediakan informasi mengenai karakteristik peserta didik sebagai dasar pengambilan keputusan pedagogis. Namun, penelitian terdahulu umumnya membahas asesmen diagnostik dan pembelajaran berdiferensiasi secara terpisah, sehingga hubungan keduanya belum tersintesis secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran asesmen diagnostik sebagai fondasi pembelajaran berdiferensiasi melalui Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan menelusuri artikel pada Scopus, Web of Science, ERIC, SpringerLink, DOAJ, Emerald Insight, dan Google Scholar. Dari 273 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 17 artikel empiris memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan sintesis tematik, sedangkan kualitas metodologis dievaluasi dengan Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT) 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik berperan sebagai fondasi pembelajaran berdiferensiasi melalui pemetaan learning readiness (88,2%), learning profile (82,4%), dan student interest (76,5%) sebagai dasar diferensiasi konten, proses, dan produk. Meskipun implementasinya masih menghadapi kendala kompetensi guru, keterbatasan waktu, dan dukungan institusional, sebagian besar penelitian melaporkan peningkatan motivasi, keterlibatan, dan kualitas pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa asesmen diagnostik merupakan mekanisme pedagogis yang menghubungkan karakteristik peserta didik dengan perancangan pembelajaran berdiferensiasi yang adaptif, inklusif, dan berbasis data.
Optimalisasi Literasi Keuangan Digital pada UMKM Batik Wonosobo Amelia Choya Tia Rosalia; Diyamon Prasandha; Bambang Hartono; Desta Ayu Listiyani; Novita Sari
Solidaritas: Jurnal Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2026): Solidaritas: Jurnal Pengabdian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/bpjct277

Abstract

Kelompok perajin Batik Carica Lestari di Desa Talunombo menghadapi keterbatasan dalam pencatatan keuangan digital, pemanfaatan teknologi, dan regenerasi anggota karena kegiatan produksi lebih banyak ditopang oleh perajin berusia lanjut. Kondisi tersebut menyulitkan penelusuran transaksi serta pengelolaan informasi usaha secara tertib. Program pengabdian menawarkan penguatan literasi keuangan digital melalui pengenalan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK), diskusi pengelolaan usaha, praktik pencatatan, dan pendampingan awal. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan perajin Batik Carica Lestari, generasi muda, dan Pemerintah Desa Talunombo. Pelaksanaan mencakup koordinasi dan pemetaan kebutuhan, sosialisasi melalui pemaparan materi, demonstrasi SIAPIK, praktik terbimbing, serta penyusunan rencana pemantauan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat mengakses aplikasi, mengenali fungsi dasarnya, dan mengikuti tahapan pencatatan transaksi dengan arahan fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat mengakses SIAPIK, mengenali fungsi dasarnya, dan mengikuti latihan pencatatan transaksi dengan arahan fasilitator. Sosialisasi dan diskusi kelompok juga memberi kesempatan kepada peserta untuk membahas penerapan pencatatan digital dalam pengelolaan usaha batik. Pelaksanaan program didukung oleh Pemerintah Desa Talunombo dan melibatkan generasi muda dalam kegiatan sosialisasi serta praktik penggunaan aplikasi