Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

BRANDING PRODUK SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PEMASARAN PRODUK KERAJINAN KHAS KALIMANTAN DI PASAR INPRES KEBUN SAYUR Supratiwi Amir; Eko Agung Syaputra; Faisal Syamsuddin; Hesti Rosita Dwi Putri
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Packaging design as product branding is one of the powerful things that can support product marketing. Often good packaging can represent a good product. the function of packaging is not only to maintain quality, but packaging can also be an attraction for consumers to buy the product. The Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan is a place for UMKM to introduce and distribute many handicraft products of East Kalimantan to global consumers and it's also an effort to protect and preserve local cultural wealth. Pasar Inpres is the one and only traditional market that sells various handicraft products of East Kalimantan and has become one of the icons of world tourist attractions for the city of Balikpapan, both for recreation and education. The handicraft products for sale at the Pasar Inpres haven't been packaged properly, this can be seen in the products for sale without a brand name and packaged only using clear plastic as simple. These things happen because of limited knowledge and skills in utilizing technology to optimize product branding and product marketing. One of the solutions to this problem is socializing and training small enterpreneurs of Pasar Inpres about product branding strategy and product marketing in the online marketplace. This activity is carried out using counseling, discussion, and training methods involving small enterpreneurs (UMKM) of Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan. Expected from this activity is small enterpreneurs (UMKM) of Pasar Inpres can understand that packaging design is an important thing to optimizing product branding and product marketing to increase product sales. Abstrak Desain kemasan sebagai branding produk merupakan salah satu hal yang ampuh yang dapat mendukung pemasaran produk. Seringkali kemasan yang baik dapat mewakili produk yang baik. fungsi kemasan tidak hanya untuk menjaga kualitas, tetapi kemasan juga dapat menjadi daya tarik bagi konsumen untuk membeli produk tersebut. Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan merupakan wadah bagi UMKM untuk memperkenalkan dan mendistribusikan berbagai produk kerajinan Kalimantan Timur kepada konsumen global dan juga sebagai upaya untuk melindungi dan melestarikan kekayaan budaya lokal. Pasar Inpres merupakan satu-satunya pasar tradisional yang menjual berbagai produk kerajinan Kalimantan Timur dan menjadi salah satu ikon tempat wisata dunia bagi kota Balikpapan, baik untuk rekreasi maupun pendidikan. Produk kerajinan yang dijual di Pasar Inpres belum dikemas dengan baik, hal ini terlihat pada produk yang dijual tanpa nama merek dan dikemas hanya menggunakan plastik bening sesederhana mungkin. Hal tersebut terjadi karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan branding produk dan pemasaran produk. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah sosialisasi dan pelatihan kepada para pengusaha kecil Pasar Inpres tentang strategi branding produk dan pemasaran produk di pasar online. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan, diskusi, dan pelatihan yang melibatkan pengusaha kecil (UMKM) Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan. Diharapkan dari kegiatan ini para pengusaha kecil (UMKM) Pasar Inpres dapat memahami bahwa desain kemasan merupakan hal yang penting untuk mengoptimalkan branding produk dan pemasaran produk untuk meningkatkan penjualan produk.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN KEMASAN DAN FOTO PRODUK FASHION SEBAGAI UPAYA DI KARANG JOANG BALIKPAPAN UTARA Supratiwi Amir; Hijriah Hijriah; Hesti Rosita Dwi Putri
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1097

