Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Manajemen Anestesi pada Bayi dengan Duktus Arteriosus Patent yang Menjalani Laparoskopi Duodenostomi: Laporan Kasus Kurniyanta, I Putu; Aryabiantara, I Wayan; Fikrawan, Putu Filla Jaya
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.56381

Abstract

Manajemen anestesi pada bayi dengan kelainan kongenital seperti patent ductus arteriosus (PDA) dan atresia duodenum memerlukan perhatian khusus, terutama pada prosedur bedah laparoskopi yang menambah kompleksitas akibat efek hemodinamik insuflasi karbon dioksida. Laporan kasus ini bertujuan mengulas pengelolaan anestesi pada seorang bayi perempuan berusia 5 hari dengan PDA dan atresia duodenum yang menjalani duodenostomi laparoskopik. Pasien menunjukkan distensi abdomen sejak lahir dan diagnosis prenatal PDA dengan shunt kiri-kanan. Anestesi dilakukan dengan menggunakan Sevofluran untuk induksi, Fentanil dan Ketamin untuk analgesi, serta Atrakurium untuk intubasi. Analgesi pascaoperasi dilakukan dengan anestesi caudal menggunakan Bupivakain 0,25%. Hemodinamik pasien terjaga stabil sepanjang prosedur, dengan saturasi oksigen 98-100% dan denyut jantung 124-137 bpm. Prosedur bedah berhasil tanpa komplikasi, dan tidak ada kebocoran pada anastomosis. Pasien dipindahkan ke ruang perawatan intensif untuk pemantauan lebih lanjut. Kesimpulannya, manajemen anestesi yang hati-hati dan individual sangat penting pada bayi dengan PDA yang menjalani pembedahan laparoskopik, dengan pendekatan anestetik multimodal yang mengoptimalkan stabilitas hemodinamik dan kontrol nyeri.
EFFECTIVENESS OF BILATERAL ERECTOR SPINAE PLANE BLOCK VERSUS TRANSVERSUS ABDOMINIS PLANE AS ANALGESIA AFTER GYNECOLOGIC LAPAROTOMY Anak Agung Gde Agung Adistaya; Tjahya Aryasa E M; I Gede Budiarta; I Made Gede Widnyana; I Wayan Aryabiantara; IGAG Utara Hartawan; Made Wiryana; Tjokorda Gde Agung Senapathi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27247

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas blok ESP dan TAP terhadap durasi efek analgesik pasca operasi, nyeri pasca operasi, total konsumsi opioid pasca operasi, dan perubahan dalam nilai Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) sebelum dan sesudah operasi laparatomi ginekologi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental murni (eksperimental sejati). Desain penelitian yang digunakan adalah uji acak tunggal tersamar. Subjek penelitian adalah pasien berusia 18-65 tahun yang menjalani operasi laparatomi ginekologi di ruang operasi Instalasi Bedah Pusat. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS versi 26 termasuk analisis deskriptif dan uji perbandingan rata-rata menggunakan uji t independen. Blok ESP memiliki durasi analgesik yang lebih lama dengan rata-rata 6.13 ± 3.30 jam sedangkan TAP memiliki durasi analgesia sebesar 3.93 ± 1.98 jam, dengan perbedaan rata-rata sebesar 2.18 jam (IK 95% 0.22-4.15 jam; p = 0.030). Terdapat perbedaan pada skala VAS pada 6, 12, 24, dan 48 jam dengan hasil ESP lebih rendah dari TAP. Rata-rata kebutuhan morfin pada blok ESP adalah 1.62 ± 0.71 mg dan kelompok TAP dengan total kebutuhan rata-rata ± SB 3.31 ± 1.74 mg, perbedaan yang diperoleh adalah 1.68 mg (IK95% 0.72-2.64 mg; p = 0.001). Hasil perbedaan nilai perubahan NLR antara sebelum dan sesudah operasi antara blok ESP bilateral dan TAP ditemukan memiliki perbedaan yang signifikan dengan perbedaan rata-rata sebesar 0.36 (IK 95% 0.04-0.69; P=0.029). Kesimpulan dari penelitian ini adalah blok ESP memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan dengan blok TAP sebagai analgesia setelah operasi laparatomi ginekologi.