Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI DESKRIPTIF MOTORIK KASAR ANAK CEREBRAL PALSY : Descriptive Study of Gross Motor Ability in Children with Cerebral Palsy Khabib Abdullah; Al Um Aniswatun Khasanah; Khairunnisa
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. 1 (2023): JIKep | Februari 2023
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i1.1397

Abstract

Pendahuluan : Cerebral palsy merupakan permasalahan perkembangan otak pada masa tumbuh kembang. Kelainan ini akan mengakibatkan keterlambatan perkembangan motorik kasar. Motorik kasar adalah kemampuan anak untuk bergerak melawan gravitasi seperti posisi kelurusan kepada dan badan, gerakan berguling, duduk, merangkak hingga berdiri dan berjalan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan gerak motorik kasar anak cerebral palsy yang tergabung pada komunitas WA Grup cerebral palsy di beberapa kota di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif. Penelitian dilakukan di beberapa komunitas WA Grup di Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara). Hasil: Dari 136 responden orang tua anak cerebral palsy, didapatkan data rerata usia anak CP adalah 5.4 tahun, jenis kelamin laki-laki (53%) dan perempuan (47%), tipe CP terbanyak adalah spastic quadriplegia (26%), 76% mengalami asimetri kepala dan badan, 43% belum bisa tengkurap-terlentang, 53% belum bisa duduk, 68% belum bisa merangkak, 65% belum bisa berdiri, 76% belum bisa berjalan. Kesimpulan: Sebagian besar anak pada penelitian ini mengalami CP tipe berat/quadriplegia dengan asimetri kepala sehingga mengakibatkan perkembangan motorik kasar tidak sesuai dengan fase dan usianya. Untuk langkah selanjutnya perlu diberikan edukasi fisioterapi berupa latihan orientasi tengah tubuh dan kepala, berguling, duduk, merangkak hingga berjalan untuk mengejar ketertinggalan motorik kasar pada subyek
PENDAMPINGAN SELF-IMAGERY BODY IDEAL MELALUI COUNSELING FITNESS (COUNSFIT ) PADA KOMUNITAS PEDULI ANAK AUTIS LAMPUNG (KOPALA) Pranoto, Hadi; Al Um Aniswatun Khasanah; Sangidatus Sholiha
ABDI KAMI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): (October 2025)
Publisher : LPPM Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/q24f2316

Abstract

The method is adapted to meet the needs of children with autism, who often experience body dysmorphia, motor limitations, and a lack of understanding regarding their own body perception. The approach is implemented gradually through physical counseling activities based on motor games, visualization of the ideal body using imagery techniques, and social engagement in community activities. The results show that 80% of participants experienced improvements in physical self-awareness and self-confidence. This program is expected to serve as an alternative integrative intervention that holistically supports the mental and physical health of children with autism.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELAYANAN KESEHATAN LANSIA MELALUI PEMERIKSAAN FUNGSIONAL DI TINGKAT DESA: STUDI DESKRIPTIF DI PURWODADI 13A METRO Al Um Aniswatun Khasanah; Hapy Ardiaviandaru Siamy; Sri Yuliana; Afif Fairuz A Zain; Bota Muhammad Akbar; Dhofirul Fadhil Dzil Ikrom Alhazmi; Efraldo Yudistira
Journal of Hospital Administration and Excellent Health Service Vol. 3 No. No, 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Journal of Hospital Administration and Excellent Health Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) menuntut penguatan sistem pelayanan kesehatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif. Salah satu bentuk implementasi kebijakan pelayanan kesehatan lansia berbasis komunitas adalah pemeriksaan fungsional di tingkat desa untuk mendeteksi dini risiko penurunan fungsi fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan pelayanan kesehatan lansia melalui pemeriksaan fungsional menggunakan Sit and Reach Test di Balai Desa Purwodadi 13A Metro. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 14 lansia yang mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan. Variabel yang diamati meliputi karakteristik responden (jenis kelamin, usia, berat badan) serta hasil fleksibilitas otot hamstring dan punggung bawah melalui Sit and Reach Test. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai minimum, maksimum, dan rerata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (78,6%) dengan rentang usia 51–77 tahun dan berat badan 48–75 kg. Pemeriksaan Sit and Reach Test memperoleh nilai terendah 9 cm dan tertinggi 20 cm, dengan rerata 14,07 cm. Sebagian besar lansia berada pada kategori fleksibilitas cukup hingga baik, serta lansia perempuan cenderung memiliki nilai fleksibilitas lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Temuan ini menegaskan bahwa pemeriksaan fungsional lansia telah terlaksana sebagai bagian dari implementasi kebijakan pelayanan kesehatan lansia di tingkat desa. Pemeriksaan sederhana seperti Sit and Reach Test dapat menjadi indikator penting dalam pelayanan preventif serta dasar perencanaan program lanjutan, seperti senam lansia dan pemantauan kesehatan berkala.