Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterlambatan Pengobatan Pada Pasien Kanker Payudara Stadium III dan IV Mahanta Qaribi; Putri Aldariani; Arif Fadhillah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i1.6658

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan pengobatan pada pasien kanker payudara Stadium III dan IV di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif analitik dan desain cross sectional study dengan 87 sampel pasien wanita dengan kanker payudara dari 390 populasi. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling menggunakan kuesioner dengan 20 item pertanyaan. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 19 Februari sampai 03 maret 2022. dan analisa data dilakukan secara manual dengan mencari distribusi frekuensi untuk setiap variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlambatan pengobatan pada pasien kanker payudara dengan subvariabel keterlambatan pasien berada pada kategori tinggi (78,16%), keterlambatan penyedia layanan kesehatan berada pada kategori rendah (54,02%), dan keterlambatan dalam menerima perawatan berada pada kategori rendah (63,21%). Maka dapat disimpulkan keterlambatan pengobatan pada pasien kanker payudara stadium III dan IV di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Tahun 2022 berada pada kategori tinggi (58,62%). Hal ini menunjukkan bahwa pasien kanker payudara memiliki kesadaran yang kurang dalam melakukan deteksi dini kanker payudara sehingga diharapkan kepada Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh untuk melakukan penanganan lebih dini kepada wanita yang beresiko kannker payudara untuk mewaspadai bahaya kanker
NEUROMUSCULAR TAPING IMPROVES MICROVASCULAR CIRCULATION IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS Andriani, Rizki; Qaribi, Mahanta; Putri, Roofi Asma; Fadhillah, Arif; Helmi, Sabrina; Septiani, Delia
Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Vol 13 No 1 (2024): Nurse and Health: Jurnal Keperawatan
Publisher : Institute for Research and Community Service of Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/nhjk.v13i1.585

Abstract

Background: The most common complications in Diabetes Mellitus patients are foot problems and high risk for amputation. Factors that trigger problems in diabetic feet in the form of neuropathy factors, namely loss of sensory nerve function and circulatory disorders. One of the non-pharmacological therapies to prevent these problems is safe Neuromuscular Taping (NMT) which is applied to the skin with elastic plaster through a decompression method to prevent a decrease in peripheral blood circulation and improve blood circulation. Objectives: The purpose of this study was to determine the comparison of the effectiveness of Neuromuscular Taping (NMT) intervention on microvascular circulation which was assessed by Ankle Brachial Pressure Index (ABPI) measurement in type 2 Diabetes Mellitus patients. Methods: This study used a quasi-experimental research design with a pretest-posttest control group approach. The number of respondents to this study was 60 type 2 DM patients divided into treatment group respondents and control group respondents. The intervention group was given NMT intervention for 2 weeks with daily plaster changes while the control group was given standard foot care education. The data collected is an ABPI score that describes microvascular circulation using a sphygmomanometer. Analysis was carried out using paired sample t-tests which were used to determine the effectiveness of the intervention. Results: Based on the results of the study, significant changes were obtained in the microvascular circulation of the treatment group (p = 0.000) α 0.05 which is the category of normal microvascular circulation or no disturbance. Increased microvascular circulation is caused by the application of NMT for 2 weeks. Conclusion: There was an increase in microvascular circulation seen through changes in Ankle Brachial Pressure Index (ABPI) values before and after Neuromuscular Taping (NMT) intervention. There were significant differences between the intervention and control groups in changes in ABPI scores.
Hubungan Self Confidence Dengan Kualitas Hidup Lansia Hipertensi Di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2024 Hariati, Hariati; Hutabarat, Vitrilina; Delina, Muthia; Anies, Neiliel Fitriana; Qaribi, Mahanta; Simarmata, Pratiwi Christa
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10351

Abstract

Sekitar 1.28 miliar orang diperkirakan penderita hipertensi dengan rentang usia 30- 70 tahun di Negara maju.Pravalensi Hiperteni di Sumatra Utara meningkat yang awalnya 25,8% menjadi 34,1%. Insiden pada hipertensi di Indonesia iyalah pekerjaan, umur, riwayat hipertensi dan pendidikan. Untuk menganalisis hubungan self confidence drngan kualitas hidup lansia hipertensi di Puskesmas deli Tua. Penelitan ini menggunakan jenis data penelitian kuantitatif, pendekatan ini dilakukan dengan pendekatan korelasi. Populasi penelitian adalah seluruh lansia yang berkunjung ke Puskesmas Deli Tua sebanyak 426 orang dan sampel sebanyak 80 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Cara ukur mengunakan kuisioner yang di analisis secara univariat dan bivariate. Hasil uji statistik terdapat hubungan self confidence dengan kualitas hidup lansia hipertensi dengan nilai p- value 0,000 < 0,05. Kesimpulan penelitian ini bahwa terdapat hubungan kualitas hidup lansia hipertensi di Puskesmas Deli Tua tahun 2024
Foot Care and Indications of Diabetic Peripheral Neuropathy in T2DM Patient Rizki Andriani; Rita Ariana; Anita Tiara; Diah Hastuti; Mahanta Qaribi
Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan STIKes Sumber Waras
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63704/jksw.v7i2.99

Abstract

Latar Belakang: Neuropati perifer diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis paling sering pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) dan dapat menyebabkan ulkus kaki hingga amputasi apabila tidak terdeteksi sejak dini. Berbagai studi melaporkan prevalensi neuropati perifer berkisar antara 17–46% pada pasien DMT2. Perawatan kaki yang baik dan pemeriksaan skrining sederhana seperti Ipswich Touch Test (IpTT) berperan penting dalam mencegah risiko neuropati dan komplikasinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku perawatan kaki dengan indikasi terjadinya NPD pada pasien DMT2. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel berjumlah 100 responden DMT2 yang dipilih secara purposive sampling di sebuah Puskesmas. Indikasi neuropati perifer dilakukan menggunakan instrumen Ipswich Touch Test (IpTT) dan penilaian perilaku perawatan kaki digunakan instrumen Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Sebanyak 51% responden memiliki perilaku perawatan kaki yang baik, dan hanya 18% responden yang mengalami indikasi neuropati perifer. Analisis chi-square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara perilaku perawatan kaki dan indikasi neuropati perifer diabetik (p = 0,015). Responden dengan perilaku perawatan kaki yang baik memiliki peluang 4,7 kali lebih besar untuk mempertahankan sensasi kaki normal dibandingkan dengan responden yang memiliki perilaku perawatan kaki kurang baik (OR = 4,70; 95% CI = 1,42–15,52). Kesimpulan:Terdapat hubungan signifikan antara perilaku perawatan kaki dengan indikasi terjadinya neuropati perifer pada pasien DMT2. Perawatan kaki yang baik berperan dalam menurunkan risiko neuropati.