Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Revitalisasi Paradigma Pendidikan Islam Inklusif Sebagai Penguatan Moderasi Beragama di Pesantren Ngarifin Shidiq; Muhamad Yusuf Amin Nugroho
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 5 No 2 (2022): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/paramurobi.v5i2.4339

Abstract

This paper seeks to refresh the importance of inclusive Islamic education as a strategy to strengthen religious moderation in Islamic boarding schools. Through sufficient understanding of inclusive Islamic education, it is hoped that the campaign for religious moderation through Islamic boarding schools will gain a strong philosophical footing. This research is a literature study, using reference sources and documents specifically related to inclusive Islamic education in Islamic boarding schools. Islamic boarding schools have a strategic position and role in maintaining a moderate Islamic ideology and have long been known as inclusive educational institutions. The inclusive attitude of pesantren is represented through the understanding that Islam is a religion that emphasizes openness, humanism, equality and tolerance. Inclusive Islamic education, which has been the hallmark of Islamic boarding schools since its emergence, must be used as a basis for reinforcing religious moderation in Islamic boarding schools
EFEKTIVITAS SCIENCE WORKED EXAMPLE DALAM KONTEKS KEARIFAN LOKAL WONOSOBO TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI Ayu Marati Barokatun Nimah; Ngarifin Shidiq; Nugroho Prasetya Adi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol 10 No 3 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i3.1685

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi bukanlah kemampuan yang hanya sekadar menghafal saja. Melalui kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa mampu mengolah informasi yang didapatkannya guna menyelesaikan masalah dalam kehidupan kesehariannya. Namun, dilain sisi kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa Indonesia masih rendah. Hal itu ditunjukan oleh survey yang dilakukan PISA dan TIMSS. Kemampuan berpikir tingkat tinggi dapat ditingkatkan menggunakan bahan ajar yang tepat dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan dan seberapa besar peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi antara kelas eksperimen yang menggunakan Science Worked Example dalam konteks kearifan lokal Wonosobo dengan kelas kontrol yang menggunakan Lembar Kegiatan Siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Teknik pengambilan data berupa tes yaitu adanya pretest dan posttest dan dokumentasi. Uji hipotesis dalam penelitian menggunakan Uji-t dan dan Uji N-Gain dengan bantuan SPSS. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukan bahwa pertama, kemampuan berpikir tingkat tinggi antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol berbeda. Hal ini dibuktikan dengan ditolak dan diterima. Kedua, sesuai dengan pengujian hipotesis dengan N-gain terbukti bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS dengan menggunakan Science Worked Example dalam Konteks Kearifan Lokal Wonosobo.
Metode Pembelajaran Dalam Kisah Nabi Adam dan Relevansinya di Masa Sekarang (Kajian Q.S Al-Baqarah Ayat 31-34) Cahya Satria Prayoga Bakti; Ngarifin Shidiq; Muhammad Saefullah
Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Vol. 2 No. 3 (2024): Juni : Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mutiara.v2i3.1339

Abstract

The meaningful learning story of Prophet Adam in Q.S Al-Baqarah Ayat 31-34 describes the educational interaction between Allah SWT, the Angels, and Prophet Adam AS. This story is full of meaning about the learning process. The Learning Methods in the story of Prophet Adam include the Story Method, Direct Instruction, Questioning Method, and Demonstration Method. These methods are very effective and relevant to modern education. These methods can be combined to create learning that is interesting, effective, and relevant to the needs of today's students. Teachers can utilize various media and technology to support the implementation of these methods. The right and effective methods will produce an intelligent, humanist, and noble generation. This research focuses on the learning methods in the story of Prophet Adam in Q.S. Al-Baqarah Ayat 31-34. By studying the learning methods in the story of Prophet Adam, educators can find new inspiration and insights to design effective learning methods in the modern era.
STRATEGI PENGASUH PESANTREN DALAM MENYEIMBANGKAN PROGRAM TAHFIDZ DAN KAJIAN KITAB KUNING DI PPTQ ASH SHOLIHIN WONOSOBO Muhammad Adib Mubarok; Ngarifin Shidiq; Ahmad Robihan
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7676

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran penting dalam menjaga tradisi keilmuan sekaligus merespons perkembangan zaman, namun menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan program tahfidz Al-Qur’an dan kajian kitab kuning yang memiliki karakter pembelajaran berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengasuh dalam menyeimbangkan kedua program tersebut di PPTQ Ash Sholihin Wonosobo serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan tidak dimaknai sebagai pembagian waktu yang sama, melainkan ketercapaian tujuan kedua program secara bersamaan, di mana tahfidz berfokus pada penambahan dan penjagaan hafalan, sedangkan kajian kitab kuning memperdalam pemahaman keilmuan Islam. Implementasi strategi dilakukan melalui pengaturan jadwal terstruktur, pembelajaran bertahap, dan pendekatan integratif, namun belum optimal karena dominasi program tahfidz, keterbatasan waktu, serta kurangnya sumber daya manusia. Faktor pendukung meliputi motivasi, kedisiplinan, dan lingkungan pesantren yang kondusif, sedangkan faktor penghambat meliputi kelelahan santri, padatnya jadwal, dan keterbatasan tenaga pengajar. Secara umum, strategi yang diterapkan telah mengarah pada integrasi, tetapi masih memerlukan penguatan agar hasilnya lebih optimal.
Implementasi Sistem Pendidikan Mu’adalah dalam Meningkatkan Manhaj Al-Fikr Santri di Pondok Pesantren Al-Fatih Karangmulya Bojong Tegal Tiya Feza Qarina; Ngarifin Shidiq; Ahmad Robihan
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem pendidikan mu’adalah dalam meningkatkan manhaj al-fikr (pola berpikir) santri di Pondok Pesantren Al-Fatih Karangmulya Bojong Tegal. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengembangan pola pikir santri yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu keagamaan, tetapi juga mampu berpikir kritis, sistematis, dan kontekstual dalam menghadapi perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan tujuan untuk menggambarkan secara mendalam proses pelaksanaan sistem mu’adalah serta dampaknya terhadap pola pikir santri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem pendidikan mu’adalah di Pondok Pesantren Al-Fatih Karangmulya Bojong Tegal berjalan dengan baik melalui integrasi kurikulum tradisional berbasis kitab kuning dengan kurikulum formal. Proses pembelajaran tidak hanya menekankan pada hafalan dan pemahaman teks, tetapi juga mendorong santri untuk berpikir kritis, analitis, dan sistematis