Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS KINERJA OPERASIONAL KERETA REL LISTRIK(STUDI KASUS: STASIUN JAKARTA KOTA - STASIUN BOGOR) Gunawan Putra, Indra; Dewi Rintawati; Christina Sari
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 2 No. 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v2i1.19420

Abstract

Kereta rel listrik masih menjadi salah satu pilihan masyarakat perkotaan khususnya kota Jakarta dan Bogor. Dengan meningkatnya pengguna KRL Perlu dilakukan analisis terhadap kinerja operasional untuk mengetahui apakah kinerja operasional KRL line Jakarta Kota sudah sesuai, dengan melihat SK Dirjen Perhubungan Darat No.687 2002 tentang parameter pedoman kinerja angkutan umum, yaitu load factor, Jumlah penumpang yang diangkut, headway, travel time, kapasitas lintas, dan Kecepatan perjalanan, Lokasi penelitian dilakukan pada line Jakarta Kota – Bogor. Penelitian ini menggunakan metode analisis kinerja operasional KRL line Stasiun Jakarta kota – Stasiun Bogor dilakukan dengan mengidentifikasi 5 variabel, yaitu Faktor muat Load Factor, Headway, Travel Time, Kapasitas Lintas dan Kecepatan Perjalanan. Berdasarkan jumlah penumpang pada jam puncak pagi dan sore memenuhi syarat 70%, headway pada jam puncak pagi dan sore memenuhi syarat H.puncak 2-5 menit, travel time puncak pagi dan sore selisih travel time aktual dan travel time GAPEKA adalah 8 detik.kapasitas lintas dalam 24 jam dari adalah 107 KRL, dan kecepatan perjalanan 70km/jam Dari Penelitian ini dapat disimpulkan, perlu menambah jumlah rangkaian kereta hingga 12 rangkaian, Perlu penambahan kecepatan operasional, agar mempersingkat waktu tempuh perjalanan, memaksimalkan transformasi rangkaian kereta. Keywords: Operational Performance; Line Jakarta City – Bogor; Load Factor; Headway; Decree of the Director General of Land Transportation No.687 2002; GAPEKA
Penyuluhan Pengelolaan Sampah Skala Rumah Tangga Pada Kelurahan Krendang, Jakarta Barat Christy Anandha Putri; Sih Andajani; Dewi Rintawati; Dwi Hartini Rahayu
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 7 Nomor 1 Januari 2026
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/g6jbm751

Abstract

Keberadaan pemukiman padat dan kumuh dapat menimbulkan berbagai masalah antara lain sanitasi, drainase, sampah, sumber air, serta kerentanan terhadap bencana. Salah satu cara untuk mengurai permasalahan sampah adalah dengan cara melakukan pengelolaan. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tim Jurusan Teknik Sipil Universitas Trisakti dilakukan bekerjasama dengan mitra yaitu RW 02 Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. RW 02 Kelurahan Krendang merupakan salah satu kawasan padat penduduk yang memiliki masalah mengenai sampah di lingkungannya. Berdasarkan kondisi tersebut, Tim PKM ini melakukan penyuluhan mengenai pengelolaan sampah sebagai upaya mendukung pelestarian lingkungan di wilayah tersebut. Kegiatan ini dilakukan dengan pemaparan secara langsung yang diawali dengan ceramah, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, kemudian ditutup dengan pengisian kuesioner. Kuesioner yang diberikan kepada peserta digunakan untuk mengukur keberhasian penyampaian materi dari kegiatan ini. Hasil pengisian kuesioner menunjukkan bahwa materi yang diberikan dapat diterima dan dipahami dengan baik. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh persentase setuju dan sangat setuju dari pernyataan yang diberikan diatas 60%. Disisi lain, hasil pengisian kuesioner menunjukkan bahwa masyarakat memiliki minat untuk mengembangkan pengelolaan dengan menggunakan metode Bank Sampah. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan pada RW 02 Kelurahan Krendang memberikan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga. Keinginan tersebut, tidak lepas dari pengaruh ekonomi jika masyarakat terlibat dalam pengelolaan Bank Sampah.