Abstract

This training on making packaging designs and product photos is a continuation of Community Service (PKM) activities to empower mothers in RT 16 Karang Joang. These training participants are sewing training participants who are already capable of producing products, especially clothing. After making fashion products, the participants faced a new problem, namely they did not understand how to market and increase the selling value of the products they made. This empowerment activity aims to provide knowledge and skills in packaging creation and product photography. In particular, people are able to increase the selling value of products so that they attract consumer interest and increase the number of sales. The stages of implementing the activity consisted of the preparation stage where the implementing team conducted a location survey, participant recruitment, and socialization and licensing with the Head of RT 16 Karang Joang. At the implementation stage, the service implementation team provides training and assistance in creating packaging and product photography. The final post-implementation stage is evaluation. Before empowering women, housewives did no other activities apart from cooking, washing and taking care of the house. They do not have special skills to make a living, so they only depend on the income from the head of the family. After attending the training, the participants who are housewives understand the importance of packaging design and photography in marketing. Packaging can add to the selling value of the product, while product photos serve to present the product so that it attracts consumer interest. Participants not only have knowledge but are also skilled at making paper bag and taking product photos using a mobile application. Women's empowerment needs to be carried out continuously through various programs so that they are able to be competitive, entrepreneurship, so as to improve family welfare.
Optimalisasi Daya Saing Kelompok Usaha Bersama (KUB) San FK Melalui Pemasaran Digital Muhammad Ikhsan Alif; Supratiwi Amir; Sasferi Yendra; Mochamad Fadil Afandi; Violincia Jelita; Dinar Amalia Kanthi; Eko Agung Syaputra; Faisal Syamsuddin
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.679

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Usaha Bersama (KUB) SAN-FK di Balikpapan melalui peningkatan kapasitas pemasaran digital. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi, pelatihan pemasaran digital, praktik langsung menggunakan WhatsApp Business, Shopee, dan Instagram, serta evaluasi menggunakan pre-test, post-test, dan focus group discussion (FGD). Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan pemasaran digital, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 1,4 menjadi 4,8 pada aspek pemasaran digital dan dari 1,5 menjadi 4,7 pada aspek dokumentasi dan konten promosi. Selain itu, seluruh peserta (100%, n=13) berhasil membuat akun marketplace dan mengunggah produk pertama mereka selama kegiatan berlangsung. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman dalam interaksi pelanggan, pencatatan keuangan sederhana, serta penerapan digital branding. Program ini memberikan dampak pada peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan mitra dalam memperluas pasar serta beradaptasi dengan ekosistem ekonomi digital. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap pengembangan usaha yang berkelanjutan serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi) melalui peningkatan kapasitas ekonomi dan peluang kerja bagi anggota KUB, serta tujuan ke-12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab) melalui penerapan praktik produksi yang lebih berkualitas, efisien, dan berkelanjutan.
PENDEKATAN DESAIN BERKELANJUTAN PADA PLATFORM 3D IMERSIF UNTUK MENDUKUNG KONSERVASI WARISAN BUDAYA KALIMANTAN TIMUR Eko Agung Syaputra; Ramadhan Paninggalih; Hesti Rosita Dwi Putri; Supratiwi Amir; Novianti Rossalina
Tanra: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 12, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v12i3.76937

Abstract

Perkembangan teknologi imersif telah membuka peluang baru dalam pelestarian dan diseminasi warisan budaya, memungkinkan pengalaman museum yang interaktif dan inklusif melampaui batas ruang dan waktu. Penelitian ini mengusulkan dan mengevaluasi pendekatan desain berkelanjutan melalui pengembangan platform museum digital Lamiang Nusantara, yang mengintegrasikan metodologi design sprint dan evaluasi kinerja kuantitatif. Fokus penelitian mencakup perbandingan tiga teknik pemodelan 3D — Luma AI berbasis NeRF, fotogrametri Polycam, dan pemindaian LiDAR — untuk menilai akurasi representasi artefak, ketajaman tekstur, dan kesesuaian untuk konservasi budaya. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Luma AI menghasilkan fidelitas visual tertinggi, Polycam menawarkan kompromi optimal antara kualitas dan aksesibilitas untuk digitalisasi massal, sedangkan LiDAR lebih cocok untuk pemetaan ruang berskala besar daripada detail artefak. Uji coba pengguna yang melibatkan 50 responden menghasilkan tingkat kepuasan rata-rata 2.317 pada kategori “sangat setuju”, menegaskan efektivitas platform dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan budaya. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model visualisasi imersif yang dapat diskalakan dan mendukung tujuan pelestarian budaya digital serta strategi Smart City. Namun, keterbatasan penelitian mencakup jumlah artefak yang terbatas, ketergantungan pada perangkat pemindaian berbasis ponsel, dan pemrosesan berbasis cloud. Studi selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan artefak, mengintegrasikan teknologi pemindaian yang lebih canggih, serta mengeksplorasi real-time rendering untuk meningkatkan autentisitas dan keberlanjutan platform.