Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MODEL PENERAPAN PENDIDIKAN KEBENCANAAN PADA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PIDIE TERHADAP BANJIR DIKECAMATAN TANGSE Fahrizal Fahrizal; Muhammad Zaini
Jurnal Sains Riset Vol 12, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v12i2.702

Abstract

Floods and landslides are the most frequent disasters in Indonesia, especially in Pidie District, Tangse District in 2017-2021 and have an impact on 25,214 people who inhabit 28 villages. Data for the last 4 years shows that there are 3 schools affected by floods and landslides, but until this research was conducted there was no accurate data on the number of affected education offices. Problem Formulation 1. What is the model for implementing disaster education during the flood disaster in Tangse District 2. What actions have been taken by the Pidie District Education Office. (2) To find out what actions were taken by the Pidie District Education Office. This study uses a qualitative research approach. The qualitative method is part of the research procedure that produces descriptive data in the form of written or spoken words from people and observed behavior. The results of this study are teachers have tried to provide disaster education in their own way but still have not utilized the environment and the potential of its natural resources; Disaster education that has been implemented has not been clearly integrated with the learning curriculum; Coordination of flood disaster management with local agencies has been carried out but is not yet optimal. So it can be said that a more comprehensive and sustainable effort is needed to help prepare junior high school teachers to realize a culture of alertness, safety culture and a culture of disaster risk reduction in junior high schools.Keywords: Model, Implementation, Education, Disaster
Penerapan Media Tiktok terhadap Peningkatan Minat Belajar pada Mata Pelajaran Sejarah Siswa Kelas X Sma Negeri 1 Mutiara Muhammad Zaini; Nasruddin; Heri Fajri; Shoufa Rizky
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/06nwcq23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan media TikTok terhadap peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X SMAN 1 Mutiara, dan mengidentifikasi tanggapan siswa terhadap penerapan media TikTok dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas X SMAN 1 Mutiara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, dan tes. Uji validitas dilakukan dengan bantuan komputer menggunakan program SPSS for Windows Versi 16.0 terhadap 20 responden. Pengambilan keputusan dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung (Corrected Item Total Correlation) dengan r tabel. Penelitian dilakukan terhadap 58 orang yang terdiri dari 28 siswa kelas kontrol dan 30 siswa kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil regresi dari tabel di atas menunjukkan F hitung sebesar 75.022 atau 75.02 (pembulatan 2 angka di belakang koma). Untuk mengetahui F tabel, terlebih dahulu ditentukan derajat kebebasan (df1 dan df2). Dengan menggunakan signifikansi α = 5%, df1 (jumlah variabel – 1) = 3, dan df2 (n-k-1) atau 20-3-1 = 16 (di mana n adalah jumlah responden dan k adalah jumlah variabel independen). Hasil t hitung untuk variabel ini sebesar 8.662. Sementara itu, nilai pada tabel distribusi 5% sebesar 1.096. Maka t hitung (1.096) > t tabel (1.729). Artinya, ada pengaruh penerapan media TikTok terhadap peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kelas XI SMAN 1 Mutiara.
IMPLEMENTASI SITUS MAKAM PUTROE BALEE SEBAGAI MOTIVASI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA NEGERI 1 MILA Sarima Akhdini; Widia Munira; Muhammad Zaini
Education Enthusiast : Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol 6, No 1 (2026): Vol 6 No 1 (2026): February
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi situs Makam Putroe Balee sebagai sumber belajar sejarah di SMA Negeri 1 Mila, menganalisis respon siswa terhadap pemanfaatannya, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran berbasis situs sejarah lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan penyebaran angket kepada 31 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi situs Makam Putroe Balee dalam proses pembelajaran masih bersifat terbatas dan belum terintegrasi secara formal dalam kurikulum. Guru sejarah hanya menyisipkan informasi mengenai situs ini dalam pembahasan topik tertentu tanpa diikuti kegiatan belajar langsung di lapangan. Respon siswa terhadap pemanfaatan situs tersebut sangat positif; mayoritas siswa merasa
PEMANFAATAN MEDIA SEJARAH LOKAL HEURISTIK OF PEDIR DALAM MENINGKATKAN BELAJAR SEJARAH DI MAN 1 PIDIE Wilda Yanti; Muhammad Zaini; Widia Munira
Education Enthusiast : Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol 6, No 1 (2026): Vol 6 No 1 (2026): February
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemanfaatan media Heuristik of Pedir dalam meningkatkan pembelajaran sejarah di MAN 1 Pidie. Latar belakang penelitian ini didasari oleh belum adanya materi khusus mengenai Kerajaan Pedir dalam kurikulum nasional, padahal kerajaan tersebut memiliki nilai historis penting bagi masyarakat Pidie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta penyebaran angket kepada 26 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Heuristik of Pedir mampu meningkatkan motivasi belajar, ketertarikan terhadap sejarah lokal, dan pemahaman siswa terhadap materi sejarah yang kompleks. Sebagian besar siswa menunjukkan respon positif, baik dalam aspek kejelasan media, keterlibatan dalam pembelajaran, maupun keingintahuan terhadap sejarah Kerajaan Pedir. Dengan demikian, media ini berpotensi menjadi sumber belajar alternatif yang efektif dan kontekstual. Penelitian ini merekomendasikan agar media sejarah lokal seperti Heuristik of Pedir diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran sejarah secara berkelanjutan dan sistematis
PERSEPSI GENERASI X TERHADAP TRANSFORMASI TRADISI KEUMAWEUH DI DESA PAYA TIBA, KECAMATAN MUTIARA, KABUPATEN PIDIE Lisma Yani; Muhammad Zaini; Yuni Saputri
Education Enthusiast : Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol 6, No 1 (2026): Vol 6 No 1 (2026): February
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pelaksanaan tradisi Keumaweuh di Desa Paya Tiba, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, serta persepsi dan keterlibatan Generasi X dalam pelestariannya. Tujuan Penelitian in yaitu Mendeskripsikan Tata Pelaksanaan tradisi Keumaweuh di Desa Paya Tiba Kecamatan Mutiara Kabupaten Pidie, mengetahui persepsi generasi X di Desa Paya Tiba terhadap transformasi tradisi Keumaweuh, menganalisis keterlibatan Generasi X dalam pelaksanaan dan pelestarian tradisi Keumaweuh di Desa Paya Tiba Keumaweuh merupakan tradisi adat Aceh yang dilakukan pada usia tujuh bulan kehamilan pertama, ditandai dengan pengantaran makanan dari keluarga suami kepada keluarga istri, prosesi peusijuek, dan doa keselamatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Keumaweuh masih dijalankan oleh masyarakat, meskipun mengalami transformasi dalam bentuk dan kemasannya. Generasi X memiliki pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai religius, sosial, dan budaya dalam tradisi ini, serta menunjukkan keterlibatan aktif dalam pelaksanaannya. Mereka berperan penting dalam mempertahankan tradisi, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan. Namun demikian, muncul kekhawatiran terhadap kurangnya minat generasi muda dalam melanjutkan tradisi ini. Oleh karena itu, keterlibatan lintas generasi menjadi kunci penting dalam menjaga kelestarian budaya lokal seperti Keumaweuh.Kata kunci: Keumaweuh; Tradisi Adat Aceh; Generasi X; Persepsi Budaya; Pelestarian Tradisi