Abstract: Discipline in early childhood is reflected in children’s emerging ability to follow routines, comply with agreed rules, complete activities, and use socially appropriate behavior in daily learning. This study examined the use of serial storybooks to improve discipline among children aged 5–6 years at PAUD Nusa Indah V. The study employed collaborative classroom action research based on the Kemmis–McTaggart cycle of planning, action, observation, and reflection. Fourteen children in Kindergarten B (10 boys and 4 girls) participated. The intervention was implemented in two cycles, with four meetings in each cycle. The storybook series addressed three recurring domains of classroom discipline: time discipline, learning/activity discipline, and etiquette/routine discipline. Data were collected through structured observation, documentation, and field notes and analyzed using descriptive quantitative comparisons and qualitative reflection across cycles. The mean discipline achievement was 40.10% at pre-action, increased to 52.30% in Cycle I, and reached 77.02% in Cycle II. Thus, the increase was 12.20 percentage points from pre-action to Cycle I and 24.72 percentage points from Cycle I to Cycle II, for an overall gain of 36.92 percentage points. Qualitative observations indicated improved punctuality, rule-following, task completion, classroom routines, and polite behavior, accompanied by greater attention and engagement during storytelling. The findings suggest that serial storybooks can function as a developmentally appropriate, low-cost medium for repeatedly modeling expected behavior and supporting classroom habituation. Because the study involved one small class without a comparison group, the findings should be interpreted as evidence of classroom improvement rather than population-level causal effects. Abstrak: Disiplin pada anak usia dini tercermin dalam kemampuan yang mulai berkembang untuk mengikuti rutinitas, mematuhi aturan yang telah disepakati, menyelesaikan kegiatan, dan menggunakan perilaku yang sesuai secara sosial dalam pembelajaran sehari-hari. Penelitian ini mengkaji penggunaan buku cerita berseri untuk meningkatkan disiplin anak usia 5–6 tahun di PAUD Nusa Indah V. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas kolaboratif berdasarkan siklus Kemmis–McTaggart yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Sebanyak 14 anak Kelompok B (10 laki-laki dan 4 perempuan) berpartisipasi. Intervensi dilaksanakan dalam dua siklus, dengan empat pertemuan pada setiap siklus. Seri buku cerita membahas tiga ranah disiplin kelas yang berulang, yaitu disiplin waktu, disiplin belajar/kegiatan, serta disiplin etika/rutinitas. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan perbandingan kuantitatif deskriptif serta refleksi kualitatif antarsiklus. Rata-rata capaian disiplin sebesar 40,10% pada pratindakan, meningkat menjadi 52,30% pada Siklus I, dan mencapai 77,02% pada Siklus II. Dengan demikian, kenaikan dari pratindakan ke Siklus I sebesar 12,20 poin persentase dan dari Siklus I ke Siklus II sebesar 24,72 poin persentase, dengan kenaikan keseluruhan sebesar 36,92 poin persentase. Observasi kualitatif menunjukkan peningkatan ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan, penyelesaian tugas, rutinitas kelas, dan perilaku sopan, yang disertai peningkatan perhatian dan keterlibatan selama kegiatan bercerita. Temuan menunjukkan bahwa buku cerita berseri dapat berfungsi sebagai media berbiaya rendah yang sesuai dengan perkembangan anak untuk memodelkan perilaku yang diharapkan secara berulang dan mendukung pembiasaan di kelas. Karena penelitian hanya melibatkan satu kelas kecil tanpa kelompok pembanding, temuan perlu ditafsirkan sebagai bukti perbaikan di tingkat kelas, bukan sebagai efek kausal pada tingkat populasi.